Wednesday, April 12, 2017

Manajemen Diri

Ceramah disampaikan oleh Ustadz Ir. Furqan Al Faruqi di Mushalla Tarbiyah, hari Senin 13 Rajab 1438 / 10 April 2017. 

Hadits Rasulullah yang disampaikan kepada Ibnu Umar :
Jadilah kamu seperti orang asing, musafir yang dalam perjalanan.

Orang asing biasanya berhati-hati, tidak berlaku aneh-aneh.
Orang berada dalam perjalanan tidak membawa banyak barang, membawa secukupnya.

Hadir di kajian bermanfaat untuk mengingatkan bila lupa

Hidup sebetulnya sangat singkat. Secara ilmiah usia alam semesta 13.7 miliar tahun, maka usia kita yang 60, 70, bahkan 900 sangat tidak sebanding. Bila waktu dianalogikan sebagai 1 garis, dan kejadian kehidupan setiap orang menjadi cahaya yang menyala, maka 1 orang hanya sepersekian detik menyala dan kemudian lenyap lagi.

Dan dalam waktu yang singkat itu menentukan apakah kita ke neraka atau surga, sebuah resiko yang panjang.

Ada yang berpendapat bahwa hal itu tidak adil. Sesuatu yang terjadi dalam waktu singkat, berdampak pada sesuatu yang berjangka panjang. Tapi dalam kehidupan banyak peristiwa yang seperti itu. Kelalaian hanya beberapa detik, dapat berakibat pada kecelakaan yang fatal dengan akibat yang harus ditanggung seumur hidup. Bila untuk kehidupan sehari-hari kita bisa menerima, maka seharusnya kita tidak perlu berdalih untuk kehidupan akhirat.

Untuk memnfaatkan waktu yang sangat singkat tersebut kita memerlukan manajemen agar bisa efisien dan efektif, sebagaimana sering kita gunakan untuk situasi waktu terbatas dengan tujuan yang banyak.

Hidup selalu ada perubahan. Di masa sekarang perubahan makin eksponensial. Banyak orang menjadi galau karena banyak hal belum pernah terjadi, dan terjadi dengan cepat.

Ustadz biasa bekerja cepat, punya 1000 bank tema karena terbiasa menulis termasuk menulis rangkuman. Dahulu bila mengajar selalu membagikan makalah tetapi karena ternyata tidak dibaca akhirnya tidak dilanjutkan.

Sebagai musafir, ketika akan melakukan perjalanan jauh, maka ada persiapaan yang dilakukan.

Di masa lalu sekitar tahun 70-an, ketika orang pergi naik haji menggunakan kapal, maka sangat banyak bekal yang dibawa, dengan peti yang begitu besar.

Pertama, dalam surat At Takwir, yaitu penentuan tujuan, kita mau ke mana.
Islam Alhamdulillah dibimbing oleh Allah. Non muslim kebanyakan gelisah karena dalam ketidakpastian, dan ketidakpastian membuat tidak nyaman.

Dalam Al Qashash dijelaskan bahwa tujuan kita adalah mempersiapkan kehidupan sesudah kematian.

Dalam menentukan tujuan atau cita-cita ada kriteria yang sebaiknya dipenuhi :

1 Boleh memiliki cita-cita individual, yaitu cita-cita yang baik dan tidak menyalahi syariat.
2 Jangan lepas dari visi kelompok agar tidak terjadi konflik, contohnya di perusahaan.  
3 Tidak boleh bertentangan dengan kemanusiaan, dan bermanfaat bagi manusia.
4 Tidak boleh lepas dari dakwah.

Muslim saat ini kurang semangat “misionaris”. Padahal kita seharusnya selamat bersama-sama. Sebagaimana dalam surat Al Fatihah disebutkan iyyakana’budu, hanya kepada-Mu “kami” memohon pertolongan, maka itu menunjukkan muslim harus bersama.

Muslim harus berdakwah. Tidak bisa kita baik sendiri dan akan selamat. Sebagaimana para nabi, yang diutus untuk menyebarkan. Contoh yang lalai adalah Nabi Yunus, menyerah dan merasa bahwa umatnya tidak bisa diajak lagi, maka beliau dihukum, dan dalam Al Qur’an dikatakan bahwa bila beliau tidak minta ampun, maka akan diabadikan dalam perut ikan.

Berdakwah harus dilakukan, dengan porsi, peran, cara yang sesuai dengan keadaan.

