Berkat Internet, telepon, e-mail, SMS, yahoo messenger dan tentunya para penyedia jasa yang memanfaatkannya.
Belanja harian bisa via telepon dan SMS ke toko bahan makanan organik. Perlu obat, telepon delivery order ke apotik. Beli makanan jadi, delivery order bejibun.
Belanja baju anak-anak yang murah-murah yang ada di “sogo jongkok” bisa lewat SMS.
Beli buku, bisa SMS Pak Penjual buku di kantor, atau ke online shop. Beli sabun anti alergi anak-anak via SMS. Beli madu via SMS. Beli tenda, sleeping bag, baterai HP, tas notebook, bahkan kulkas pun, bisa via internet. Beli kado untuk bayi baru lahir, seabreg toko online bayi.
Beli jilbab, ciput, legging, kaos kaki, bisa via SMS ke online shop. Beli kosmetik Wardah ada yang jual online. Beli produk perawatan tubuh Pourvous tinggal ym atau SMS Mbak Ika. Beli batik, kain sarimbit, baju menyusui, tinggal pesan via e-mail. Dan terakhir yang menurut saya paling fenomenal, ternyata Wacoal juga sudah ada online shop-nya! Kulakan untuk toko online juga via email dan SMS.
Beli pembuat kompos, bor biopori via e-mail. Beli pohon dan tanaman via e-mail. Pesan tukang renovasi rumah, perbaikan listrik, dan perbaikan ledeng, via SMS. Pesan PRT, babysitter, infal lebaran, via SMS.
Transfer-transfer bank tinggal ke internet banking. Bank Niaga dan BSM transfer antar bank online.
Tinggal 3 yang masih belum ada online shop yang handal. Stationery (pensil, penghapus, buku tulis), produk Body Shop (walaupun saya cuma pake deodorannya saja hehe..), dan kado anak-anak yang representatif. Ada mainan anak-anak, tapi biasanya lebih ke mainan edukatif, bukan mainan yang sedang trendy di toko mainan :-)
Memang sih, belanja online seperti itu ada tambahan ongkos kirim. Tapi, untuk mereka yang tinggal di Jakarta, apa lagi ibu bekerja seperti saya, waktu rasanya amat sangat sempit. Sayang sekali waktu dihabiskan di jalan. Ada biaya bensin dan parkir plus cari parkir kalau bawa mobil sendiri, dan ada biaya taksi kalau naik taksi. Plus biaya konsumsi karena kelaparan akibat keliling mall :-)
Terima kasih kepada toko dengan delivery order, online shop, pesanan via SMS, dan internet banking, hidup saya terasa sangat mudah :-)
Showing posts with label jakarta. Show all posts
Showing posts with label jakarta. Show all posts
Tuesday, July 19, 2011
Thursday, October 28, 2010
Panik Ketika Jakarta Hujan Sore Hari?
Kejadian macet terparah Jakarta, Senin 25 Oktober 2010, membuat orang menjadi trauma. Bagaimana tidak. Banyak orang terjebak macet dan kesulitan mendapatkan kendaraan umum. Lokasi yang biasanya ditempuh dalam waktu 1 jam, bisa molor sampai 6 bahkan 7 jam! Seorang teman bercerita, biasanya ia pulang dari kantor jam 5 sore, sudah sampai di rumah jam 6 sore, hari itu dia sampai di rumah jam 1 malam!
Tidak heran beberapa orang menjadi trauma. Begitu melihat Jakarta hujan di sore hari, panik, langsung buru-buru mau pulang. Begitu melihat awan hitam di sore hari, juga panik. Sebenarnya, apakah memang kondisi lalu lintas Jakarta sedemikian rentannya terhadap hujan di sore hari?
Mari kita tengok beberapa kecenderungan lalu lintas Jakarta, hasil dari pengamatan saya menjalani lalu lintas Jakarta selama lebih dari 10 tahun terakhir.
Jika kita perhatikan, ada hari-hari tertentu yang Jakarta cenderung lebih macet dibandingkan dengan hari-hari lainnya, yaitu Senin dan Jumat. Penyebabnya sepertinya ada beberapa hal :
1. Adanya orang-orang yang di akhir minggu (Jum’at sore) pergi ke luar kota dan kembali di Senin pagi.
2. Ada beberapa kantor yang mewajibkan karyawannya ke kantor di jam tertentu di Senin pagi, tapi sedikit membebaskan di hari lain.
