Showing posts with label hamil. Show all posts
Showing posts with label hamil. Show all posts

Wednesday, November 7, 2012

Siap Rawat Gabung (Rooming In)?



Saat ini saya sedang hamil sekitar 20 minggu. Kehamilan sebelumnya sudah cukup lama, 4-11 tahun yang lalu, sehingga banyak “trend” yang sudah berubah, yang Alhamdulillah ke arah yang baik.

4 tahun lalu sudah mulai trend IMD dan ASI Eksklusif. Dokter mendukung IMD, suster tidak menawarkan susu formula, kantor menyediakan ruang pompa ASI, sharing milis tentang persiapan ASI eksklusif  untuk ibu bekerja sangat banyak. Alhamdulillah anak saya yang ketiga bisa ASI sampai 2 tahun, berbeda dengan dua kakaknya yang hanya kenal ASI sampai 3-4 bulan saja, di masa “kegelapan” 10-11 tahun yang lalu.

Sejalan dengan program ASI Eksklusif, maka sekarang semakin digalakkan rawat gabung (rooming in). Yaitu bayi dirawat dalam kamar yang sama dengan ibu, untuk memastikan ibu dapat memberikan ASI sesering yang bayi butuhkan. Tidak perlu menunggu bayi menangis terlalu lama, yang malah akan menyulitkan bayi yang masih belajar menyusui. Keterikatan ibu dan bayi pun lebih cepat terjalin, karena interaksi yang lebih intensif.

Sebenarnya, dari dulu pun sudah ada mekanisme rawat gabung, tetapi sepertinya belum terlalu digalakkan. Terbukti 3 anak saya tidak ada yang rawat gabung. Apa saya yang kurang aktif meminta ya?

Jika dibandingkan dengan rawat terpisah, maka ada konsekuensi dari rawat gabung. Yaitu, ibu harus menangani sendiri seluruh kebutuhan bayinya, tidak hanya ASI. Ibu harus mengganti popok ketika bayi BAK dan BAB,  bahkan harus memandikan bayi. Ada beberapa RS yang tetap membolehkan suster membantu mengganti popok dan memandikan bayi, tetapi ada yang “full lepas tangan” :-)

Untuk yang full lepas tangan, mungkin akan memberatkan untuk ibu yang baru melahirkan ya? Apa lagi masih kesakitan dan lelah seusai melahirkan dan banyak tamu yang datang menjenguk.

Saya agak “tegang” juga menghadapi kelahiran anak saya nanti. Apakah saya akan rawat gabung? Atau tidak? Kalau ya, bisakah saya? Apa lagi usia sudah senja *halah :-) Mungkin saya ajak babysitter untuk ikut menginap di RS ya? *dasar ibu pemalas :-)

Kita tunggu saja 4-5 bulan ke depan yaa :-)

Ada yang punya pengalaman rawat gabung? Boleh dooong di-share.. 

Sharing pengalaman yang bagus-bagus supaya ibu-ibu termotivasi :-) Atau yang jelek juga ngga apa-apa, supaya  para ibu siap dengan berbagai kondisinya.. :-)

Tuesday, August 14, 2012

Hamil di Usia 40 Tahun, Alhamdulillah


Dari beberapa artikel medis, kehamilan di usia 40 tahun, tepatnya di atas 35 tahun, termasuk kehamilan beresiko. Antara lain berkaitan dengan tekanan darah tinggi, kadar gula darah ibu, dan obesitas. Bagi janin pun terdapat resiko yang lebih tinggi untuk cacat bawaan dan down syndrome.

Itu dari sisi resiko, dan memang artinya ibu yang hamil di usia 40 tahun harus lebih memperhatikan kehamilannya.

Saya coba tanya mommies di milis AFB tercinta, apakah ada yang punya pengalaman hamil di usia 40 tahun, ternyata ada beberapa, dan hasilnya baik-baik saja. Malah ada yang masih setir  mobil sampai usia kehamilan 8 bulan, dan tidak merasa kalau sedang hamil di usia 40 :-)

Ibu Martha Tilaar hamil kesemua anaknya (empat anak) di usia 40-an. Aktris Gong Li lahir saat ibunya berusia 40 thn. Beberapa kerabat dan member milis AFB sendiri juga hamil dan melahirkan di usia 40 dengan aman dan selamat. 

Malah ada yang bilang, hamil di usia 40-an menghasilkan bibit unggul, karena si ibu sudah sangat mature secara psikis, sehingga lebih tenang dan sabar menghadapi si kecil nanti.. Hehehe, semoga.. semoga..

Intinya, jangan terlalu khawatir, tetap berpikir positif. Resiko perlu dipahami, tetapi jangan sampai terlalu terpengaruh secara psikis, karena akan berpengaruh juga ke kondisi psikis bayi dalam kandungan. Kalau ada masalah, jangan terpaku, segera alihkan, dan kembali tersenyum :-)

Pasrah dan yakin dengan ketentuan Allah, bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Perbanyak dzikir, doa, shalawat, dan membaca Al Qur’an,  di sepanjang waktu yang bisa dilakukan. Bersyukur bahwa Allah masih memberikan amanah untuk kita.

Jika dibandingkan dengan kehamilan di usia yang lebih muda, apa lagi di usia sebelum 30-an, tentu akan terasa berbeda, tentu lebih berat. Tetapi, yang penting tetap tenang, menikmati, dan enjoy :-) Perlu lebih banyak istirahat, jangan terlalu “pecicilan”. Namun sebaiknya tetap aktif, jangan hanya diam di rumah tanpa kegiatan.

Untuk konsultasi dokter, disarankan untuk ke DSOG Fetomaternal, yaitu ahli USG, agar perkembangan janin dalam kandungan dapat terpantau secara intensif. Kalau bisa dicari DSOG yang suportif dan menenangkan, agar ibu hamil merasa tenang setelah konsul. 

Beberapa tetap menjalani prosedur pemeriksaan seperti ibu hamil pada umumnya. Beberapa menjalani tes khusus di usia 11 minggu (USG dan phit) atau 12-14 minggu untuk mengecek kemungkinan down syndrome.
Untuk ASI pun, sebagian besar sukses ASI Eksklusif sampai 2 tahun bahkan lebih. Prinsipnya masih sama dengan ibu menyusui mana pun, tetap berpikir positif. 

Jaga asupan nutrisi bayi, makan makanan yang sehat dan bergizi, dan hindari stress.

Selamat menikmati kehamilan di usia 40 :-)

Terima kasih buat Mom Ari, Mom Mei, Mom Inzi, Mom Venny, Mom Lia, Mom Milfa, dan Mom Debby atas sharing-nya yaa.. :-)