Showing posts with label kuliah. Show all posts
Showing posts with label kuliah. Show all posts

Friday, October 19, 2012

Tugas MOS :-)

Teman saya pagi tadi kirim broadcast message, nanya barang-barang  yang aneh : mi kuah ayam terbang, uang khas jawa barat, lilin cina. Pas saya tanya, barang apa itu, kok namanya aneh-aneh banget, ternyata tugas MOS anaknya, hehehe..

Saya jadi inget, temen saya yang lain juga pernah cerita, dapet tugas MOS yang lucu-lucu.. buah upacara, ternyata apel.. Dan kata temen saya, udah banyak juga dibahas di internet dan dia kirim juga daftar yang dia pernah ketemu di internet. Ditambah dengan beberapa yang saya temukan di internet, jadilah daftar di bawah, lumayan lah membantu supaya ngga terlalu pusing-pusing banget.. Nama-namanya lucu-lucu dan kreatif :-) Dan sebenernya seru juga untuk nebak-nebaknya, mirip main teka-teki gitu. Tapiii, kalo udah capek mungkin mentok ya jadinya :-)

Tapiii, di situ belum ada jawaban untuk tugas MOS anak temen saya yang pertama tadi. Akhirnya buat anak temen saya itu, saya karangin aja : mi kuah dikasi gambar ayam terbang, uang logam 1000 (ada gambar angklung), hio (suka dipake orang cina, ada nyalanya), entahlah, bener atau enggak :-)

Berikut list yang ada di internet yaa, semoga membantu :-)



