Showing posts with label asisten rumah tangga. Show all posts
Showing posts with label asisten rumah tangga. Show all posts

Tuesday, October 2, 2012

Si Boy Kedua, My Bundle of Joy



Anak saya si boy kedua, lahir selisih 13 bulan dari kakaknya. Sejak bayi dia lembut hati, kalau menangis tidak heboh, begitu saya susui langsung tenang kembali. Dia juga mudah mengalah kalau rebutan mainan dengan kakaknya. 

Wajahnya imut, mudah tersenyum, ramah. Perawakannya sedikit gemuk sejak kecil. Maka dia saya sebut my bundle of joy :-)
Dia senang bercerita. Kalau bermain boneka karakter, biasanya dia akan sambil bercerita dengan berbagai suara, baik suara yang bisa saya dengar, atau dalam hatinya sendiri.

Dia juga senang menggambar. Di waktu luangnya, dia akan segera mengambil pensil dan kertas, dan menggambar apa saja. Dia sudah buat banyak komik mini, dalam Bahasa Inggris pula :-) 

Dia pintar berbahasa Inggris, dengan aksen yang sangat baik. Selain karena dia berbahasa Inggris sejak TK, dia juga cepat menangkap percakapan bahasa Inggris dari film yang dia tonton.

Dia suka origami, sama seperti saya :-) Pertama dia belajar dari buku origami yang saya belikan. Lama-lama buku origami sudah terlalu gampang buat dia. Dia pun mulai cari ke internet, dan ketemu dengan berbagai cara pembuatan origami yang super duper rumit. Dia akan tekun berada di depan computer mengikuti instruksi pembuatan origami itu :-)

Dia juga sangat cepat menghafal dari mendengar. Jika mendengar ayat Al Qur’an beberapa kali saja, dia akan hafal dengan nadanya. 

Karena lembut hati, dia mudah menolong orang lain. Dia peka ketika melihat situasi yang perlu dibantu. Saya jadi lebih sering meminta tolong pada si boy kedua ini dibandingkan dengan pada boy saya yang lain.
Karena lembut hati, dia juga mudah menangis. Di kelas lima ini dia masih sering menangis, terutama kalau kena marah oleh saya :-) Dan entah kenapa, semakin dia menangis, semakin saya kesal. Maaf ya boy :-)

Tapi kadang-kadang dia juga bisa marah besar kalau kesal. Kalau sedang marah, dia bisa melemparkan barang-barang dan menghentak-hentakkan kaki.

Saya sedang mencari cara bagaimana supaya dia tetap lembut hati sehingga suka menolong dan punya rasa seni, tetapi menjadi lebih tegar supaya tidak mudah menangis, dan mengurangi mudah marahnya. 

Semoga Allah membimbing mama untuk membesarkanmu menjadi pemimpin ummat yang terbaik ya boy :-)

Insiden tadi pagi semoga tidak terulang. Saya yang mudah panik dan heboh kalau waktu sudah mepet, jadi "bernada tinggi" ketika sudah waktunya berangkat, dan si boy kedua ini belum makan. Memang dia katanya sedang agak pusing. Lalu meledaklah dia dalam sunyi, menangis tanpa bersuara :-)

Seharusnya, kalau sesuatu sudah terlanjur terjadi, tak perlu lah lagi "bernada tinggi". Apa manfaatnya? Kasihan semua boys jadi stress, walaupun sasaran "nada" hanya si boy kedua (dan si Mbak, hehehe..) 

Sepertinya saya harus lebih banyak berlatih, sabar, sabar, sabar. Mungkin resep pertama : jangan bersuara, tarik napas, jangan terlalu cepat bereaksi. Hitung sampai 10, sampai 20, sampai 30. Sekali-sekali terlambat tidak apa-apa. Dan toh, belum tentu terlambat. 

Semoga bisa :-)

Monday, October 1, 2012

Anak Tidak Mau Dengan Pengasuh Baru

Ketika terjadi pergantian pengasuh anak, kadang-kadang anak kita tidak mau dengan pengasuh baru tersebut. Jangankan diasuh, dimandikan, atau disuapi makan. Didekati saja kadang tidak mau. Mengapa demikian? Dari pengalaman saya, ada beberapa kemungkinan sebabnya, sebagai berikut.

Pertama, beberapa anak memang tidak mudah dekat dengan orang baru.

Kedua, kalau biasanya mau dengan orang baru, sekarang tidak, bisa jadi sudah pada tahap usia tertentu, sehingga yang dia mulai memilih untuk berinteraksi dengan orang baru.

Ketiga, kalau biasanya gampang dengan orang baru, mungkin selama ini orang barunya bukan pengasuh yang terus-menerus berinteraksi, tetapi dengan tamu / orang baru yang hanya bertemu sebentar, dengan "suasana gembira" yang agak berbeda.

