Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

Friday, August 15, 2014

Mempersiapkan Anak Menghadapi Akil Balig

Kajian Jum’at disampaikah oleh Ustadzah Fitri dari Sanggar Senyum yang juga seorang Kepala Sekolah SDIT.

Ustadzah Fitri sering menemui kasus bahwa anak remaja tidak siap untuk menjadi akil balig. Misalnya, belum memahami apa dan bagaimana itu haid, bagaimana membersihkan pembalut, takut dan malu diejek teman dan dimarahi orang tua ketika sudah akil balig.

Untuk itu ada beberapa hal yang perlu dilakukan orang tua untuk mempersiapkan anak menghadapi akil balig :

1. Jaga komunikasi intensif

Komunikasi intensif harus dimulai sejak dini, dan semakin intensif ketika anak berusia 9 tahun. Lakukan komunikasi tentang hal apa saja, siapkan waktu khusus untuk masing-masing anak, agar dialog dapat berlangsung dengan lebih terbuka.

Dengan demikian akan terbangun trust, bahwa ayah dan ibu adalah orang yang tepat, yang akan menjadi sahabat jika ada masalah, yang dapat menjadi teman komunikasi yang “asik” menurut anak.

Jangan menunggu masalah baru memulai komunikasi, karena akan tertanam image bagi anak, bahwa ketika orang tua berkomunikasi artinya ada masalah, artinya akan dimarahi, diomeli, dan diberi nasihat.

Buat suasana yang menyenangkan untuk anak, agar anak merasa senang dan rileks, tidak ada rasa khawatir “mau diapain nih aku”.

2. Ketika ada masalah, sampaikan bahwa kita sebagai orang tua mereka adalah sahabat yang baik.

Sampaikan, bahwa referensi kita dapat menjadi referensi untuk anak. Sejak usia 9 tahun sudah bisa dimulai dialog tentang akil balig. Tanyakan apa yang sudah mereka ketahui tentang akil balig, jelaskan dan jawab pertanyaan yang diajukan anak. Jika ada pertanyaan yang belum bisa terjawab, mintalah waktu dan carilah informasi, kemudian berikan jawabannya.

Sampaikan bahwa orang tua perlu mengetahui masa penting anak, dan akil balig adalah salah satu masa penting anak. Minta anak untuk bertanya dan menyampaikan tentang akil balig pertama kali kepada orang tua, bukan kepada teman.

3. Ubah cara pandang

Sering kali kita membuat pernyataan kepada anak kita yang berusia 9-11 tahun “Nak, kok begitu sih, kamu kan sudah besar”. Padahal mereka bagaimana pun masih anak-anak, dan masih memerlukan referensi dari kita.

Dan justru semakin besar anak kita, maka sebenarnya mereka memerlukan perhatian yang lebih besar.

Wednesday, November 7, 2012

Siap Rawat Gabung (Rooming In)?



Saat ini saya sedang hamil sekitar 20 minggu. Kehamilan sebelumnya sudah cukup lama, 4-11 tahun yang lalu, sehingga banyak “trend” yang sudah berubah, yang Alhamdulillah ke arah yang baik.

4 tahun lalu sudah mulai trend IMD dan ASI Eksklusif. Dokter mendukung IMD, suster tidak menawarkan susu formula, kantor menyediakan ruang pompa ASI, sharing milis tentang persiapan ASI eksklusif  untuk ibu bekerja sangat banyak. Alhamdulillah anak saya yang ketiga bisa ASI sampai 2 tahun, berbeda dengan dua kakaknya yang hanya kenal ASI sampai 3-4 bulan saja, di masa “kegelapan” 10-11 tahun yang lalu.

Sejalan dengan program ASI Eksklusif, maka sekarang semakin digalakkan rawat gabung (rooming in). Yaitu bayi dirawat dalam kamar yang sama dengan ibu, untuk memastikan ibu dapat memberikan ASI sesering yang bayi butuhkan. Tidak perlu menunggu bayi menangis terlalu lama, yang malah akan menyulitkan bayi yang masih belajar menyusui. Keterikatan ibu dan bayi pun lebih cepat terjalin, karena interaksi yang lebih intensif.

Sebenarnya, dari dulu pun sudah ada mekanisme rawat gabung, tetapi sepertinya belum terlalu digalakkan. Terbukti 3 anak saya tidak ada yang rawat gabung. Apa saya yang kurang aktif meminta ya?

Jika dibandingkan dengan rawat terpisah, maka ada konsekuensi dari rawat gabung. Yaitu, ibu harus menangani sendiri seluruh kebutuhan bayinya, tidak hanya ASI. Ibu harus mengganti popok ketika bayi BAK dan BAB,  bahkan harus memandikan bayi. Ada beberapa RS yang tetap membolehkan suster membantu mengganti popok dan memandikan bayi, tetapi ada yang “full lepas tangan” :-)

Untuk yang full lepas tangan, mungkin akan memberatkan untuk ibu yang baru melahirkan ya? Apa lagi masih kesakitan dan lelah seusai melahirkan dan banyak tamu yang datang menjenguk.

Saya agak “tegang” juga menghadapi kelahiran anak saya nanti. Apakah saya akan rawat gabung? Atau tidak? Kalau ya, bisakah saya? Apa lagi usia sudah senja *halah :-) Mungkin saya ajak babysitter untuk ikut menginap di RS ya? *dasar ibu pemalas :-)

Kita tunggu saja 4-5 bulan ke depan yaa :-)

Ada yang punya pengalaman rawat gabung? Boleh dooong di-share.. 

