Showing posts with label peradaban Islam; sejarah Islam;. Show all posts
Showing posts with label peradaban Islam; sejarah Islam;. Show all posts

Thursday, April 27, 2017

Perbedaan Fiqih - Riwayat Pengajaran Islam

Ceramah disampaikan oleh Ustadz M. Aqil Haidar, Lc, di Mushalla Tarbiyah, hari Selasa, 28 Rajab 1438 / 25 April 2017.

Sumber hukum utama hanya 1 yaitu Al Qur'an, yang selanjutnya diterjemahkan menjadi pelaksanaannya oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam yang kemudian dirujuk oleh para sahabat.

Sahabat seluruhnya berjumlah 130rb orang yaitu yang hidup saat Rasulullah shalallahu alaihi wasallam hidup dan tidak seluruhnya berilmu.

Ada yang bertemu bertemu dengan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dalam waktu yang lama, bahkan sebelum Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menjadi Nabi, seperti misalnya Abu Bakar.

Ada juga yang hanya bersama Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dalam 1 kejadian dan tidak bertatap muka.

Setelah Sahabat adalah Tabiin yang hidup bersama dan belajar kepada para Sahabat setelah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam wafat.

Selanjutnya adalah Tabiut Tabiin yang hidup bersama dan belajar kepada para Tabiin setelah seluruh Sahabat wafat.


Imam Mazhab

Imam 4 mazhab berada pada masa setelah Tabiin, sehingga termasuk sebagai Tabiut Tabiin. Kecuali Imam Abu Hanifah, yang hidup pada masa Anas bin Malik masih hidup. Anas bin Malik wafat pada tahun 93 H, sedangkan Imam Abu Hanifah lahir pada tahun 80 H.

Imam Malik adalah Tabiut Tabiin yang tinggal Madinah, murid dari Nafi' yang merupakan murid dari Ibnu Umar, murid Rasulullah.

Imam Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hambal juga Tabiut Tabiin.

Imam mazhab termasuk yang disebut sebagai ulama salaf.


Sedikit tentang Anas bin Malik

Anas bin Malik lahir pada tahun ke-3 kenabian, dan beliau didoakan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam agar diperbanyak anak dan hartanya dan dihapuskan dosanya.

Doa ini dikabulkan Allah dan beliau hidup 10 sebelum Hijrah sampai 93 H, yaitu 103 tahun, dan jumlah anaknya 129.

Beliau adalah pembantu Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, yang diserahkan oleh ibunya kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam saat berusia 10 tahun.

Ke manapun Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pergi Anas mengikuti. Dan selama 10 tahun menjadi pembantu Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, tidak pernah sekali pun  dimarahi oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

Karena bersama Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam sering berdiskusi agama, maka beliau menjadi ulama.


Ulama Hadits

Imam Bukhari dan Imam Muslim hidup di masa setelah Imam Mazhab. Dengan demikian, Imam 4 Mazhab tidak menggunakan Sahih Bukhari.

Yang menyebutkan bahwa hadits Bukhari dan Muslim sebagai hadits shahih adalah seorang ulama bernama Ibnu Shalah yang wafat pada tahun  600an, beliau bermazhab Syafi’i. Dan pendapat beliau ini disetujui oleh ulama-ulama selanjutnya.

Hadits yang digunakan pada mazhab Syafi’i bila ditelusuri lebih lanjut, banyak yang termasuk dalam Sahih Bukhari.

Bila ada yang berpendapat bahwa, tidak perlu bermazhab, langsung merujuk Al Qur'an dan Hadits, dan yang dimaksud hadits adalah Bukhari, maka dapat dikatakan ia "bermazhab" Bukhari.


Jumlah Hadits dan Hafalannya

Kitab hadits seluruhnya ada 20 kitab. Bukhari berisi 7000 hadits, Muslim berisi 7000 hadits. Seluruhnya dari 20 kitab tersebut ada 118rb hadits, belum termasuk hadits mutafakun alaih (disepakati seluruh ulama hadits).

Imam Ahmad mengatakan bahwa mujtahid (orang yang berijtihad) harus hafal 500.000 hadits. Imam Ahmad hafal 1 juta hadits, sanad (riwayat) dan matan (isi).

Imam Ahmad adalah murid Imam Syafi’i, yang bila beliau tidak menemukan suatu hadits, beliau bertanya kepada Imam Syafi’i, dan mengikuti apa yang disampaikan Imam Syafi’i.


Maka Imam Ahmad pada awalnya bermazhab kepada Imam Syafi’i, dan dalam perjalanannya beliau menemukan beberapa hal yang berbeda dan membuat mazhab tersendiri. 

Thursday, April 20, 2017

Umat Islam di Qatar


Ceramah disampaikan oleh Ustadz DR. Muqoddam Cholil, MA di Mushalla Tarbiyah, hari Selasa, 22 Rajab 1438 / 18 April 2017.


Sejarah Qatar 

Tahun 1872 Qatar termasuk bagian dari Turki Utsmani.
Tahun 1916 Qatar di bawah Inggris.

Merupakan negara miskin dengan wilayah gurun pasir. Pekerjaan penduduknya adalah menjadi gembala onta, gembala kambing, dan nelayan.

Tahun 1939 ditemukan cadangan minyak bumi, yang mulai dieksplorasi pada tahun 1949, dan produksi dimulai pada tahun 1951. Sejak itu Qatar mulai membangun.

Tahun 1971 Inggris keluar dari Qatar.

Sultan yang memerintah saat itu adalah Bin Hamad, dan kondisi Qatar masih menjadi negara miskin.

Posisi Qatar tidak terlalu berarti untuk Inggris, terutama difungsikan sebagai jalur transit ke India.


Qatar Saat Ini

Saat ini Qatar adalah negara terkaya dunia, dengan Amir yang religius dan adil, yang mementingkan rakyat dan mengubah negara secara drastis.

Berkah pemimpin adil akan membawa kesejahteraan.

Sebagaimana dalam hadits Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam dikatakan bahwa, "Sebaik-baik pemimpin adalah yang kalian mencintai mereka dan mereka mencintai kalian.
Kalian mendoakan kebaikan dan mereka mendoakan kebaikan untuk kalian (dalam bentuk mengaplikasikan keadilan dalam kesejahteraan).

Sedangkan seburuk-buruk pemimpin adalah yang kalian membenci mereka dan mereka membenci kalian, serta kalian melaknat mereka dan mereka melaknat kalian."

Amir tidak mengumpulkan harta untuk dirinya, tetapi bermanfaat untuk rakyat. Qatar menjadi negara yang bahagia dan kaya raya.

Setelah minyak bumi, ditemukan juga gas alam cair, yang merupakan cadangan ketiga terbesar di dunia.