Keempat, seringkali antara pengasuh dan anak ada "jodoh-jodohan" juga, jadi ada yang memang anaknya merasa tidak cocok, titik. Walaupun kita merasa pengasuhnya ini baik dan rajin. Dan sebaliknya, ada yang anak kita cocok, padahal kita tidak suka sama pengasuh tersebut :-)

Kelima, mungkin pengasuhnya kurang pengalaman cara mendekati anak. Pengasuh ang sudah pengalaman, biasanya sudah tahu kalau anak senang diajak main, diajak ngobrol, jadi anak merasa senang dengan pengasuh tsb. Kalau masih baru, walaupun dasarnya baik dan rajin, mungkin masih bingung apa yang harus dilakukan ketika berinteraksi dengan anak. Biasanya anak juga sensitif, bisa merasakan jika pengasuh merasa bingung / kurang nyaman, sehingga dia pun merasa tidak nyaman.

Keenam, mungkin masih dalam masa adaptasi atau perkenalan. Lama-lama kalau sudah ketemu "sambungannya", anak akan senang dengan pengasuhnya.

Ketujuh, yang mudah-mudahan tidak terjadi, anak memiliki pengalaman buruk dengan pengasuh tsb. Tetapi jika ini sebabnya, biasanya bukan sekedar ogah-ogahan, tapi anak akan benar-benar tidak mau bahkan menangis jika akan didekati pengasuh ini.

Kedelapan, kalau ogah-ogahannya karena lebih milih ibunya, ini mah biasa :-) Anak selalu lebih mau sama ibunya.. Perlu latihan dengan ibunya "menghilang" supaya dia mau sama pengasuhnya.

Solusinya, untuk pengasuh yang baru, amati dulu sampai sekitar satu atau dua minggu.. Kalau masih belum ada perkembangan, mungkin ada baiknya dicari pengasuh yang baru.

Jika memang anak biasanya lama beradaptasi dengan pengasuh baru, ada baiknya pergantian pengasuh direncanakan sebelumnya. Kepada setiap pengasuh yang bekerja pada kita, kita minta bahwa jika akan berhenti, agar menyampaikan informasi 1 bulan sebelumnya misalnya (seperti di tempat kerja, one month notice, hehehe.. ), sehingga kita bisa mencari pengasuh baru, sementara pengasuh lama masih ada. Dalam waktu tersebut anak bisa beradaptasi dahulu dengan pengasuh barunya.

Tentunya ada konsekuensi  dari cara ini, yaitu biaya pengasuh yang dobel sementara waktu :-) Tetapi untuk kebaikan anak, tidak apa lah kita sedikit berkorban.

Demikian sharing hari ini, semoga bermanfaat :-)

Thursday, August 9, 2012

Mama, Teruslah Bersemangat

Jadi Mama memang seru :-) Apa lagi Mama yang kerja di kantor seperti saya.

Kadang pagi terburu-buru berangkat, sehingga "sedikit ribut" dengan anak-anak. Pulang kantor lelah, "sedikit ribut" lagi sama anak-anak. Kasian juga anak-anak. Ketemu cuma pagi dan malam, isinya "sedikit ribut" terus. Dan padahal sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit.

Padahal, kenapa pagi harus terburu-buru? Tenang saja, perbedaan lima sampai sepuluh menit tidak akan berpengaruh banyak untuk kinerja di kantor. Apa lagi kantor saya waktunya fleksibel. Dan sebenarnya jadwal bisa diatur ulang, sehingga waktu terasa lebih luang.  Tapi, semoga saja tidak, "sedikit ribut" itu bisa mempengaruhi mood anak hari itu, atau malah berdampak secara jangka panjang.

Dan, kenapa malam hari harus merasa capek? Ayo bangkitkan rasa bersemangat karena bertemu dengan anak-anak. Ngga lama lagi mereka SMA, kuliah, kerja, menikah, kita akan kehilangan masa "direpoti" mereka.

Untuk yang pagi sepertinya lebih mudah ya. Tinggal mengubah "cara berpikir dan persepsi". Yang malam yang sepertinya cukup sulit. Karena fisik yang lelah sulit untuk "dibuat-buat" tidak lelah. Tapi, saya baru ingat, sebenarnya fisik juga sangat bisa dipengaruhi pikiran. Ketika kita merasa sehat, kuat, bersemangat, maka fisik akan menyesuaikan. Coba deh :-)


Hal lain yang juga bisa berpengaruh adalah kekesalan pada hal lain, misalnya macet, asisten rumah tangga, pekerjaan, bos, dll, yang terbawa sampai ke rumah. Dan anak ikutan "terkena akibatnya".  Untuk ini kita harus pandai-pandai "mengelola hati". Yang terbaik adalah tidak perlu kesal atau marah. Karena biasanya kalau sudah terlanjur marah, mungkin karena marah ini "membakar seperti api", begitu terpicu dia akan menyambar ke mana-mana. Atauuuu.. kalau memang sudah terlanjur kesal dan marah, fokuskan pada hal yang memang menjadi sebab, tidak perlu jadi merembet ke mana-mana.

Yuk, kita ubah saat-saat berjumpa dengan anak-anak menjadi saat terindah. Semoga bermanfaat untuk mereka kelak.

