Hari Minggu yang lalu anak saya ikut lomba “story telling” di salah satu lembaga bahasa di Jakarta.
Acara dibuka oleh salah seorang guru di lembaga tersebut, yang menjelaskan bahwa lomba “story telling” ini dibuat untuk “menciptakan” sebanyak mungkin “story teller”, pendongeng, di masa depan.
Dari mendongeng, banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh :
1. Mengembangkan imajinasi anak
Dengan dongeng yang disampaikan secara lisan, anak akan membayangkan apa yang diceritakan, dan di sanalah imajinasi berkembang.
2. Menambah pengetahuan anak
Dalam dongeng bisa dimasukkan berbagai pengetahuan, dan karena disampaikan secara menarik, anak belajar dalam suasana yang menyenangkan.
3. Anak menyerap banyak kosa kata
Dongeng yang disampaikan dengan lisan membuat anak mempelajari banyak kata. Apa lagi jika dongeng disampaikan dalam bahasa Inggris, maka kosa kata Bahasa Inggris anak-anak akan sangat berkembang (masalahnya mamanya sanggup nggak mendongeng bahasa Inggris, hehe..)
4. Anak mengerti akan moral
Dalam dongeng, dengan interaksi antar tokohnya, dapat disampaikan pesan moral, yang membuat anak memahami tentang moral tanpa perlu merasa digurui atau dinasehati.
5. Mendekatkan hubungan orang tua dan anak
Ketika mendongeng, maka anak akan bersama orang tua paling tidak selama 15 sampai 30 menit, dengan suasana yang rileks. Hal ini akan semakin mendekatkan hubungan orang tua dan anak.
Mendongeng, yang paling mudah dilakukan dengan membaca buku dongeng. Buku seperti ini sangat banyak dijual, tinggal dipilih cerita mana yang menurut kita bermanfaat untuk anak.
Cara lain yang saya rasa lebih signifikan manfaatnya adalah mendongeng langsung tanpa buku. Jadi cerita dikarang oleh orang tua, saat itu juga. Di sana akan muncul dinamika, karena anak bisa langsung berinteraksi, menyampaikan ide untuk cerita, terjadi diskusi ke berbagai topik.
Inilah cerita si Mung Mung yang sudah saya ceritakan ke anak-anak saya sampai ke episode ke-40-an, dan saat ini si Mung Mung sedang bermain ke luar angkasa bertemu dengan temannya, si Fish Free :-)
Yuk, mulai mendongeng untuk anak-anak kita, mumpung anak-anak masih mau mendengarkan :-)
Showing posts with label mung mung. Show all posts
Showing posts with label mung mung. Show all posts
Tuesday, December 6, 2011
Friday, July 8, 2011
Mung Mung Episode ke-2
Malam ini, adalah waktunya Mung Mung Episode ke-2. Tadinya saya bingung, mau dibawa ke mana kisahnya. Akhirnya saya buat seperti berikut :-)
Desa Mung Mung masih kebanjiran, hujan masih belum juga berhenti. Warga desa di penampungan mulai kehabisan makanan. Mung Mung pun berenang menyeberangi banjir, pergi mencari pertolongan ke desa sebelah.
Untunglah warga desa sebelah baik hati. Mereka memberikan bantuan makanan berupa beras, tepung, dan indomi.
Ketika bantuan sudah terkumpul, Mung Mung kebingungan, bagaimana cara membawanya menyeberangi banjir. Maka Mung Mung pun dengan cepat membuat kotak anti air untuk membawa makanan itu, dan membawanya ke desanya.
Sampai di penampungan, Mung Mung baru ingat, ternyata di penampungan tidak ada kompor, sehingga beras, tepung, dan indomi yang dibawa tidak bisa dimasak. Kayu bakar pun tidak ada, karena semua kayu basah terkena hujan. Untunglah ternyata di antara bantuan itu ada buah-buahan dan sayur-sayuran, sehingga warga desa tetap bisa makan.
Mereka pun mulai mengumpulkan kayu-kayu basah, dicoba untuk dikeringkan, agar besok hari bisa makan nasi, tepung dan indomi.
Tamat episode kedua :-)
Selama kisah, saya sempat berubah-ubah scenario, karena ada masukan dari anak-anak, atau karena terasa kurang keren. Misalnya waktu akan menyeberang, tadinya Mung Mung akan membuat perahu, tapi kata anak saya terlalu ketebak, jadi diganti.
Lalu, ketika sampai di penampungan, baru terpikir bahwa tidak ada kompor, jadi kirimannya di-update, ada tambahan sayur dan buah. Anak saya ketawa-ketawa, karena dia masih ingat, bahwa sebelumnya tidak ada sayur dan buah, hehehe..
Sempat juga terjadi diskusi soal banjir, yang akhirnya distop si kakak karena dia ingin ceritanya dilanjutkan.
Akhirnya dibuat kesepakatan, bahwa besok-besok skenarionya harus tetap, jangan didiskusikan di tengah cerita, dan jangan di-update-update :-)
Dan ada ide juga untuk dibuat komik, bahkan novel. Kata anak saya, dibuat saja kisah besarnya, misalnya ada musuh tertentu yang ternyata jadi penyebab banjir di desa Mung Mung itu. Hehe, menarik juga jadinya.
Desa Mung Mung masih kebanjiran, hujan masih belum juga berhenti. Warga desa di penampungan mulai kehabisan makanan. Mung Mung pun berenang menyeberangi banjir, pergi mencari pertolongan ke desa sebelah.
Untunglah warga desa sebelah baik hati. Mereka memberikan bantuan makanan berupa beras, tepung, dan indomi.