Sungguh sebagaimana Al Qur’an surat Ibrahim, Jika kamu bersyukur atas nikmat yang Ku-berikan kepadamu, maka akan Aku tambah nikmat itu, tapi jika kamu mengingkarinya (tidak mau bersyukur), maka ingatlah bahwa siksa-Ku sangatlah pedih.

Peta investasi Qatar saat ini sangat banyak di seluruh dunia. Pendapatan per kapita tertinggi di dunia, disusul Luxemburg dan Singapura.

Pada 10 negara terkaya di dunia ada 5 negara Islam yaitu Qatar, Kuwait, Brunei, Uni Emirat Arab, dan Saudi Arabia.


Kondisi Umum di Qatar

- Pendidikan gratis
- Penduduk diberi gaji besar
- Penduduk asli Qatar (Qatari) kaya raya
- Bensin murah
- Listrik dan air gratis
- Kesehatan gratis

Untuk pendidikan, saat ini sudah dilakukan kerja sama dengan berbagai universitas di luar negeri.


Kondisi dunia kerja di Qatar

1 Lulusan perguruan tinggi tidak ada yang menganggur, perusahaan sudah mengantri siap menampung.
2 Bebas pajak penghasilan, baik untuk penduduk asli maupun penduduk asing, yang ada adalah zakat.
3 Penduduk diberi gaji besar dan diberi rumah.
4 Beban kerja standar dengan hak cuti 24 hari dalam setahun, di bulan Ramadhan bekerja ½ hari.
5 Adanya bonus haji umrah


Bantuan ke dunia Islam 

Sebagai bentuk dari tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa, Qatar memberikan bantuan bagi dunia Islam :

1 Bantuan Palestina, walaupun hanya sendirian, Qatar tetap membantu, membangun jalan raya dan rumah sakit.
2 Bantuan Rohingya
3 Bantuan Pengungsi Suriah, bekerja sama dengan Saudi Arabia dan Turki.
4 Somalia
5 Afrika, membangun masjid.
6 Taliban, dibuatkan kantor pusat di Doha.
7 Yaman
8 Pejuang Suriah, bekerja sama dengan Saudi Arabia dan Turki.


Bantuan di Indonesia

Dilakukan melalui Qatar Charity yang berlokasi di Perdatam Pancoran.

1 Anak yatim
2 Al Qur'an braille
3 Masjid
4 NTB bencana alam rehabilitasi rumah
5 Ponpes Miftahul Huda

6 Pesanteran dr Muslih Abdul Karim di Purwakarta, yang membutuhkan dana Rp 12 Milyar, semula dana yang diajukan Rp 4 Milyar, tapi Qatar memberikan Rp 12 Milyar dan membantu pembangunannya.

7 Pernikahan massal untuk 100 orang, diberikan Rp 10jt per pasangan dan juga peralatan rumah tangga. Kedutaan Besar Arab yang juga hadir pada acara tersebut, memberikan bantuan umrah bagi 10 pasangan.

Qatar benar-benar menjalankan surat Adh Dhuha yaitu menceritakan nikmat yang diterima dengan berinfaq.

Tuesday, April 18, 2017

Nasihat Zubair bin Awwam

Kajian disampaikan oleh Ustadz Muhit Muhammad Ishaq di Mushalla Tarbiyah, hari Kamis, 15 Rajab 1438 / 12 Apr 17.

Zubair bin Awwam termasuk orang-orang yang awal masuk Islam (assabiqunal awwalun) dan termasuk di antara 10 sahabat yang dijamin masuk surga.

Termasuk sahabat yang ikut bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, ketika baru pulang dari perang Uhud di Ahad, lalu di hari Senin pagi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengajak untuk menghadang ke Badar, karena ada berita bahwa orang Mekkah yang menang pada perang Uhud kembali ke Madinah. Penghadangan dilakukan di Badar, karena di Badar pernah ada sejarah kemenangan muslim.

Zubair bin Awwam tercatat di antara pembantu Rasulullah, yang mengerjakan pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan orang lain, pekerjaan yang unik.

Termasuk assiqunal awwalun, yang dalam surat At Taubah dikatakan bahwa rodhiyallahu anhum wa radhuanh.

Dia adalah anak laki-laki dari bibi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, yaitu sepupu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dari jalur Bapak.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengatakan bahwa setiap nabi memiliki orang terdekat atau pengikut setia, dan pengikut setia Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam adalah Zubair bin Awwam.

Kesaksian tentang Zubair sebagai ahli surga adalah ketika sedang berada di gunung Hira, lalu gunung tersebut bergerak, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam meminta gunung tersebut untuk diam, karena di atasmu tidak ada lain kecuali Nabi, shiddiq, syahid. Saat itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam sedang bersama Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalhah, Zubair, dan Saad bin Abi Waqash.

Zubair wafat berbarengan dengan Thalhah pada perang Jamal.

Kedatangan Fatimah di perang Jamal mendamaikan kelompok Ali dan sahabat yang terpisah kota yaitu di Kuffah dan Basrah.

Ali bertemu Zubair, mereka berpelukan. Ali berkata, bagaimana mungkin aku akan berperang dengan orang yang aku antarkan masuk Islam. Dan Zubair berkata, bagaimana mungkin aku akan berperang dengan orang yang mengantarkan aku masuk Islam. Maka mereka berdamai.

Setelah perdamaian tersebut, malam harinya tanpa dikomando, ada suara mobilisasi di Basrah bahwa Kufah menyerang Basrah dan sebaliknya. Terjadilah perang dan banyak yang terbunuh. Tidak ada sahabat yang menggerakkan, sahabat menjadi korban.

Sejak fitnah Utsman, sangat terasa peran Yahudi melakukan fitnah di kalangan Islam.


Nasihat Zubair bin Awwam -1 :

Barangsiapa yang mampu memiliki simpanan sesuatu yang tersembunyi dari amal soleh, maka lakukanlah.

Kalau bisa ada amal soleh yang tidak diketahui siapa pun. Kita perlu ada amal yang bisa kita jadikan amal soleh andalan ketika mengalami kesulitan.

Seperti kisah 3 orang yang terjebak di dalam gua, yang tidak dapat meminta pertolongan kecuali pertolongan Allah, dan minta tolong dengan amal soleh yang paling ikhlas, yang tidak pernah diketahui orang lain.

Imam Al Nawawi menulis banyak buku yang baru diterbitkan ketika beliau sudah wafat. Buku tersebut ditulis dan disembunyikan di suatu tempat. Menjelang akhir hidupnya beliau berkata kepada seseorang, bahwa bila di tempat tersembunyi itu masih ada buku yang belum diterbitkan, maka publikasikan. Kalau sudah tidak ada lagi buku yang belum diterbitkan, maka beliau menganggap bahwa dirinya masih kurang teruji keikhlasannya.