1+lada=Selada
Air “putih”=susu
Air 235 : Air minum cap prima
Air Bilangan ’2,3,5 = Aer minum cap Pr*ma
Air Desa = Air putih / Aqua
Air infuse 195ml : Air diganti labelnya jadi tulisan infuse 195ml
Air kencing kuda : Air aqua
Air kencing kuda 1 botol : Air aqua 1 botol
Air mbah surip : Jamu
Air mineral enam T : Air mineral merk VIT (dipisah VI T)
Air mineral merk osis : Air mineral cap oasis
Air putih dihormati : Susu bendera putih
Alas kaki jepit : sendal jepit
Alat bengkel buah : frutang
Avatar damai : Pisang (damai:peace, avatar:aang = peace aang = pisang)
Binatang Dua Huruf Kriuk2 = Kerupuk Udang
Biskuit 3 cara : oreo
Biskuit ade rai : Biskuat (kan aderai kuat. OTOT gitu loh!)
Biskuit argentina : Tango
Biskuit cium itali : Malkist roma
Biskuit keberuntungan : Biskuit selamat
Biskuit tiga diva : Biskuit roma yang ada gambar tiga divanya
Botol minum team = CLUB
Buah berjantung : Pisang
Buah Bulan Sabit = Pisang
Buah centil : kesemek
Buah cium matahari : sunkiss (plesetan dari jeruk Sunkist)
Buah dad say yes : papaya
Buah firaun: pir
Buah full colour : Jeruk
Buah kasian : Apel malang
Buah lesbi/homo : Jeruk
Buah malem minggu : apel
Buah permisi : Mangga
Buah putri salju : Apel/Kesemek
Buah raja mesir : Buah pir
Buah sedih : apel malang
Buah selimut = pisang dikupas kulitnya dibawa
Buah sir : Buah sirsak
Buah upacara : Apel
Buah vampir : Buah pir
Buku suci isi 38 cap lawang sewu : Buku gambar cap lawang sewu
Buku terang : Buku merk sinar dunia
Cacing menggeliat = Mie goreng
Chiki aing beuki : chiki ku suka
Chiki eko teriak : Cuba (dulu pas mamamia –> ba cuba cuba hehe)
Chiki kentut: Oops
Chiki mal Jakarta : cheetos
Chiki mall : Chetos
Chiki pembohong : Lays
Chiki pesawat tempur : Jetz
Coklat biliar besar : Caca besar
Coklat hujan : Coklat payung
Coklat kembar : choki choki
Coklat puncak : top
Coklat Rihana dan atau Coklat sebelum hujan : coklat payung
Dewi Sri Berjemur = nasi Goreng
Dodol Sapi….=SOZZIS
Gulali tawar : kapas
Guling berdarah : Sosis diberi saus
H2O putih rasa kusuka  : aqua
Ikan masuk angin : Ikan kembung
Kacang berlumut: kacang ijo
Kacang cina : Kacang sanghai DEKA
Kaka’ Amis Trick = Teh Manis
Kecap kebangsaan : kecap nasional
Kedelai borokan : Tempe
Keju berputar : Richese roll
Kentang ethiopia : perkedel
Keripik cacar : Peyek
Keripik cinta = minori (bentuk kripiknya hati )
Kerupuk dangdut: Kerupuk udang
Kerupuk union = Kerupuk Bawang (plesetan dari bhs inggris ONION = bawang)
Ketombe : nasi putih
Kue waktu bagus : Good time
Landak fruit = salak
LIFE IS NEVER FLAT : chitato
Lolipop tawar : Jarum pentul
Makanan singa bergoyang : Leo kripik kentang
Mall cilandak : Chitos
Mata melirik ke kanan = telor ceplok,kuningnya dibuat di kanan
Melon bendungan merah : semangka
Minuman 3 kaki : larutan cap kaki 3
Minuman 7 kali penyaringan : teh btol sosro
Minuman aku dan kamu = tekita (kita = aku dan kamu)
Minuman bengkel : 2 tang
Minuman boom : Tebs
Minuman daerah saya, minuman area saya, minuman dunia saya : Mizone (plesetan dari me = saya zone=daerah/ area. MEZONE tapi diplesetin)
Minuman dugem : Club
Minuman Dwi panzer = Aer Merk 2tang
Minuman hutan : jungle jus
Minuman Kanibal= Nutrisari (jeruk makan jeruk. Kanibal kaan? hehe)
Minuman lembut dan atau minuman pembalut : soft drinks
Minuman matahari hijau : Minuman dari sungreen seperti Vitazone
Minuman merdeka dalam drum/drim : susu bendera
Minuman ms.universe : uc 1000
Minuman pahlawan: ultramilk
Minuman perkakas : 2Tang
Minuman permisi : Jus mangga
Minuman piala dunia : Coca-cola
Minuman tiga kaki : Minuman larutan cap kaki tiga
Minuman trio macan: JG ( Jus Ginseng )
Minuman ustad = air putih ( kalau sembur orang kesurupan pan pake aer putih ustad”)
Minuman waria bencong : Aquaria
Minuman wilayahku : mizone
Nasi aking basah: Nasi putih biasa
Nasi betadine : Nasi goreng / Nasi + Kecap
Nasi fullcolour : Nasi apa aja, asalkan warna warni
Nasi jelek : nasi goreng
Nasi Magma = Nasi Beras Merah
Nasi michael jackson : Nasi putih (kayak mukanya yang putih)
Nasi orang meninggal : Nasi kuning
Nasi suci : Nasi putih biasa
Nasi trio macan : Nasi + iwak peyek
Pasangan barbie megang tong berdarah : kentang balad
Pasir rakyat jelata + 3T : Nasi + Tahu, tempe, telur
Permen band : Goliat
Permen bau : Permen kaki (hot hot pop)
Permen dangdut : Lolipop
Permen maksiat : Kiss
Permen pria kompak : mentos
Permen senang putih : Happydent white
Permen serigala : Foxs
Permen zebra : blaster
Pisang 1 sisir : Pisang dan 1 buah sisir (bukan pisang sesisir)
PO CARI MANIS : pocari sweat (diplesetin SWEAT menjadi sweet )
Pocong ijo : Lontong
Poon cari keringat : Pocarisweat (sweat = keringat)
Pudding goreng : Tahu goreng
Pulpen cepat : Pulpen bermerk Faster
Pulpen cita-cita : Pulpen merk Pilot
Rambut reggae goreng : Indomie keriting goreng
Ratu perak : Silverqueen
Roti agung : roti raja
Roti ngomong : breadtalk
Roti tawar / jepang : pembalut
Rumah iglo=nasi yang dibentuk kayak direstoran
Sabun genit : sabun colek
Save snack : snack selamat
Saya minum 2 : Yakult
Sayur basi : Sayur asem
Sayur cap air : capcai
Sayur cina / Stempel AIR = Cap Cay (stempel = cap, air = cai dalam bahasa sunda)
Sayur cina : Capcay
Sayur ibu menyusui : sayur daun katuk
Sayur kamu banget = Sayur lo deh
Sayur ketek : Sayur asem
Sayur kuah 5 warna=sop (berkuah,isinya warna warni kayak wortel kentang dsb)
Sayur PH-7 : Sayur asem
Sayur sabun warna-warni : Sayur sop dengan berbagai macam isi terutama wortel
Sayur si putih berkepala kuning = sayur toge
Singkong I Love U : Kusuka
Snack angin puyuh : twister
Snack bohong : lays
Snack melayang : Jetz
Snack monyet monyet gila=MOnyet MOnyet GIla (MOMOGI)
Snack perban jangan dibawa, jangan disentuh : Taro (pelesetan dari kata TAROH!! ga boleh diambil hehe)
Snack pesawat : Jetz
Snack sendawa : TUC
Snack tidak rata : chitato (life is never flat)
Spongebob goreng : Tahu goreng
Spongebob goreng: roti goreng
Susu kebangsaan : Susu bendera
T+Kekebalan = Timun
Teh hijaubaru : NU green tea
Teletubies mencari keringat : Pocari sweat
Teletubies merah bertato besar : Potato besar
Telor kotak : martabak!
Telor mata kedip=telor mata sapi
Telur mata sapi normal : Telur mata sapi gak pecah
Terigu, jagung, wortel, toge, seharga Rp 500,- : Bakwan
Terowongan berlumpur : Kue semprong berisi
Tumis padi sunda : Tumis pare
Usus Merdeka = Susu Bendera
Wafer piramida : Gery piramid