Sharing pengalaman yang bagus-bagus supaya ibu-ibu termotivasi :-) Atau yang jelek juga ngga apa-apa, supaya  para ibu siap dengan berbagai kondisinya.. :-)

Wednesday, September 26, 2012

Smoking, One Cigarette Won’t Kill. Yes, But..



I’m not a smoker, but I have experience of living with them. They are my father and my husband, and lots of relatives and friends. 

And I also have been an observer, seeing them trying to stop smoking. And it is really not an easy task. It’s hard, not just because it is a matter of habit or mental need. But smoking has physical effect, which makes stopping smoking a multi-factor effort.

But, it is possible. And you have to do it all at once. Stop at all. Gradually decreasing number of cigarette per day won’t do.

After you succeed to stop smoking, the battle hasn’t stop there. The tempting to start smoking again will be haunting you, over and over. And for this you need a rock-hard strong will to really not begin smoking again.

There are many things which bring back “beautiful memories” of smoking. Your smoking friends, your “smoking schedule” after meal, on break times, on the warm sunny day, on the chilly night, on a difficult works from the office, and so on and so on.

And sometimes you will say, I’ll smoke just this one cigarette. It’s just for old time sake. One cigarette won’t kill. Yes, it is probably true. But, and it’s a big but, a really, really big but here. But, that one cigarette will lead to other one, and other one, and other one. And before you realize it, you will be a smoker again.

So, the key is, never start smoking again. Not a single cigarette. Not even a single sip. Stop it. Just stop.

Find new friend, find new habit for your spare times, set in your mind how dangerous smoking is for you. Try everything to avoid start smoking. Your life is just too precious.

Thursday, September 6, 2012

Tidak Berlebihan dalam Ibadah



Kajian Dzuhur kali ini disampaikan oleh Ustadz Muhsinin Fauzi tentang Al iqtishadu fith tho'ah, atau tidak berlebihan dalam ibadah, bersumber dari Riyadush Shalihin dari Imam Nawawi.

Rujukan dari hal ini adalah dari SuratThaha yang berarti “Tidaklah Al Qur'an diturunkan untuk menyusahkan”. Al Qur’an diturunkan untuk membahagiakan baik di dunia maupun di akhirat.

Rujukan kedua adalah dari Surat Al Baqarah ayat 185 : “Allah menghendaki terhadap kalian kemudahan”. Ayat ini berkaitan dengan puasa, khususnya bagi musafir, yang dibolehkan untuk tidak berpuasa.

Dalam hadits dari Aisyah diriwayatkan bahwa Rasulullah masuk ke rumah Aisyah (rumah Aisyah adalah yang sekarang menjadi kuburan Rasulullah, Rasulullah meninggal di rumah Aisyah dan Rasulullah dimakamkan di mana beliau meninggal). Pada waktu itu di rumah Aisyah ada seorang wanita. Rasulullah pun bertanya, siapa dia. Aisyah menjawab, dia fulanah, dan dia banyak shalatnya. Rasulullah lalu berkata, mah, jangan begitu (karena Rasulullah merasa bahwa yang dilakukan wanita tersebut melebihi yang seharusnya), lakukanlah sesuai kemampuan. Demi Allah, Allah tidak akan bosan sampai kalian bosan. Dan dalam perkara agama, yang Allah sukai adalah yang dilakukan secara kontinu (HR Bukhari Muslim).

Dari hadits tersebut, dapat dipelajari bahwa jika suami melihat ada tamu sedang berbicara dengan istrinya, walaupun tamu itu sama-sama perempuan, ia boleh bertanya siapa tamu tersebut. Selanjutnya, bahwa makruh berlebihan dalam ibadah, karena khawatir menyebabkan kejenuhan dan  futhur (malas setelah sebelumnya semangat). Dijelaskan juga bahwa Allah tidak bosan, dalam arti bahwa sepanjang orang melakukan ibadah, Allah tidak akan bosan memberikan nilai bagi orang tersebut. Dan ketika orang itu berhenti beribadah (orang tersebut yang bosan), maka Allah akan berhenti memberikan nilai. Maka yang harus dijaga adalah keberlanjutan.

Selanjutnya hadits dari Anas, bahwa ada 3 orang yang datang ke rumah istri Rasulullah, karena ingin mengetahui ibadah Rasulullah di rumah. Mereka melihat bahwa Rasulullah shalat tetapi juga tidur, puasa tetapi juga berbuka, beribadah tetapi juga menikah. Lalu mereka berkata, mengapa hanya sedemikian ibadah seorang Nabi? Maka Rasulullah datang dan berkata, apakah kalian yang mengatakan begini dan begitu? Ketahuilah bahwa yang paling bertakwa adalah aku, dan mereka yang membenci sunnahku, adalah bukan golonganku (HR Bukhari).

Islam menyarankan umatnya untuk menikah, tidak menyarankan hidup menyendiri. Dan makruh untuk qiyamul lail sepanjang malam, makruh untuk puasa terus menerus.

Para sahabat pernah membuat tali untuk berpegangan ketika mengantuk dalam shalat malam. Rasulullah pun memerintahkan untuk membuka tali tersebut, agar sahabat tidak memaksakan diri, dan memberikan hak untuk badannya.