Yang membedakan amal diterima atau tidak adalah pada ikhlas. Sebagaimana pada surat Al Al Maauun, bahwa orang yang secara lahiriyah melakukan shalat, menjadi sia-sia ketika riya’.
Tapi di sisi lain, ada mereka yang tidak ikut beramal, tertinggal di Madinah pada perang Tabuk, karena sakit atau tidak punya biaya untuk berangkat, tetap mendapatkan pahala mujahid, karena meskipun tidak bisa ikut, hatinya tetap bersama mereka yang berangkat. Itulah kekuatan keikhlasan.

Abdullah Daud mengatakan bahwa para salafus shalih senang melakukan amal tersembunyi, yang bahkan istri nya pun tidak mengetahuinya.

Di antara pertolongan Allah adalah kalau bisa melakukan “wasiat Zubairiyah”, yaitu beramal tersembunyi. Sebagaimana orang bersedekah yang disembunyikan sampai tangan kiri tidak tahu apa yang dilakukan oleh tangan kanannya.


Nasihat Zubair bin Awwam – 2 (tsiqah billah) :

Ketika Zubair di perang Jamal, ia berkata pada anaknya yaitu Abdullah bin Zubair, “Wahai anakku, sesungguhnya dalam perang ini tidak ada yang terbunuh kecuali zalim atau terzalimi. Saya berkeyakinan akan terbunuh sebagai orang terzalimi. Kegelisahan saya yang terbesar adalah hutang.”

Zubair memiliki banyak hutang walaupun ia adalah orang yang kaya. Hal ini karena ketika ada orang menitipkan uang kepadanya, ia menyatakan uang tersebut sebagai hutang, sehingga ia memiliki kewenangan untuk menggunakan. Ini adalah pertanda bahwa orang percaya bila menitipkan pada Zubair maka uangnya akan aman.

Lanjutan perkataan Zubair kepada anaknya, “Apa kau melihat bahwa hutang ini bisa menyisakan harta (bahwa harta Zubair cukup untuk menutupi hutangnya)?. Wahai anakku kalau kamu nanti merasa lemah bayar hutang, minta tolong pada tuanku.” Abdullah bin Zubair bertanya, siapa yang dimaksud sebagai tuannya itu. Zubair menjawab bahwa tuannya adalah Allah.

Maka kata Abdullah bin Zubair, setiap kali ia mengalami kesulitan untuk membayar hutang ayahnya, ia berkata, “Wahai tuannya Zubair, bayarkanlah hutangnya,” dan kemudian Allah memberikan kemudahan.

Kisah tentang Zubair dapat dibaca pada Riyadush Shalihin pada bab Amanah.


Untuk mayar hutang Zubair tersebut diperlukan 5 musim haji, dengan pegumumuman pada jamaah haji yang datang, karena Zubair pernah tinggal di Madinah, Basrah, Kuffah, dan Mesir dan banyak orang menitipkan hartanya pada Zubair. Setelah 5 kali pengumuman, barulah selesai pembayaran hutang tersebut.

Nasihat Thalhah bin Ubaidillah

Kajian disampaikan oleh Ustadz Muhit Muhammad Ishaq di Mushalla Tarbiyah, hari Kamis, 15 Rajab 1438 / 12 Apr 17.


Thalhah bin Ubaidillah termasuk orang-orang yang awal masuk Islam (assabiqunal awwalun) dan termasuk di antara 10 sahabat yang dijamin masuk surga.

Nama Thalhah bin Ubaidillah ditulis dengan tinta cahaya, karena telah menjadikan punggungnya sebagai perisai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam ketika perang Uhud, sampai punggung menjadi seperti landak, dan tangannya kelelahan melindungi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Dari kejadian tersebut, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengatakan bahwa Thalhah wajib masuk surga.

Bila Abu Bakar Ash Shiddiq berkata tentang perang Uhud, Abu Bakar menyebutnya sebagai “harinya Thalhah.”

Thalhah wafat pada tahun 36H di usia 64 tahun, di masa fitnah di masa kekuasaan Ali bin Abi Thalib.
Pembunuh Thalhah dan Zubair adalah merupakan bagian dari rekayasa Yahudi terhadap ulama yang
menonjol saat itu.


Nasihat Thalhah bin Ubaidillah - 1 :

Sesungguhnya kita merasakan harta kita sebagaimana orang pelit dengan hartanya. Mencintai harta adalah fitrah manusia. Tetapi kita belajar sabar dengan harta.

Sifat manusia terhadap harta sebagaimana pada surat Ali Imran ayat 14-15.

Perbedaan antara orang pelit dan orang dermawan, orang yang menggenggam tangannya dan membukanya, adalah pada kesabaran mengenali hakikat kekayaan, bahwa tidak akan lama di dunia. Bahwa harta yang kekal adalah yang telah dibelanjakan, bukan yang masih disimpan.

Hadits Ibnu Mas'ud, Rasulullah bertanya, “Siapa di antara kalian yang harta ahli warisnya lebih disukai dari harta miliknya sendiri? Para sahabat menjawab, “Tidak ada. Semua orang pasti lebih menyukai hartanya sendiri daripada harta ahli waris.” Rasulullah menjawab lagi, “Sesungguhnya harta milik sendiri adalah harta yang sudah dibelanjakan. Harta yang belum dibelanjakan sebenarnya adalah harta untuk ahli waris.”

Kebanyakan orang menyiapkan untuk ahli waris, bekerja sekuat tenaga.

Biografi Thalhah adalah terjemah praktis kedermawanan, terjemah hidup dari nasehatnya. Beliau memberikan tanpa diminta, bantuan dari tangannya bagaikan mengalir deras. Beliau tidak pernah membiarkan keluarga besarnya, Bani Taim hidup miskin.

Sebenarnya bila hal ini diimplementasikan dalam kehidupan kita, seharusnya tidak ada orang yang menjadi pengemis di jalanan. Karena dengan Mahaadil-nya Allah, tidak mungkin ada keluarga besar yang seluruhnya miskin, kemungkinan besar ada 1 / 2 keluarga yang kaya.

Bila fungsi negara bekerja, seharusnya semua orang adalah bagian dari RT, RW, Lurah, sehingga juga dapat dialokasikan bantuan.

Kembali kepada Thalhah bin Ubaidillah, beliau akan menanggung biaya keluarganya yang kurang mampu, dan membantu menikahkan yang sudah siap menikah tetapi tidak punya biaya untuk membayar mahar.


Nasihat Thalhah bin Ubaidillah – 2 :

Jangan bermusyawarah dengan orang yang pelit untuk urusan silaturahim, dengan orang pengecut untuk urusan perang, dengan anak muda untuk urusan anak gadis.


Pilihlah orang yang cocok untuk bermusyawarah, jangan sampai mengajak bermusyawarah kepada orang yang pemikirannya bertentangan dengan agenda yang akan dibahas. 

Monday, April 3, 2017

Belajar dari Kesabaran Bumi Syam

Ceramah disampaikan oleh Ustadzah Nurjannah pada  Kajian Muslimah Jum'at 3 Rajab 1438 / 31 Maret 2017. 