Wednesday, June 8, 2011

Terus Belajar dan Melakukan Perbaikan

Pada dasarnya, dari pembicaraan dengan siapa pun kita bisa belajar. Belajar tentang berbagai hal. Bisa belajar cara memotong wortel atau menyapu debu yang tepat dari si Mbak, belajar tentang rute perjalanan bahkan menabung dari supir taksi, belajar tentang cara membersihkan wastafel dari mbak janitor, belajar tentang lokasi penjual makanan dari teman kantor, dan banyak lagi. Bisa jadi yang dipelajari adalah hal yang sangat mikro, tetapi sebenarnya sangat bermanfaat karena orang tersebut sudah sangat menguasai bidang itu.

Daripada bergunjing ataupun membahas yang tidak bermanfaat, lebih baik kita belajar dari siapa pun, bertukar pikiran, bertukar informasi, dan termasuk berbagi pengetahuan dan tips yang kita punya, yang mungkin bermanfaat bagi orang tersebut.

Yang juga bermanfaat tentu membaca buku, sang gudang ilmu. Konon perkembangan seseorang dilihat dari jumlah buku yang pernah ia baca. Dan di negara maju, kabarnya kebanyakan orang selalu membawa buku ke mana pun mereka pergi. Sehingga ketika mereka menunggu, mereka mengisi waktu luang dengan membaca. Di stasiun, di antrian dokter, di antrian bank, di café, dan sebagainya.

Yang lebih penting lagi, adalah melakukan tindak lanjut atas ilmu yang sudah kita pelajari itu. Mengimplementasikan agar ilmu itu tidak sekedar menjadi pengetahuan tapi juga diamalkan. Kita perlu untuk terus melakukan perbaikan. Tidak perlu drastis, bertahap pun oke. Yang penting ada yang dimulai. Dari gerakan pertama, akan terus bergulir sampai menjadi bola salju yang besar.

Misalnya kita belajar bahwa menu yang baik adalah yang banyak buah dan sayur, maka ketika kita belanja, segera kita atur kembali belanjaan sesuai ilmu baru tersebut.

Atau misalnya di suatu siang kita belajar bahwa sebaiknya kita membaca doa rutin setiap pagi dan petang, maka segeralah ketika petang tiba, kita mulai membaca doa tersebut.