3. Adanya kecenderungan untuk clubbing, gathering, kumpul-kumpul di Jum’at sore, menjelang akhir minggu.
Hari Selasa dan Kamis, biasanya jalanan lengang. Hari Rabu biasanya sedikit lebih padat. Yang ini saya belum ketemu analisisnya :-)
Berikutnya, hujan memang cenderung menyebabkan Jakarta lebih macet. Sebenarnya apa hubungannya hujan dengan macet? Kira-kira begini analisisnya :
1. Ketika hujan, mereka yang biasanya jalan kaki / naik bus / naik motor, akan memilih untuk naik mobil / taksi. Maka biasanya di saat hujan, taksi penuh.
2. Beberapa genangan di jalanan Jakarta menyebabkan mobil harus melambatkan lajunya. Arus yang tidak lancar ini, menyebabkan tertumpuknya kendaraan di titik-titik tertentu. Jika hujan lebih deras dengan durasi yang lebih lama, maka genangan akan meliputi area yang semakin luas, dengan kedalaman yang semakin parah. Beberapa jalan akan tertutup, dan kendaraan harus berpindah ke jalan lain yang juga sudah penuh.
3. Ketika hujan, karyawan kantor cenderung mempercepat kepulangan. Waktu kepulangan yang hampir berbarengan, menyebabkan jumlah kendaraan di satu waktu melebihi jumlah normalnya. Hal ini juga yang terjadi di saat Ramadhan.
4. Hujan dengan angin akan memperparah keadaan. Karena ada kejadian pohon dan baliho tumbang yang menyebabkan beberapa jalur tertutup.
Lalu, apa yang terjadi di hari Senin, 25 Oktober 2010?
Itu adalah hari Senin, dengan hujan deras plus angin kencang, dengan durasi hujan yang sangat lama (kalau saya tidak salah ingat, hujan sudah dimulai sejak jam 15 sore, dan terus deras sampai jam 19 malam, dan setelah itu terus rintik-rintik sampai malam).
Maka faktor penyebab macet pun bertumpuk di hari itu. Senin yang memang padat, ditambah hujan deras dan lama yang menyebabkan genangan di area yang luas plus dalam, adanya angin kencang menyebabkan tumbangnya beberapa pohon, dan ditambah dengan kecenderungan orang untuk segera pulang ketika hujan.
Maka Senin itu adalah memang kejadian luar biasa. Bahkan sebuah analisis mengatakan, kemacetan separah itu baru terjadi pertama kalinya dalam 3 tahun terakhir.
Lalu, bagaimana kalau kita mengalami lagi hujan sore hari di Jakarta? Tetap tenang dan lakukan pengecekan berikut :
1. Hari apakah itu? Jika bukan Senin atau Jumat, maka kemungkinan besar tidak akan macet parah.
2. Apakah hujan sangat deras? Jika rintik-rintik, maka tidak ada yang perlu terlalu dikhawatirkan.
3. Jika deras, apakah durasinya lama? Durasi hujan yang deras biasanya hanya 15-30 menit. Setelah itu hanya rintik-rintik saja. Jika demikian, kemungkinan besar juga aman.
4. Apakah ada angin kencang? Jika tidak ada angin kencang, kemungkinan besar juga aman.
Selamat mengamati Jakarta, dan semoga tetap tenang ketika ada awan hitam dan hujan sore datang :-)
Oya, ini analisis dari saya pribadi, silakan diberikan tanggapan kalau ada yang dirasa kurang tepat yaa :-)
Tidak heran beberapa orang menjadi trauma. Begitu melihat Jakarta hujan di sore hari, panik, langsung buru-buru mau pulang. Begitu melihat awan hitam di sore hari, juga panik. Sebenarnya, apakah memang kondisi lalu lintas Jakarta sedemikian rentannya terhadap hujan di sore hari?