Bumi Syam terdiri atas 4 negara saat ini yaitu Palestina, Libanon, Suriah, dan Yordania.

Beberapa point dari kajian tersebut : 


1 Alasan kita harus menolong saudara kita di Syam

- QS 49:10, bahwa umat Islam bersaudara
- QS 21:71 bahwa bumi Syam diberkahi untuk seluruh umat manusia

Mereka yang membantu Palestina biasanya sangat berempati dan sudah juga berpartisipasi membantu kesulitan di negeri sendiri dan tetangganya. Dari penduduk Palestina bagaimana untuk tidak menyia-nyakan waktu. Dan ketika kita membantu seseorang, Allah akan membantu kita.

Di masa  Abu Bakar Ash Shiddiq, ketika banyak orang yang murtad dan tidak mau membayar zakat. Dan di saat yang bersamaan bumi Syam bermasalah, dan Abu Bakar mengirimkan bantuan ke sana dipimpin Mu’adz bin Jabal. Sebagian muslim termasuk Umar bin Khattab. Tetapi Abu Bakar tetap pada pendiriannya dan ternyata benar, Allah ternyata membantu urusan di dalam negeri itu.

Saat ini terjadi barbagai penyiksaan di Al Aqsha. Salah satu bantuan yang disampaikan ke Palestina digunakan sebagai kafalah untuk murabitah, penjaga masjid Al Aqsha.

HR Bukhari :
Sebagian umatku ada yang selalu melaksanakan perintah Allah, tak terpengaruh orang menggembosi dan tidak pula orang yang berseberangan hingga datang keputusan Allah dan mereka senantiasa dalam keadaan demikian.

Penduduk Aljzair adalah salah satu yang sangat peduli dengan Palestina. Mereka mengirimkan bantuan dalam jumlah yang sangat besar. Dan kecintaan kepada Palestina terlihat dengan banyaknya bendera Palestina digunakan di berbagai barang di Aljazair.

Suatu ketika di Aljazair pemerintah menetapkan peta dunia di buku pelajaran dengan wilayah Palestina disebut sebagai wilayah Israel. Banyak penduduk yang protes saat itu dan dalam 1 pekan, buku pelajaran itu ditarik kembali dan direvisi.

Bantuan dari Indonesia saat ini masih sangat kecil. Namun masyarakat Palestina tetap berterima kasih dan berkata, “Kecil bagi kalian, berkah bagi kami.”


2 Luka menimpa Aleppo

- QS 2:155 Allah menguji dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah2an.

Untuk ujian yang bersifat individual, maka hanya sedikit, tidak sekaligus. Namun di Aleppo ujian menimpa sekaligus.

Mereka sangat memerlukan bantuan kesehatan. Makanan pokok beras sangat mahal. Bantuan diberikan dalam bentuk kurma yang mengandung karbohidrat tinggi serta baju dingin dan selimut.

Kita memerlukan nafas panjang untuk menjalani ujian kesulitan dan belajar untuk bersyukur di tengan musibah.

Kita seringkali sangat peduli dengan kondisi fisik kita misalnya untuk kesehatan mata, telinga, tangan, kaki. Sedikit saja ada masalah, kita akan mengobati atau berkonsultasi pada dokter.
Tetapi kita seringkali belum terlalu peduli untuk berusaha menjaga mata, telinga, tangan, dan kaki, kita dari maksiat, yang merupakan penyakit rohani.

Ketika suami atau anak kita sakit, barangkali itu adalah cara Allah agar kita lebih dekat dengan suami dan anak, agar kita tidak sering pergi ke luar rumah, agar kita tidak menghabiskan uang untuk hal-hal yang sebetulnya tidak prioritas. Kesetiaan seseorang diuji ketika pasangannya terpuruk.

Ketika kita lulus pada ujian individu, maka akan menjadi bekal pada ujian kolektif.


3 Membantu Aleppo

Ketika kita membantu muslim di Aleppo, maka kita menyelamatkan umat islam seluruh dunia, menyelamatkan kemanusiaan.

QS 5:32 - siapa yang membunuh seperti membunuh seluruh manusia, siapa yang menyelamatkan seperti menyelamatkan seluruh manusia.

Salah satu bentuk bantuan yang pernah disampaikan ke Palestina adalah berupa ipad untuk anak-anak Palestina yang harus rutin cuci darah. Dengan keterbatasan fasilitas kesehatan dan tenaga medis, untuk cuci darah tersebut anak-anak harus antri selama 3 jam dan biasanya suasana menjadi sangat kacau karena anak-anak bosan menunggu dan rewel. Dokter dan perawat pun menjadi kurang tenang menjalankan tugas. Setelah diberikan ipad dengan berbagai aplikasi permainan edukatif islami untuk anak-anak, suasana menjadi tenang. Penduduk Palestina menerima bantuan tersebut dan menyampaikan bahwa walaupun terlihat tidak seberapa, tapi pengaruhnya ternyata sangat besar.

Bila ada teman yang sakit, sebaiknya kita sampaikan kepada teman-teman yang lain agar saling mendoakan dan barangkali ada yang bisa memberikan bantuan seperti informasi dokter atau obat berdasarkan pengalaman masing-masing.

Untuk Bumi Syam kita perlu memulai dari komunitas-komunitas masing-masing, mengumpulkan dana sedikit demi sedikit dan menitipkan ke lembaga-lembaga antara lain Adara.


4 Yang dapat kita lakukan untuk umat Islam di Syam adalah :

1 Menggalang dana
2 Menyebarluaskan berita
3 Menyampaikan doa yang tulus

Berkaitan dengan doa, doa akan dikabulkan bila kita, baik lahir maupun batin, berada dalam ketaatan di seiap detik dan menit. Kita perlu introspeksi barangkali masih ada dosa yang kita lakukan, masih ada kata kasar yang kita ucapkan.


5 Akan ada imbalan bagi yang membantu

Karakter berbagi diawali di rumah. Urusan pribadi sebaiknya diselesaikan di malam hari, membaca Al Qur’an, shalat tahajjud. Ketika pagi dan siang hari, kita gunakan untuk membantu keluarga dan teman

Biasakan untuk membantu orang dengan segera, jangan menunda.
Siapa yang membantu di dunia, Allah akan bantu di akhirat. Dan siapa yang meringankan beban seseorang di dunia, Allah akan ringankan bebannya di akhirat (HR Muslim).

Allah akan menolong seorang hamba selama ia menolong saudaranya.


Sesi tanya jawab :

Bagaimana kondisi tenaga medis di Palestina, apakah sangat terbatas?

Betul, tenaga medis sangat terbatas. Tidak hanya tenaga lain, kondisi lain juga sangat terbatas.
Saat ini Palestina berada pada tahun ke-12 dengan listrik yang hanya berfungsi dalam 8 jam sehari, 16 jam tanpa listrik. Satu-satunya jalan masuk ke Palestina adalah pintu Rafah.