Mungkin awalnya terasa sulit. Tapi mudah-mudahan kalau sudah terbiasa, mudah-mudahan terasa mudah. Pasang senyum, pasang semangat, go meet your kids happily, and eventually you will be having happy kids! :-)

Tuesday, July 17, 2012

3 Sikap Menyambut Ramadhan

Ceramah dari Ustadzah Eni, semoga bermanfaat.

Ketika Ramadhan datang, maka pertama yang perlu kita lakukan adalah bersyukur karena Allah masih memberikan kesempatan untuk berjumpa dengan Ramadhan. Banyak di antara kita yang tidak sempat lagi berjumpa dengan Ramadhan tahun ini.

Dan sungguh banyak nikmat yang kita sering tidak hitung, padahal sangat berharga. Kedipan mata yang kita sering abaikan, padahal ketika kita tidak bisa berkedip, maka mata akan kering dan rusak. Dan secara medis, jika kita tidak bisa berkedip, diperlukan usaha khusus agar mata senantiasa basah.

Kita harus senang berjumpa dengan Ramadhan. Dikatakan bahwa mereka yang senang, akan dibebaskan tubuhnya dari api neraka. Rasa senang lahir dari hati, terlihat dari wajah yang berseri-seri.

Yang kedua adalah sabar. Karena beribadah membutuhkan kesabaran. Sabar menahan nafsu, sabar melakukan tilawah, sabar bangun di malam hari. Lakukanlah dengan nikmat. Nikmatilah ibadah kita.

Bacaan terbaik adalah Al Qur’an, dan bacaan Al Qur’an terbaik adalah di dalam shalat. Maka perbanyaklah hafalan Al Qur’an. Dalam shalat sunnah boleh membaca Al Qur’an dengan memegang mushaf Al Qur’an.

Jadwal imsakiyah yang sering diedarkan ketika bulan Ramadhan, sebenarnya bukan hanya jadwal sahur dan berbuka puasa. Di sana ada seluruh jadwal shalat. Jadwal itu bisa menjadi lembar mutaba'ah, lembar perhitungan. Ketika kita mencoret 1 hari, kita lakukan evaluasi, dengan berlalunya 1 hari itu. Bagaimana ibadah kita? Apakah dosa kita sudah diampuni? Apakah kebaikan kita sudah diterima? Sahabat menangis di akhir Ramadhan, bagaimana dengan kita?

Ketiga, tunjukkan kualitas diri. Allah mengetahui iman dengan cara diuji. Hasil dari Ramadhan, dibina 1 bulan, menjadi manusia bertakwa, la'allakum tattaquun. Ramadhan adalah rangkaian tarbiyah Allah.

Ada kisah salah seorang sahabat yang hijrah ke Habasyah. Rasulullah berdakwah, lalu diintimidasi. Untuk menyelamatkan agama, maka sebagian muslim hijrah ke Habasyah, yang penduduknya beragama Nasrani. Karena ujian yang berat, salah seorang sahabat menjadi seorang Nasrani.

Sungguh agama harus diperjuangkan. Maka dalam doa, yang kita mintakan adalah keselamatan dalam agama, salamatan fid diin.

Agar kita menjadi pemenang, kita memerlukan persiapan.  Agar kita menjadi pemenang yang Allah banggakan di akhir Ramadhan. Jaga pola makan, bangun pagi, buat pikiran yang sehat, karena hati lebih utama untuk membentuk kesehatan, fisik dan metabolisme akan terpengaruh.

Imam Ali berkata bahwa hal yang paling kusukai adalah berpuasa di hari yang terik. Subhanallah.

Dalam tarawih, usahakan jangan sampai menguap. Karena setan akan tertawa ketika seseorang menguap dalam shalatnya. Tahan, sampai menangis pun, tetap tahan. Jangan pernah menunda tarawih.
Lakukan malam itu juga. Jangan berikan peluang pada setan.

Dalam shalat berjamaah, anak dan wanita haid memutus shaf. Karena itu wanita haid, yang memang dianjurkan untuk hadir di waktu shalat Idul Fitri, sebaiknya tidak berada dalam barisan shaf shalat. Shalat dengan shaf terputus tetap sah, hanya saja kurang afdhal dengan terputusnya shaf tersebut.

Urutan shaf shalat berjamaah adalah yang pertama laki-laki dewasa, kemudian anak laki-laki, kemudian perempuan, kemudian anak perempuan.

Jika di masjid ada anak yang membuat keributan atau mengganggu shaf, harus diberi pengertian dengan baik. Di masjid sebaiknya ada askar yang mengatur dengan cara yang baik. Askar bergiliran di antara jamaah, dan dia tidak ikut shalat berjamaah di hari itu. Jangan sampai kita melatih anak shalat, tetapi mengganggu shalat orang lain.

Ibu-ibu yang membawa anak, sebaiknya duduk shaf terakhir. Bawakan anak mainan, minuman, dan segala keperluannya.