Majalah dan koran pun oke, asal kita bisa selektif memilih mana topik yang bermanfaat, dan tidak tergoda membaca hal-hal yang sebenarnya kurang berguna, apa lagi yang malah mengandung mudharat. Oya, membaca tidak termasuk membaca katalog belanja lho ya :-)

Ada satu prinsip di jurusan saya waktu kuliah dulu yang sangat dalam maknanya. Sebenarnya prinsip ini dimaksudkan untuk sistem kerja, tetapi ternyata sangat tepat juga untuk kehidupan kita sehari-hari. Yaitu “There are no best ways, there are always better ways.” Pada dasarnya segala sesuatu pasti ada peluang untuk diperbaiki, walaupun sekecil apapun, terus menerus, menuju kesempurnaan yang berbentuk seperti grafik limit mendekati sumbu x *halah kumat kalkulusnya 

Yuk, setiap hari bahkan setiap detik adalah kesempatan untuk mencari ilmu, berbagi ilmu, dan berbuat untuk memperbaiki diri.

Tuesday, June 7, 2011

Guru yang Menginspirasi

Copy paste dari internet, tulisan dari JANSEN H. SINAMO

Guru yang Menginspirasi

JAM tujuh pagi, suatu hari pada tahun 1981, di sebuah ruang kuliah kuno bersuasana gelap dan kelam, yang dibangun pada zaman Belanda,sebuah kuliah fisika yang sangat modern segera akan dimulai. Fisika kuantum nama kuliah itu. Hariadi Paminto Soepangkat—doktor fisika zat padat lulusan Universitas Purdue, Indiana, AS — sang dosen yang berkulit putih bersih bertubuh tinggi besar yang dibalut busana
rapi lengkap pakai dasi bak pemuncak eksekutif bisnis itu, telah berdiri penuh wibawa di hadapan sekitar 150 mahasiswa dari tiga jurusan: fisika, astronomi, serta geofisika dan meteorologi.

Belum dua puluh menit kuliah berjalan, usai Pak Hariadi menggambar orbit-orbit lintasan elektron pada atom hidrogen di papan tulis,tiba-tiba nama saya dia panggil.
”Saya, Pak,” jawab saya agak terkejut sambil mengangkat tangan.
”Kota asal Saudara di mana?” tanyanya sambil menuruni panggung kuliah yang rapat dengan papan tulis dan berjalan mendekati tempat saya duduk di barisan depan.
”Sidikalang, Pak,” jawab saya.”Oh ya? Kata Pak Andi Hakim Nasution, daerah Saudara penghasil kopi ya? Kopi Sidikalang enak kata Pak Nas. Betul?”
”Betul, Pak,” jawab saya sumringah.
”Sidikalang itu berapa kilometer jaraknya dari Medan?”
”Seratus lima puluh kilo Pak.”
”Kalau naik bis ke Medan berapa ongkosnya?”
”Lima ribu, Pak.”
”Kalau uang Saudara cuma tiga ribu, sampai di mana itu?”

“Berastagi, Pak.”

Sambil memandang kepada semua mahasiswa sesudah kembali ke panggung kuliah, Pak Hariadi berkata, “Kira-kira seperti inilah yang dimaksud dengan energi ambang. Jika uang Saudara Jansen cuma tiga ribu,itu tidak cukup mengantarnya sampai ke Medan. Jadi, lima ribu adalah uang ambang yang diperlukan agar dia bisa sampai ke Medan dari Sidikalang.”

“Nah, demikian pula elektron: dia butuh energi ambang, itu energy yang minimum, untuk bisa pindah ke orbit yang lebih tinggi. Kita sudah tahu bahwa energi itu tidak kontinum, melainkan diskrit, arti
nya terkuantifikasi. Paket-paket energi yang terkuantifikasi ini dalam bentuk radiasi atau gelombang disebut kuanta energi, yang besarnya menurut Max Planck adalah hv, di mana v frekuensi radiasi it
u dan h adalah konstanta Planck yang besarnya 6,626×10-pangkat-minus-34 joule-detik. Elektron hanya bisa punya energi dalam kelipatan bulat kuanta ini. Tidak hanya pada elektron tetapi juga foton da
n semua zarah renik di tingkat subatom. Inilah asal-usul nama kuantum pada fisika kuantum yang kita pelajari ini. Fisika kuantum mempelajari perilaku zarah-zarah subatomik, dinamika dan interaksinya, serta relasinya dengan medan yang memengaruhinya.”