Dalam satu riwayat dikisahkan tentang Salman dan Abu Darda yang telah dipersaudarakan oleh Rasulullah. Suatu hari Salman berkunjung ke rumah Abu Darda. Ketika berjumpa dengan Ummu Darda, dilihatnya Ummu Darda mengenakan pakaian yang lusuh. Salman pun bertanya, mengapa bajunya lusuh. Ummu Darda menjelaskan bahwa Abu Darda adalah orang yang tidak membutuhkan dunia. Ketika Abu Darda datang, ia pun membuatkan makanan untuk Salman, dan memintanya untuk makan, sambil menyampaikan bahwa ia tidak ikut makan karena sedang berpuasa. Salman pun berkata bahwa ia tidak akan makan sampai Abu Darda makan. Maka Abu Darda pun berbuka puasa dan makan bersama Salman. Ketika malam tiba, Abu Darda akan melakukan qiyamul lail, dan ia meminta Salman untuk tidur. Salman meminta Abu Darda untuk tidur. Ketika sebentar kemudian Abu Darda terbangun dan akan melakukan qiyamul lail, Salman kembali memintanya untuk tidur. Sampai tiba akhir malam, Salman membangunkan Abu Darda dan mereka shalat qiyamul lail secara berjamaah. Salman pun berkata bahwa Rabb mu punya hak, dirimu punya hak, keluargamu punya hak. Tunaikan bagi masing-masing hak masing-masing.

Dari riwayat ini kita bisa memahami bahwa orang yang sedang berpuasa sunnah boleh membatalkan puasanya walaupun bukan karena terpaksa, berbeda dengan puasa wajib. Kemudian, waktu utama utama untuk qiyamul lail adalah pada akhir malam. Dan bahwa ada hak istri atas suaminya. Serta bahwa seseorang boleh dilarang untuk melakukan hal yang sunnah, jika sampai mengabaikan hak.

Puasa 3 hari tengah bulan sama nilainya seperti puasa setahun penuh. Puasa semaksimal mungkin adalah puasa Daud.

Pernah ada seorang menghadap ke Rasulullah dan mengatakan bahwa ia mengkhatamkan Al Qur'an setiap malam. Rasulullah berkata, khatamkanlah dalam sebulan. Tapi ia bisa lebih cepat dari itu, Rasulullah katakan khatamkan dalam 20 hari. Tapi ia bisa lebih cepat dari itu, Rasulullah katakan khatamkan dalam 10 hari. Tapi ia bisa lebih cepat dari itu, Rasulullah katakan khatamkan dalam 7 hari. Tapi ia bisa lebih cepat dari itu, Rasulullah katakan tidak akan paham seseorang kecuali mengkhatamkan paling cepat dalam 3 hari.

Pernah ada seseorang yang berdiri di tengah panas, karena ia telah bernadzar untuk  berdiri, tidak akan duduk, tidak akan berbicara, tidak akan berteduh, dan akan berpuasa. Maka Rasulullah pun memerintahkan ia untuk bicara, berteduh, duduk dan melanjutkan puasanya.

Dari riwayat tersebut dapat dipelajari bahwa suatu nadzar dapat dihentikan jika bukan merupakan nadzar yang benar (berdiri di tengah panas, tidak bicara, tidak berteduh). Nadzar harus dilanjutkan jika berupa nadzar yang benar (berpuasa, I’tikaf).

Tuesday, August 14, 2012

Hamil di Usia 40 Tahun, Alhamdulillah


Dari beberapa artikel medis, kehamilan di usia 40 tahun, tepatnya di atas 35 tahun, termasuk kehamilan beresiko. Antara lain berkaitan dengan tekanan darah tinggi, kadar gula darah ibu, dan obesitas. Bagi janin pun terdapat resiko yang lebih tinggi untuk cacat bawaan dan down syndrome.

Itu dari sisi resiko, dan memang artinya ibu yang hamil di usia 40 tahun harus lebih memperhatikan kehamilannya.

Saya coba tanya mommies di milis AFB tercinta, apakah ada yang punya pengalaman hamil di usia 40 tahun, ternyata ada beberapa, dan hasilnya baik-baik saja. Malah ada yang masih setir  mobil sampai usia kehamilan 8 bulan, dan tidak merasa kalau sedang hamil di usia 40 :-)

Ibu Martha Tilaar hamil kesemua anaknya (empat anak) di usia 40-an. Aktris Gong Li lahir saat ibunya berusia 40 thn. Beberapa kerabat dan member milis AFB sendiri juga hamil dan melahirkan di usia 40 dengan aman dan selamat. 

Malah ada yang bilang, hamil di usia 40-an menghasilkan bibit unggul, karena si ibu sudah sangat mature secara psikis, sehingga lebih tenang dan sabar menghadapi si kecil nanti.. Hehehe, semoga.. semoga..

Intinya, jangan terlalu khawatir, tetap berpikir positif. Resiko perlu dipahami, tetapi jangan sampai terlalu terpengaruh secara psikis, karena akan berpengaruh juga ke kondisi psikis bayi dalam kandungan. Kalau ada masalah, jangan terpaku, segera alihkan, dan kembali tersenyum :-)

Pasrah dan yakin dengan ketentuan Allah, bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Perbanyak dzikir, doa, shalawat, dan membaca Al Qur’an,  di sepanjang waktu yang bisa dilakukan. Bersyukur bahwa Allah masih memberikan amanah untuk kita.

Jika dibandingkan dengan kehamilan di usia yang lebih muda, apa lagi di usia sebelum 30-an, tentu akan terasa berbeda, tentu lebih berat. Tetapi, yang penting tetap tenang, menikmati, dan enjoy :-) Perlu lebih banyak istirahat, jangan terlalu “pecicilan”. Namun sebaiknya tetap aktif, jangan hanya diam di rumah tanpa kegiatan.

Untuk konsultasi dokter, disarankan untuk ke DSOG Fetomaternal, yaitu ahli USG, agar perkembangan janin dalam kandungan dapat terpantau secara intensif. Kalau bisa dicari DSOG yang suportif dan menenangkan, agar ibu hamil merasa tenang setelah konsul. 

