Showing posts with label hobi. Show all posts
Showing posts with label hobi. Show all posts

Tuesday, September 25, 2012

Menuju Kebebasan dari Bank Non Syariah



Saya termasuk hobi punya macam-macam rekening bank, seperti saya pernah kisahkan di sini.

Setelah muncul bank syariah, saya pun segera beralih ke bank syariah, antara lain BSM dan CIMB Niaga Syariah.

Namun, selama ini saya masih belum sepenuhnya meninggalkan bank non syariah. Ada sebagian ulama yang memang masih membolehkan untuk memiliki rekening di bank non syariah, asalkan hanya untuk mengambil manfaatnya, bukan memiliki tabungan yang besar, dan tentu saja tidak boleh mengambil bunganya. Namun ada sebagian ulama yang menyarankan untuk meninggalkan sepenuhnya bank non syariah, karena sesedikit apapun tabungan kita di sana, tetap ada kontribusi pada sistem ribawi tersebut.

Dan saya lebih setuju dengan pandangan ulama yang menyarankan untuk meninggalkan sepenuhnya bank non syariah. Namun, sampai beberapa bulan terakhir, saya masih memiliki 3 rekening bank non syariah, dengan tiga pertimbangan.

Pertama, awalnya, masih banyak fasilitas di bank non syariah yang belum bisa disediakan oleh bank syariah. Walaupun dengan berjalannya waktu, sekarang hampir seluruh fasilitas di bank non syariah sudah bisa disediakan oleh bank syariah. Tapi ingat, masih ada kata “hampir”.

Kedua, berkaitan dengan kemudahan transfer dengan bank sejenis. Salah satu yang membuat saya suka punya rekening bermacam-macam bank, adalah saya bisa membantu teman yang ingin transfer ke bank A, tetapi hanya punya rekening di bank B, sedangkan saya punya kedua-duanya. Maka teman saya tinggal transfer ke rekening saya di bank B, saya akan bantu dia untuk transfer ke bank A. Selain itu, orang tua saya juga sering ada kebutuhan untuk transfer ke saya, dan mereka masih menggunakan rekening bank non syariah. Dan satu lagi, untuk toko online saya, saya ingin menyediakan aneka rekening untuk kemudahan customer.

Ketiga, khusus untuk kartu kredit. Tadinya saya masih menyimpan satu kartu kredit bank internasional, dengan alasan kemudahan jika ke luar negeri, dan menambah limit kalau-kalau ada keperluan mendadak.

Untuk faktor kedua, sekarang sudah tidak lagi menjadi masalah. Transfer antar bank sudah sangat mudah dilakukan, baik melalui ATM, mobile banking, ataupun internet banking. Bahkan antara Mandiri dan BCA yang selama ini seperti “tidak pernah bersatu”, akhirnya sudah bisa saling transfer online. Maka sebenarnya faktor kedua sudah bisa diabaikan.

Dan untuk faktor ketiga, sepertinya juga sudah tidak relevan. Kartu kredit mana pun tetap bisa digunakan di luar negeri. Dan melihat trend kehidupan saya dalam 10 tahun terakhir, sepertinya sangat jarang saya pergi ke luar negeri, hehehe.. Untuk menambah limit, sepertinya saya harus pasrah, dan mencukupkan diri dengan limit yang saya miliki sekarang dengan dua kartu kredit syariah.

Maka, bulan September ini saya membuat gebrakan baru, menutup dua rekening saya, yaitu satu rekening tabungan di bank BUMN besar non syariah, serta satu rekening kartu kredit di bank internasional. Alhamdulillah :-)

Tapiiiii, saya masih menyimpan rekening bank besar non syariah. Hanya karena satu alasan, yaitu hanya internet banking di bank ini yang bisa membayar tagihan telepon Starone saya J Sebenarnya, bank ini sudah membuka cabang syariah, tetapi dari hasil penyelidikan saya, fasilitasnya tidak selengkap bank non syariah-nya. Bahkan rekeningnya belum bisa menggunakan internet banking.. Ooo tidaak.. :-)
 
Rencananya, saya akan buka rekening syariah bank ini, sambil tetap memiliki rekening non syariah-nya, sambil terus memantau jika fasilitas bank syariahnya sudah selengkap yang non syariah. Baru saat itu saya tutup rekening non syariah-nya.