5 Dalam rangka ibadah kepada Allah, hidup adalah totalitas ibadah
6 Agar minimal selamat dari neraka

Ada yang masuk surga tetapi masuk dulu ke neraka. Bila doa dihindarkan dari neraka, maka pasti langsung ke surga. Dalam manajemen maka ini adalah risk management.

Dalam hadits Rasulullah digambarkan ada orang yang terakhir masuk surga dan sudah sangat lama di neraka, yang akhirnya masuk surga karena ada secercah keimanan.

7 Meraih level surga tertentu

Hidup adalah ladang amal dan ujian kehidupan. Bila hidup terasa berat, sesungguhnya kita beruntung karena masih hidup. Jangan cengeng apa lagi sampai ingin bunuh diri. Tapi mereka yang sering mengaji biasanya terhindar dari kegalauan. Kita harus bisa memaknai secara positif, dan bila terpeleset segera istighfar.


Kedua, fokus pada tujuan

Hasil seringkali tidak sinkron dengan tujuan. Misalnya pedagang tapi sebetulnya tidak ingin mencari untung. Atau anggota legislatif yang mencari kekayaan, padahal seharusnya perannya adalah menyampaikan aspirasi dan mem-balance pemerintah. Atau ingin kaya dengan menjadi ustada.

Ada kisah lebai (pembaca doa) yang malang di desa di Sumatera. Suatu hari ia menerima 2 undangan di hulu dan hilir sungai. Bingung memilih yang mana, akhirnya pergi ke hulu dengan sampan, dan ketika tiba ternyata doa sudah dibacakan dan nasi berkat sudah dibagikan. Pergi lagi mengejar ke hilir, dan ternyata juga doa sudah dibacakan dan nasi berkat sudah dibagikan.

Santri yang mau lulus tingkat SMA mengambil terlalu banyak pilihan, sampai 10 alternatif. Harus fokus, 1 atau 2 saja, dan yang terpenting adalah doa orang tua.

Seringkali tidak ada alasan seseorang menjadi sukses, tetapi alasan untuk menjadi tidak sukses adalah karena terlalu banyak alasan.


Ketiga, petunjuk

Petunjuk ada dalam Al Qur’an, yang benar-benar sinkron.

Ada jamaah yang mengeluh karena sering ikut kajian, sering bertanya, malah makin stress karena makin bingung. Islam seharunsya mudah. Bacalah Al Qur’an karena terjamin 100%.


Keempat, bekal

Dulu pengajar harus memiliki persiapan fisik. Saat ini cukup dengan flash disk, bahkan bisa akses di google drive. Yang penting adalah bekal yang valid. Bekal yang bisa digunakan di tempat lain dan berlaku, misalnya uang rupiah maka harus ditukar dengan mata uang setempat. Harus bersifat cair dan mudah digunakan dan mudah dipertukarkan.

Maka bekal terbaik adalah taqwa, yaitu segala bentuk kebaikan.

Ketika naik haji, diperintahkan untuk berbekal, dan sebaik-baik bekal adalah taqwa, yang kemudian akan diikuti oleh visa dan berbagai kemudahan.

Ustadz mengisahkan pernah membimbing umrah teman-teman dari ITB untuk umrah Ramadhan. Ketika berangkat bandara kebakaran, hampir perjalanan ditunda tetapi diminta untuk bertahan di depan counter. Jamaah puasa 18 jam baru berbuka ketika tiba di Jeddah.

Tiba di hotel, ternyata kamar sudah diambil orang lain. Kita harus ingat bahwa bila Allah mengambil sesuatu adalah karena akan menggantikan dengan yang lebih baik. Manajemen hotel menawarkan pengganti, tetapi karena jamaah marah, pemberian tersebut ditolak, dan akhirnya diberikanlah kamar yang diminta. Ternyata ketika dalam perjalanan ke masjid melewati hotel pengganti yang sebenarnya hotel yang sangat bagus.

Di tanah suci, yang penting adalah bekal taqwa, bekal lain menjadi kurang relevan.

Tiba di Masjidil Haram, salah satu jamaah kehilangan dompetnya. Maka ustadz mengingatkan, bahwa sudah banyak cobaan terjadi sejak berangkat, harus belajar sesuatu, bahwa reaksi menentukan.

Tetap tenang dan berdoa kepada Sang Penguasa Ka’bah. Dicoba kembali mencari di Masjidil Haram mengikuti ke mana kaki melangkah. Tiba-tiba terlihat 3 orang askar di kejauhan yang kemudian memanggil, padahal itu bukan lokasi yang tadi dilewati. Ternyata ada orang Maroko yang menemukan dompet tersebut dan melihat fotonya dan melihat kesamaan wajah. Jamaah itu pun tertunduk lemas, tidak bisa lagi bicara.