Beberapa tetap menjalani prosedur pemeriksaan seperti ibu hamil pada umumnya. Beberapa menjalani tes khusus di usia 11 minggu (USG dan phit) atau 12-14 minggu untuk mengecek kemungkinan down syndrome.
Untuk ASI pun, sebagian besar sukses ASI Eksklusif sampai 2 tahun bahkan lebih. Prinsipnya masih sama dengan ibu menyusui mana pun, tetap berpikir positif. 

Jaga asupan nutrisi bayi, makan makanan yang sehat dan bergizi, dan hindari stress.

Selamat menikmati kehamilan di usia 40 :-)

Terima kasih buat Mom Ari, Mom Mei, Mom Inzi, Mom Venny, Mom Lia, Mom Milfa, dan Mom Debby atas sharing-nya yaa.. :-)

Friday, August 10, 2012

21 Ramadhan : Ramadhan dari Tinjauan Bioenergi


Kajian muslimah kali ini disampaikan oleh dr. Aisyah Dahlan, Koordinator Anti Narkoba di RS Polri (mudah-mudahan ngga salah :-) ).

Mendidik anak di masa sekarang, tidak sama dengan dulu. Sekarang lebih efektif jika orang tua penuh senyum kepada anak. Mata melotot harus dikurangi.

Anak yang terjerumus kepada narkoba sering melihat orang tuanya melotot, ketika memerintahkan untuk shalat, mengajak untuk sahur. Maka mereka menjadi paranoid dengan ibadah, karena terbayang situasi tersebut.

Perbanyak senyum untuk anak, perbanyak pelukan dan belaian. Ketika kita tersenyum, akan menghasilkan narkotika alami. Ketika kita tersenyum kepada anak, anak akan ikut tersenyum. Ketika anak tersenyum, akan dihasilkan narkotika alami. Narkotika alami tidak akan cocok dengan narkotika dari luar.

Shiyam menahan diri makan, minum, dan berhubungan suami istri.
Shaum ditambah dengan menahan diri dari bicara, melihat, pikiran yang merusak nilai puasa.

Dalam hadits dikatakan bahwa barangsiapa yang berpuasa 1 hari di jalan Allah, Allah menjauhkan jahannam dari dirinya sejauh perjalanan 1 tahun.

Ketika kita meniatkan sesuatu, pesan akan berjalan di dalam tubuh. Ketika kita kesal atau sedih, pesan akan berjalan dalam tubuh, dan badan kita menjadi lunglai. Ketika kita berada dalam kondisi hampir sakit, lalu kita berprasangka akan sakit, maka kita akan benar-benar sakit. Namun jika dalam kondisi sudah sakit, kita tetap bersemangat akan sehat, bersemangat, kita akan merasa sehat.

Itulah kekuatan niat, akan bekerja dalam tubuh.

Ditambah dengan visualisasi, yaitu kita membayangkan sudah melakukan dan sudah berhasil.

Ketika kita mengucapkan apa yang kita niatkan, itu adalah aktivitas otak kiri, yang akan menggerakan tubuh sebelah kanan.
Ketika kita visualisasikan apa yang kita niatkan, itu adalah aktivitas otak kanan, yang akan menggerakkan tubuh sebelah kiri.
Maka semua anggota tubuh akan bergerak.

Kemudian pesan akan melewati jantung, ada pacemaker yang mengulang pesan tersebut sampai 5000 kali. Kalau kita tidak bisa membayangkan, lihat fotonya. Tidak perlu memikirkan bagaimana cara bisa mewujudkannya. Katakan, “Bismillahirrahmanirrahim, dengan izinmu, aku ingin (sebutkan keinginan kita, dan bayangkan).”

Pada tubuh manusia, ada badan seluler (yang terdiri atas banyak sel) yang bersifat kasar serta bioplasmik, yaitu cahaya. Setiap detik panjang cahaya yang terpancar berubah-ubah. Ada yang bisa melihat cahaya tersebut, ada yang bisa melihatnya dengan alat. Ada cahaya yang terpanjang, yaitu gelombang spiritual.

Gelombang spiritual akan terpancar ketika kita berdoa, berniat, berprasangka, dan bershalawat.

Ketika kita bershalawat, cahaya kita berjumpa dengan nur Rasulullah. Jika kita bershalawat subuh dan sore hari, akan dikenal oleh Rasulullah dan mendapatkan syafaat. Didoakan oleh Rasulullah agar selamat di shirath.

Cahaya terpanjang adalah doa, kemudian niat, kemudian prasangka. Shalawat sama panjang dengan doa.

Dalam sehari, seseorang biasanya 60 ribu kali berprasangka. Berapa kali berdoa? Dan 70% prasangka adalah prasangka buruk. Misalnya ketika tiba jam makan siang, kita berprasangka bahwa anak akan sulit makan. Ketika hari mendung kita berprasangka bahwa akan terjadi hujan. Padahal semua itu belum terjadi, tetapi akhirnya menjadi terjadi.

Dalam bulan Ramadhan, cahaya semakin panjang dan cepat. Bahan bakarnya adalah karbohidrat pada mitokondria dan air sebagai pembangkit listrik. Untuk mencukupi kebutuhan air, hitung dari berat badan dibagi 30, itu adalah jumlah liter air yang dibutuhkan dalam sehari.

Bahan-bahan makanan akan diubah menjadi energi gerak, cahaya, dan energi yang disimpan (untuk digunakan di saat genting, misalnya lari kencang di luar kebiasaan ketika menghindar dari kejaran anjing).

Cahaya keluar dari pori energi yang berada di bawah kulit atau cakra.

