Dengan kemajuan teknologi telekomunikasi, sekarang belajar tahfizh bisa dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi Voice Note di Whatsapp.
Sudah ada tiga group tahfizh online yang saya ketahui :
Pertama, ODOL Akhwat dan Ikhwan (ODOLA / ODOLI) : Gratis
Peserta mendaftar ke Admin, lalu akan masuk dahulu ke Group Awal. Group Awal adalah semacam Ruang Tunggu, ketika peserta dites dulu apakah sudah siap untuk menghafal. Bila sudah dipanggil di Ruang Tunggu, akan diinformasikan ayat yang diminta untuk dibaca dan direkam melalui VN. Bacaan akan dinilai oleh seorang Ustadzah, bila memenuhi syarat, maka akan siap untuk masuk Group ODOLA / ODOLI.
Di Group ODOLA / ODOLI, akan ada 30 anggota, yang masing-masing anggota dipasangkan dengan satu anggota lain untuk saling menyetorkan hafalan setiap harinya. Maka tugas anggota setiap hari adalah menyetor hafalan ke pasangan dan mendengarkan serta mengoreksi setoran hafalan pasangan.
Setiap pekan dilakukan murajaah atas hafalan sepekan sebelumnya. Selanjutnya setiap bulan dilakukan murajaah atas hafalan sebulan sebelumnya. Selanjutnya setiap semester dilakukan murajaah satu semester sebelumnya.
Anggota melapor ke Group setiap harinya bila sudah menyetor hafalan dan menyimak pasangan.
Setiap hari ditunjuk penanggung jawab untuk membuat rekapitulasi.
Kedua, Tahfizh Qur'an Lil Muslimat : Berbayar, kalau tidak salah 150rb per bulan
Ada 2 jenis Group, yaitu yang menghafal sambil tahsin (bagi yang tahsinnya masih perlu perbaikan) dan menghafal (bagi yang tahsinnya sudah baik). Peserta mendaftar ke Admin, Admin akan menginformasikan nomor Ustadzah untuk menyetorkan bacaan, untuk menentukan masuk ke Group Hafalan + Tahsin atau Hafalan saja.
Bila sudah masuk Group, setoran dikirimkan ke Ustadzah setiap harinya dan akan mendapatkan koreksi dari Ustadzah. Untuk yang Hafalan + Tahsin, maka Ustadzah setiap hari akan mengirimkan dahulu contoh bacaan, peserta menyetorkan bacaan (belum hafalan), bila sudah baik bacaannya, baru peserta menyetorkan hafalan.
Peserta melapor ke Group bila sudah menyetorkan bacaan dan hafalan.
Admin akan merekap setoran setiap harinya.
Ketiga, Hafizh on The Street : Gratis
Hafalan dengan metode Kauny, yaitu dengan gerakan, yang diprakarsai oleh Ustadz Bobby Herwibowo.
Peserta mendaftar ke Admin, Admin akan memasukkan ke Group, biasanya dipisahkan antara ikhwan dan akhwat.
Video untuk 1 ayat akan dikirimkan setiap harinya ke Group. Peserta lalu menghafalkan beserta gerakannya dan menyetorkan hafalan (VN saja, bukan video) ke Group. Admin akan me-review dan memberikan koreksi.
Masya Allah, teknologi membantu untuk beribadah. Mudah-mudahan bermanfaat.
Showing posts with label tahfizh. Show all posts
Showing posts with label tahfizh. Show all posts
Tuesday, August 25, 2015
Tuesday, April 28, 2015
Tips Menghafalkan Al Qur'an
Dari penjelasan Ustadz Husain, Pembina Karantina Al
Qur'an Masjid UI, 26 April 2015
Tiga tips dalam menghafal Al Qur'an :
Pertama, Ikhlas
Karena Allah yang memberikan Al Qur'an pada kita, bukan
kita yang mengambil.
Badan dan pikiran nyaman, tidak tergesa-gesa, rileks dan
fresh.
Berdoa kepada Allah agar Allah mudahkan dalam menghafal.
Kedua, Syukur
Walaupun ada hari-hari hafalan hanya sedikit bertambah,
tetap bersyukur.
Karena sebagaimana pada surat Ibrahim Allah berfirman,
bersyukurlah nanti akan ditambahkan.
Bila suatu hari hafalan kita hanya sedikit bertambah,
maka itu adalah ujian Allah atas kesungguhan kita dalam menghafal.
Ketiga, Istiqamah
Sering kita mengatakan bahwa kita sibuk sehingga tidak
punya waktu untuk menghafal Al Qur'an.
Yang benar adalah kita harus menyiapkan waktu untuk
menghafal Al Qur'an.
Dari program Karantina Tahfizh akan diperoleh kebiasaan atau habit dalam
berinteraksi dengan Al Qur'an, karena selama 2 hari 3 malam akan terus menerus
bersama Al Qur'an.
Metode yang digunakan pada Karantina Tahfizh berasal dari Sudan, dimulai di
Indonesia di Makassar tahun 2014, yaitu Karantina Menghafal Al Qur'an 30 juz
dalam 40 hari.
Karena orang Indonesia ternyata bisa selesai dalam 30
hari, maka dibuat 30 juz dalam 30 hari, atau 1 juz per hari.
Menghafal Al Qur'an adalah masalah pembiasaan.
Ketika Ustadz Husain mengikuti Karantina 30, di hari
pertama hanya bisa 5 halaman, jauh dari target 1 juz sehari. Namun dengan
pembiasaan, hari berikutnya menjadi 7 halaman, 10 halaman, bahkan hari
hari-hari terakhir bisa 2-3 juz dalam sehari.
Seperti belajar, setiap orang memiliki metode
masing-masing yang paling cocok dan paling efektif, sehingga ia bisa menghafal
dengan mudah dengan cara itu.
Yakinlah bahwa Al Qur'an mudah dihafal, sebagaimana
firman Allah pada beberapa ayat di surat Al Qamar.
Subscribe to:
Posts (Atom)