Penemu dompet tadi adalah atlet nasional Maroko, barangkali itu cara Allah untuk mengenalkan dengan orang Maroko.

Hidup berbekal taqwa. 

Monday, April 10, 2017

Serba Serbi Bulan Rajab

Kajian disampaikan oleh Ustadzah Bannasari di Mushalla Tarbiyah pada hari Jum'at, 10 Rajab 1438 / 7 April 17.

Bulan Rajab adalah salah satu dari 4 bulan Haram, yaitu Muharram, Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab.

Masjidil Haram : masjid yang suci.

Al Qadhi Abu Ya'la adalah seorang hakim, yang menguasai ilmu yg sangat luas. Beliau memiliki majelis ilmu yang ramai didatangi orang, sampai digambarkan majelisnya penuh sesak dan orang ketika shalat akan sujud di punggung orang yang lain.

Dalam bulan haram diharamkan berbagai pembunuhan, dan hal ini sudah diyakini sejak di masa jahiliyah. Kemuliaan Rajab sudah ada sebelum Islam datang, dan ada beberapa nama lain untuk bulan Rajab yang menunjukkan penghormatan.

Dalam buku Zadul Maisir, tafsir dari Ibnu Jauzy, dijelaskan bahwa pada bulan haram tsb perbuatan haram lebih ditekankan untuk ditinggal, serta baik untuk melakukan ketaatan.

Ibnu Hajar Al Atsqalani (guru para muhadits) menjelaskan tentang keajaiban dan fadilah bulan Rajab, bahwa tidak ada dalil shahih khusus untuk puasa dan ibadah malam di bulan Rajab. Dan ada 8 hadits maudhu dan hadits dhaif tentang bulan Rajab. Yang benar tentang bulan Rajab, adalah secara umum bahwa ibadah diutamakan, dan larangan dihindarkan.

Di bulan yang lain, kebaikan akan dibalas 10 kebaikan, dan niat baik akan dibalas dengan 1 kali kebaikan. Dan dalam suatu riwayat disebutkan bahwa keburukan baru akan dicatat  sebagai 1 keburukan setelah 7 hari, untuk memberi kesempatan manusia untuk bertaubat.

3 dari 4 bulan haram sebelum waktu haji, Rajab terpisah tetap memiliki tingkat yang sama.

Dalam bulan Rajab Allah sembunyikan waktu dan ibadahnya, seperti pada lailatul qadr dan hari ijabah doa Jum'at.

Maka yang dapat kita lakukan di bulan Rajab adalah memperbanyak amal soleh dan meminimalkan dosa, termasuk juga menghindari bid'ah.

Tentang Isra’ Mi'raj, sebenarnya tidak ada dalil yang menunjukkan kepastian bulan terjadinya Isra’ Mi'raj. Dalam buku Fathul Bari, Syarah Sahih Bukhari, dijelaskan ada 10 pendapat tentang bulan terjadinya Isra’ Mi’raj, antara lain ada yang mengatakan terjadi di bulan Ramadhan, Syawal, Rajab, Rabiual Awal, Rabiul Akhir.

Yang jelas pada saat itu terjadi keajaiban, dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam memimpin shalat bagi Nabi dan Rasul di Masjidil Aqsha, sampai masjid itu penuh. Malam itu adalah malam yang mulia walaupun tidak dapat dipastikan kapan terjadinya.

Yang penting bagi kita adalah menyakini kebesaran Allah tentang hal itu, bukan tentang kapan terjadinya dan apa ibadah yang kita lakukan.


Tanya Jawab :

Bagaimana mengetahui suatu hadits dhaif atau maudhu?

Ada buku kumpulan hadits dhaif dan hadits maudhu.

Tanda yang lain adalah :
-              Seringkali hadits-nya “berlebihan”, dengan amalan yang cukup ringan, diberikan balasan yang sangat besar. Padahal ada hadits yang mengatakan bahwa balasan tergantung dengan beratnya amalan.

-              Umumnya adalah hadits-hadits tentang keutamaan amal.

Monday, April 3, 2017

Belajar dari Kesabaran Bumi Syam

Ceramah disampaikan oleh Ustadzah Nurjannah pada  Kajian Muslimah Jum'at 3 Rajab 1438 / 31 Maret 2017. 


Bumi Syam terdiri atas 4 negara saat ini yaitu Palestina, Libanon, Suriah, dan Yordania.