Puasa diawali dengan sahur untuk menyiapkan bahan bakar. Kemudian makanan diproses, dan cahaya terus dikeluarkan hingga menjelang maghrib, dengan kondisi terpanjang ketika menjelang buka puasa. Itulah sebabnya kita diperintahkan untuk berdoa menjelang berbuka puasa.

Ketika kita sedang tidak berpuasa. Kita sering makan, misalnya setiap 2 jam, dan ketika itu makanan diproses, cahaya akan terhenti.

Cahaya memiliki sifat magnet, yaitu akan menarik peristiwa, kejadian, dan orang yang sejenis dengan yang kita ucapkan dan rasakan.

Maka jika kita memiliki perasaan negatif, seperti marah atau sedih, segera hilangkan dengan menarik nafas dan beristighfar. Setting ulang perasaan kita. Istighfar akan menggugurkan pancaran cahaya ke bawah, ke tanah, sehingga cahaya tidak terpancar. Inilah yang sekarang sering disebut dengan law of attraction, yang merupakan sunatullah.

Di bulan Ramadhan, kita memperbanyak amal kebaikan, dengan memperbanyak sedekah. Ketika bersedekah cahaya akan memanjang, seperti sinyal yang terbuka untuk menerima pesan. Maka ketika itu kita bisa berdoa.

Berdoa sebaiknya mengangkat tangan, agar cahaya yang dipancarkan lebih panjang, karena keluar dari jari-jari.

Shalat juga memanjangkan cahaya. Shalat adalah cahaya. Karena itu setelah shalat, jangan menggerutu, jangan berkeluh kesah, menyesali diri, jangan membicarakan orang lain.

Di dalam bulan Ramadhan, kita memperbanyak shalat sunnah, ditambah juga dengan tarawih, dan dhuha, maka akan memperpanjang cahaya. Jika berjamaah, maka akan bertambah panjang lagi.
Orang haid tidak boleh shalat dan shaum karena akibat perubahan hormon ketika haid, perempuan tidak stabil emosi dan perasaannya. Perasaan tersebut dapat menjadi semakin intensif jika melakukan shalat dan shaum. Sedekah dibolehkan, karena ketika bersedekah, orang sempat untuk melakukan setting perasaan agar positif.

Doa adalah senjata bagi mu'min. Semua sarana ibadah yang Allah tetapkan akan memperkuat dan memperpanjang cahaya. Yang harus diingat dalam doa adalah dapat dikabulkan segera, ditunda, diganti, bahkan diberikan di akhirat.

Tidak ada kebetulan. Yang ada adalah “betul”. Kalau kita meyakini kebetulan, kita jadi tidak percaya dengan ketetapan Allah, doa adalah memohon kepada Allah dan sesuai dengan hukum Allah, akan dapat terwujud.

Cahaya dapat diarahkan untuk apa, dan untuk siapa. Al Fatihah adalah pembuka lapisan bio energi dari orang yang kita doakan.

Semua benda memiliki cahaya, sehingga benda pun bisa kita tarik.

Adz Dzariyat 23 : Maka demi Tuhan langit dan bumi, sungguh apa yang dijanjikan itu pasti terjadi seperti apa yang kamu ucapkan.

Disebutkan “Tuhan langit dan bumi”, maka hukum ini berlaku untuk semua makhluk, termasuk muslim maupun non muslim. Hanya bedanya kita punya tools yang tidak dimiliki non muslim. Non muslim bisa puasa, bisa sedekah, tetapi satu yang mereka tidak miliki yaitu shalat, yang hanya dimiliki oleh muslim.

Perempuan yang sedang hamil cahayanya menjadi lebih panjang karena bersama dengan cahaya dari janin. Manusia mulai bercahaya sejak dalam kondisi sebagai sel telur dan zigot. Karena itu ibu hamil disarankan untuk tidak bicara buruk.

Ibu dan anak gelombangnya mirip. Karena itu jika saling mendoakan, maka sangat efektif. Dengan ayah, ada sedikit perbedaan, sehingga ada “kresek-kresek” (kalau dianalogikan dengan radio). Maka ibu harus hati-hati jika marah.

Ketika kita meminta doa ibu, lalu ibu mendoakan, maka cahaya dari ibu akan mendorong cahaya kita, dan memudahkan tersampaikannya doa kita. Belajar dari orang Cina, mereka sangat menghormati ibu, yang selalu dibawa ke mana pun pergi.

Walaupun kita tidak melihat anak kita, doakan. Juga suami kita.

Al Qur'an akan mengisi pesan yang kita bacakan. Al Qur’an setiap hurufnya dijaga oleh malaikat, dan malaikan adalah cahaya. Al Qur’an menjadi afirmasi.

Di alam barzakh kita akan didudukkan. Amal akan mengelilingi kita. Shalat di kaki kita, shaum di kepala kita, infaq di samping (lupa kiri atau kanan :-) ). Al Qur’an berada di antara mayit dan malaikat dan mengatakan bahwa mayit ini sahabat dan teman dekatku dan aku tak berpisah dengannya. Maka sesudah pertanyaan dari malaikat tidak akan ada kesusahan dan kesedihan.

Monday, July 11, 2011

Persiapan Ramadhan

Setiap kali Ramadhan akan tiba, Rasulullah memanggil para Sahabat dan mengingatkan akan datang tamu agung, yaitu bulan Ramadhan. Maka, walaupun mungkin sudah beberapa kali dilakukan, tetap perlu dilakukan penyambutan Ramadhan, atau Tarhib Ramadhan, sebagaimana yang senantiasa Rasulullah lakukan.

