Showing posts with label muslimah. Show all posts
Showing posts with label muslimah. Show all posts

Monday, April 10, 2017

Serba Serbi Bulan Rajab

Kajian disampaikan oleh Ustadzah Bannasari di Mushalla Tarbiyah pada hari Jum'at, 10 Rajab 1438 / 7 April 17.

Bulan Rajab adalah salah satu dari 4 bulan Haram, yaitu Muharram, Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab.

Masjidil Haram : masjid yang suci.

Al Qadhi Abu Ya'la adalah seorang hakim, yang menguasai ilmu yg sangat luas. Beliau memiliki majelis ilmu yang ramai didatangi orang, sampai digambarkan majelisnya penuh sesak dan orang ketika shalat akan sujud di punggung orang yang lain.

Dalam bulan haram diharamkan berbagai pembunuhan, dan hal ini sudah diyakini sejak di masa jahiliyah. Kemuliaan Rajab sudah ada sebelum Islam datang, dan ada beberapa nama lain untuk bulan Rajab yang menunjukkan penghormatan.

Dalam buku Zadul Maisir, tafsir dari Ibnu Jauzy, dijelaskan bahwa pada bulan haram tsb perbuatan haram lebih ditekankan untuk ditinggal, serta baik untuk melakukan ketaatan.

Ibnu Hajar Al Atsqalani (guru para muhadits) menjelaskan tentang keajaiban dan fadilah bulan Rajab, bahwa tidak ada dalil shahih khusus untuk puasa dan ibadah malam di bulan Rajab. Dan ada 8 hadits maudhu dan hadits dhaif tentang bulan Rajab. Yang benar tentang bulan Rajab, adalah secara umum bahwa ibadah diutamakan, dan larangan dihindarkan.

Di bulan yang lain, kebaikan akan dibalas 10 kebaikan, dan niat baik akan dibalas dengan 1 kali kebaikan. Dan dalam suatu riwayat disebutkan bahwa keburukan baru akan dicatat  sebagai 1 keburukan setelah 7 hari, untuk memberi kesempatan manusia untuk bertaubat.

3 dari 4 bulan haram sebelum waktu haji, Rajab terpisah tetap memiliki tingkat yang sama.

Dalam bulan Rajab Allah sembunyikan waktu dan ibadahnya, seperti pada lailatul qadr dan hari ijabah doa Jum'at.

Maka yang dapat kita lakukan di bulan Rajab adalah memperbanyak amal soleh dan meminimalkan dosa, termasuk juga menghindari bid'ah.

Tentang Isra’ Mi'raj, sebenarnya tidak ada dalil yang menunjukkan kepastian bulan terjadinya Isra’ Mi'raj. Dalam buku Fathul Bari, Syarah Sahih Bukhari, dijelaskan ada 10 pendapat tentang bulan terjadinya Isra’ Mi’raj, antara lain ada yang mengatakan terjadi di bulan Ramadhan, Syawal, Rajab, Rabiual Awal, Rabiul Akhir.

Yang jelas pada saat itu terjadi keajaiban, dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam memimpin shalat bagi Nabi dan Rasul di Masjidil Aqsha, sampai masjid itu penuh. Malam itu adalah malam yang mulia walaupun tidak dapat dipastikan kapan terjadinya.

Yang penting bagi kita adalah menyakini kebesaran Allah tentang hal itu, bukan tentang kapan terjadinya dan apa ibadah yang kita lakukan.


Tanya Jawab :

Bagaimana mengetahui suatu hadits dhaif atau maudhu?

Ada buku kumpulan hadits dhaif dan hadits maudhu.

Tanda yang lain adalah :
-              Seringkali hadits-nya “berlebihan”, dengan amalan yang cukup ringan, diberikan balasan yang sangat besar. Padahal ada hadits yang mengatakan bahwa balasan tergantung dengan beratnya amalan.

-              Umumnya adalah hadits-hadits tentang keutamaan amal.

Thursday, June 4, 2015

Hadits Ridha Allah

Barangsiapa yang mencari ridha Allah saat manusia tidak suka, maka Allah akan cukupkan dia dari beban manusia.

Barangsiapa yang mencari ridha manusia namun membuat Allah murka, maka Allah akan membiarkan dia bergantung kepada manusia.


(HR Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

Wednesday, June 3, 2015

Membina Keluarga (1)

Ceramah Dzuhur disampaikan oleh Ustadz Muhsinin Fauzi, Lc.

Tugas pokok suami adalah mengantar keluarga ke surga.

Mengenai nafkah justru tidak dibahas, karena tanpa agama pun, kewajiban suami untuk mencari nafkah sudah jelas.
Aspek yang diutamakan dalam agama adalah pendidikan, sehingga tugas pokok suami adalah membawa keluarga menjadi salih dan salihah, dengan salah satu support system-nya adalah nafkah.

Umar bin Khattab pernah menyampaikan bahwa kewajiban ayah kepada anak adalah memberi nama yang baik, memilihkan ibu yang baik, dan mengajarkan Al Qur’an.

Dalam beberapa hadits dijelaskan tentang sunnah suami untuk mencari nafkah, tetapi tidak dibahas pada Cabang Keimanan.

Membahas keluarga, maka dibagi menjadi tiga tahap yaitu  pra nikah, pada saat pernikahan, serta pasca nikah.
Pasca nikah dapat dibagi lagi menjadi dua yaitu kewajiban suami istri serta kewajiban orang tua anak.

Permasalahan rumah tangga dapat merembet dan dapat berkembang sampai menjadi fatal.

Untuk pembahasan pranikah, maka aspek pertama adalah masalah kualifikasi pasangan.
Dalam Islam, kualifikasi pasangan ada 4 yaitu nasab (keturunan), wajah, harta, dan agama. Harta yang dimaksud bukan harta orang tua, tetapi harta dari calon suami / istri itu sendiri.
Yang diutamakan dalam pemilihan pasangan adalah agama.

Agama akan membantu dalam mengatasi berbagai dinamika dalam berkeluarga.
Keberagamaan bukan hanya dalam hal symbol, tetapi yang terpenting adalah ketaatan menjalankan hukum serta etika dan karakter.

Bila dicoba dikombinasikan antara kesalihan (kualifikasi agama) dengan kualifikasi yang lain, maka akan memberikan hasil yang baik, dalam keadaan positif maupun negatif. Istri salihah, dikombinasikan dengan kualifikasi apa pun akan baik, istri tidak salihah, dikombinasikan dengan kualifikasi apa pun akan buruk.

Kesalihan adalah kesanggupan untuk bertindak benar dalam berbagai situasi. Bertindak benar ketika dalam kekurangan, bertindak benar ketika marah, bertindak benar ketika dalam kecukupan, dan lain-lain.

Contoh kombinasi istri salihah dengan kualifikasi lain yang positif :
Salihah cantik, menyenangkan suami dan tetap dapat menempatkan diri dengan baik.
Salihah kaya, dapat membantu suami dan tetap menghormati kedudukan suami.
Salihah nasab baik, membanggakan suami dan tetap menghormati suami.
Salihah pintar, dapat bertukar pikiran dengan suami dan tetap menghormati pendapat suami.

Contoh kombinasi istri salihah dengan kualifikasi lain yang negatif:
Salihah wajah biasa, suami tenang, dan istri tidak banyak menuntut.
Salihah kurang mampu, sabar, tidak banyak keinginan, sudah terbiasa dalam kekurangan.
Salihah kurang pintar, tunduk dengan apa yang diarahkan suami.

Sebaliknya, contoh kombinasi istri tidak salihah dengan kualifikasi lain yang positif :
Tidak salihah cantik, akan memperlakukan suami dengan semena-mena. Suami pun tidak dapat berbuat apa-apa karena takut kehilangan.
Maka khusus untuk kualifikasi cantik, bila ada seorang laki-laki yang merasa harus memiliki istri yang cantik, maka pastikan ia juga salihah.
Tidak salihah kaya, akan memperbudak suami karena merasa kekayaan adalah miliknya.
Tidak salihah pintar, akan “ngelunjak” karena merasa lebih pintar dari suami.

Contoh kombinasi istri tidak salihah dengan kualifikasi lain yang negatif :
Tidak salihah miskin atau tidak salihah bodoh, menyulitkan suami dari berbagai aspek.

Maka istri tidak salihah akan menyulitkan suami dikombinasikan dengan kualifikasi apa pun.

Ada contoh kasus seseorang yang memiliki karir yang baik, namun ternyata setelah dicek kesehatannya, tingkat kolesterolnya cukup tinggi. Orang tersebut berhari-hari tidak bisa tidur karena khawatir dengan kondisi kesehatannya itu. Ketika diajak bicara, ternyata sebabnya adalah karena ia kurang dekat dengan Allah. Hidup memang menjadi serba rumit dan ruwet bila seseorang tidak salih.