Atauuuu, kalau ada internet banking dari bank syariah lain yang bisa digunakan untuk membayar Starone, saya akan buka rekening ini juga. Karena saya paling anti kalau harus bayar ke ATM, apa lagi ke gerai :-D
Semoga saya bisa segera terbebas dari bank non syariah.

Tuesday, September 4, 2012

Buku : Jangan Pensiun Sebelum Baca Buku Ini



Kajian hari ini disampaikan oleh Ust. Valentino Dinsi, tentang buku beliau yang ke-15, “Jangan Pensiun Sebelum Baca Buku Ini”.
 
Kajian diawali dengan pembahasan sedikit tentang pasca Ramadhan. Syawal artinya meningkat. Maka seharusnya amalan kita di bulan Syawal terus meningkat dibandingkan dengan sebelumnya, paling tidak dibandingkan dengan sebelum Ramadhan, karena di Ramadhan kita memang intensif beribadah.

Kita perlu mengevaluasi kembali ibadah kita. Tilawah, tahajud, sedekah, puasa. Jika dapat dijaga tetap konsisten, maka itu baik. Jika turun sedikit, maka mungkin faktor “s”, yaitu faktor setan, yang memang di bulan Ramadhan dibelenggu, dan dibebaskan kembali di bulan Syawal. Sangat sayang bila ibadah kita menurun drastis apa lagi jika berhenti sama sekali.

Mari kita hidupkan terus ibadah Ramadhan kita, semoga Allah pertemukan kita lagi dengan Ramadhan berikutnya.

Dalam kajian sebelumnya dibahas kiat sukses dunia akhirat ada dua :
Pertama, gila kerja, workaholic, bekerja dengan bersungguh-sungguh, agar mencapai sukses.
Kedua, gila ibadah, ketika tiba waktunya panggilan untuk ibadah, tinggalkan semua kegiatan kerja. Allah No. 1.  Setelah selesai, segera kembali bekerja.

Ustadz Valentino Dinsi membahas tentang buku “Anak Singkong”, biografi Chairul Tanjung, dan mencoba mencari rumah lama “Bang CT” di Gang Sepur 4 No. 145 Kemayoran. Agar bisa memahami bahwa mereka yang pernah hidup dalam kesulitan, jika bersungguh-sungguh akan dapat meraih kesuksesan. Ustadz Valentino di Idul Fitri juga lalu berkunjung ke rumah Bapak Bob Sadino. Jika kita bertemu dengan orang yang sukses, maka dapat merasakan energi yang berbeda.

Kita diperintahkan untuk belajar di muka bumi. Berteman dengan orang yang berada dalam kesulitan dan kemiskinan, agar kita dapat makin bersyukur. Berteman dengan orang yang berhasil, agar kita menjadi optimis dan bersemangat. Dalam NLP (neuro linguistic programming) jika kita berjumpa dengan orang yang sukses, maka kita bisa melakukan modeling, meniru dari contoh.

Hidup pada dasarnya terus belajar. Belajar dari orang yang seluruh keluarganya hafal Al Qur’an. Ustadz Valentino pernah bertemu dengan seseorang yang seluruh anaknya cerdas dan selalu mendapatkan beasiswa sejak SD bahkan sampai memperoleh nilai TOEFL maksimum (627) dan mendapatkan beasiswa ke berbagai universitas terkemuka dunia.

Jika kita tidak mengetahui, bertanyalah pada yang ahli. Mungkin kita tidak bisa mengikuti secara sama persis, tetapi kita bisa berada di jejak yang sama.

Satu hal yang menjadi ciri orang yang sukses : pekerja keras dan bersungguh-sungguh.

Menurut Imam Syafi’i, ilmu itu hanya bisa kamu miliki, pertama degan bekerja keras, dan kemudia bersungguh-sungguh untuk meraihnya. Man jadda wajada. Carilah sumber ilmunya, cari ahlinya, dan belajarlah darinya, galilah ilmu darinya.