Namun mereka setiap bulan bisa mewisuda banyak penghafal Al Qur'an.
Dan ketika pada suatu pertempuran 2500 penduduk Palestina mati syahid, Allah gantikan dengan 4500 bayi yang lahir sampai kembar 5.

Allah akan menangkan Islam, yang perlu kita evaluasi pada diri kita adalah apakah kita memiliki andil atau tidak. Kita tidak akan bisa mengalahkan musuh Allah bila kita belum mengalahkan hawa nafsu.


Benarkah Hamas teroris?

Mereka yang bisa bergabung di Hamas adalah para ulama dengan hafalan dan ibadah terbaik.
Ustadzah Nurjannah pernah berkunjung ke rumah Syekh Ahmad Yasin, dan satu-satunya ornament yang ada di rumah itu adalah Al Qur'an.

Kita harus menjalankan segala sesuatu karena Allah. Seperti mendidik anak, tugas kita adalah berusaha mendidik anak dengan sebaik-baiknya. Kapan hasil dari upaya itu akan terlihat, kapan mereka berbakti pada kita, itu adalah wilayah Allah.

Orang yang mati syahid bisa menyelamatkan anggota keluarganya. Maka salah satu yang bisa kita cita-citakan adalah untuk mati syahid agar bisa menyelamatkan anggota keluarga kita.

Kita perlu membuat rencana untuk mencapai prestasi ukhrawiyah (prestasi akhirat). Kita harus mengupayakan agar ibadah kita setiap tahun mengalami peningkatan. Jangan sampai rezeki yang kita peroleh tidak meningkatkan prestasi akhirat.

Ada yang mengatakan bahwa Hamas teroris, itu adalah bagian dari distorsi berita. Mereka adalah orang-orang terbaik dan menjadi pasukan Hamas di usia yang sangat muda, misalnya 21 tahun.  


Mari kita terus memperbaiki diri agar rajin ibadah, sabar, dan jujur. Apa lagi di dunia kerja sangat banyak godaan syaitan. Terus berdoa, insya Allah akan Allah kabulkan. Hadiri terus majelis ilmu. Buat program untuk diri sendiri untuk menghadiri majelis ilmu.

Thursday, March 30, 2017

Inspirasi Al Qur'an dari kisah Nabi Musa dan Fir’aun

Ceramah disampaikan oleh Ustadz Fahmi Salim, Lc di Mushalla Tarbiyah, tanggal 1 Rajab 1438 atau 30 Maret 17.

Ada 10 hikmah yang bisa kita peroleh dari kisah Nabi Musa dan Fir’aun dalam Al Qur’an.

1 Rencana Allah pasti terlaksana

Allah punya cara untuk menyelamatkan risalahnya. Orang kafir ingin memadamkan cahaya Islam, tapi Allah akan menjaga sampai akhir zaman. Ada ataupun tidak ada kita.

Bayi Musa yang tak berdaya, Allah selamatkan dari pembunuhan bayi laki-laki, masuk ke istana dan justru nantinya melawan Fir’aun. Ketika Allah perintahkan untuk mendatangi Fir’aun, Nabi Musa gentar karena yang dihadapi adalah orang tuanya, yang memiliki kekuasaan dan kekuatan yang besar. Tapi Allah mengingatkan beliau bahwa dulu ketika masih bayi dan belum seperti sekarang, Allah selamatkan Nabi Musa. Maka sekarang pergi saja, Allah yang akan menyelesaikan.

2 Hati manusia ada dalam genggaman Allah

Dalam surat Al Qashash, bayi Musa yang masih merah dan baru saja lahir, belum sempat ada keterikatan dengan ibunya, dihanyutkan ke sungai Nil. Allah kemudian melunakkan hati istri Firaun dan mengambil bayi Musa sebagai permata hati kerajaan. Allah berikan kekuatan hati untuk ibu Musa untuk melepaskan bayi Musa, dan memerintahkan kakak perempuan bayi Musa untuk mengikuti.

Hikmah bagi kita, dakwah harus kekuatan hati, karena takdir Allah akan bekerja, kita harus tetap pasrah.

Karena ada keajaiban, bayi Musa tidak mau berhenti menangis walaupun sudah dicoba disusui oleh berbagai ibu susu. Sampai akhirnya kerajaan membuat sayembara, dan saudari bayi Musa ikut serta, lalu menunjukkan kepada mereka wanita yang akan membuat bayi itu tidak menangis lagi. Allah kembalikan Musa pada ibunya, agar ia tenang dan tidak sedih, karena janji Allah pasti benar.

Hidup harus kita arungi dengan yakin, tabah, dan tawakal, dengan kepercayaan bahwa yang terjadi pasti yang terbaik. Dan akan tiba nikmat yang tidak terduga.

3 Kita tidak bisa mengatur iman orang lain

Fir’aun merasa sebagai tuhan, namun istrinya mengakui Allah sebagai tuhannya. Dalam surat At Tahrim, istri Fir’aun disebut dengan “imroah” bukan “zauj” atau “ahli”, atau artinya adalah perempuan Fir’aun, bukan istri atau keluarga.
Karena Fir’aun hanya bisa menguasai fisiknya, tapi bukan hatinya

Istri Fir’aun berdoa, “Bangunkan untukku rumah di surga dan selamatkan aku dari Firaun.”
Sebaliknya dengan Nabi Nuh dan Nabi Luth, orang-orang soleh dengan istri yang melanggar perintah Allah.

4 Rumah bersifat rahasia

Fir’aun dan istrinya adalah suami istri yang hidup dalam satu rumah, tetapi bisa menjadi asing satu sama lain, karena yang bisa menyatukan adalah hati yang tunduk pada Allah.

5 Kekuatan tentara tidak bisa menghalangi seseorang beriman, yang tidak gentar dengan ancaman apa pun

Penyihir di masa Nabi Musa bisa dianalogikan dengan media saat ini, yang memutarbalikkan berita bagi masyarakat.

Para penyihir ketika sadar bahwa kalah menghadapi mukjizat Nabi Musa, lalu diancam oleh Fir’aun ketika akan pindah menjadi beriman, dan Fir’aun berkata bahwa semua yang ada di sana saat itu berada dalam kekuasannya, dan menuduh mereka melakukan makar agar bisa mengeluarkan penduduk dari Mesir. Lalu Fir’aun mengancam akan menghukum cincang potong tangan kaki secara silang.

Sebelumnya ketika akan dilakukan lomba antara Nabi Musa dan Fir’aun, mereka menanyakan apa yang akan mereka dapatkan. Fir’aun menjanjikan kedekatan dengan Fir’aun, nikmat fasilitas. Fir’aun mendapatkan loyalitas atas fasilitas dunia yang semu. 