Perbandingan ta’aruf dengan pacaran.
Apa bila dianalogikan dengan memilih produk, cara pemilihan yang terbaik adalah ketika emosi tidak terlibat. Sehingga bila kita akan membeli sesuatu, jangan membawa anak kecil, karena anak kecil akan sangat emosional.

Pada pacaran emosi terlibat, padahal kualifikasi belum terlihat secara jelas.
Pada ta’aruf kualifikasi dipilih dulu, baru kemudian emosi terlibat, yaitu ketika cinta jatuh ketika menentukan suka atau tidak suka pada saat khitbah.

Kembali dianalogikan dengan memilih produk, kita perlu melihat brosur terlebih dahulu. Begitu pula dengan proses ta’aruf, yang dilakukan dengan identifikasi kualifikasi terlebih dahulu. Penentuan suka atau tidak suka dilakukan ketika khitbah.
Bila kualifikasi sudah cocok, tetapi ternyata ketika khitbah tidak suka, maka dapat lebih mudah untuk dibatalkan.
Namun jika sudah terlanjur suka yang dilalui dengan metode pacaran, ketika ada kualifikasi yang tidak cocok, biasanya akan sulit untuk menentukan sikap karena sangat mudah untuk memberikan pembenaran.

Kembali dianalogikan dengan pemilihan barang. Barang dengan kualifikasi baik biasanya disimpan dengan baik dan tidak boleh disentuh. Sedangkan barang dengan kualifikasi kurang baik biasanya diletakkan di tempat terbuka, dapat dicoba berkali-kali sehingga akhirnya rusak walaupun tidak dibeli.

Maka pacaran sebetulnya menurunkan grade, karena bila dianalogikan dengan barang, statusnya seperti barang yang bisa dicoba dahulu sebelum dibeli. Padahal barang yang mahal biasanya hanya bisa dilihat dari brosur saja, jangankan menyentuh barang aslinya, melihat barang aslinya saja tidak bisa.

Ada contoh kasus ketika ada seorang Ayah yang tidak membolehkan anak perempuannya untuk pacaran, dan menyatakan bila ada laki-laki yang mendekati anak perempuannya, akan segera dinikahkan. Demikianlah yang selalu disampaikan oleh anak perempuannya itu kepada setiap laki-laki yang  mendekatinya, dan biasanya tidak ada yang berani mendekati. Sampai akhirnya ada yang datang, dan ternyata berani mendatangi ayahnya dan setuju untuk menikahi, dan ternyata memang memiliki kualifikasi yang baik.

Hikmah dari contoh kasus ini, dari sisi anak perempuan, harus dijaga sungguh-sungguh, bila ada yang mendekati harus menikah. Dari sisi laki-laki biasanya memang hanya yang benar-benar mampu yang berani untuk segera menikahi.

Maka sebetulnya proses pra nikah dengan ta’aruf dan khitbah ini sangat mirip dengan proses jual beli barang. Tahap pertama adalah pengecekan kualifikasi dengan proses ta’aruf. Bila merasa cocok, dilanjutkan dengan proses khitbah yaitu melihat barang, bila cocok bisa dilanjutkan dengan akad nikah.

Proses pengecekan kualifikasi atau ta’aruf secara teknis saat ini dilakukan dengan tukar menukar data dan informasi dari orang-orang sekitar calon tersebut. Dahulu biasanya dilakukan dengan ayah yang benar-benar mengikuti seluruh kegiatan calon menantunya dan memberikan penilaian langsung dari pengamatan itu. 

Proses ini akan dipermudah bila dapat dibangun lingkungan yang baik. Seperti bila ada pasar atau mal dengan barang yang sudah bisa dipastikan baik dan bermerek, maka proses pemilihan dapat dilakukan dengan lebih mudah, karena kualitasnya sudah dapat dipastikan baik. Di masa sahabat dan salafus salih, proses mencari pasangan sangat mudah. Karena lingkungan saat itu terjaga dengan sangat baik dan dapat dikatakan bahwa semua muslim memiliki  kualitas keislaman yang baik.

Saat ini lingkungan belum terbangun dengan baik, maka proses pencarian menjadi lama. Kita harus bekerja ekstra keras untuk memastikan kualifikasi. Karena ada kalanya yang terlihat salih dan salihah, bisa jadi memang benar-benar salih dan salihah, bisa juga setengah bahkan seperempat salih dan salihah.

Ada yang terlihat salih dengan sangat menjaga shalat, tetapi tidak menghargai pasangan. Ada yang berjuang sungguh-sungguh untuk dakwah, tetapi menelantarkan anak. Ada yang sangat menjaga pelaksanaan sunnah, tetapi tidak menghormati mertua.

Maka saat ini ta’aruf menjadi satu-satunya jalan untuk proses pra nikah. Dan tugas kita memastikan bahwa kita semua dan keluarga menjalankan proses ta’aruf ini.

Karena kegagalan menjalankan proses pra nikah ini, akan menghasilkan kualifikasi pasangan yang kurang baik, dan secara umum mereka yang tidak bertindak benar kepada Tuhannya, akan bertindak tidak benar juga pada pasangannya.

Saat ini terdapat fenomena ada pasangan di mana suami terlihat biasa, namun istrinya terlihat salihah. Hal ini dapat terjadi karena dua hal, yaitu memang dari awal istrinya salihah, atau tadinya sama-sama biasa, namun istri taubat terlebih dahulu. Dan hal kedua ini akhir-akhir ini sangat dimungkinkan karena banyak istri yang dilarang untuk kerja oleh suaminya karena suaminya takut istrinya diganggu orang lain di kantor, kemudian istri mengisi waktu dengan mengantar anak ke sekolah, yang ternyata diisi dengan pengajian.

Di sisi lain, suami juga senang dengan istri salihah, karena biasanya semahal-mahal biaya istri salihah tidak semahal biaya istri tidak salihah. Misalnya istri salihah lebih senang ke pengajian daripada ke mal, dan sebagainya.

Proses setelah ta’aruf adalah khitbah, yang bila dianalogikan dengan jual beli barang, adalah proses melihat barang yang akan dibeli. Kedua calon pasangan sama-sama melihat.

Mereka yang pro pacaran biasanya akan berkata : Bagaimana bisa kenal bila tanpa pacaran? Bukankah kalau sekedar tukar data saja bisa bohong? Lalu bagaimana kalau tidak cinta?

Jawabannya adalah : Islam tidak mungkin tidak manusiawi.
Memang ada mereka yang ekstrim, bahkan sampai mengharamkan cinta. Padahal ini mengabaikan sisi kemanusiaan. Mereka memandang bahwa pernikahan adalah bagian dari perjuangan dakwah, sehingga tidak diperlukan cinta. Padahal kasih sayang, manja, cinta adalah cinta basyari yang diperlukan oleh manusia. Ada hadits yang mengatakan bahwa : Nikahilah wanita yang banyak anaknya dan besar kasih sayang / cintanya. Rasulullah pun menyampaikan citanya kepada Khadijah.

Justru sebaiknya adalah setelah proses khitbah, saat itulah cinta dijatuhkan.
Kesalahan dari mereka yang  mengharamkan cinta pada pasangan, adalah karena ayat idelogi digunakan untuk muamalah. Sehingga beragama menjadi terlalu keras. Padahal agama seharusnya lembut dan nyaman dalam kebenaran.

Setelah khitbah dan kedua pasangan menyukai pasangan masing-masing, segeralah menikah setelah ada uangnya. Sebagaimana pada jual beli barang, jika telah cocok, maka bayarkan uangnya.
Mahar dapat dipandang sebagai DP, sedangkan sisa pembayarannya adalah seluruh hidup yang ditanggung nantinya oleh suami. Dan akan ada uang mut’ah bila nanti terjadi perpisahan.

Dalam penyampaian data tidak boleh ada kebohongan, harus dicari parameter atau kriteria yang mewakili seluruh data. Misalnya untuk  mobil, bila mesinnya baik, maka dapat disimpulkan bahwa mobilnya baik. Tidak perlu membongkar keseluruhan mobil, yang artinya sama saja merusak mobilnya.

Bila ada hal yang di luar normal, harus disampaikan.

Sebetulnya sifat seseorang dapat dipelajari dari wajah dan telapak tangannya, sehingga proses khitbah sebetulnya sudah cukup untuk mengenali sifat dan karakter calon pasangan. Karena wajah dan telapak tangan adalah representasi dari seseorang. Dari wajah dapat terlihat kecantikan, sifat, karakter, kemauan, bohong atau tidaknya, mata yang jujur atau tidak, sifat lembut dan tunduk atau tidak. Dari bahasa tubuh juga dapat diketahui karakter seseorang, misalnya dari cara memasuki ruangan dan cara duduk. Buku tentang ilmu mempelajari sifat manusia dari wajah dan telapak tangan ini ditulis oleh Fakhrur Rozi dalam bahasa Arab dan belum diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.