Seringkali terjadi, ketika waktunya untuk ke masjid, Mbak (asisten rumah tangga) yang ke masjid, ibu di rumah menjaga anak-anak.  Ketika waktunya ke mal, ibu yang ke mal, Mbak di rumah menjaga anak-anak. Sebetulnya terbalik, kita mempekerjakan Mbak adalah agar kita bisa tenang beribadah, bukan tenang ke mal :-)  Mbak perlu juga ke masjid, tetapi perlu dipastikan bahwa benar ke mesjid untuk beribadah, bukan untuk ketemu teman lalu ngobrol dengan teman dan tidak shalat tarawih.

Ketika anak ke masjid, maka sebaiknya ibunya ke masjid juga. Bagian dari penteladanan, hari belajar buat keluarga, berangkat bersama seluruh keluarga. Insya Allah menjadi keberkahan

Bagaimana mengetahui bahwa nilai ibadah kita sudah bertambah? Salah satu ukurannya adalah kita makin khusyuk dalam tilawah, dzikir, shalat. Juga kita menjadi memiliki keikhlasan dan mudah untuk berlapang dada. Karena ibadah hati adalah yang paling sulit, juga ibadah yang sampai masuk ke hati.

Dengan kuantitas ibadah yang diperbanyak insya Allah lebih baik. Karena 3 ibadah bernilai 6 lebih baik daripada 1 ibadah bernilai 6. Sambil kita terus memperbaiki kualitas, agar dapat dicapai nilai 10, dengan kuantitas yang juga tinggi.

Friday, June 22, 2012

8 Langkah Persiapan Ramadhan

Sudah masuk bulan Sya'ban, sebentar lagi Ramadhan tiba. Bulan pengampunan, bulan yang mulia, bulan Al Qur'an. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang bergembira menyambut Ramadhan.

Bagaimana persiapan kita?

Agar Ramadhan dapat lebih fokus, intensif, dan optimal untuk beribadah, berikut beberapa persiapan yang bisa dilakukan :

1. Mulai memperbanyak puasa.
Agar di Ramadhan nanti sudah terbiasa, di bulan Sya'ban kita bisa mulai memperbanyak puasa dengan puasa Senin Kamis, puasa pertengahan bulan, boleh juga puasa Daud.

2. Mulai memperbanyak membaca Al Qur'an.
Mulailah "bersahabat" dengan Al Qur'an, bawalah Al Qur'an ke manapun pergi. Targetkan membaca atau menghafal Al Qur'an yang lebih baik lagi dari tahun lalu, dan mulailah pemanasan dari sekarang. Misalnya Ramadhan target kita 1 kali khatam, kalau bisa di bulan Sya'ban ini bisa selesai 1/2 Al Qur'an.

3. Mulai biasakan memperbanyak shalat.
Agar terbiasa dengan tarawih, mulai biasakan memperbanyak shalat, dengan shalat-shalat sunnah, shalat dhuha, shalat rawatib, serta shalat tahajjud. Dengan shalat tahajjud, juga kita akan terbiasa bangun pagi untuk sahur tanpa terlalu mengantuk, sehingga tidak perlu tidur lagi setelah subuh.

4. Mengulang kembali pelajaran tentang Ramadhan.
Baca kembali buku-buku ataupun website tentang Ramadhan, ibadah-ibadah apa saja yang utama, waktu-waktu mana yang utama. 

5. Belanja keperluan Ramadhan dan Idul Fitri sejak sekarang.
Ramadhan dan Idul Fitri identik dengan saling berbagi dengan handai taulan. Agar di Ramadhan nanti kita tidak disibukkan dengan belanja, sehingga mengorbankan waktu ibadah kita, apa lagi sampai kelelahan dan harus berbuka sebelum waktunya, ayo belanja dari sekarang. Belanja online yang praktis, sehingga tidak menghabiskan waktu perjalanan, walaupun bisa jadi agak lebih mahal :-) Ayolah ibu-ibu, tidak apa-apa kita "berkorban" sedikit untuk "rela" sedikit, demi mengoptimalkan ibadah.

6. Mudik, kalau bisa di lain waktu saja.
Mudik sangat menghabiskan waktu, apa lagi mudik di lakukan di sepuluh hari terakhir Ramadhan yang justru sarat dengan waktu-waktu mulia untuk ber-i'tikaf. Berikan pengertian kepada keluarga besar, agar pertemuan keluarga tidak dilakukan di Idul Fitri, tetapi di hari lain, misalnya liburan anak sekolah. Lebih baik persiapan untuk i'tikaf, mulai mencari informasi tentang masjid-masjid yang menyelenggarakan i'tikaf.

7. Buat kesepakatan dengan asisten rumah tangga (ART).
Idul Fitri identik dengan pulangnya ART. Buat kesepakatan dengan ART agar kepulangan mereka (jika ada lebih dari 1 ART) tidak bersamaan. Kalau bisa mereka juga tidak usah pulang, kita berikan tambahan upah jika mereka bersedia tidak pulang kampung selama Idul Fitri, kalau perlu 1 kali gaji, sama dengan THR-nya. Jika memang ART pulang, persiapkan pemesanan ART pengganti (jika diperlukan) sejak sekarang, karena biasanya jika waktu sudah terlalu mepet, ART pengganti juga semakin langka.