Entah apa lagi yang dikuliahkan Pak Hariadi pagi itu saya sudah lupa. Tapi, saya terpesona sudah. Sidikalang dan saya jadi pusat perhatian seluruh kelas dan terutama Pak Hariadi. Cuma beberapa
menit saja sorotan lampu perhatian itu, tapi sudah cukup membuat saya merasa diri spesial. Dan sejak momen itu rasa suka saya berlipat ganda kepada Pak Hariadi. Sebagai akibatnya, berlipat ganda pula minat saya pada fisika kuantum.

Singkat cerita, pada ujian akhir semester itu saya mendapat nilai A. Dan ini tidak lazim. Jarang sekali saya mendapat nilai A. Di angkatan 1978, saya cuma mahasiswa rata-rata: mayoritas nilai saya
adalah C, agak lumayan dapat B, tapi yang mendapat nilai A sungguh sangat sedikit.

Tapi, mendapat nilai A pada fisika kuantum selangit rasanya. Buat saya itu setara dengan nilai A pada sepuluh mata kuliah yang lain. Fisika kuantum adalah salah satu mata kuliah paling bergengsi di
Jurusan Fisika, kreditnya maksimum: empat. Bukan cuma itu, di zaman itu, cuma ada dua mata kuliah fisika yang dianggap dahsyat: fisika kuantum dan relativitas umum. Yang terakhir ini belum disajikan di
tingkat S1. Fisika kuantum pun sebenarnya baru cuma pengantar pada kuliah sepenuh: mekanika kuantum, yang akan didalami nanti di tingkat S2.

Saya juga takjub pada diri sendiri. Mengapa mendadak saya jadi sangat pintar? Tapi, saya akhirnya menyadari: itu semua karena cara dan gaya Pak Hariadi mengajar kami memang luar biasa. Betapa tidak. Dia selalu sudah ada di kelas sepuluh menit sebelum jam kuliah dimulai. Di hampir semua mata kuliah lain, mahasiswa yang menunggu dosen. Pak Hariadi sebaliknya.

Pak Hariadi selalu tampil necis: busananya, kebersihannya, dan istimewa tulisannya. Dia membersihkan sendiri papan tulis dengan kain lap basah yang dibawanya dari kantornya. Ada tiga papan tulis
di kelas kami. Dibersihkannya dulu papan tulis ketiga saat dia mulai memakai papan tulis pertama, sehingga papan tulis ketiga itu sudah kering saat dia akan memakainya. Demikian seterusnya sampai
kuliahnya yang berdurasi 100 menit itu selesai.

Lima tahun saya kuliah, tidak pernah saya bertemu dengan dosen lain yang mampu menyamai kerapihan dan keindahan tulisan tangan Pak Hariadi. Pak Hariadi juga pekerja cepat. Hari ini ujian, besoknya jawaban soal-soalnya sudah tertempel di papan pengumuman. Di Jurusan Fisika hanya Pak Hariadi yang mampu dan disiplin berbuat demikian. Dia pun hafal nama semua mahasiswa yang diajarnya. Pada setiap kuliah ia mampu memanggil nama mahasiswa secara acak, dan seperti saya di atas setiap mahasiswa yang terpilih namanya disebut diajaknya berinteraksi. Dan dari interaksi pendek itu, tiba-tiba bisa keluar ilustrasi untuk menjelaskan konsep fisika kuantum. Bukan saja ilustrasi itu sangat menolong, karena membumi bahkan personal, tetapi di tingkat psikologis sang mahasiswa merasa dilibatkan, bahkan dijadikan bintang pada momen pendek itu. Tak pelak kuliah Pak Hariadi selalu digandrungi. Fisika kuantum jadi mudah dimengerti, gampang diikuti, dan menarik ditelusuri.