Mari kita tengok beberapa kecenderungan lalu lintas Jakarta, hasil dari pengamatan saya menjalani lalu lintas Jakarta selama lebih dari 10 tahun terakhir.
Jika kita perhatikan, ada hari-hari tertentu yang Jakarta cenderung lebih macet dibandingkan dengan hari-hari lainnya, yaitu Senin dan Jumat. Penyebabnya sepertinya ada beberapa hal :
1. Adanya orang-orang yang di akhir minggu (Jum’at sore) pergi ke luar kota dan kembali di Senin pagi.
2. Ada beberapa kantor yang mewajibkan karyawannya ke kantor di jam tertentu di Senin pagi, tapi sedikit membebaskan di hari lain.
3. Adanya kecenderungan untuk clubbing, gathering, kumpul-kumpul di Jum’at sore, menjelang akhir minggu.
Hari Selasa dan Kamis, biasanya jalanan lengang. Hari Rabu biasanya sedikit lebih padat. Yang ini saya belum ketemu analisisnya :-)
Berikutnya, hujan memang cenderung menyebabkan Jakarta lebih macet. Sebenarnya apa hubungannya hujan dengan macet? Kira-kira begini analisisnya :
1. Ketika hujan, mereka yang biasanya jalan kaki / naik bus / naik motor, akan memilih untuk naik mobil / taksi. Maka biasanya di saat hujan, taksi penuh.
2. Beberapa genangan di jalanan Jakarta menyebabkan mobil harus melambatkan lajunya. Arus yang tidak lancar ini, menyebabkan tertumpuknya kendaraan di titik-titik tertentu. Jika hujan lebih deras dengan durasi yang lebih lama, maka genangan akan meliputi area yang semakin luas, dengan kedalaman yang semakin parah. Beberapa jalan akan tertutup, dan kendaraan harus berpindah ke jalan lain yang juga sudah penuh.
3. Ketika hujan, karyawan kantor cenderung mempercepat kepulangan. Waktu kepulangan yang hampir berbarengan, menyebabkan jumlah kendaraan di satu waktu melebihi jumlah normalnya. Hal ini juga yang terjadi di saat Ramadhan.
4. Hujan dengan angin akan memperparah keadaan. Karena ada kejadian pohon dan baliho tumbang yang menyebabkan beberapa jalur tertutup.
Lalu, apa yang terjadi di hari Senin, 25 Oktober 2010?
Itu adalah hari Senin, dengan hujan deras plus angin kencang, dengan durasi hujan yang sangat lama (kalau saya tidak salah ingat, hujan sudah dimulai sejak jam 15 sore, dan terus deras sampai jam 19 malam, dan setelah itu terus rintik-rintik sampai malam).
Maka faktor penyebab macet pun bertumpuk di hari itu. Senin yang memang padat, ditambah hujan deras dan lama yang menyebabkan genangan di area yang luas plus dalam, adanya angin kencang menyebabkan tumbangnya beberapa pohon, dan ditambah dengan kecenderungan orang untuk segera pulang ketika hujan.
Maka Senin itu adalah memang kejadian luar biasa. Bahkan sebuah analisis mengatakan, kemacetan separah itu baru terjadi pertama kalinya dalam 3 tahun terakhir.
Lalu, bagaimana kalau kita mengalami lagi hujan sore hari di Jakarta? Tetap tenang dan lakukan pengecekan berikut :
1. Hari apakah itu? Jika bukan Senin atau Jumat, maka kemungkinan besar tidak akan macet parah.
2. Apakah hujan sangat deras? Jika rintik-rintik, maka tidak ada yang perlu terlalu dikhawatirkan.
3. Jika deras, apakah durasinya lama? Durasi hujan yang deras biasanya hanya 15-30 menit. Setelah itu hanya rintik-rintik saja. Jika demikian, kemungkinan besar juga aman.
4. Apakah ada angin kencang? Jika tidak ada angin kencang, kemungkinan besar juga aman.
Selamat mengamati Jakarta, dan semoga tetap tenang ketika ada awan hitam dan hujan sore datang :-)
Oya, ini analisis dari saya pribadi, silakan diberikan tanggapan kalau ada yang dirasa kurang tepat yaa :-)
Subscribe to:
Posts (Atom)