Ketika para penyihir berbalik menuju Allah. Maka mereka berkata bahwa Fir'aun dendam pada kami karena kami beriman pada Allah. Dan mereka berdoa untuk diberikan kesabaran, dan matikan kami muslim.

Begitulah penguasa yang zalim, ketika dalam kondisi terdesak akan menuduh makar. Dan orang beriman harus sabar karena akan diuji.

6 Pejuang kebenaran menghadapi penguasa zalim

Pejuang kebenaran akan mendapat tuduhan makar, akan dianggap memperjualbelikan agama, akan dianggap merusak.

Pada surat Gafir 26, Fir'aun menuduh bahwa ada pengacau mengancam masa depan Mesir. Dan menyampaikan bahwa ia khawatir dengan rakyatnya, bahwa Musa suka memutarbalikkan fakta, dan melakukan politisasi agama supaya rakyat tidak tunduk pada Fira'un, dan akan mengganti agama orang Mesir. Padahal justru Fir'aun yang akan melakukan hal itu.

7 Hamba sahaya budak yang menciptakan algojo bagi penguasa

Fir'aun pada awal memegang kekuasaan adalah seorang yang baik, sederhana, humble dan memukau.
Kemudian rakyat memuja Fir'aun bahkan sampai mengkultuskan, dan ia pun  menjadi tiran.

Maka rakyat jangan terlalu  mengkultuskan pemimpin dan harus berani menasihati penguasa.

Firaun berkata, "Wahai kaumku, kekuasaan Mesir berada dalam kendaliku. Sungai Nil mengalir di bawah kakiku. Bukankah aku lebih baik dari Musa?”

Rakyat Mesir di masa itu adalah contoh rakyat yang fasik, dan contoh bahwa kesombongan mengakibatkan perpecahan.

8 Bila Allah ingin menolong, Allah akan berikan sarananya yang dapat dalam bentuk yang sederhana

Untuk Nabi Musa saat itu, Allah berikan tongkat, yang ternyata bisa digunakan untuk mengalahkan penyihir dan dipukulkan ke laut Merah.

Jangan meremehkan persenjataan yang terlihat remeh dan sederhana. Doa adalah senjata terkuat orang beriman. Hubungan dengan Allah subhanahu wata’ala.

9 Hukum kausalitas hanya berlaku bagi manusia, tidak berlaku bagi Allah

Air netral, bisa menyelamatkan Nabi Musa, bisa menghancurkan dan menenggelamkan Fir’aun.
Segala isi muka bumi bisa menjadi tentara Allah

10 Penyesalan tidak berguna


Dalam surat Ghafir dijelaskan bahwa para pengikut keburukan ketika masuk ke neraka memprotes, bahwa mereka hanya rakyat kecil, yang hanya mengikuti saja ajakan pemimpin mereka. Dan para pemimpin meminta mereka diam karena sudah sama-sama di neraka. 

Tuesday, March 28, 2017

Ciri Orang Munafik

Dari Kajian Muslimah Mushalla Tarbiyah oleh Ustadzah Erika, hari Jumat, 24 Jumadil Akhir 1438, 23 Maret 2017.

Orang munafik di akhirat nanti akan berada di kerak neraka, lebih buruk daripada orang kafir yang berada di neraka jahannam selama-lamanya.

3 ciri orang munafik adalah :
1 bila berjanji, ia ingkar
2 bila berbicara, ia berbohong
3 bila diberi amanah, ia berkhianat

Salah satu ciri saja ada pada kita, maka kita harus berintrospeksi, kalau-kalau kita termasuk orang munafik.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam sangat menghindari berbohong. Dalam suatu riwayat disampaikan bahwa suatu  waktu ada seorang muslim berlari melewati Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, yang sedang dikejar oleh orang kafir dan akan dibunuh. Setelah muslim itu berlalu, datanglah orang kafir yang mengejarnya dan bertanya apakah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melihat orang tadi. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam lalu mundur dua langkah dan menjawab, “Selama saya di sini, saya tidak melihat ada orang yang lewat.”

Beberapa prinsip yang digunakan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam saat itu adalah, bahwa sesama muslim harus saling melindungi, waspada bila seorang non muslim berbicara karena belum tentu benar, serta tidak boleh berbohong.  

Bahkan bercanda pun tidak diperbolehkan untuk berbohong.

Bila kita berjanji, maka sedapat mungkin harus kita tepati, kecuali ada udzur syar’i yaitu halangan-halangan yang dapat dibenarkan secara syariah, seperti sakit atau jalan sangat macet.

Ketika kita melihat ciri-ciri orang munafik, hal itu tidak dimaksudkan agar kita bisa menunjuk orang lain sebagai orang munafik. Tetapi dengan kriteria-kriteria yang ada, kita bisa lebih hati-hati dengan teman-teman yang memiliki ciri orang munafik, dan bila sangat ekstrim, ada kemungkinan sebaiknya kita tinggalkan.

Selanjutnya ciri-ciri lebih detil tentang orang munafik ada pada Al Qur’an surat An Nisa ayat 138-146.

Pada ayat 138 dinyatakan bahwa “bassyir” yang artinya berikan kabar gembira, dalam hal ini bagi orang munafik, bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. Hal ini dapat dimaknai bahwa pada dasarnya tidak ada berita gembira bagi orang munafik.

Pada ayat 139 dijelaskan ciri pertama orang munafik, yaitu orang yang mengambil orang kafir sebagai “auliya” dan meninggalkan orang mukmin. Pembahasan makna auliya antara pemimpin, sahabat, dan teman setia adalah makna yang seluruhnya benar.

Hal ini mirip dengan perdebatan antara shalat subuh dengan doa qunut atau tanpa doa qunut, sampai menimbulkan permusuhan antara dua pihak yang berbeda itu, dan justru malah berteman dengan muslim yang tidak shalat subuh, misalnya.

Makna auliya pada dasarnya sama dengan yang selama ini digunakan dalam Bahasa Indonesia, yaitu wali, misalnya wali murid, yaitu orang yang bertanggung jawab, berkuasa, memimpin.

Pada ayat 140, dijelaskan bahwa bila kita mendengar ayat Allah diperolok-olok, maka sebaiknya kita tidak duduk bersama dengan kelompok orang tersebut. Karena kita akan sama dengan orang-orang tersebut, dan walaupun kita tidak ikut menyetujui, bila kita diam, maka kita dianggap setuju. Dan bahwa orang munafik dan orang kafir akan bersama-sama di neraka jahannam bersama syaitan dan iblis.

Ciri selanjutnya pada ayat 141, yaitu bahwa orang munafik akan menunggu peristiwa yang akan terjadi pada orang mukmin. Bila mukmin menang, mereka mengaku bersama orang mukmin, dan bila orang kafir yang menang, mereka mangaku bersama orang kafir. Allah berjanji bahwa Allah tidak akan memenangkan orang kafir di akhirat.