Ketika bantuan sudah terkumpul, Mung Mung kebingungan, bagaimana cara membawanya menyeberangi banjir. Maka Mung Mung pun dengan cepat membuat kotak anti air untuk membawa makanan itu, dan membawanya ke desanya.
Sampai di penampungan, Mung Mung baru ingat, ternyata di penampungan tidak ada kompor, sehingga beras, tepung, dan indomi yang dibawa tidak bisa dimasak. Kayu bakar pun tidak ada, karena semua kayu basah terkena hujan. Untunglah ternyata di antara bantuan itu ada buah-buahan dan sayur-sayuran, sehingga warga desa tetap bisa makan.
Mereka pun mulai mengumpulkan kayu-kayu basah, dicoba untuk dikeringkan, agar besok hari bisa makan nasi, tepung dan indomi.
Tamat episode kedua :-)
Selama kisah, saya sempat berubah-ubah scenario, karena ada masukan dari anak-anak, atau karena terasa kurang keren. Misalnya waktu akan menyeberang, tadinya Mung Mung akan membuat perahu, tapi kata anak saya terlalu ketebak, jadi diganti.
Lalu, ketika sampai di penampungan, baru terpikir bahwa tidak ada kompor, jadi kirimannya di-update, ada tambahan sayur dan buah. Anak saya ketawa-ketawa, karena dia masih ingat, bahwa sebelumnya tidak ada sayur dan buah, hehehe..
Sempat juga terjadi diskusi soal banjir, yang akhirnya distop si kakak karena dia ingin ceritanya dilanjutkan.
Akhirnya dibuat kesepakatan, bahwa besok-besok skenarionya harus tetap, jangan didiskusikan di tengah cerita, dan jangan di-update-update :-)
Dan ada ide juga untuk dibuat komik, bahkan novel. Kata anak saya, dibuat saja kisah besarnya, misalnya ada musuh tertentu yang ternyata jadi penyebab banjir di desa Mung Mung itu. Hehe, menarik juga jadinya.
Kisah Si Mung Mung
Dua malam yang lalu tiba-tiba anak saya minta didongengi sebelum tidur.
Saya pun mulai mengarang cerita.
Pertama, tentang kisah sebatang rumput yang tumbuh setelah musim dingin :-)Anak saya bilang, gak seruuuu!
Akhirnya saya buat kisah lain, yaitu kisah Si Mung Mung. Ternyata anak saya cukup antusias dengan si Mung Mung, yang namanya cukup aneh ini, yang kami ketawa bareng ketika nama itu disebutkan untuk pertama kalinya.
Si Mung Mung ini adalah seorang anak laki-laki yang tinggal di desa, yang senang bermain di alam. Dia sering berenang di sungai. Suatu hari dia dicapit kepiting, dan ia jadi punya insang sehingga dia kuat untuk menyelam lama di dalam air dan berenang dengan cepat. Sedikit “nyontek” Spiderman, plus ngarang bebas, karena setelah dipikir2, apa kepiting punya insang dan bisa berenang cepat ya? Wkwkwk..
Suatu malam, turun hujan deras, yang berlangsung berhari-hari, sampai akhirnya sungai di desa Mung Mung meluap dan desa Mung Mung terserang banjir, seluruh warga desa kebingungan menyelamatkan diri, keluarga dan harta bendanya.
Mung Mung yang bisa menyelam dan berenang cepat, membantu warga desa menyelamatkan diri ke tempat yang tinggi. Di sana pun Mung Mung dengan cepat membangun rumah penampungan untuk seluruh warga desa.
Tamat episode pertama :-)
Anak-anak mulai berkreasi, tentang bagaimana wajah si Mung Mung yang punya insang. Dan nama yang keren buat si Mung Mung. Akhirnya terpilih Mung Mung si Pendekar Insang. Atau Mung Mung The Gill Warrior wkwkwkwk.. Seru juga jadinya..
Saya pun mulai mengarang cerita.
Pertama, tentang kisah sebatang rumput yang tumbuh setelah musim dingin :-)Anak saya bilang, gak seruuuu!
Akhirnya saya buat kisah lain, yaitu kisah Si Mung Mung. Ternyata anak saya cukup antusias dengan si Mung Mung, yang namanya cukup aneh ini, yang kami ketawa bareng ketika nama itu disebutkan untuk pertama kalinya.
Si Mung Mung ini adalah seorang anak laki-laki yang tinggal di desa, yang senang bermain di alam. Dia sering berenang di sungai. Suatu hari dia dicapit kepiting, dan ia jadi punya insang sehingga dia kuat untuk menyelam lama di dalam air dan berenang dengan cepat. Sedikit “nyontek” Spiderman, plus ngarang bebas, karena setelah dipikir2, apa kepiting punya insang dan bisa berenang cepat ya? Wkwkwk..
Suatu malam, turun hujan deras, yang berlangsung berhari-hari, sampai akhirnya sungai di desa Mung Mung meluap dan desa Mung Mung terserang banjir, seluruh warga desa kebingungan menyelamatkan diri, keluarga dan harta bendanya.
Mung Mung yang bisa menyelam dan berenang cepat, membantu warga desa menyelamatkan diri ke tempat yang tinggi. Di sana pun Mung Mung dengan cepat membangun rumah penampungan untuk seluruh warga desa.
Tamat episode pertama :-)
Anak-anak mulai berkreasi, tentang bagaimana wajah si Mung Mung yang punya insang. Dan nama yang keren buat si Mung Mung. Akhirnya terpilih Mung Mung si Pendekar Insang. Atau Mung Mung The Gill Warrior wkwkwkwk.. Seru juga jadinya..
Subscribe to:
Posts (Atom)