Ayat tentang puasa di bulan Ramadhan terdapat pada Al Baqarah 183, yang dikhususkan bagi orang beriman. Maka, mereka yang berpuasa pasti adalah beriman. Yang tidak berpuasa, walaupun tetap saudara kita, adalah orang yang belum beriman. Dalam ayat tersebut, ada makna bahwa Allah ingin agar orang beriman naik kelas. Baik dalam cintanya kepada Allah, juga perbaikan dalam segala urusan.

Persiapan Ramadhan dapat dibagi menjadi 3 hal utama.

Pertama, adalah persiapan ruhiyah, jiwa, hati, untuk menyambut kedatangan tamu luar biasa,
Kondisikan hati agar kita senang menyambut. Jika kita senang, akan dijauhkan dari neraka. Untuk perwujudannya, buat penyambutan di rumah, di lingkungan sekitar, agar semua orang mulai juga bersiap-siap akan kedatangan Ramadhan. Misalnya dibuat spanduk bertuliskan “Ramadhan akan datang. Mari dekatkan diri dengan Al Qur’an”. Kita pun sebaiknya berpikir positif bahwa Ramadhan kali ini akan sukses, serta optimis bisa mencapai target yang kita rencanakan.

Kedua, adalah persiapan harta.
Dengan adanya persiapan harta, kita akan lebih tenang menjalani Ramadhan, termasuk di dalamnya zakat fitrah. Sebaiknya segala urusan telah diselesaikan sebelum Ramadhan, agar di bulan Ramadhan kita dapat berfokus pada ibadah. Baju lebaran, kue lebaran sebaiknya sudah dibereskan, baik untuk anak yatim, tetangga, dan juga keluarga.

Ketiga, persiapan sosial.
Ajak khalayak sebanyak mungkin, sampaikan pengumuman. Ajak teman-teman untuk membuat jadwal persiapan ifthar. Ajak agar teman-teman mengisi waktu Ramadhannya dengan baik, dan tidak menghabiskan waktu dengan hal-hal yang kurang bermanfaat, seperti menonton TV.

Amaliyah Ramadhan, terdiri atas 3 hal utama.

Pertama, adalah puasa.
Bagi muslimah, pastikan haid dan nifas selesai sesuai waktu. Tidak dipercepat ataupun diperlambat. Andaikata kita telah berpuasa seharian, dan 10 menit menjelang maghrib kita mendapat haid, tidak perlu kecewa, janganlah ragu, Allah pasti akan mencatat semua kebaikan yang telah kita lakukan.
Hindarkan diri dari menonton dan mendengar yang dilarang agama, yang dapat mengurangi nilai puasa kita.

Kedua, adalah tarawih.
Terdapat berbagai pendapat tentang jumlah rakaat tarawih, yaitu 11, 23, 33 yang dicontohkan oleh Rasulullah, Umar bin Khattab, dan Umar bin Abdul Aziz. Silakan memilih yang dirasa sesuai.
Ketika menghadapi berbagai kondisi ketika shalat tarawih, hendaknya senantiasa bersyukur.

Ketiga, adalah Al Qur'an.
Untuk tilawah, usahakan agar khatam lebih dari sekali. Jika kita kesulitan untuk bisa mengkhatamkan sendiri, ajak teman-teman.
Dan tetap ingat, agar membatasi penampilan, jangan menggunakan dandanan (tabarruj), haram menggunakan wangi-wangian ke luar rumah.
Usahakan agar tahfizh (hafalan Al Qur’an bertambah), misalnya dengan membuat kelompok hafalan Al Qur’an. Terdapat beberapa hikmah dari menghafal Al Qur’an. Misalnya Rasulullah jika akan mengirim utusan, akan mencari Ahlul Baqarah. Al Waqi’ah, dijauhkan dari kemiskinan.

Beberapa topik kesehatan berkaitan dengan Ramadhan.

Dalam puasa, yang penting adalah kita berpikir sehat. Hal ini disebabkan oleh dua hal.
Yaitu pertama, bahwa sejarah puasa adalah sejarah sehat. Di zaman Rasulullah pernah datang seorang dokter dari Qibti (Mesir) yang menganggur karena Rasulullah dan para sahabat sehat karena sering puasa. Selain itu. Berbagai kemenangan muslimin pada perang, terjadi di bulan Ramadhan. Yang kedua, mereka yang ingin sehat, biasanya disarankan untuk berpuasa.

Dalam ibadah puasa sendiri, ada beberapa aspek kesehatan yang perlu diperhatikan.

Kesehatan gigi dan mulut agar sahur dan buka dapat dilakukan dengan baik. Rasulullah menyikat gigi dengan siwak. Kita dapat juga mengikuti Rasulullah, atau bisa digantikan dengan pasta gigi. Menyikat gigi boleh dilakukan, yang penting rasa segar yang ada di mulut sudah dihilangkan misalnya dengan meludah sekitar 3 kali setelah menyikat gigi. Rasa segar setelahnya adalah hal yang wajar yang tidak membatalkan puasa.

Boleh berobat dengan bekam, hindari obat tetes mata karena ada sebagian yang bisa masuk ke tenggorokan. Infus tidak boleh.

Jika puasa, tampilkan kesehatan, agar image tentang orang puasa adalah baik, bersemangat, tidak lemas dan loyo.

Dalam perjalanan, ada dua pendapat tentang puasa.
Yaitu yang tetap puasa. Jika kondisi ruhiyah baik, sudah biasa bepergian jauh, dan tidak ada perasaan berat.
Ada juga yang mengambil rukhshah (kemudahan), dengan tidak berpuasa. Jika khawatir terganggu ujub (rasa sombong jika berpuasa). Belum pernah mengambil rukhshah. Serta perjalanan yang dilakukan relatif jauh menurut ukuran zaman.