Pembahasan dilanjutkan dengan buku ke-15 Ustadz Valentino Dinsi, yaitu “Jangan Pensiun Sebelum Baca Buku Ini”. Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi Ustadz Valentino yang pernah 2 kali pensiun yaitu pertama di usia 28 tahun dari Manager Garuda dan di usia 34 dari perusahaan swasta milik mantan menteri kehutanan.

Ustadz Valentino pernah bertemu dengan karyawan pensiun dini yang memperoleh Rp 300 juta ketika pensiun, yang menangis karena uangnya habis sama sekali setelah 1 tahun pensiun. Seorang pensiunan Pertamina dengan uang pensiun 1.5 M, juga kehabisan seluruh pensiunnya, ditambah hutang Rp 300 juta. Atau ada pensiunan yang kembali bekerja di anak perusahaan lamanya.

Ada kesalahan yang fatal dalam persiapan pensiun. Pensiun seharusnya dipersiapkan sejak seseorang pertama bekerja.

Berdasarkan pengamatan, dari seluruh pensiunan, 90% sengsara. Dari 2500 peserta pensiun dini Garuda di tahun 1999, hanya 12 orang yang sukses.

Beberapa kesalahan ketika pensiun :
- Tidak memiliki persiapan dan rencana
- Post power syndrome, bagi mereka yang pernah memiliki jabatan
- Tidak belajar dari kegagalan
- Tidak memiliki rencana keuangan

Bagaimana Anda membayangkan diri Anda 5-10 tahun yang akan datang? Akankah berada di jabatan yang sama, di rumah yang sama, dengan kendaraan yang sama?

Dalam Al Hasyr 18, Allah mengingatkan kita untuk mempersiapkan diri, membuat rencana untuk kehidupan kita di dunia untuk di akhirat kita.

Seringkali kita baru menyadari segalanya di kemudian hari, dan saat itu sudah terlambat. Berbahagialah mereka yang sudah mengetahui tujuan hidupnya sejak awal. Yang memiliki pikiran terbuka dan akhirnya Alalh datangkan semua kemudahan dan keindahan. Karena nasib kita ada di tangan kita sendiri.

Steven Covey mengatakan, your main purpose in life is finding yourself, finding your voice, and then inspiring other. Dimulai dengan pasangan kita, keluarga kita.
Banyak orang yang tidak menemukan jalan hidupnya yang benar, karena jauh dari kitab Allah.

Persiapan menjelang pensiun :

Pertama, persiapan mental.

Kedua, selamatkan uang pensiun dari "para pencuri uang pensiun" (bukan inflasi, karena inflasi adalah pencuri yang tidak riil). Pencuri uang pensiun yang nyata adalah :
1.       Saudara / keluarga yang mengetahui bahwa kita pensiun dan memiliki uang banyak, dan datang meminjam uang untuk berbagai keperluan.
2.       Manager investasi, yang menjanjikan investasi yang muluk-muluk.
3.       Diri sendiri
Ketiga, tentukan gaya hidup setelah pensiun, dan perkirakan biaya per bulan yang dibutuhkan untuk itu, dan persiapkan.

Keempat, belajar tentang investasi, antara lain Time Value of Gold.
Kita harus membangun jaringan seluas-luasnya, memiliki keberanian, dan bekerja untuk belajar, agar mendapatkan lebih.

Kelima, tentukan apa yang kita inginkan setelah pensiun? Kita pensiun di usia 56. Perempuan memiliki kemungkinan hidup sampai usia 73 tahun, dan laki-laki sampai 67 tahun. Masih ada 17 / 11 tahun. Apa yang akan dilakukan? Bekerja  kembali? Menjadi pengusaha? Menghabiskan uang pensiun, stress, lalu meninggal?

Kita memerlukan persiapan. Tidak ada yang bisa meramal masa depan. Tetapi kita bisa menciptakan sesuatu sejak sekarang untuk persiapan di masa mendatang.
Ustadz Valentino menentukan bidangnya adalah dakwah dan dagang. Dakwah nilai-nilai Islam, berbagi nilai Islam bahkan di gereja dan di depan para pendeta Hindu.