8. Persiapan dana.
Berbagai keperluan Ramadhan dan Idul Fitri, serta dilipatgandakannya ganjaran selama Ramadhan untuk bersedekah dan berinfaq serta berbagi hidangan buka puasa, memerlukan dana. Mudah-mudahan sudah ada tabungan yang dapat digunakan untuk bulan mulia ini.

O yaaa, satu lagi, mulai "sosialisasi" ke anak-anak juga. Kondisikan agar mereka juga gembira menyambut Ramadhan. Buat dekorasi penyambutan Ramadhan, pasang poster, buat hiasan di rumah. Ceritakan tentang berbagai keutamaan Ramadhan, tentang ganjaran yang berlipat ganda, tentang lailatul qadr, dan tentang adanya pintu surga khusus untuk mereka yang berpuasa. Ajak mereka juga untuk makin bersahabat dengan Al Qur'an, berlatih berpuasa, serta memperbanyak shalat.

Dan satu lagi, seluruh kegiatan di atas tentunya harus disepakati dengan seluruh anggota keluarga, terutama pasangan, jangan sampai terjadi perselisihan karena hal-hal yang sebenarnya bersifat anjuran dan bukan suatu keharusan. 

Sementara demikian persiapan Ramadhan yang bisa dilakukan sejak sekarang, semoga bermanfaat.

Friday, May 4, 2012

Anak Adalah Amanah Allah

Ceramah Jum'at ini disampaikan oleh Ustadzah Aisyah Chotib, tentang pendidikan anak.

Yang terpenting harus kita ingat adalah bahwa anak adalah amanah Allah, bukan milik kita. Di akhir hayat nanti, kita akan dimintakan pertanggungjawaban. Dan karena merupakan amanah Allah, kita tidak berhak untuk memperlakukan anak sekehendak kita saja.

Ada 4 tipe anak :

- anak yang menjadi musuh, karena sering berseberangan dengan orang tua
- anak sebagai ujian, misalnya anak yang bermasalah dari sisi fisik maupun mental
- anak menjadi perhiasan dunia, membanggakan tapi hanya di dunia
- anak soleh dunia akhirat

Pendidikan anak menurut Nasikh Ulwan tentang pendidikan anak dalam Islam (tarbiyatul aulad fil islam), terdiri atas 5 bagian :

Pertama, tarbiyah bil qudwah hasanah, yaitu pendidikan dengan keteladanan yang baik, dengan contoh yang dilakukan oleh orang tua yang akan direkam oleh anak.

Tingkah laku anak pada dasarnya tidak akan jauh berbeda dari salah satu orang tuanya. Maka jika ada anak bermasalah, saatnya berintrospeksi dengan tingkah laku kita dahulu.

Oleh karena itu, salah satu dari empat kriteria memilih jodoh adalah faktor keturunan. Karena dari keturunan akan berpengaruh pada sifat baik, sifat buruk, bahkan penyakit. 3 kriteria lainnya adalah rupa, harta yang memenuhi kebutuhan untuk hari itu, serta agama.


Kedua, tarbiyah bil adatil islam, yaitu pendidikan dengan kebiasaan yang islami. Misalnya ketka makan diawali dengan membaca doa, melakukan segala sesuatu yang baik dengan tangan kanan, memulai segala sesuatu dari kanan. Dimulai dari orang tua, agar apa yang diajarkan di sekolah sesuai dengan kebiasaan yang dilakukan di rumah. Ingatkan juga kepada para pengasuh, agar mengasuh anak sesuai dengan kebiasaan islami.

Ketiga, tarbiyah bin nashihah, yaitu pendidikan dengan nasihat. Perlu diperhatikan perbedaan antara memberikan nasihat dan "ngomel". Dua-duanya bertujuan baik, tetapi dapat memberikan dampak yang berbeda, karena disampaikan dengan cara yang berbeda baik dari pilihan kata, mimik muka, dan suasana hati.


Ustadzah memberikan contoh cara menasihati anak agar shalat tepat waktu.

Yang pertama disampaikan dengan lembut, mengingatkan bahwa adzan sudah berkumandang, dan mengajak anak untuk shalat. Serta disampaikan pesan agar di kemudian hari jika anak jauh dari orang tua, senantiasa ingat bahwa jika terdengar adzan, langsung shalat.

Yang kedua disampaikan dengan "ngomel", menyalahkan anak karena tidak segera shalat, memaksa anak untuk shalat, dan anak shalat dengan terpaksa.

Dari kedua cara tersebut, hasilnya akan berbeda.

Yang pertama, setiap mendengar adzan, anak akan teringat dengan pesan yang disampaikan ibunya dengan lembut itu, dan ingat untuk melaksanakan shalat.

Sedangkan yang kedua, setiap mendengar adzan, menjadi teringat ibunya yang sedang "ngomel".