Pak Hariadi sangat jauh dari jenis dosen yang memetik rasa puas karena pelajarannya sukar diikuti. Ia bukan tipe dosen yang berbahagia melihat mahasiswa pusing tujuh keliling, lalu takut pada dosennya dan jeri pada pelajarannya. Sedikit pun tak ada perangai galak padanya apalagi killer. Ia memenuhi tanda-tanda orang cerdas seturut pendapat Einstein: bahwa orang cerdas ialah orang yang mampu membuat perkara sulit jadi mudah dipahami, sedangkan orang bodoh sebaliknya, membuat perkara mudah jadi sukar dimengerti. Fokus kedosenan Pak Hariadi ialah bagaimana agar mahasiswanya bisa mudah memahami pelajarannya supaya dengan begitu tumbuh gairah, minat, dan kecintaan pada pelajaran itu sendiri. Jadi, sebenarnya tidak mengherankan saya bisa medapat A.

Sampai ke Sidikalang, saat libur panjang semester, sensasi kebanggaan mendapat nilai A itu masih terus berdenyut. Tak tahan,saya pun menulis sepucuk surat kepada Pak Hariadi. Saya ungkapkan rasa syukur dan terima kasih saya dan khususnya kedahsyatan cara mengajarnya saya apresiasi dengan rinci. Eh, surat saya dibalasnya dengan cepat. Katanya dari sekitar 30 mahasiswa yang mendapat nilai A, cuma saya yang menulis surat. Gantian dia yang berterima kasih. Di ujung suratnya, sesudah menitipkan salam kepada orangtua saya, dia mengundang saya ke kantornya usai libur. Waktu itu Pak Hariadi adalah dekan Fakultas MIPA. ”Saya ingin mengenal Saudara lebih dekat.” katanya.

Tak sabar saya menunggu waktu untuk kembali ke Bandung. Berhubung kopi Sidikalang sudah disebut-sebut di awal kuliah, itu pula oleh-oleh yang saya bawa buat beliau. Ketika orangtua saya tahu kisah dosen yang istimewa ini, Ibu saya mengusulkan memberikan ulos sebagai cinderamata. Ulos dan kopi, itulah yang kemudian saya bawa ke Bandung. Ke kantor dekan F-MIPA, saya pun menghadap. Di ujung percakapan, Pak Hariadi, tanpa saya duga, meminta agar saya bersedia menjadi asistennya. Terhenyak saya. Tubuh saya mendadak ringan. Seperti kapas di awang-awang layaknya. Tak berpikir panjang tawaran itu segera saya sambut.

Ketika Pak Hariadi sadar bahwa saya membawa ulos sebagai cinderamata, dia sempat tertegun lalu berkata, ”Wah, istri saya harus ikut bersama saya menerima ini. Terima kasih. Ini penghargaan yang sangat tinggi.” Malam itu juga, di rumah Pak Hariadi, saya pun jadi tamu keluarga, diundang makan malam bersama, dan kemudian bercakap-cakap dengan akrab. Di situlah ulos dan kopi Sidikalang saya serahkan. Sampai akhirnya saya tamat pada akhir 1983–saat itu Pak Hariadi sudah menjabat sebagai rektor ITB–saya terus membantunya sebagai asisten kuliah fisika kuantum.

Diajar oleh Pak Hariadi dan menjadi asistennya sesudahnya merupakan salah satu pengalaman akademik paling berkesan dan terpenting buat saya selama kuliah di ITB. Kini saya berpendapat, andai kata semua guru matematika, fisika, kimia, dan biologi di tingkat sekolah lanjutan di negeri ini sanggup mengajar secerdas dan sebaik Pak Hariadi, niscaya mata pelajaran-mata pelajaran keras itu tidak akan pernah jadi momok buat anak-anak muda kita. Bahkan, matematika dan sains akan jadi mata pelajaran favorit.

Wednesday, May 11, 2011

Apa Beda MBA, MM, dan S2?

Melanjutkan pertanyaan saya tentang MBA, saya coba ajukan pertanyaan saya itu ke milis tercinta, balita-anda.

Terima kasih buat smart parents di balita-anda yang sudah ikut dalam diskusi ini ya.. Mbak Sofia, Mbak Boedoet, Mbak Valeria, Mbak Imelda, dan Mbak Yesi *hugs*

Dari sisi silabus dan mata kuliah bisa jadi sama atau hampir mirip. Namun ternyata ada perbedaan antara MBA, MM, dan S2 Manajemen.