Jangan pernah takut untuk mengeluarkan uang, yang penting ada manfaat dari pengeluaran uang tersebut. Jika karena keadilan, karena memang uang harus berputar, bayarlah, Allah akan kembalikan kepada kita.

Jangan pernah menggunakan fasilitas kantor untuk keperluan non kantor. One piece of paper, one scratch of pen, one phone call, tetap akan ada perhitungannya. Waktu istirahat sampai jam 13, kembalilah bekerja jam 13, bukan jam 13.30. Korupsi 1 rupiah ataupun 50 juta rupiah, akan ada akibatnya. Karena tubuh kita fitrah dan suci, tidak bisa cocok dengan hal yang haram. Harta yang haram akan mencari jalan keluarnya. Bisa dalam bentuk anak yang sakit, mobil kecelakaan, dan berbagai masalah lainnya.

Bagaimana jika kita memiliki utang yang banyak? Fokuslah pada solusi, bukan pada masalah. Cari caranya supaya utang itu bisa terbayar :-)

Tuesday, April 24, 2012

Yang Baru Hari Ini :-)

Hari ini ada dua hal baru :-)

Pertama, blog Carik Catatan "sedikit" berubah tampilan, mudah-mudahan lebih enak dibaca :-)

Kedua, saya buat blog baru, isinya foto-foto.
Saya bukan fotografer serius sih, tapi senang juga kalau liat obyek yang indah. Fotonya juga ngga pake kamera serius, pake blackberry aja :-)
Sambil melihat keindahan, sambil kita ingat Sang Maha Indah, Sang Pencipta.
Silakan mampir di Indah Cipta-Nya :-)

Monday, April 23, 2012

Ayo, Mau Belajar Bahasa Apa Tahun Ini?

Barusan baca di republika online, ada pembahasan tentang metode belajar bahasa asing yang efektif, karena menyesuaikan dengan kemampuan otak mengakusisi bahasa baru.

Namanya metode Pimsleur.
http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/parenting/12/04/22/m2uxns-ingin-kuasai-10-bahasa-ini-tips-paul-pimsleur

Berikut link-link berkaitan dengan metode ini :
http://www.pimsleurmethod.com/free-pimsleur.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Pimsleur_language_learning_system

Metode ini lebih menekankan pada cara belajar audio, melalui pendengaran.

Ada juga metode lain, Rosetta Stone, yang ini kabarnya ada aspek visualnya dan menggunakan online learning.

Dulu saya pernah belajar bahasa Perancis, belajar sendiri dengan buku dan kaset dari CCF, nitip ke temen yang belajar di CCF. Pernah coba belajar Bahasa Jerman, dari buku punya teman juga. Pernah juga belajar bahasa Jepang termasuk huruf-hurufnya :-) Tapi ya itu, ngga ada yang tuntas :-)
Sekarang yang agak intensif adalah belajar bahasa Arab di kantor.

Nah setelah ada 2 metode itu, jadi mau mulai lagi nih.. Dan jadi punya cita-cita baru, belajar bahasa baru, setiap tahun 1 bahasa, wehehehe.. Keren gaaa :-)

Coba pilih-pilih di dua webiste itu, yang Rosetta Stone rasanya lebih cocok dengan saya, karena saya (sepertinya) visual. Tapiii, harganya mengagetkan, 200 USD :-D

Akhirnya saya coba dulu yang Pimsleur, ada yang gratisannya dulu, hehehe..

Ayo, mau belajar bahasa apa tahun ini?


Friday, June 3, 2011

Bank Favorit Saya : CIMB Niaga Syariah

Kali ini saya akan bercerita tentang bank favorit saya yang lain yaitu CIMB Niaga Syariah.

Sebagaimana saya pernah ceritakan sebelumnya, saya berkenalan dengan bank ini di Surabaya. Dulu namanya masih Bank Niaga, dan belum ada unit syariah.