Perhatikan kesehatan keuangan, dengan tidak berlebihan ketika berbuka.
Di bulan Ramadhan, ZIS akan Allah ganti sampai 700 kali, atau bahkan tanpa hisab, maka berikanlah sedekah sebanyak-banyaknya, termasuk untuk untuk ifthar dan juga untuk saudara kita di Palestina.

Wednesday, June 8, 2011

Hukum Memakai Parfum Wewangian bagi Muslimah?

Copy paste dari www.alhikmahonline.com, semoga bermanfaat.

Sunday, 01 March 2009

Assalamu'alaikum wr.wb.,
Teh Sasa,
Pada suatu hari seorang ikhwan memberitahu bahwa saya wangi sekali, padahal saya tidak memakai parfum, tetapi itu wangi dari deterjen/pelembut pakaian yang saya gunakan. Saya sendiri tidak menyadari bisa tercium, karena saya sendiri tidak merasakan wanginya. Saya pernah dengar kalau muslimah itu tidak boleh memakai wewangian karena jika tercium oleh lawan jenis pada saat kita melewatinya sama saja seperti berzina. Pertanyaan saya, bagaimana dengan wangi deterjen/pelembut pakaian, apa berarti masuk dalam kategori wewangian yang dimaksud? Untuk penggunaan parfum sendiri di badan, bagaimana jika tujuannnya adalah untuk menyamarkan/menghilangkan bau badan? Atas jawaban Teteh saya ucapkan terimakasih, semoga Teteh selalu dirahmati Allah SWT. Amin. (Diana 21 tahun, Bandung)

Wa'alaikumsalam wr. wb. teh Diana yang dimuliakan Allah SWT, memang benar, ada panduan bagi kaum muslimah dalam memakai wewangian terutama dari jenis parfum, yaitu batasan aromanya tidak boleh menyengat dan tidak boleh menebarkan keharuman, sebatas fungsi menjaga kesegaran badan si pemakainya saja. Ada pula pengharum jenis lain yang lebih ringan aromanya, misalkan pengharum cucian, deodoran, atau body lotion, ini biasanya harumnya memang tidak menyengat.

Keterangan hadis yang dimaksud adalah, “Ketahuilah parfum pria adalah yang tercium dan tidak tampak warnanya. Sedangkan parfum wanita adalah yang tampak warnanya dan tidak tercium aromanya.” (H.R. Abu Daud dan Ahmad). “Setiap wanita mana saja yang mengenakan bau wangi, maka hendaklah dia tidak mengerjakan shalat Isya bersama kami.” (H.R. Muslim). Atau keterangan lainnya adalah, “Setiap wanita mana saja yang memakai wangi-wangian lalu dia berjalan melewati suatu kaum supaya mereka mencium bau wanginya itu, berarti dia telah berzina.” (H.R. Ahmad, An-Nasa'i, Abu Daud dan Tirmidzi)

Maka, kesimpulannya wanita tetap boleh memakai pewangi badan dan pakaian, asal aromanya tidak tercium menyebar dan menyengat, tidak berniat untuk menarik perhatian lawan jenis, tidak untuk mengarah pada ajakan berzina atau ria ingin dipuji orang lain (tidak tabaruj ala jahiliah). Namun, sebatas memakai pewangi agar dirinya menjadi segar dan bersih. Wallahu'alam bishawwab

Monday, May 16, 2011

6 Principles of Life

Pagi ini saya menerima email dari Ayah saya. Bagus sekali, saya share di sini ya.. Semoga menginspirasi :-)


6 PRINCIPLES OF LIFE

1. No point using limited life to chase unlimited money.

2. No point earning so much money you cannot live to spend it.

3. Money is not yours until you spend it.

4. When you are young, you use your health to chase your wealth; when you are old, you use your wealth to buy back your health. Difference is that, it is too late.

5. How happy a man is, is not how much he has but how little he needs.

6. No point working so hard to provide for the people you have no time to spend with.

Remember this -- We come to this world with nothing, we leave this world with nothing!

Tuesday, June 29, 2010

Perawatan Syaraf Gigi, Apa Tuh?

Pernah sakit gigi sampai tidak tertahankan? Rasanya di dunia ini tidak ada lagi yang bermakna kecuali sembuhnya gigi kita? Yang senut-senutnya luar biasa?

Kalau pernah, mungkin gigi berlubang sudah sangat dalam, sehingga sampai ke syaraf di dalam gigi. Untuk menanganinya, gigi Anda perlu dirawat syaraf atau disebut juga perawatan saluran akar.

Bagaimana tanda-tandanya?
Tanda-tanda gigi yang perlu dirawat syaraf adalah yang seperti gigi berlubang pada umumnya, yaitu terasa ngilu jika terkena panas atau dingin, terasa ngilu jika terkena tekanan, terasa berbau kurang sedap. Namun, dengan intensitas yang lebih tinggi. Dan bila kondisi kesehatan badan sedang menurun, biasanya sakit gigi pun kambuh.

Lalu bagaimana memastikannya?
Untuk memutuskan bahwa gigi perlu dirawat syaraf atau tidak, dokter akan melakukan rontgen pada gigi. Di klinik gigi yang cukup baik, biasanya rontgen dapat dilakukan langsung di kursi perawatan gigi. Untuk memperjelas analisis pada gigi tertentu, yang di-rontgen hanya satu dua gigi, bukan keseluruhan gigi (panoramic). Klinik modern biasanya menggunakan rontgen digital, yang hasilnya dapat dilihat di layar rontgen di ruangan itu juga. Sedikit ketidaknyamanan biasanya terjadi pada saat persiapan rontgen digital, karena disk dan alat penyangga yang dimasukkan ke mulut berukuran cukup besar.