Beberapa point dari kajian tersebut : 


1 Alasan kita harus menolong saudara kita di Syam

- QS 49:10, bahwa umat Islam bersaudara
- QS 21:71 bahwa bumi Syam diberkahi untuk seluruh umat manusia

Mereka yang membantu Palestina biasanya sangat berempati dan sudah juga berpartisipasi membantu kesulitan di negeri sendiri dan tetangganya. Dari penduduk Palestina bagaimana untuk tidak menyia-nyakan waktu. Dan ketika kita membantu seseorang, Allah akan membantu kita.

Di masa  Abu Bakar Ash Shiddiq, ketika banyak orang yang murtad dan tidak mau membayar zakat. Dan di saat yang bersamaan bumi Syam bermasalah, dan Abu Bakar mengirimkan bantuan ke sana dipimpin Mu’adz bin Jabal. Sebagian muslim termasuk Umar bin Khattab. Tetapi Abu Bakar tetap pada pendiriannya dan ternyata benar, Allah ternyata membantu urusan di dalam negeri itu.

Saat ini terjadi barbagai penyiksaan di Al Aqsha. Salah satu bantuan yang disampaikan ke Palestina digunakan sebagai kafalah untuk murabitah, penjaga masjid Al Aqsha.

HR Bukhari :
Sebagian umatku ada yang selalu melaksanakan perintah Allah, tak terpengaruh orang menggembosi dan tidak pula orang yang berseberangan hingga datang keputusan Allah dan mereka senantiasa dalam keadaan demikian.

Penduduk Aljzair adalah salah satu yang sangat peduli dengan Palestina. Mereka mengirimkan bantuan dalam jumlah yang sangat besar. Dan kecintaan kepada Palestina terlihat dengan banyaknya bendera Palestina digunakan di berbagai barang di Aljazair.

Suatu ketika di Aljazair pemerintah menetapkan peta dunia di buku pelajaran dengan wilayah Palestina disebut sebagai wilayah Israel. Banyak penduduk yang protes saat itu dan dalam 1 pekan, buku pelajaran itu ditarik kembali dan direvisi.

Bantuan dari Indonesia saat ini masih sangat kecil. Namun masyarakat Palestina tetap berterima kasih dan berkata, “Kecil bagi kalian, berkah bagi kami.”


2 Luka menimpa Aleppo

- QS 2:155 Allah menguji dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah2an.

Untuk ujian yang bersifat individual, maka hanya sedikit, tidak sekaligus. Namun di Aleppo ujian menimpa sekaligus.

Mereka sangat memerlukan bantuan kesehatan. Makanan pokok beras sangat mahal. Bantuan diberikan dalam bentuk kurma yang mengandung karbohidrat tinggi serta baju dingin dan selimut.

Kita memerlukan nafas panjang untuk menjalani ujian kesulitan dan belajar untuk bersyukur di tengan musibah.

Kita seringkali sangat peduli dengan kondisi fisik kita misalnya untuk kesehatan mata, telinga, tangan, kaki. Sedikit saja ada masalah, kita akan mengobati atau berkonsultasi pada dokter.
Tetapi kita seringkali belum terlalu peduli untuk berusaha menjaga mata, telinga, tangan, dan kaki, kita dari maksiat, yang merupakan penyakit rohani.

Ketika suami atau anak kita sakit, barangkali itu adalah cara Allah agar kita lebih dekat dengan suami dan anak, agar kita tidak sering pergi ke luar rumah, agar kita tidak menghabiskan uang untuk hal-hal yang sebetulnya tidak prioritas. Kesetiaan seseorang diuji ketika pasangannya terpuruk.

Ketika kita lulus pada ujian individu, maka akan menjadi bekal pada ujian kolektif.


3 Membantu Aleppo

Ketika kita membantu muslim di Aleppo, maka kita menyelamatkan umat islam seluruh dunia, menyelamatkan kemanusiaan.

QS 5:32 - siapa yang membunuh seperti membunuh seluruh manusia, siapa yang menyelamatkan seperti menyelamatkan seluruh manusia.

Salah satu bentuk bantuan yang pernah disampaikan ke Palestina adalah berupa ipad untuk anak-anak Palestina yang harus rutin cuci darah. Dengan keterbatasan fasilitas kesehatan dan tenaga medis, untuk cuci darah tersebut anak-anak harus antri selama 3 jam dan biasanya suasana menjadi sangat kacau karena anak-anak bosan menunggu dan rewel. Dokter dan perawat pun menjadi kurang tenang menjalankan tugas. Setelah diberikan ipad dengan berbagai aplikasi permainan edukatif islami untuk anak-anak, suasana menjadi tenang. Penduduk Palestina menerima bantuan tersebut dan menyampaikan bahwa walaupun terlihat tidak seberapa, tapi pengaruhnya ternyata sangat besar.