Maka ta’aruf dan khitbah adalah cara yang sangat efektif dan tidak merugikan salah satu pihak. Dari proses ini akan didapatkan pasangan yang sesuai kualifikasinya, karena bila kualifikasi kurang tepat, di masa pernikahan akan terjadi proses penataan yang terus menerus, tidak kunjung selesai. 

Tuesday, April 28, 2015

Tips Menghafalkan Al Qur'an

Dari penjelasan Ustadz Husain, Pembina Karantina Al Qur'an Masjid UI, 26 April 2015


Tiga tips dalam menghafal Al Qur'an :

Pertama, Ikhlas

Karena Allah yang memberikan Al Qur'an pada kita, bukan kita yang mengambil.
Badan dan pikiran nyaman, tidak tergesa-gesa, rileks dan fresh. 
Berdoa kepada Allah agar Allah mudahkan dalam menghafal.

Kedua, Syukur
Walaupun ada hari-hari hafalan hanya sedikit bertambah, tetap bersyukur.
Karena sebagaimana pada surat Ibrahim Allah berfirman, bersyukurlah nanti akan ditambahkan.

Bila suatu hari hafalan kita hanya sedikit bertambah, maka itu adalah ujian Allah atas kesungguhan kita dalam menghafal.

Ketiga, Istiqamah

Sering kita mengatakan bahwa kita sibuk sehingga tidak punya waktu untuk menghafal Al Qur'an.
Yang benar adalah kita harus menyiapkan waktu untuk menghafal Al Qur'an.

Dari program Karantina Tahfizh akan diperoleh kebiasaan atau habit dalam berinteraksi dengan Al Qur'an, karena selama 2 hari 3 malam akan terus menerus bersama Al Qur'an.


Metode yang digunakan pada Karantina Tahfizh berasal dari Sudan, dimulai di Indonesia di Makassar tahun 2014, yaitu Karantina Menghafal Al Qur'an 30 juz dalam 40 hari.
Karena orang Indonesia ternyata bisa selesai dalam 30 hari, maka dibuat 30 juz dalam 30 hari, atau 1 juz per hari.

Menghafal Al Qur'an adalah masalah pembiasaan.

Ketika Ustadz Husain mengikuti Karantina 30, di hari pertama hanya bisa 5 halaman, jauh dari target 1 juz sehari. Namun dengan pembiasaan, hari berikutnya menjadi 7 halaman, 10 halaman, bahkan hari hari-hari terakhir bisa 2-3 juz dalam sehari.

Seperti belajar, setiap orang memiliki metode masing-masing yang paling cocok dan paling efektif, sehingga ia bisa menghafal dengan mudah dengan cara itu.

Yakinlah bahwa Al Qur'an mudah dihafal, sebagaimana firman Allah pada beberapa ayat di surat Al Qamar.

Wednesday, April 8, 2015

Amal Sederhana Bernilai Luar Biasa

Kajian Dzuhur disampaikan oleh Ustadz Ade Purnama, dikombinasikan dengan browsing hadits ke beberapa website. 

Pertama, berwudhu dengan baik akan menggugurkan dosa.
Hadits :
“Barang siapa yang berwudhu dan membaguskan wudhunya, maka akan keluarlah dosa-dosa dari badannya, sampai-sampai ia akan keluar dari bawah kuku-kukunya.” (HR. Muslim dalam Kitab at-Thaharah)

Kedua, membaca syahadat setelah selesai wudhu akan membuka pintu surga.
Hadits :
Tidaklah ada seseorang di antara kalian yang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya kemudian setelah itu dia membaca doa ‘Asyhadu anlaa ilaaha illallaah wa anna Muhammadan ‘abdullah warasuluh’ melainkan akan dibukakan baginya delapan pintu surga yang dia akan dipersilakan untuk masuk melalui pintu mana pun yang dia inginkan.”

Ketiga, menjawab adzan dan doa setelah adzan akan berhak atas Syafaat di hari kiamat.
Syafaat adalah jaminan dari Rasulullah di hari kiamat.
Hadits :
“Apabila kamu sekalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkannya, kemudian bacalah shalawat kepadaku. Karena barangsiapa membaca shatawat untukku satu kali, maka Alloh membalasnya dengan sepuluh shalawat. Lalu mintakanlah kepada Alloh Wasilah untukku. Wasilah adalah sebuah kedudukan di surga yang tidak layak kecuali bagi hamba Alloh dan aku berharap agar aku adalah hamba Alloh tersebut. Barangsiapa memintakan wasilah untukku, maka ia mendapat syafaatku” (HR. Muslim, no. 384)

Seorang ulama mengatakan bahwa termasuk kategori lalai orang yang baru berwudhu setelah adzan. Muadzin dan imam di suatu masjid sebaiknya tetap.

Keempat, menjaga rawatib 12 rakaat sehari akan dibangunkan rumah di surga.
Shalat rawatib dilakukan berdekatan dengan shalat fardhu, dan tidak perlu waktu tersendiri.
Barangsiapa yang sholat dua belas rakaat pada siang dan malam, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga“. (HR. Muslim no. 728).

12 rakaat tersebut adalah 4 rakaat sebelum dzuhur, 2 rakaat setelah dzuhur, 2 rakaat setelah maghrib, 2 rakaat setelah isya, 2 rakaat sebelum subuh.

Yg mendekatkan diri kepada Allah dengan seluruh sunnah tadi, akan mendapatkan cinta Allah.
Hadits :
Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya. (HR. Bukhari)

Sunnah lain yang sebaiknya dijaga adalah shalat syukrul wudhu, sebagaimana yang dilakukan Bilal,
Rasul berkata, "Wahai, Bilal, ceritakanlah kepadaku mengenai amalan yang menurutmu paling besar pahalanya, yang pernah kamu kerjakan dalam Islam. Sesungguhnya, aku pernah mendengar suara telapak langkah (jalan)-mu di hadapanku di surga."
Bilal menjawab, "Wahai, Rasulullah, sesungguhnya aku tidak pernah mengerjakan amalan yang menurutku besar pahalanya, tapi aku tidak wudhu pada waktu malam dan siang, melainkan aku akan menunaikan shalat yang diwajibkan bagiku untuk mengerjakannya."

Shalat rawatib 4 rakaat sebelum Asar, bukan sunnah muakkad.
Hadits :
'Allah merahmati orang yang shalat empat rakaat sebelum Ashar”.
(HR. Ahmad, Abu Daud dan At-Tirmidzi)

Shalat rawatib 2 rakaat sebelum maghrib bukan bukan sunnah muakkad.
Hadits :
Kerjakanlah shalat sunnah sebelum Maghrib dua raka’at.” Kemudian beliau bersabda lagi, “Kerjakanlah shalat sunnah sebelum Maghrib dua raka’at bagi siapa yang mau.” Karena hal ini dikhawatirkan dijadikan sebagai sunnah. (HR. Abu Daud no. 1281. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Pelaksanaan shalat rawatib 4 rakaat dapat 2 rakaat dan 2 rakaat atau langsung 4 rakaat.

Wudhu dilaksanakan dengan :
1.       Berniat dengan membaca basmalah
2.       Membasuh tangan 3 kali
3.       Membersihkan mulut dan hidung 3 kali
4.       Membasuh wajah 3 kali
5.       Membasuh lengan 3 kali
6.       Mengusap rambut hingga ke belakang dilanjutkan dengan kedua telinga 1 kali
7.       Membasuh kaki hingga mata kaki 3 kali

Jika antrian wudhu cukup panjang, semua dapat dilakukan 1 kali.

Untuk perempuan yang menggunakan jilbab, jilbab cukup dibuka sedikit agar ada rambut yang terbuka, kemudian usapkan pada rambut tersebut diteruskan dengan mengusap jilbab hingga ke belakang, dilanjutkan dengan mengusap kedua telinga.

Dibolehkan mengusap atas sepatu atas kaos kaki, bila dalam perjalanan, dan kaos kaki serta sepatu tersebut dikenakan dalam keadaan berwudhu. Hal ini dapat dilakukan selama sehari semalam jika diperlukan.


Jika berwudhu di kamar mandi dengan toilet, bacalah basmalah dalam hati. Jika selesai wudhu, bacalah syahadat di luar.

Monday, March 30, 2015

Orang Tua, Terapis Terbaik Anak

Kajian Muslimah di kantor kali ini diisi oleh Ustadzah Kodariyah. 

Ada beberapa kasus di sekolah yang cukup fatal bagi anak-anak karena orang tua kurang memahami karakter dan apa yang mereka inginkan.

Contoh kasus pertama adalah anak yang tidak ingin hidup lagi, yang ketika digali lebih lanjut, apa yang ingin ia dengar dari ibunya hanyalah “Mama bangga dengan kamu”. Sebuah kalimat yang sederhana tetapi ternyata berdampak signifikan.