Keempat, tarbiyah bil musyahadah bil muraqabah, yaitu pendidikan dengan memberikan perhatian.

Berikanlah perhatian penuh ketika anak meminta, karena itu artinya anak sedang membutuhkan perhatian kita.

Kegagalan anak dalam ujian, bisa jadi bukan karena anak tidak belajar, bukan juga karena anak, orang tua, dan guru tidak berdoa, juga bukan karena orang tua dan guru tidak cukup berusaha. Seringkali karena ada "kaitan batin" yang belum terselesaikan antara ketiga pihak tersebut, yang menjadikan doa menjadi terhalang.


Ustadzah memberikan contoh yang dilakukan di sekolah yang beliau pimpin, untuk anak kelas 6 menjelang ujian nasional, dilakukan doa bersama, yang diawali dengan saling memaafkan antara anak, orang tua, dan guru untuk membersihkan hati.

Kelima, tarbiyah bil uqubah, yaitu pendidikan dengan hukuman. Hukuman boleh diberikan, disesuaikan dengan usia dan tingkat kesalahan. Jangan menyakiti baik fisik maupun non fisik.

Wednesday, April 4, 2012

Pelajaran dari Mbak Rasem

Di rumah saya ada asisten sementara, namanya Mbak Rasem. Usianya sekitar 50 tahun lebih, sudah punya 3 cucu, dengan pengalaman kerja jadi PRT, dagang, dll, dsb, sejak usia 20-an.

Orangnya terlihat sangat tenang, adem, dan sangat bijaksana. Terlihat bahwa dia sudah mengalami banyak asam garam kehidupan.

Tadi malam sempat ngobrol cukup lama, dan ada beberapa pelajaran yang saya peroleh dari Mbak Rasem.

Pertama, dia tidak pernah marah. Kalau ada yang tidak dia setujui, dia sampaikan pelan-pelan dengan terus terang, tidak pernah bicara di belakang.

Kedua, dia selalu memaafkan orang yang melakukan kesalahan.

Ketiga, tidak pernah menyakiti anak sendiri, apa lagi anak orang lain. Dia bilang, kita kalau kesandung saja sakit, apa lagi anak kalau disakiti.

Keempat, selalu berusaha baik dengan orang lain, walaupun orang lain itu berlaku tidak baik. Membina hubungan baik dengan teman kerja, saling membantu ketika ada waktu luang.

Kelima, selalu bangun pagi, jam 3 pagi, mandi sebelum subuh, dan siap shalat subuh ketika adzan.

Demikian pelajaran dari Mbak Rasem, semoga bermanfaat :-)

Keenam,

Thursday, January 5, 2012

Tips Menghadapi Penyalur ART/BS

Dari pengalaman mencari ART / BS sejak anak saya yang paling besar masih bayi (sekarang dia sudah mau SMP, how time flies, eh kok curcol, hehe..), berikut beberapa point yang akhirnya menjadi prinsip saya :

1. Pastikan menggunakan yayasan yang sudah pernah ada teman kita menggunakannya

Agar dapat "dipastikan" bahwa yayasan cukup bertanggung jawab, maka sebaiknya gunakan yayasan yang pernah digunakan teman, saudara, atau teman milis yang sudah kita kenal.

2. Mengenai uang administrasi dan jaminan penggantian dalam jangka waktu tertentu

Memang ada yayasan yang benar-benar jujur dalam hal ini, namun kebanyakan, jika kita tidak cocok dengan BS / ART-nya, ketika minta ganti, agak sulit, atau dibilang stok tidak ada :-) Namun ketika kita menghubungi lagi setelah sekian lama, atau orang lain yang menghubungi, dikatakan stok ada :-)

Kesimpulannya : siap-siap relakan uang administrasi, anggap saja sebagai biaya rekrut per BS/ART.
Siap-siap BS dan ART terus berganti, yang penting tetap ada BS / ART.

3. Tentang kualifikasi BS / ART

Seringkali kita memiliki "sederetan" persyaratan untuk BS / ART.
Namun, ada waktu-waktu di mana "stok" BS / ART ini sedemikian terbatasnya. Akhirnya ada kalanya kita harus bertoleransi dengan berbagai kekurangan mereka. Turunkan sedikit kualifikasi, menjadi yang penting-penting saja. Tetap berpikir positif, bersyukur ada BS / ART, yang mudah-mudahan ada kelebihannya walaupun banyak kekurangannya. Tidak ada manusia yang sempurna, seperti juga kita tidak sempurna :-)
Namun lagi, ada kualifikasi yang harus dipenuhi : kejujuran dan kesabaran
Kalaupun berbagai kualifikasi akhirnya tidak dapat dipenuhi, maka yang terpenting harus ada adalah kejujuran dan kesabaran. Dengan modal 2 kualifikasi itu saja, BS/ART akan bisa diajak bekerja sama.