Bila ada teman yang sakit, sebaiknya kita sampaikan kepada teman-teman yang lain agar saling mendoakan dan barangkali ada yang bisa memberikan bantuan seperti informasi dokter atau obat berdasarkan pengalaman masing-masing.

Untuk Bumi Syam kita perlu memulai dari komunitas-komunitas masing-masing, mengumpulkan dana sedikit demi sedikit dan menitipkan ke lembaga-lembaga antara lain Adara.


4 Yang dapat kita lakukan untuk umat Islam di Syam adalah :

1 Menggalang dana
2 Menyebarluaskan berita
3 Menyampaikan doa yang tulus

Berkaitan dengan doa, doa akan dikabulkan bila kita, baik lahir maupun batin, berada dalam ketaatan di seiap detik dan menit. Kita perlu introspeksi barangkali masih ada dosa yang kita lakukan, masih ada kata kasar yang kita ucapkan.


5 Akan ada imbalan bagi yang membantu

Karakter berbagi diawali di rumah. Urusan pribadi sebaiknya diselesaikan di malam hari, membaca Al Qur’an, shalat tahajjud. Ketika pagi dan siang hari, kita gunakan untuk membantu keluarga dan teman

Biasakan untuk membantu orang dengan segera, jangan menunda.
Siapa yang membantu di dunia, Allah akan bantu di akhirat. Dan siapa yang meringankan beban seseorang di dunia, Allah akan ringankan bebannya di akhirat (HR Muslim).

Allah akan menolong seorang hamba selama ia menolong saudaranya.


Sesi tanya jawab :

Bagaimana kondisi tenaga medis di Palestina, apakah sangat terbatas?

Betul, tenaga medis sangat terbatas. Tidak hanya tenaga lain, kondisi lain juga sangat terbatas.
Saat ini Palestina berada pada tahun ke-12 dengan listrik yang hanya berfungsi dalam 8 jam sehari, 16 jam tanpa listrik. Satu-satunya jalan masuk ke Palestina adalah pintu Rafah.

Namun mereka setiap bulan bisa mewisuda banyak penghafal Al Qur'an.
Dan ketika pada suatu pertempuran 2500 penduduk Palestina mati syahid, Allah gantikan dengan 4500 bayi yang lahir sampai kembar 5.

Allah akan menangkan Islam, yang perlu kita evaluasi pada diri kita adalah apakah kita memiliki andil atau tidak. Kita tidak akan bisa mengalahkan musuh Allah bila kita belum mengalahkan hawa nafsu.


Benarkah Hamas teroris?

Mereka yang bisa bergabung di Hamas adalah para ulama dengan hafalan dan ibadah terbaik.
Ustadzah Nurjannah pernah berkunjung ke rumah Syekh Ahmad Yasin, dan satu-satunya ornament yang ada di rumah itu adalah Al Qur'an.

Kita harus menjalankan segala sesuatu karena Allah. Seperti mendidik anak, tugas kita adalah berusaha mendidik anak dengan sebaik-baiknya. Kapan hasil dari upaya itu akan terlihat, kapan mereka berbakti pada kita, itu adalah wilayah Allah.

Orang yang mati syahid bisa menyelamatkan anggota keluarganya. Maka salah satu yang bisa kita cita-citakan adalah untuk mati syahid agar bisa menyelamatkan anggota keluarga kita.

Kita perlu membuat rencana untuk mencapai prestasi ukhrawiyah (prestasi akhirat). Kita harus mengupayakan agar ibadah kita setiap tahun mengalami peningkatan. Jangan sampai rezeki yang kita peroleh tidak meningkatkan prestasi akhirat.

Ada yang mengatakan bahwa Hamas teroris, itu adalah bagian dari distorsi berita. Mereka adalah orang-orang terbaik dan menjadi pasukan Hamas di usia yang sangat muda, misalnya 21 tahun.  


Mari kita terus memperbaiki diri agar rajin ibadah, sabar, dan jujur. Apa lagi di dunia kerja sangat banyak godaan syaitan. Terus berdoa, insya Allah akan Allah kabulkan. Hadiri terus majelis ilmu. Buat program untuk diri sendiri untuk menghadiri majelis ilmu.