Contoh kasus kedua adalah anak yang begitu tidak suka dengan ayahnya bahkan sempat tercetus bahwa ia ingin ayahnya mati saja. Setelah digali lebih lanjut ternyata ayahnya sering mengatakan “Ayah kecewa denganmu”, sehingga anak merasa tidak berarti. Dari sisi lain, ayahnya hanya merasa pernah mengatakan itu satu kali saja. Barangkali memang benar hanya satu kali, atau benar bahwa sering, tetapi yang terpenting, ternyata dampaknya fatal.

Setiap tahap perkembangan ada tugas yang harus dilakukan, yang bila tidak dilakukan maka akan seterusnya.

Untuk anak 3 tahun, sudah waktunya diperkenalkan dengan konsep benar salah untuk pembekalan hati nurani. Juga perbedaan jenis kelamin.

Anak jalanan, bagaimana pun pembinaan dilakukan kepadanya, tetap sulit untuk ditanamkan tentang moral dan nurani. Hal ini akibat God Spot tidak pernah disentuh sejak kecil. Sehingga mereka tidak merasa bersalah melakukan berbagai pelanggaran.

Berkaitan dengan keberagamaan, target untuk anak-anak bukan sekedar bisa melaksanakan, tapi suka melaksanakan. Jadi bukan sekedar bisa shalat, bisa puasa, bisa membaca Al Qur’an, tetapi suka shalat, suka puasa, dan suka membaca Al Qur’an. Bila sudah demikian, dalam pembinaannya nanti, anak akan mudah untuk diluruskan.

Target Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebetulnya bukan calistung (membaca, menulis, berhitung), tetapi kemandirian anak untuk hal yang berkaitan dengan dirinya, seperti makan dan mandi. Bila ibu membuat anak serba terlayani, anak akan menjadi tidak mandiri. Tentunya dalam proses, akan ada situasi yang belum sempurna, biarkan saja dulu dia melakukannya, lalu orangtua membantu setelah selesai jika masih ada yang belum sempurna.

Hal yang penting juga bagi anak di PAUD adalah sosialisasi, agar anak tidak takut bertemu dengan orang baru. Ajak anak pergi ke pertemuan keluarga dan keramaian, agar terbiasa bertemu dengan orang baru. Seringkali, pada hari-hari pertama sekolah, ada anak yang terus ingin ditemani ibunya. Di satu sisi anak tidak terbiasa bertemu dengan orang baru, di sisi lain ibu juga sering khawatir dengan anaknya, dan hal ini bisa dirasakan oleh anak.

Ibu boleh khawatir, tapi jangan sampai ketahuan anak. Ibu boleh kepo, tapi jangan sampai ketahuan anak :-)

Di usia balita juga anak sering banyak bertanya. Orang tua harus menyediakan waktu untuk menjawab seluruh pertanyaan itu. Hal ini adalah tahap perkembangan kreativitas. Jangan distop, jangan ditolak.

Usia bermain harus tuntas. Bahkan untuk anak usia bermain, harus dipastikan bahwa hari itu dia sudah bermain. Karena dalam bermain, anak juga bisa belajar.
Kepandaian bergaul adalah bekal untuk kecerdasan emosi. Agar anak tahan banting dalam hidup. Mampu menghadapi berbagai jenis karakter orang.

Memasuki masa remaja, ada beberapa anak yang di masa SD cukup mudah dalam pengasuhannya, mulai banyak masalah ketika memasuki usia SMA. Di saat ini anak perlu pendampingan.

Orang tua perlu mengenali karakter tiap anak, dan kita perlu bersikap berbeda kepada anak yang berbeda.

Mengenali karakter anak dapat diawali dari mengamati apa yang anak suka dan tidak suka, setelah itu bangun komunikasi.

Ketika anak sedang sedih, kita jangan banyak menasihati. Tunggu sampai anak ceria, baru kita bisa banyak bicara.
Jika anak kita banyak bercerita, sungguh itu adalah karunia, artinya kita sebagai orang tua dapat dikatakan sukses membangun komunikasi.

Anak yang sulit bercerita, salah satu sebabnya adalah karena anak sering dimarahi ketika jujur.
Bedakan saat untuk mendengar dan saat untuk bicara. Buat anak nyaman, jadikan anak sahabat kita. Ketika dia bercerita, terima dan berikan respon. Jangan berikan nasihat saat itu juga. Pada otak tengah ada system limbic. Ketika emosi senang, system limbic terbuka, nasihat bisa masuk dan akan melekat kuat. Ketika emosi negative, system limbic akan tertutup.

Ketika anak bermasalah, dengarkan saja dulu, baca bahasa tubuhnya, biarkan dia mengeluarkan pikirannya, peluk, berikan senyuman, berikan pujian.

Hypnotherapi dapat digunakan kepada anak ketika menjelang tidur. Berikan kata-kata positif seperti, “Selamat tidur Nak, besok kamu akan bangun dengan segar untuk solat subuh, dan siap untuk berangkat ke sekolah.”

Metode hypnotherapi yang sebetulnya sangat efektif yang sering digunakan orang tua dahulu tetapi mulai dilupakan oleh orang tua sekarang adalah mendongeng. Mendongeng sangat efektif untuk menanamkan nilai-nilai ketika anak-anak menjelang tidur. 

Memberikan nasihat juga berikan dalam kata-kata positif, misalnya “Nak, nanti di sekolah main sama anak-anak yang baik ya” dan bukan “jangan main sama anak yang nakal.”

Sesi Tanya Jawab :

1.     Berkaitan dengan anak yang perlu pendampingan orang tua untuk menghadapi masalah, bagaimana jika anak sekolah berasrama atau pesantren?

Untuk anak yang akan dimasukkan ke pesantren atau sekolah berasrama, pada umumnya usia yang tepat adalah usia SMA, ketika anak memang sudah sampai usianya menjauh dari orang tua.
Yang perlu dipastikan adalah sekolah pesantren atas keinginannya sendiri. Bila sebenarnya adalah keinginan orang tua, orang tua perlu mengajak bicara agar keinginan orang tua itu menjadi keinginan anak.

Jelaskan manfaatnya, observasi ke beberapa lokasi, biarkan anak memilih sendiri, tanyakan kesiapannya, dan jika sudah sekolah berasrama, seringlah ditengok.
Yang penting bagi anak adalah anak bahagia dengan hidupnya.

2.       Untuk anak laki-laki yang sudah cukup besar, biasanya sudah merasa canggung jika dipeluk ibunya, bagaimana menyikapinya?

Kasih sayang dapat disampaikan melalui ekspresi wajah, dengan belaian standar, tatapan hangat, dan ucapan, “Mama bangga denganmu Nak”. Anak akan menjadi kuat, merasa dirinya eksis, dan berani menghadapi bullying.

3.       Ada anak yang ke pesantren dengan keinginannya sendiri karena temannya banyak yang ke pesantren, bagaiman jika Ibunya justru yang tidak siap?

Mengikuti teman sebetulnya bukan alasan yang cukup kokoh. Untuk itu perlu diyakinkan kembali kepada anak, bagaimana jika nanti teman tidak lagi sekolah pesantren, apakah anak tetap pada pendiriannya.
Memang ibu perlu menguatkan diri, dan tega dalam pengasuhan, untuk tujuan akhir yang lebih besar.

4.       Apakah bisa hypnotherapy diterapkan pada diri sendiri?

Sangat bisa, karena sebaik-baik terapis adalah diri sendiri. Saat yang paling tepat adalah relaksasi 
pada saat tahajud dengan memasukkan pikiran positif.
Misalnya jika kita ingin rajin berolahraga, buat list dampak negative dari tidak berolahraga dan list dampak positif berolahraga.

5.       Bila anak ingin berpacaran, bagaimana orang tua bersikap?

Orang tua perlu memastikan posisi, apakah akan mengizinkan anak berpacaran atau tidak. Dalam Islam, pada dasarnya tidak dibolehkan untuk berpacaran.
Jika orang tua sudah berketetapan tidak membolehkan berpacaran namun anak ingin berpacaran, bersama dengan anak buat list manfaat dan mudharat berpacaran. Usahakan agar list mudharat jauh lebih banyak, sehingga anak sepakat bahwa tidak ada manfaatnya berpacaran.
Bangun orientasi hidup anak, tentukan cita-cita hidup di dunia dan akhirat. Kembalikan setiap persoalan kepada orientasi hidupnya, apakah bermanfaat menuju ke sana ataukah tidak.

  

Thursday, August 21, 2014

Dijauhkan dari Laknat Allah

Dari ceramah dzuhur, tetapi mohon maaf lupa dicatat siapa Ustadz/Ustadzah-nya, dan juga tidak sampai selesai. Semoga tetap bermanfaat.