Ciri berikutnya pada ayat 142, yaitu bahwa orang munafik itu menipu Allah, shalat dengan malas, shalat ketika dilihat orang karena riya, dan sangat sedikit mengingat Allah.

Di ayat 143, orang munafik dalam keadaan ragu ikut golongan yang mana. Mereka tidak ke kanan, tidak juga ke kiri. Sementara Islam harus berpihak kepada yang haq. Mereka selalu dalam keadaan bingung memilih mana yang benar, walaupun tanda-tandanya sudah sangat jelas.

Isi ayat 138 diulang kembali pada ayat 144, bahwa orang munafik memilih orang kafir sebagai wali dan meninggalkan orang mukmin. Di ayat ini Allah menyatakan apakah mereka menginginkan untuk diazab Allah saat ini juga?

Di ayat 145 dijelaskan bahwa orang munafik ditempatkan pada tingkatan paling bawah dari neraka. Dan tidak ada penolong.

Di ayat 146, Allah memberikan peluang bagi orang munafik untuk bertaubat, namun dengan persyaratan yang cukup sulit, yaitu bertaubat dan mengadakan perbaikan dan istiqamah dan ikhlas.  Pada persyaratan ini digunakan kata “dan” yang menunjukkan bahwa semua syarat itu harus dipenuhi, barulah taubat seorang munafik bisa diterima.

Tidak cukup dengan hanya bertaubat atas dosa yang dilakukan, orang munafik harus melakukan perbaikan yaitu memperbaiki orang-orang yang pernah diajak melakukan hal-hal yang salah tadi. Selanjutnya, harus menjalankannya dengan istiqamah dan juga ikhlas, yang bagi mukmin pun merupakan hal yang tidak mudah.

Contoh penggunaan lain kata “dan” sebagai persyaratan adalah pada surat Al Ashr, yang menyatakan bahwa semua orang dalam keadaan merugi kecuali mereka yang beriman dan beramal soleh dan mengajak kepada kebenaran dan mengajak dengan kesabaran.

Muslim harus bersama, karena setan bersama dengan orang yang sendirian. Ciri-ciri mukmin adalah orang yang melakukan perbaikan (ishlah), dan istiqamah serta ikhlas.

Harus diyakini bahwa satu kebaikan, sedekah misalnya, akan diberikan balasan 10 kali lipat dari nilai nominal walaupun tidak sama persis (dalam bentuk uang tunai sebagaimana yang kita berikan), tapi bisa berupa dihindarkan dari musibah.

Ada seorang ulama yang berinfaq 100 dinar dan sangat yakin bahwa akan mendapatkan balasan sebesar 1000 dinar. Dan tepat saat itu utusan raja membagikan uang dari raja dalam kantung-kantung yang masing-masing berisi 100 dinar. Ulama ini sedang tidak ada di rumahnya ketika kantung untuknya disampaikan. Ketika ia tiba, dia melihat bahwa hanya ada 9 kantung untuknya, yaitu 900 dinar. Ulama ini lalu bertanya kepada sang utusan bahwa seharusnya ia mendapatkan 10 kantung, dan ketika diperiksa kembali memang ada 1 kantung yang terjatuh.


Tanya Jawab : 

Bila ada orang tua dengan pemahaman berbeda, apa yang harus dilakukan?

Kepada orang tua, bila ada perbedaan pemahaman, kita harus tetap menyampaikan kebenaran dengan kesabaran dan dengan cara yang baik.

Bagaimana dengan pendapat bahwa sistem demokrasi adalah bukan sistem Islam dan seharusnya ditinggalkan saja?

 Indonesia adalah negeri sekuler. Dan di dunia belum ada negara yang menjalankan hukum Islam 100%. Yang tertinggi saat ini adalah Sudan, sekitar 90%. Saudi sekitar 50%. Apa yang tidak bisa dibetulkan semua jangan ditinggalkan semua.

Keterlibatan Islam dalam politik sudah ada sejak masa Rasulullah shalallahu ‘alalihi wasallam yang ketika tiba di Madinah selain membangun masjin, beliau membuat Piagam Madinah yaitu perjanjian dengan kaum Yahudi, antara lain menentukan batas-batas wilayah tempat tinggal kaum Yahudi dan kaum muslimin.

Dalam perang Khandak atau perang Al Ahzab, yang artinya sekutu, dalam hal ini sekutu antara muslim dan Yahudi. Pada perang tersebut atas saran Salman Al Farisi, dibuat parit yang memblokade. Ketika muslim tidak menyerah walaupun persediaan makanan makin menipis, Allah turunkan angina puting beliung dan perang pun berakhir.

Dari contoh tersebut sangat jelas bahwa Allah melihat usaha kita, bukan hasil. Allah yang akan memainkan selanjutnya, semua terjadi atas izin Allah.

Bagaimana bila ada teman yang sudah mencoba untuk memperbaiki diri, tetapi masih kurang konsisten?

Sebaiknya tetap kita hargai. Mereka yang menggunakan hijab tapi masih “buka tutup”, sebetulnya jauh lebih baik daripada “buka terus”. Karena hidayah itu berproses.


Tapi penting untuk juga memastikan bahwa kita melakukan sesuatu bukan hanya karena ikut-ikutan. 

Monday, March 27, 2017

Cabang Iman ke 66 - Menjauhi orang kafir dan fasik (bara')

Ceramah disampaikan oleh Ustadz Muhsinin Fauzi di Mushalla Tarbiyah tanggal 23 Jumadil Akhir 1438 atau 22 Mar 17.

Tidak boleh mukmin mengambil non muslim sebagai pemimpin.

Ada beberapa justifikasi dan versi terjemah Al Qur’an yang menyatakan bahwa yang dimaksud dengan aulia adalah teman setia. Namun justru ini memperluas definisinya, ketika mengambil orang kafir sebagai teman setia saja tidak boleh, apa lagi menjadi pemimpin.

Tingkat pertama keterhubungan adalah cinta dan sayang, dan kemudian mempercayakan sebagai pemimpin. Ketika disebutkan bahwa tidak boleh mengambil teman setia non muslim, sebetulnya maknanya justru menjadi lebih luas.


Orang Indonesia harus memahami pilar bernegara. Sejak masa awal, muslim seringkali dibenturkan dengan dasar negara, padahal Islam yang menentukan. Namun, pihak non muslim menggunakan seolah muslim yang salah. 

Cabang Iman ke 65 - Mendoakan Orang Bersin

Ceramah disampaikan oleh Ustadz Muhsinin Fauzi di Mushalla Tarbiyah tanggal 23 Jumadil Akhir 1438 atau 22 Maret 2017. 

Doanya adalah yarhamukallah, dan ketika sudah 3x bersin diubah menjadi syafakallah, karena kemungkinan besar orang tersebut sakit.