MBA dan MM lebih diarahkan ke aplikasi bisnis, sedangkan S2 lebih diarahkan pada keilmuannya, sehingga akan dilanjutkan untuk pengajaran dan penelitian. Maka jika akan melanjutkan ke S3 atau menjadi dosen, sebaiknya mengambil S2, bukan MBA atau MM.

Jika kita mengambil MBA atau MM lalu akan melanjutkan ke S3, maka perlu melakukan matrikulasi atau membuat penelitian terlebih dahulu. Jadi bukan berarti jika kita mengambil MBA atau MM lalu kita tidak bisa S3. Tetap bisa, hanya diperlukan proses tambahan.

Di luar negeri, biasanya lulusan MBA dan MM tidak bisa menjadi dosen. Tapi di Indonesia, sepertinya bisa-bisa saja :-) Dan di Indonesia, biasanya yang sekolah MBA dan MM dipandang lebih keren *halah*.

Mudah-mudahan cukup menjelaskan, silakan dipilih mau yang mana :-)

Kuliah Lagi?

Sudah lama saya ingin melanjutkan kuliah. Saya senang mempelajari hal baru, mendengarkan penjelasan dosen, mencatat, dan membaca buku, dan ujian :-) Hanya satu yang saya tidak suka, yaitu presentasi :-) Satu faktor itu yang menyebabkan saya masih menunda-nunda melanjutkan kuliah. Tetapi lama kelamaan, mungkin saya harus memaksakan diri ya, bagaimana pun kita perlu bisa presentasi, walaupun tidak harus bagus :-)

Hal lain yang membuat saya ingin melanjutkan kuliah adalah meneruskan “jejak” Ayah saya. Beliau S3, plus akhirnya APU dan dikonversi jadi Profesor Peneliti. Mungkin saya tidak akan sampai setinggi beliau, tapi paling tidak bisa menjadi salah satu anaknya yang melanjutkan teladannya.

Saya sempat bingung mau pilih jurusan apa, dengan S1 saya yang Teknik Industri, pilihan terbuka lebar, malah jadi bingung :-)

Tadinya saya berpikir akan mengambil jurusan Manajemen atau Keuangan Syariah. Pertimbangannya, di usia yang sudah senja ini *halah* saya perlu kuliah yang saya punya passion. Matematika dan Islam, ketemunya di Manajemen atau Keuangan Syariah. Plus ada info dari teman bahwa bidang ini sedang booming.

Saya coba cari universitas yang menyediakan program studi ini, ada UI. Tapi lokasinya kalau tidak Salemba ya Depok. Dua-duanya cukup jauh dari rumah saya, apa lagi kalau kuliahnya malam, saya akan sangat tergantung pada supir :-)

Maka sementara rencana ditunda.

Sampai tadi pagi dalam perjalanan ke kantor, belum 3 menit bergerak dari rumah, ada spanduk “Executive MBA ITB – Enroll Now”, di gedung yang begitu dekat dengan rumah saya.

Wah menarik juga nih. Saya segera browsing di internet. Ternyata memang lokasi kuliahnya di gedung dekat rumah saya itu! Ini sih enak banget, bisa bolak-balik kapan saja, jalan kaki, tidak tergantung supir, dan kalau dosen tidak hadir, saya pulang deh.

Hanya ada beberapa hal yang masih jadi pertimbangan saya.

Pertama, MBA itu apa ya? Apa bedanya dengan MM dan S2? Apakah kalau MBA tidak bisa melanjutkan ke S3 atau menjadi dosen?

Kedua, kuliah akan dilakukan dalam Bahasa Inggris. Hmm.. sanggupkah saya? Anak-anak sih di sekolah juga menggunakan bahasa pengantar Bahasa Inggris, saya harusnya juga bisa yaa..

Ketiga, jadwal kuliah Jumat-Sabtu-Minggu jam 08.00 – 17.00, dua minggu sekali. Yah lumayan juga sih kehilangan akhir pekan dua minggu sekali. Tetapi ini jauh lebih baik daripada sekolah malam.

Maka saya masih menimbang-nimbang. 70-30, dengan kecenderungan untuk mengambil opsi ini.

Mungkin teman-teman ada pendapat? Silakan ya :-)