Ad dunya mal'unah wa ma fiha illa bitsalatsin, semua di dunia akan dilaknat dan semua yg ada di dalamnya, kecuali 3.


Dilaknat artinya tidak diberkahi, tidak diselamatkan, tidak diberikan keberkahan.

1. Dzakarallah : yang selalu dzikir, ibadah, ingat pada Allah

Sebagai hamba Allah, istri, ibu, pekerja, anggota masyarakat, daiyah, anak.
Setiap menyisir rambut anak kita, setiap lembar rambut bernilai ibadah untuk kita.

Ketika kita bekerja, niatkan bahwa kita keluar ini karenamu ya Allah, untuk meningkatkan kualitas pendidikan, membantu suami, bukan meninggalkan kewajiban kita.

2. Orang berilmu

Syarat ibadah diterima adalah adanya ilmu, ikhlas, dan ada contoh dari Rasulullah. 

Friday, August 15, 2014

Mempersiapkan Anak Menghadapi Akil Balig

Kajian Jum’at disampaikah oleh Ustadzah Fitri dari Sanggar Senyum yang juga seorang Kepala Sekolah SDIT.

Ustadzah Fitri sering menemui kasus bahwa anak remaja tidak siap untuk menjadi akil balig. Misalnya, belum memahami apa dan bagaimana itu haid, bagaimana membersihkan pembalut, takut dan malu diejek teman dan dimarahi orang tua ketika sudah akil balig.

Untuk itu ada beberapa hal yang perlu dilakukan orang tua untuk mempersiapkan anak menghadapi akil balig :

1. Jaga komunikasi intensif

Komunikasi intensif harus dimulai sejak dini, dan semakin intensif ketika anak berusia 9 tahun. Lakukan komunikasi tentang hal apa saja, siapkan waktu khusus untuk masing-masing anak, agar dialog dapat berlangsung dengan lebih terbuka.

Dengan demikian akan terbangun trust, bahwa ayah dan ibu adalah orang yang tepat, yang akan menjadi sahabat jika ada masalah, yang dapat menjadi teman komunikasi yang “asik” menurut anak.

Jangan menunggu masalah baru memulai komunikasi, karena akan tertanam image bagi anak, bahwa ketika orang tua berkomunikasi artinya ada masalah, artinya akan dimarahi, diomeli, dan diberi nasihat.

Buat suasana yang menyenangkan untuk anak, agar anak merasa senang dan rileks, tidak ada rasa khawatir “mau diapain nih aku”.

2. Ketika ada masalah, sampaikan bahwa kita sebagai orang tua mereka adalah sahabat yang baik.

Sampaikan, bahwa referensi kita dapat menjadi referensi untuk anak. Sejak usia 9 tahun sudah bisa dimulai dialog tentang akil balig. Tanyakan apa yang sudah mereka ketahui tentang akil balig, jelaskan dan jawab pertanyaan yang diajukan anak. Jika ada pertanyaan yang belum bisa terjawab, mintalah waktu dan carilah informasi, kemudian berikan jawabannya.

Sampaikan bahwa orang tua perlu mengetahui masa penting anak, dan akil balig adalah salah satu masa penting anak. Minta anak untuk bertanya dan menyampaikan tentang akil balig pertama kali kepada orang tua, bukan kepada teman.

3. Ubah cara pandang

Sering kali kita membuat pernyataan kepada anak kita yang berusia 9-11 tahun “Nak, kok begitu sih, kamu kan sudah besar”. Padahal mereka bagaimana pun masih anak-anak, dan masih memerlukan referensi dari kita.

Dan justru semakin besar anak kita, maka sebenarnya mereka memerlukan perhatian yang lebih besar.

Monday, December 2, 2013

Inspirasi Hijab dan Islam dari Peggy Melati Sukma

Kemarin dalam rangka menyemarakkan bulan Muharram, di kantor ada talkshow Peggy Melati Sukma. Sekarang dia pake jilbab panjang gitu, jadi solat pun langsung aja, ngga pake mukena lagi :-) Dan dia itu sangat pintar plus super aktif di kegiatan sosial, punya yayasan sejak usia 19 tahun, masya Allah..

Nah dia sharing beberapa point yang rasanya 'dalem banget'..

Pertama, At Taubah 24, silakan dibaca yaa :-) Bahwa kalo kita mencintai sesuatu melebihi cinta kita pada Allah, tunggulah ketetapan Allah akan datang. Bahwa nantinya kita akan diuji karena Allah menginginkan kita berjalan di muka bumi ini tanpa dosa.

Dalam konteks Peggy, berbagai aktivitas dan kesuksesannya, membuat dia merasa mampu mengatasi semua sendiri. Sampai akhirnya dia dapat masalah besar, yang akhirnya dia menyerah, dan minta tolong sama Allah. Waktu minta tolong itu dia evaluasi lagi semua perilakunya, termasuk di situlah dia mulai berhijab.

Kedua, "innalillahi wa inna ilaihi rojiun" kita sering gunakan hanya dalam konteks ada yang meninggal. Padahal maknanya segala sesuatu dari Allah, dan akan kembali pada Allah. Termasuk kita. Kita berawal dari Allah dan ujungnya nanti akan kembali pada Allah. Pertanyaannya, gimana tengah2nya? Apakah semua yang kita lakukan itu buat Allah?

Ketiga, kematian itu sebetulnya masalah persepsi. Kita sebenarnya tidak pernah mati, kita abadi. Pertanyaannya, apa yang sudah kita persiapkan untuk keabadian itu?

Keempat, kita perlu sekali-sekali mengulang syahadat kita, dengan hati yang sungguh-sungguh mendalami maknanya. Lalu kita evaluasi diri kita, sudahkah kita laksanakan syahadat itu dengan sebenar2nya?

Kelima, surat Hud 15-16, silakan dibaca lagi yah :-) Bahwa jika kita menginginkan dunia dan kita berusaha, Allah akan berikan hasilnya di dunia berupa kesempurnaan. Tetapi nanti di akhirat hasilnya adalah neraka jahannam.

Demikian, semoga menginspirasi sebagaimana menginspirasi saya kemarin :-)

Friday, November 8, 2013

Kajian Muslimah : Perbedaan Watak dan Perbedaan Otak pada Laki-laki dan Perempuan

Takdir watak antara laki-laki dan perempuan berbeda, karena perbedaan otaknya.

Otak terdiri atas dua bagian, kanan dan kiri. Otak kanan berwarna, dinamis, santai, nyeni, dan kreatif. Otak kiri tekun, monoton, penuh analisa, detil, matematis.

Perempuan antara kanan dan kiri sama.

Anak laki-laki otak kanan lebih dominan, sampai usia 5 tahun. Otak anak laki-laki dibuat agar siap untuk bekerja dan mencari nafkah, yang dalam pelaksanaannya penuh dengan permainan. Otak kirinya belum berkembang, sehingga jika menyanyi musiknya benar, tetapi syairnya kacau. Umur 6 tahun mulai siap untuk matematika dan membaca, namun otak kanannya tetap lebih baik.

Belajar membaca untuk anak laki-laki sebaiknya tidak di kertas. Tetapi tempelkan nama benda di benda tersebut.

Ketika sudah SMP SMA, anak laki-laki akan sangat menguasai teknologi. Baru di usia 18, akan tercapai keseimbangan, ketika usia mahasiswa.

Anak laki-laki sekarang sering banyak mengalami masalah. Karena di rumah lebih sering berinteraksi dengan ibu. Guru di sekolah kebanyakan perempuan. Ketika bicara, kalah dengan perempuan yang sebaya.

Dalam fungsi otaknya, lokasi bicara antara laki-laki dan perempuan berbeda. Laki-laki memiliki 2 lokasi di otak kiri, sedangkan perempuan memiliki 10 lokasi di otak kiri, kanan, dan depan.

Maka perempuan dapat terus bicara sambil bekerja.

Dalam sehari, pria berkomunikasi 7000 kata. Pria pendiam 5000 kata, pria yang suka bicara 9000 kata.
Wanita 20.000 kata, wanita pendiam 16.000 kata. Jika dalam sehari kurang dari kebutuhan tersebut, maka biasanya tidur menjadi tidak nyenyak.

Perbedaan kebiasaan berkomunikasi ini sering menjadi sumber keretakan dalam rumah tangga. Ketika suami pulang dari kantor, lalu istri bercerita panjang lebar, suami menjawab dengan sangat pendek, sering terjadi kekecewaan yang berujung pada pertengkaran. Padahal perlu diyakini bahwa suami pulang dari pekerjaan pasti dalam keadaan bahagia dan mencintai keluarganya. Ketika ia tidak banyak bicara, itu karena 7000 “jatah” katanya sudah “dihabiskan” di kantor. Apa lagi untuk suami yang sering rapat dalam sehari.