4. Bantuan Allah akan datang

Khususnya bagi ibu bekerja seperti saya, kadang kita merasa sangat terjepit, dalam waktu yang sudah sedemikian mepet, kita harus masuk kerja dalam waktu dekat, BS/ART belum juga ada. Yakinlah, bantuan Allah akan datang. Jika kita memang berniat bekerja untuk kebaikan, dan artinya meninggalkan anak untuk kebaikan, Allah akan bantu membereskan urusan-urusan kita. Berdoalah, mendekatlah pada Allah, Allah akan membantu kita.

Demikian tips kali ini, semoga bermanfaat, tetap semangaaat :-)

Wednesday, September 21, 2011

Saya dan Marah

Tadi pagi saya ngobrol-ngobrol dengan anak saya yang kedua. Saya berbicara bahwa ada hari-hari kita sepertinya banyak masalah, banyak kekacauan, biasanya itu karena ada kebiasaan baik yang kita lupakan. Misalnya biasanya kita berinfak, kita lupa. Atau biasanya kita berdoa pagi hari, kita lupa.

Lalu anak saya bertanya, "Memangnya ada ya hari Mama yang kacau?"
Saya jawab, "Iya ada, misalnya banyak kerjaan yang gak selesai, atau Mama marah-marah terus."
Lalu saya tanya juga dia, "Kalau Adek gimana, ada nggak hari yang kacau?"
Anak saya menjawab, "Kayaknya setiap hari kacau, misalnya dimarahin Mama."

Weleh, kasian juga anak saya. Saya coba tanya lagi apa benar tiap hari saya marah? Kata dia iya. Waduh. Benar-benar harus ada perubahan mendasar nih.

Lalu saya pun berkomitmen pada dia, bahwa sejak saat itu, "Mama mau nggak marah-marah lagi." Dia tanya, "Hari ini aja apa seterusnya?". Saya jawab seterusnya.

Sebenarnya ini sudah jadi target 2011 saya, tapi sejauh ini sepertinya masih belum sukses :-)

Kalau kembali ke masa lalu, saya sebenarnya sangat-sangat tidak pemarah. Saya pernah punya prinsip bahwa, "Apa perlunya marah? Segala sesuatu bisa disampaikan tanpa marah."

Namun, kalau saya coba ingat-ingat kembali, saya mulai jadi pemarah setelah saya punya anak, dan mendelegasikan perawatan anak ke perawat. Ketika "harta karun" saya itu diperlakukan dengan "cara yang tidak sesuai harapan saya yang perfeksionis ini", maka marah lah saya. Dan awalnya hanya ke perawat.

Namun, setelah "kran" marah itu terbuka, maka bergulirlah ia, merembetlah "bukaan kran" itu ke hal-hal lain, obyek-obyek lain.

Ini harus dihentikan. Sekarang. Semoga Allah memudahkan :-)

Tuesday, July 19, 2011

Semua Bisa Dilakukan dari Mana Saja..

Berkat Internet, telepon, e-mail, SMS, yahoo messenger dan tentunya para penyedia jasa yang memanfaatkannya.

Belanja harian bisa via telepon dan SMS ke toko bahan makanan organik. Perlu obat, telepon delivery order ke apotik. Beli makanan jadi, delivery order bejibun.
Belanja baju anak-anak yang murah-murah yang ada di “sogo jongkok” bisa lewat SMS.

Beli buku, bisa SMS Pak Penjual buku di kantor, atau ke online shop. Beli sabun anti alergi anak-anak via SMS. Beli madu via SMS. Beli tenda, sleeping bag, baterai HP, tas notebook, bahkan kulkas pun, bisa via internet. Beli kado untuk bayi baru lahir, seabreg toko online bayi.

Beli jilbab, ciput, legging, kaos kaki, bisa via SMS ke online shop. Beli kosmetik Wardah ada yang jual online. Beli produk perawatan tubuh Pourvous tinggal ym atau SMS Mbak Ika. Beli batik, kain sarimbit, baju menyusui, tinggal pesan via e-mail. Dan terakhir yang menurut saya paling fenomenal, ternyata Wacoal juga sudah ada online shop-nya! Kulakan untuk toko online juga via email dan SMS.

Beli pembuat kompos, bor biopori via e-mail. Beli pohon dan tanaman via e-mail. Pesan tukang renovasi rumah, perbaikan listrik, dan perbaikan ledeng, via SMS. Pesan PRT, babysitter, infal lebaran, via SMS.

Transfer-transfer bank tinggal ke internet banking. Bank Niaga dan BSM transfer antar bank online.