Apa sebenarnya yang terjadi pada gigi tersebut?
Pada gigi yang perlu dirawat syaraf, biasanya terdapat lubang yang sangat dalam, sehingga sampai menyentuh syaraf di dalam gigi. Yang lebih rentan adalah lubang yang berawal dari sisi gigi, karena posisinya lebih dekat dengan syaraf gigi. Sedangkan untuk lubang dari arah atas gigi, biasanya relatif lebih jauh untuk mencapai syaraf gigi. Karena lubang gigi telah mencapai syaraf, maka biasanya sakit yang ditimbulkan sangat hebat.

Apa ada gigi yang memerlukan perawatan syaraf, tapi tidak terasa sakit?
Anehnya, ada. Pada mereka yang kurang sensitif, atau mengabaikan rasa sakit, ada kalanya gigi berlubang sampai ke akar, bahkan gigi sampai hampir separuh hilang, bahkan gigi tinggal akar, tidak terasa sakit yang mengganggu.

Apa dampaknya jika dibiarkan?
Karena lubang gigi sudah menyentuh syaraf, maka bakteri yang ada di lubang gigi beresiko untuk masuk ke syaraf dan pembuluh darah. Dari pembuluh darah, bakteri bisa menyebar ke organ-organ yang penting seperti otak dan jantung, yang dapat berakibat fatal.

Apa tujuan perawatan syaraf gigi?
Perawatan syaraf gigi bertujuan untuk mematikan syaraf-syaraf yang ada di dalam saluran akar gigi, dan membersihkan dan menutup saluran akar tersebut, agar tidak lagi terjadi kontak dengan lingkungan di luar gigi dan bakteri.

Bagaimana proses perawatannya?
Perawatan syaraf gigi biasanya memakan waktu sampai 5 kunjungan.
Proses pertama, adalah seperti proses pada gigi berlubang pada umumnya, yaitu membersihkan gigi dari bakteri serta lapisan-lapisan gigi yang sudah keropos atau lunak sampai ditemukan lapisan gigi yang masih sehat.
Pada kedatangan pertama, biasanya kondisi gigi sedang sakit, maka setelah dibersihkan dan diberi obat, akan diberikan tambalan sementara, dan pasien diminta untuk pulang dan kembali sekitar satu minggu kemudian.
Namun pada kondisi tertentu ketika rasa sakit sudah tidak mungkin dibiarkan, perawatan akan dilakukan dengan menggunakan suntikan bius lokal.
Pada kedatangan kedua, syaraf mulai dibersihkan. Dokter akan memasukkan alat pembersih seperti bor kecil sepanjang akar gigi, untuk membersihkan saluran akar dengan melakukan gerakan memutar. Pembersihan akar tidak dilakukan dengan mesin, melainkan manual dengan tangan dokter. Selesai pembersihan tahap pertama, pasien kembali ditambal sementara dan pulang.
Hal ini akan diulangi pada kedatangan ketiga.
Pada kedatangan keempat, akan dilakukan pembersihan terakhir yang dilanjutkan dengan pengisian saluran akar. Pada tahap ini, pasien kembali ditambal sementara dan pulang.
Pada kedatangan kelima, hasil pengisian saluran akan di-rontgen, untuk memastikan pengisian terjadi secara sempurna. Jika pengisian sudah baik, pasien akan ditambal permanen, dan selesailah sudah perawatan saluran akar.

Apa yang dirasakan pasien ketika perawatan?
Secara umum mirip dengan perawatan gigi berlubang pada umumnya. Yang membuat lebih tidak nyaman antara lain adalah perlunya dilakukan rontgen sebanyak dua kali, yang jika menggunakan rontgen digital, dengan ukuran disk dan penyangga yang cukup besar, cukup tidak nyaman di mulut. Berikutnya, karena prosesnya manual, dengan alat-alat yang cukup panjang untuk menjangkau akar, dan biasanya posisi gigi jauh di belakang, pada beberapa orang akan menimbulkan rasa kurang nyaman. Dan yang juga penting adalah perlunya konsistensi kedatangan ke dokter, karena perawatan ini harus dilakukan sesuai tahapannya.

Kenapa gigi tidak dicabut saja?
Dokter biasanya menghindari pencabutan gigi, karena pencabutan gigi akan menimbulkan ketidakseimbangan baik antara gigi yang sejajar, maupun dengan gigi atas atau bawahnya. Maka sedapat mungkin akan diusahakan agar gigi tidak perlu dicabut.

Apakah biayanya mahal?
Relatif terhadap biaya penambalan, maka per kedatangan, biayanya kurang lebih sama. Namun karena terdiri atas 5 kali kedatangan, ditambah dengan 2 kali rontgen, maka biayanya memang cukup mahal.

Bagaimana menghindarinya?
Pencegahan utama adalah rajin menyikat gigi setelah makan dan sebelum tidur. Untuk setelah makan sebaiknya sikat gigi sekitar 30 menit setelah makan. Karena pada waktu sebelumnya, gigi masih mengandung enzim pencernaan, yang akan bereaksi dengan pasta gigi justru membuat gigi mudah berlubang.
Berikutnya adalah rutin ke dokter gigi, setiap 6 bulan, agar permasalahan yang ada dapat segera ditangani sebelum terlalu parah.

Ditulis oleh seorang awam berdasarkan penjelasan dokter dan pengalaman sebagai pasien perawatan syaraf gigi