Begitu juga dengan SMS. Seringkali istri menulis panjang lebar, dan hanya dibalas satu kata“OK” oleh suami. Tidak perlu menjadi sumber keretakan. Dan ketika anak laki-laki kita hanya sedikit berbicara ketika pulang sekolah di sore hari, itu juga karena "jatah" 7000 katanya sudah "habis" selama di sekolah. Berbeda dengan anak perempuan yang langsung bercerita aneka kisah ketika pulang sekolah. Jatah bicara perempuan banyak dalam sehari, dan harus dikeluarkan. Jatah bicara laki-laki sedikit, dan ketika itu terjadi, berbanggalah, karena artinya ia berlaku sesuai kodratnya. Janganlah menjadi sumber keributan, karena itulah fitrahnya.

Tips-nya jika ingin berbicara panjang dengan suami atau anak laki-laki, minimal sebulan sekali pergilah bersama sama suami atau anak laki-laki di siang hari, agar mendengar 7 ribu katanya.

Otak manusia terdiri atas banyak neuron yang semula tidak saling tersambung. Ketika kita mempelajari sesuatu, maka terjadilah 1 sambungan, dan seterusnya. Namun, berdasarkan penelitian, bahkan jika kita hidup hingga 100 tahun pun, bisa jadi tidak semua bagian tersambung. Maksimum hanya 70 persen yang tersambung, itu pun jika kita termasuk orang yang rajin.

Semakin tua semakin banyak neuron tersambung. Maka wawasan menjadi  lebih luas. Namun di sisi lain, "loading"-nya menjadi lebih lama.

Setiap belahan otak dibagi menjadi 4 bagian. 3 bagian sudah ada isinya sejak lahir, yaitu takdir qadar.

Bagian yang depan kosong, takdir qadha. Bagian inilah yang dirujuk oleh hadits yang mengatakan "seorang anak lahir seperti kertas yang kosong, orang tuanyalah yang menjadikan ia majusi.", atau disebut dengan otak intelektual.

Segala hal yang kita pelajari lalu kita kuasai, akan tersimpan dalam bagian otak depan ini.

Program watak disimpan pada bagian otak yang disebut dengan lobus parietalis. Di sinilah terdapat hasrat dan di dalamnya ada kekuatan dan kelemahan. Kekuatan atau kelemahan itu akan berjalan ke seluruh tubuh dan menjadi perilaku, bergantung kepada pilihan mana yang kita akses.

Sistem syaraf mirip kabel telepon. Ketika kita berpikir "saya sehat", maka kita akan benar-benar sehat. Begitu pula sebaliknya. Jangan terlalu lama mengeluh, maksimum  2.5 jam. Kalimat terhadap diri kita, jika 3 kali dikatakan, akan benar-benar terjadi. Maka ketika bercermin, katakan "saya sehat dengan berat badan ideal". Di sanalah terjadi proses niat dan doa. Watak manusia berada di otak, menyala sendiri, berjalan lewat sistem syaraf, dan terlihat.

Ada sebuah tes untuk mengetahui watak seseorang, yang sangat mudah, dengan akurasi sekitar 80%.

Pilihlah 1 dari 4 peran ini. Jika akan dibuat sebuah drama, peran apa yang akan Anda pilih di antara 4 peran berikut :
1.       Penonton
2.       Penulis skenario
3.       Sutradara
4.       Artis

Pilih dua pilihan, pilihan pertama, dan pilihan kedua.

Jika pilihan adalah Penonton, maka wataknya adalah damai, selalu mau damai, tidak menginginkan konflik, jarang marah, mudah setuju, banyak teman, senang membantu teman. Namun di sisi lain, ketika membutuhkan bantuan, malah tidak ada yang membantu J

Kalau diajak ke kantin, ikut dengan rombongan, mau makan apa saja tidak jadi masalah. Cepat bersyukur. Biasanya energinya habis karena mengendalikan marah. Sehingga menjadi cepat lelah dan mudah tertidur. Pandai mendamaikan orang yang bertengkar.


Biasanya sering menunda pekerjaan, ketika kepepet baru muncul kekuatannya. Anak yang damai tidak suka membantah. Bila diminta melakukan sesuatu yang tidak disukai dia akan tetap diam, tapi tidak dilakukan. Senang  mengamati.

Jika pilihan adalah Penulis skenario, maka wataknya adalah sempurna. Segala hal harus dilakukan dengan benar. Seorang pemikir, yang otaknya terus bekerja. Sangat rapi, semua serba teratur. Namun di sisi lain lambat dalam  pengambilan keputusan. Senang melakukan analisis detil keuangan. Anak Penulis skenario membuat karya, dan karyanya ditampilkan.

Jika pilihan adalah Sutradara, maka wataknya adalah mengatur, mengorganize, memimpin, dan mengkoordinir. Memiliki prinsip yang kuat, juga dalam memerintah dan marah. Segala sesuatu ingin diselesaikan dengan cepat. Tegas terhadap sesuatu, baik benar ataupun salah.

Jika pilihan adalah Artis, maka wataknya adalah gembira, kreatif, spontan, tidak menyukai detil. Senang mengobrol, membawa berita secara menyenangkan. Jika kita punya anak Artis, ketika dia bercerita, tertawalah agar dia gembira.

Anak Sutradara dan Artis maju dan tampil ke depan. 

Friday, July 26, 2013

Ceramah Ramadhan 1434 Hari Ke-2 – Hikmah Sabar

Ceramah hari ini disampaikan oleh Mas Pepeng “Jari-Jari” dan istrinya,  Mbak Tami, tentang hikmah sabar.

Mas Pepeng menjelaskan, bahwa orang sukses bukan mereka yang mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, tetapi justru orang sukses adalah mereka yang tidak terpengaruh lingkungan.

Setiap pagi kita perlu bertanya, apa peran kita pagi ini?

Bagaimana pun sabarnya seseorang, pasti ada keterbatasan. Pasti ada saat ingin marah.

Dalam keluarga, suami adalah imam. Imam harus memberikan contoh yang baik dan benar.

Dalam menghadapi kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan, yang pertama adalah “Accept”, menerima. Terima dulu apa yang terjadi, apa yang Allah berikan. Kita bisa kuat, bisa juga tidak. Mintalah pertolongan kepada Allah. Insya Allah akan ada jalan.

Maka sabar adalah proses. Terima dulu, apa pun hadiah dari Allah, jadilah orang yang sabar.

Mas Pepeng dan Mbak Tami dikaruniai 4 anak laki-laki yang saat ini berusia 20-27 dengan badan yang besar. Hikmahnya terasa ketika Mas Pepeng sakit, mereka berperan membantu ayahnya bergerak.

Hal yang bisa dicontoh dari Mas Pepeng adalah selalu mau belajar, tetap bersemangat, tidak pernah keliatan loyo, galau, ataupun marah. Kalaupun marah, itu adalah marah untuk prinsip.

Menghadapi sakit yang tidak bisa sembuh, seringkali kita menganggap masa depan adalah beberapa tahun di depan kita. Padahal masa depan yang sebenarnya adalah akhirat. Dan kita harus yakin bahwa kesembuhan adalah janji dari Allah. Pasti akan terjadi happy ending. Dua pilihannya, sembuh dan bisa kembali berjalan, atau menghadap kepada Allah dalam keadaan penuh barokah.

Musibah itu adalah ketika kita tidak dekat dengan Allah. Sakit sesungguhnya bukan musibah. Karena justru ketika sakit, kita akan mendekat kepada Allah. Tidak perlu kita bertanya “Why me?” Karena Allah bisa dengan mudah menjawab “Why not?”

Dalam kesakitan, jika kita ingat kepada Allah, kita akan tenang. Rasa sakit menjadi tidak terasa. Karena Allah ada, lebih dekat dari urat leher kita. Selalu dekatlah kepada Allah.

Tentang banyaknya perceraian, Mas Pepeng menyampaikan bahwa banyak orang menjadi quitter, menyelesaikan masalah dengan lari dari masalah. Perselisihan tentu ada, harus dihadapi, biarkan Allah yang menyelesaikan. Sakinah mawaddah wa rahmah seperti 3 lingkaran yang beririsan di tengah, yaitu cinta.

Menikahi orang yang kita cintai, sangat mudah, di awal mudah “kesetrum”. Dengan berjalannya waktu, jika kita tidak pandai mengelola, “setrum” akan hilang. Kita perlu memperkecil perbedaan. Mawaddah adalah mencintai orang yang kita nikahi. Rahmah datang dari Allah.

Kita perlu mendukung dengan jelas atas perilaku apa pun dari pasangan. Begitu banyak mukjizat. Setiap detik. Kita harus menyepakati sikap pasangan, berikan value. Tetap tampil cerah seperti tidak ada masalah. Benturan selalu ada, serahkan kepada Allah.

Setiap orang pasti punya ilmu yang subhanallah.