Tinggal 3 yang masih belum ada online shop yang handal. Stationery (pensil, penghapus, buku tulis), produk Body Shop (walaupun saya cuma pake deodorannya saja hehe..), dan kado anak-anak yang representatif. Ada mainan anak-anak, tapi biasanya lebih ke mainan edukatif, bukan mainan yang sedang trendy di toko mainan :-)

Memang sih, belanja online seperti itu ada tambahan ongkos kirim. Tapi, untuk mereka yang tinggal di Jakarta, apa lagi ibu bekerja seperti saya, waktu rasanya amat sangat sempit. Sayang sekali waktu dihabiskan di jalan. Ada biaya bensin dan parkir plus cari parkir kalau bawa mobil sendiri, dan ada biaya taksi kalau naik taksi. Plus biaya konsumsi karena kelaparan akibat keliling mall :-)

Terima kasih kepada toko dengan delivery order, online shop, pesanan via SMS, dan internet banking, hidup saya terasa sangat mudah :-)

Friday, July 8, 2011

Akhlak Rasulullah

Dalam kitab Sahihain, dari Anas yang telah mengatakan :

Aku menjadi pelayan Rasulullah SAW selama sepuluh tahun dan beliau sama sekali belum pernah membentakku dengan kata “Husy!”

Dan belum pernah mengatakan terhadapku tentang sesuatu yang seharusnya tidak kulakukan, “Mengapa engkau melakukannya?”

Dan tidak pula terhadap sesuatu yang seharusnya aku lakukan, “ Mengapa tidak engkau lakukan?”

Beliau SAW adalah seorang yang paling baik akhlaknya.

Dan aku belum pernah memegang kain sutra, baik yang tebal maupun yang tipis, dan tidak pula sesuatu yang lebih lembut dari telapak tangan Rasulullah SAW.

Dan aku belum pernah mencium minyak kesturi dan tidak pula wewangian laiinya yang lebih harum daripada bau keringat Rasulullah SAW.

===

Subhanallah, semoga kita bisa meneladani beliau, sedikit demi sedikit.

Friday, December 31, 2010

List Pekerjaan Asisten Rumah Tangga

Untuk asisten rumah tangga (sekarang kebanyakan menyebutnya asisten ya, lebih enak juga terdengarnya :-) ), saya juga buatkan list pekerjaannya. Hanya, asisten ini bukan yang memasak, jadi silakan ditambahkan jika ada pekerjaan memasak.

Kalau ada waktu, akan saya buatkan list yang termasuk pekerjaan belanja dan memasak :-) Tinggal ditambahkan saja sih :-) Sebenarnya lebih baik lagi kalau ada jam-jam-nya. Karena banyak juga ART yang nggak ngeh bahwa dia itu harus bangun pagi :-)

Berikut list pekerjaannya, semoga bermanfaat :-)

Tiap hari :
1. Sapu - pel semua ruangan atas dan bawah (termasuk kolong-kolongnya)
2. Melap semua meja, rak-rak, lukisan di ruangan atas dan bawah
3. Menyiapkan baju anak-anak ke sekolah
4. Menyiapkan bekal anak-anak pagi hari
5. Mencuci baju anak-anak
6. Menyetrika baju anak-anak
7. Menemani anak-anak mandi
8. Membereskan kamar mandi setelah anak-anak mandi
9. Menemani anak-anak bermain / nonton TV
10. Membereskan kamar / ruangan tempat anak-anak bermain / nonton TV
11. Merapikan kamar dan tempat tidur
12. Mengganti keset kamar mandi jika basah
13. Menyapu dan mengepel lantai kamar mandi atas dan bawah
14. Memeriksa saluran air kamar mandi dan membersihkan jika kotor
15. Membersihkan cermin-cermin kamar mandi
16. Menyiapkan buah anak-anak
17. Menyiapkan makan anak-anak (pagi dan malam)
18. Menemani anak-anak makan
19. Menyiapkan minuman dan susu untuk di kamar
20. Menyiapkan kamar tidur
21. Membereskan kamar jika masih ada mainan anak-anak
22. Mengecek jika anak-anak ada PR
23. Menyiram tanaman di teras atas

Seminggu sekali :

Senin
Membersihkan kamar mandi atas
Membersihkan kamar mandi bawah
Mencuci lantai teras atas (tempat pohon-pohon)

Selasa
Mengelap kaca, kusen, krei
Mengelap pegangan tangga
Membersihkan ruangan bawah tangga
Mencuci jaring-jaring di jendela

Rabu
Membersihkan lantai di bawah sofa
Mem-vaccum cleaner sofa
Membersihkan bagian atas lemari di kamar-kamar
Membersihkan CD-CD di dekat TV, di lemari bawah TV di ruang tamu dan di kamar

Kamis
Membersihkan meja bolong-bolong, mengeluarkan isinya, membersihkan, dan merapikannya kembali
Membersihkan pajangan-pajangan di lemari atas dan bawah
Membersihkan buku-buku di lemari atas dan bawah

Jumat
Mengeluarkan semua isi lemari anak-anak, membersihkannya jika berdebu
Membersihkan lemarinya
Merapikan kembali
Lemari anak-anak : Lemari baju, lemari buku, lemari mainan, lemari telpon

Sabtu
Membersihkan kamar mbak termasuk isi lemari dan tempat tidur atas

Minggu
Memotong daun-daun tanaman yang berwarna kuning / coklat
Membersihkan pot-pot
Mencabut tanaman2 liar

Jika garasi kosong :
Membersihkan semua kotak-kotak di garasi
Merapikannya kembali