Dalam perkembangan ilmu pengetahuan di masa sekarang, ditemukan bahwa bersin melawan penyakit. Hikmah ini baru diketahui, namun doa sudah ada sejak dulu, dari Allah yang Mahatahu.  

Allah mengatur bahwa di setiap titik penting ada momen, dan dibagun agar terlihat model dari seorang muslim. Dengan demikian menjadi mudah untuk mengkampanyekan Islam.

Ketika Perancis menolak kebab yang berasal dari Maroko dan Aljazair, bila dianalisis lebih jauh, maka salah satu sebab yang mungkin adalah karena kebab bila diucapkan terdengar khas sebagai bahasa Arab, dan Arab identik dengan Islam.

Di masa penjajahan, celana adalah budaya Belanda, pribumi saat itu mengenakan sarung. Sebagian kyai menyatakan bahwa celana haram.

Salib dan simbol tertentu lainnya bukan sekedar hal yang ringan. Karena dibalik simbol ada nilai, dan di balik nilai ada asumsi dasar.

Maka dari sisi Islam, sunnah-sunnah harus diperjuangkan. Karena pertempuran peradaban pada dasarnya ada pada simbol. Baik liberal, kapitalisme vs sosialisme, dan lain-lain.

Ketika sunnah tidak berjalan, simbol Islam tidak ada. Maka budaya siapa yang akan digunakan?
Bila budaya Islam diadopsi oleh budaya lokal, maka alhamdulilllah, itu adalah hal yang positif.

Cabang Iman ke 64 – Menshalatkan Jenazah

Ceramah disampaikan oleh Ustadz Muhsinin Fauzi di Mushalla Tarbiyah, tanggal 23 Jumadil Akhir 1438 atau 22 Maret 2017. 

5 hak seorang muslim atas muslim lain, yang dari sisi lain maka adalah kewajiban seorang muslim kepada muslim yang lain, adalah :
1 Menjawab salam
2 Menengok yang sakit
3 Menshalatkan jenazah
4 Memenuhi undangan
5 Mendoakan yang bersin

Kelima hal tersebut adalah bagian dari memantapkan budaya Islam.

Budaya dapat dilihat dalam 3 tingkatan :
1 Bahasa, symbol, pakaian, humor, merk
2 Nilai dan etika perilaku
3 Pandangan hidup dan asumsi dasar

Bila terdapat perbedaan antara tingkat 1 dan tingkat 2 dan 3, maka itu adalah penipuan, atau dalam Islam disebut sebagai munafiq.
Bila dinyatakan di tingkat 2 tetapi tidak diwujudkan di tingkat 1, maka tidak terlihat. Contohnya beberapa kalangan yang menyatakan, “yang penting hatinya”, tapi tidak ada symbol yang ditampilkan.

Hal yang paling tampak ada di tingkat 1. Untuk menentukan apakah Islam ada di suatu masyarakat, maka dicek dengan apakah ada adzan di daerah tersebut.

Budaya yang bukan agama, seringkali hanya sampai tingkat 2, tidak sampai ke tingkat 3.

Muslim memiliki aturan yang baku dan sangat detil. Dan di masyarakat, disengaja atau tidak disengaja, ada pihak-pihak yang membuat peraturan yang berbeda dengan aturan muslim, seperti makan dengan tangan kiri, makan dengan berdiri, atau potongan rambut tertentu.  

Sebagai tanda bahwa kita tidak setuju dengan budaya tidak Islami, bila ada pesta dengan makan berdiri, maka kita bisa duduk di bawah, bila ada kloset duduk, kita jongkok di atas kloset tersebut. Karena produk seharusnya disesuaikan dengan budaya lokal, itu adalah kearifan lokal. Di Saudi Arabia seluruh kloset jongkok, seharusnya di Indonesia juga bisa demikian. 

Assalamualaikum dan selamat pagi jelas berbeda, dari yang terdengar pun berbeda, apa lagi maknanya.

Dalam kajian budaya, budaya adalah bagian terpenting dari peradaban. Teknologi adalah proses menuju budaya. Ketika budaya ambruk, maka pengetahuan pun akan ambruk.

Di Indonesia, ketika umat Islam berusaha meluruskan adat istiadat yang tidak syar'I, maka akan mendapatkan perlawanan yang sangat berat. Karena adat istiadat telah menjadi bagian dari budaya yang tak tergoyahkan. Mengubah budaya lebih sulit daripada mengubah kekuasaan, karena kekuasaan ada satu orang yang disasar.

Budaya seperti Rahim, lembut, tidak tampak, tetapi kokoh.  Berbeda dengan dinding yang jelas terlhat tapi mudah untuk digempur.
Analogi dalam dakwah, ketika pengajian dibuat, orang tidak melawan, tapi tidak hadir.

Kembali ke tema, dalam hadits Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa pahala untuk orang yang menshalatkan jenazah adalah 1 qirath dan bagi yang hadir di penguburan adalah 2 qirath. 1 qirath adalah sebesar gunung Uhud.

Hikmah waqiiyah dari orang yang rajin mengurus jenazah adalah ketika ia wafat pengurusannya jenazahnya akan dihadiri banyak orang. Allah akan gerakkan hati orang untuk hadir.

Ada kisah yang bisa dibaca di ngelmu.com, kisah nyata yang dialami oleh Ustadz Muhsinin tentang tetangganya, seorang perempuan guru Al Qur’an, yang juga sering mengurus jenazah, dan mencukur bayi yang baru lahir.

Beliau wafat ketika sedang menyimak muridnya membaca Al Qur’an. Awalnya terlihat mengantuk dan dibangunkan, masih sempat mengoreksi bacaan Al Qur’an muridnya, kemudian terlihat mengantuk lagi dang dibangunkan, kemudian tertidur dan wafat dengan memegang Al Qur’an, tersungkur di hadapan Al Qur'an.

Begitu banyak orang yang menshalatkan, masjid 2 lantai penuh, dan shalat jenazah dilakukan 2 kali. Beliau bukan tokoh besar, tapi Allah gerakkan hati untuk datang.

Hikmah sangat terasa ketika kita berada di makam. Dari orang yang meninggal kita bisa mendapat banyak pelajaran.

Pada ceramah jenazah, Ustadz Muhsinin biasanya menyampaikan, “Akhirnya semua orang berhenti di sini. Kita boleh mempunyai cita-cita. Tapi semua orang berhenti di sini. Dan semua tidak tahu kapan akan berhenti.”

Orang akan meninggal sesuai apa yang disukai.

Bagi yang memiliki kesempatan untuk dimakamkan dengan upacara militer, sebetulnya tidak perlu, pemakaman dengan cara Islam lebih khidmat dan lebih syar’i.

Hikmah dari peristiwa meninggal lebih masuk di hati dari 1000 ceramah. Namun tidak semua orang bisa mengambil hikmah.