Kita harus memberi nilai pada apapun yang kita hadapi. Setiap ada celah, buatlah menjadi spesial. Mbak Tami mempunyai prinsip, selalu ada celah, lihat sudut pandang lain, supaya tetap eksis dan tetap bersyukur.

Jangan pernah berpikir untuk berpisah. Pandang sebagai tugas baru dari Allah. Manusia sering menilai dengan tanggung. Jangan menggantungkan nilai pada manusia, bahkan kepada suami dan anak sekalipun. Biarlah Allah yang menilai. Setiap orang sibuk dengan urusannya masing-masing. Hanya Allah yang selalu memperhatikan hamba-Nya.

Jadilah pendengar yang baik.

Pria wanita harus saling belajar. Menjadi sahabat di masa tua, bisa bicara segala hal.

Kecerdasan linguistik sebenarnya diajarkan Islam. Ditandai dengan indahnya kisah Al Quran. Rasulullah adalah seorang yang ahli komunikasi.

Tingkatan komunikasi dari berbagai ilmu, tahap pertama adalah komunikasi sampai dari pihak pertama ke pihak kedua, tanpa noise. Dari ilmu antropologi, ditambahkan bahwa kedua pihak harus saling mengerti. Dari ilmu komunikasi, ditambahkan bahwa harus ada interaksi transaksi. Dari ilmu psikologi, harus menggetarkan hati .

Saat ini banyak pasangan yang genting. Lihatlah kelebihan, kekurangan pasti banyak.


Prinsip Mas Pepeng, pantang mati sebelum ajal. Betapa banyak saat ini manusia yang sepertinya hidup, padahal mereka adalah zombie, yang selalu berkeluh kesah. You get what you think. Tidak mungkin galah kalau dekat dengan Allah. Kalau tidak senang, apa harus marah? Mereka yang marah, itulah mereka yang mati sebelum ajal. 

Wednesday, July 24, 2013

Ceramah Ramadhan 1434 Hari ke-14 - Merawat Pernikahan, Bahagia di Dunia sebelum di Surga


Ceramah hari ini disampaikan oleh Ust. M. Fauzil Adhim, tentang Merawat Pernikahan, Bahagia di Dunia sebelum di Surga.  

Dalam surat Ar Ruum 21 disebutkan :
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.

Dari ayat tersebut beberapa point yang dapat disimpulkan :

Sakinah bukan hal yang muluk, “azwaja litaskunu”, (pasangan agar kalian). Maka sakinah adalah konsekuensi logis dari pernikahan. Sakinah tidak perlu menjadi cita-cita. Sakinah adalah konsekuensi, bukan tujuan. Seperti jika kita minum, maka haus akan hilang. Maka jika kita menikah, kita akan menjadi sakinah. Muslim atau bukan muslim bisa bahagia, perbedaannya pada keberkahannya.

Mawaddah adalah ketertarikan yang berawal pada kekaguman atau takjub kepada kelebihan yang dimiliki. Bisa berupa kecantikan, kekayaan, ataupun aspek non fisik.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa urutannya adalah sakinah, mawaddah, baru rahmah. Hal ini sebenarnya tidak ada dasarnya.

Rahmah bisa dirasakan sejah awal menikah, tidak perlu menunggu hingga usia 40 tahun.

Ketika ada seseorang yang berhati baik di usia senja, belum juga menikah, dan jika tidak menikah dikhawatirkan ada fitnah, lalu dinikahi dengan niat untuk menyelamatkan, maka itu didasari dengan sifat rahmah.

Menikah dengan kedua alasan tersebut dapat mencapai bahagia, baik sesaat maupun selamanya.

Kebahagiaan suami istri ketika meninggal, hari kiamat, hari hisab, yaitu ketika disambut malaikat, “Masuklah ke surga, kamu dan istri suami kamu untuk diberikan kegembiraaan.”

Saat ini ada anggapan bahwa sakinah merupakan suatu hal yang muluk, dan banyak hal-hal syubhat yang sebenarnya tidak diatur dalam agama, yang dibuat-buat, dan semakin mempersulit.

Dengan kondisi populasi wanita lebih banyak, lalu kedua-duanya rewel. Semakin banyak kategori dan persyaratan, maka semakin banyak yang tidak memenuhi.

Pertama adalah anggapan bahwa harus ada cinta. Kata siapa?
Banyak pernikahan yang diawali dengan tidak saling kenal, bahkan belum pernah melihat wajah. Seperti Idris ayah Imam Syafi’i, yang menikah dengan pemilik kebun yang belum pernah dikenalnya. Atau seperti Ibu Yoyoh Yusroh dengan Ustadz Budi. Ketika pernikahan diawali dengan niat baik, tujuan mulia, dan itikad yang lurus, maka Allah akan berikan barokah, mudah-mudahan hingga hari kiamat.

Ustadz Fauzil pernah memiliki tetangga, yang sangat kurang pergaulan, namun sangat berbakti pada ibunya, merawat ibunya. Sampai suatu ketika ibunya ingin menimang cucu dari anaknya tersebut. Sang anak yang tidak pernah punya teman perempuan, hanya bisa memohon pertolongan pada Allah agar memberikan istri baginya. Maka ia pun memanjatkan doa di setiap shalatnya. Hingga ia bermimpi yang benar, yang menunjukkan rute jalan ke rumah seorang perempuan. Beberapa kali mimpi yang sama itu dialaminya. Akhirnya berangkatlah ia sesuai petunjuk, dan ternyata di sana sang akhwat pun telah menunggu.

Kedua, masalah kesetaraan pendidikan, suku, urutan anak.

Ketiga, masalah kesiapan finansial.

Padahal yang terpenting bukan banyaknya uang di tangan, tetapi bagaimana yakin dengan rezeki dari Allah dan siap dengan qadha dan qadar.
Ada cerita yang menyatakan bahwa Rasulullah menikahi Khadijah dengan mahar yang besar. Padahal tidak ada hadits yang menyatakan hal tersebut. Hadits yang ada malah menyatakan bahwa sebaik-baik pernikahan adalah yang mudah, baik proses maupun mahar. Wanita yang besar berkahnya adalah wanita yang murah maharnya. Sebaik-baik mahar adalah yang mudah, mudah mencarinya dan murah nilainya.

Keempat kesesuaian penampilan, yang tampan dengan yang cantik. Padahal cantik pun  akan hilang jika sedang marah atau judes. Dan betapa banyak pernikahan antara yang tampan dan cantik, tapi berakhir dalam waktu singkat.

Maka, apa yang seharusnya diharapkan dalam pernikahan? Keberkahan.
Keberkahan adalah kebaikan yang banyak, kebaikan yang bertambah.
Rezeki yang tidak berkah adalah rezeki yang ketika sedikit meresahkan, ketika banyak menambah masalah.
Rezeki yang berkah adalah rezeki yang ketika sedikit menentramkan, ketika banyak menambah kesolehan dan kebaikan.
Rezeki berupa materi, anak, istri, dan suami.

Maka dalam menjalani pernikahan, yang perlu dipersiapkan adalah :

Ilmu, karena ilmu harus  mendahului perkataan dan perbuatan
Niat
Proses
Yang dijalani dalam pernikahan
Qoulan ma'rufan antara suami istri, yaitu yang membuat pasangan merasa diperhatikan dan didengar.
Qoulan syadida antara orang tua dan anak
Qoulan maisura antara penceramah dan pendengar, yaitu mudah dicerna.
Kepada orang yang keras kepala dengan perkataan yang menyentuh

Muasaro bil ma'ruf, yaitu kewajiban bagi suami untuk istri. Jika dilakukan agar istri senang, maka hanya itulah yang akan didapatkan. Jika dilakukan karena mengikuti sunnah, maka bersama sunnah ada barokah.

2 hal yg penting : Menjaga kondisi ruhiyah dan berhati-hati dengan harta.

Rezeki  yang haram pasti tidak barokah, rezeki yang halal belum tentu barokah.
Rezeki yang berkah akan menambah kebaikan rumah tangga, rezeki yang tidak barokah akan menambah kehausan pada dunia.
Tanya jawab :

Pertanyaan pertama, bagaimana agar anak menjadi berkah?

Menikah adalah untuk memenuhi sunnah. Tidak semua pernikahan Allah karuniakan anak. Maka jangan jadikan anak sebagai tujuan dan niat dalam menikah. Namun kita perlu tetap berusaha bersungguh-sungguh, mencari sebab agar dikaruniakan anak.

Selanjutnya, kita mengharapkan, mengupayakan, dan memohon agar anak-anak soleh dan barokah.
Perhatikan al quran dan hadits, menata niat, dan siapkan diri untuk menerima anak sebanyak2nya.


Pertanyaan kedua, saat ini banyak terjadi banyak poligami, sebetulnya apa niatnya?

Hanya Allah yang mengetahui niatnya. Yang pasti, keberkahan sangat bergantung pada niat.
Jika menikah lagi karena kecantikannya, kecantikan tidak abadi, dia cantik karena belum mencapai usia 60 tahun.
Untuk melakukan poligami, pelajari ilmunya, siapkan keluarga, siapkan suami, siapkan istri, siapkan pendukung.

Yang terpenting dalam berkeluarga adalah bagaimana kita senantiasa memikirkan kewajiban.

Masalah sering terjadi ketika kita terlalu peka terhadap hak, sehingga ketika tidak dipenuhi, kita merasa dilecehkan. Betapa banyak pernikahan berlangsung langgeng karena masing-masing pasangan dapat saling ridha, saling melapangkan dada. 

Friday, November 23, 2012

Cabang Keimanan : Menjaga Kehormatan



Ceramah bagian kedua hari ini dari Ustadz Muhsinin Fauzi, tentang salah satu cabang keimanan, yaitu menjaga kehormatan.
Prinsip utama menjaga kehormatan adalah tidak melakukan zina, yang mengarah ke zina, serta tindakan lain yang serupa dengan zina. Maka lingkupnya dimulai dari memandang, berkhalwat (berdua-duaan bukan dengan muhrim), zina, liwath (berhubungan sesama jenis).

Penjelasan ditekankan pada bagaimana indahnya hukum ini melindungi umat Islam.
Salah satu tujuan agama adalah menjaga nasab. Jika nasab hilang, umat akan kacau balau, dan makna hidup akan hilang. Tujuan agama secara keseluruhan adalah menjaga agama, menjaga diri, menjaga nasab, menjaga akal, dan menjaga harta.

Kelompok masyarakat yang nasabnya (nama keluarga) dijaga biasanya struktur kemasyarakatannya akan lebih kokoh. Di Indonesia seperti di Batak, di luar negeri di Cina, asalkan tidak menjurus kepada fanatisme.
Menjaga nasab bukan sekedar memastikan keturunan sampai dengan tingkat ayah / ibu, tetapi bermuara pada sistem dan hukum yang berbasis pada nasab, yang mengatur tatanan hidup. Dalam hukum Islam hukum yang berbasis pada nasab adalah birr walidain (berbuat baik kepada orang tua), hukum kekerabatan, hukum tetangga yang berkerabat, hukum waris, hukum dengan besan, hukum nasab, serta hukum keluarga.

Andai hukum nasab kokoh, maka pada dasarnya masyarakat tidak membutuhkan pemerintah, karena akan terbentuk masyarakat madani. Kebijakan diturunkan sampai organisasi kecil di tingkat keluarga.

Mengapa zina diberi hukuman sedemikian berat? Karena nasab adalah hal yang sangat penting. Bila hubungan antar suami istri tidak ada ikatan, akan terjadi zina, dan akan merusak tatanan sosial dan kehormatan keluarga terkoyak. Maka ketika itu dilanggar, diberikan hukuman berat.

Pernikahan harus dipermudah, agar nasab dapat terjaga. Seharusnya jangan sampai seorang muslim bermain-main dengan hal ini. Jika seseorang sudah sampai kebutuhannya untuk menikah, hendaklah segera menikah. Jika merasa belum mampu, solusinya adalah berpuasa. Untuk laki-laki yang sudah menikah, dan ada masalah sehingga merasa perlu menikah lagi, segeralah menikah lagi. Jika perempuan merasa tidak dipenuhi haknya, mintalah cerai. Jika cerai diberikan, ajukanlah khuluk.

Menjaga nasab dijaga dalam Islam dengan benteng yang paling jauh, yaitu hal saling memandang. Islam memerintahkan untuk menjaga pandangan. Karena secara hukum alam, orang tidak mungkin menginginkan hal yang tidak pernah ia lihat.
Di masa lalu, di pedesaan, ketika ibu petani adalah seseroang yang setiap hari pergi ke sawah, kotor berlumpur dan berkeringat, lalu pulang ke rumah, memasak dengan kayu bakar, juga semakin kotor, namun suami tidak berselingkuh, mereka rukun, dan memiliki banyak anak. Hal ini karena suami tersebut tidak melihat wanita lain selain istrinya itu, di pedesaan yang memang jarang penduduknya.
Berbeda dengan situasi di perkotaan, ketika ribuan wanita terlihat dalam pandangan laki-laki.

Ustadz Muhsinin memperoleh informasi dari seorang karyawan di perusahaan perminyakan, bahwa perselingkuhan di perkantoran saat ini sudah sampai taraf yang mengkhawatirkan. Bahwa informasi yang menyatakan bahwa 1 dari 2 laki-laki berselingkuh, dan 1 dari 3 perempuan berselingkuh, bukan hanya sekedar  hasil survey, tetapi benar-benar nyata.

Bagaimana cara agar tidak terjebak ke dalam maksiat tersebut :

Pertama, yang belum menikah, segeralah menikah, bila perlu menikahlah hari ini juga.
Kondisi saat ini sangat mengkhawatirkan dari sisi penjagaan nasab, karena pintu hubungan laki-laki dan perempuan terbuka lebar (dengan pergaulan yang terbuka, berbagai sarana dan hiburan yang mengacu ke perilaku barat, pornografi, pornoaksi), sedangkan di sisi lain pintu pernikahan dihalangi oleh banyak persyaratan (harus punya pekerjaan, harus punya rumah, punya kendaraan), yang membuat orang terus merasa belum siap menikah.
Hal ini adalah bagian dari proses pendidikan yang salah, yaitu anak dididik untuk tidak berani, tidak mau bertanggung jawab. Anak-anak saat ini cenderung dibesarkan ibu, karena ayah sangat sibuk dan jarang bertemu dengan anak-anak. Ibu tidak berani mengambil peran, segala sesuatu menunggu keputusan ayah. Ibu seharusnya berani mengambil keputusan dan berani bertanggung jawab. Akibatnya anak-anak mengikuti pola yang dilakukan ibunya, juga tidak berani dan tidak mau bertanggung jawab.
Kedua, yang sudah menikah, kokohkan hubungan rumah tangga.
Terdapat anggapan bahwa dalam keluarga yang Islami, seringkali istri tidak merawat tubuhnya. Padahal cantik itu tidak salah. Salihah itu tidak harus jelek, dan cantik itu tidak harus tabarruj (berhias). Hal ini agar suami tidak memiliki dorongan untuk keluar rumah

Ketiga, jika laki-laki yang sudah menikah merasa perlu untuk menikah lagi, beranilah menghadapi istri yang pertama, daripada terkena murka Allah. Lebih elegan menikah, daripada selingkuh. Karena saat ini provokasi memang sangat tinggi sekali untuk menuju ke arah kehormatan yang tidak terjaga.

Keempat, bila wanita memiliki suami yang tidak dapat menjaga kehormatan, mintalah cerai.

Jangan mempermainkan murka Allah, lebih baik bertengkar dengan orang sedunia, daripada terkena murka Allah.
Kelima, pastikan anak-anak berada di dalam lingkungan yang kehormatannya terjaga. Berdasarkan survey, kondisi pergaulan remaja saat ini sangat memprihatinkan, yang menyatakan bahwa 65% remaja putri sudah bukan gadis lagi. Carikan anak-anak kita lingkungan pergaulan dengan pendidikan agama yang kokoh.
Hidupkan cinta dan kasih sayang dalam keluarga, agar anak tidak membutuhkan pacar. Anak-anak memerlukan pacar jika ayah dan ibu tidak memberikan kasih sayang. Anak laki-laki membutuhkan kasih sayang dari ibu, anak perempuan dari ayah.

Dulu jilbab dianggap bisa menjaga dalam pergaulan. Namun saat ini terjadi pergeseran, yaitu jilbab menjadi budaya. Dan remaja pria justru lebih memilih remaja putri berjilbab karena terkesan lebih “tidak murahan” dan lebih “asli”. Astaghfirullah.
Ibu Elly Risman yang sering berinteraksi dengan berbagai masalah remaja saat ini, menganggap bahwa pergaulan remaja kita sudah sangat rusak dan hancur lebur, terutama di sekolah-sekolah SMA umum yang tidak favorit. Di sekolah umum favorit, siswa masih cukup fokus untuk belajar. Apa lagi jika anak bersekolah di kota lain, situasi kos-kosan saat ini sangat gawat.

Zaman sekarang sepertinya adalah zaman fitnah yang ditandai dengan hancurnya kehormatan di depan mata. Barangkali inilah zaman yang disebut Rasulullah sebagai zaman dengan begitu banyak pembunuhan dan perzinaan. Berpeganglah pada hukum Islam, jangan berpegang pada perkataan orang. Pelanggaran harus dihukum dengan rajam atau cambuk. Semoga Allah menjaga kita dan seluruh keluarga.