Tadinya saya tidak pernah terpikir untuk membuka rekening di Bank Niaga. Menurut saya bank ini terlihat kecil, cabangnya jarang ada. Ada teman kuliah saya yang punya rekening Bank Niaga, menurut saya hal itu amat sangat aneh :-)

Sampai akhirnya saya pindah kerja ke Surabaya, saya wajib membuka rekening Bank Niaga, karena transfer gaji dilakukan ke Bank Niaga. Dan karena suami saya juga punya rekening Bank Niaga, saya pun keterusan punya rekeningnya sampai sekarang.

Ternyata Bank Niaga menjadi bank favorit saya.

Yang saya suka dari Bank Niaga terutama adalah fleksibilitasnya. Jika kita perlu berurusan dengan bank, dan ada dokumen yang tidak kita bawa, petugas customer service dan teller-nya selalu memiliki solusi sehingga kita merasa nyaman dan tidak direpotkan.

Contoh terakhir yang pernah saya alami adalah ketika saya akan memperpanjang kartu ATM, tetapi saya lupa membawa buku tabungan. Kalau di bank lain, biasanya kita akan “diusir” pulang, diminta untuk mengambil buku tabungan, dan datang lagi untuk mengulang permintaan tersebut. Bank Niaga berbeda. Permintaan kita tetap diproses, petugas customer service nya pun tetap tersenyum dan berkata, “Baik, tidak apa-apa Ibu.” Namun, setelah proses selesai, petugas customer service tersebut berkata, “Ibu, biasanya kami ada ATM Instan, yang bisa langsung selesai saat ini juga. Namun mohon maaf, kali ini ATM Instannya sedang kosong. Sehingga Ibu kami berikan ATM biasa, yang ada namanya. Prosesnya sekitar 3 hari. Nanti Ibu mohon datang lagi ya Bu. Dan nanti ketika datang, tolong dibawa buku tabungannya.”

Saya jadi berpikir, entah pikiran saya ini benar atau tidak, bahwa sebenarnya untuk membuat ATM memang memerlukan buku tabungan, tapi petugas customer service sedemikian rupa menyampaikan, sehingga kita tetap merasa nyaman.

Bank Niaga pun termasuk yang terdepan dalam teknologi. Bank Niaga termasuk bank yang paling awal menyediakan layanan transfer via Phone Banking, walaupun hanya untuk antar rekening Bank Niaga. Internet Banking-nya pun termasuk canggih, yang termasuk awal untuk bisa transfer antar bank, walaupun masih kliring. Metode PIN-nya juga keren, yaitu dikirim melalui SMS, sehingga tidak perlu mengambil token ataupun print-an kode.

Semakin keren lagi, setelah dibukanya unit syariah, sehingga saya pun memindahkan rekening Niaga konvensional saya ke Niaga Syariah. Dan untuk rekening syariah, semua layanan Niaga tetap dapat dinikmati. Kita pun dapat melakukan berbagai transaksi di cabang Niaga konvensional.

Dan perkembangan terakhir yang fenomenal di tahun ini adalah, transfer antar bank di internet banking-nya sudah dapat dilakukan secara online, menggunakan jaringan ATM Bersama dan Prima. Ini dia yang saya tunggu-tunggu.

Tinggal satu lagi yang saya tunggu, yaitu pembukaan cabang di dekat kantor saya :-) Dulu pernah ada, tetapi ditutup. Mudah-mudahan kapan-kapan dibuka lagi.

Monday, September 27, 2010

Hobi Filateli dan Koleksi Kartu Telepon, Masih Ada Nggak Ya?

Tadi pagi saya dikejutkan dengan adanya pameran filateli dan telegeri (kartu telepon) yang dilakukan di kantor saya, dalam rangka Hari Bakti Postel ke 65. Wah, hobi lama saya nih!

Sebagai anak SD tahun 1980-an, hobi yang favorit dulu adalah filateli (mengumpulkan perangko, kalau-kalau ada yang nggak tau hehe..), diperkenalkan oleh Tante saya waktu saya kelas 3 SD. Dilanjutkan dengan koleksi kartu telepon di tahun 1990-an, diperkenalkan oleh teman kuliah saya. Tadinya saya yang hobi menelepon, merupakan ”sumber kartu” untuk teman saya itu. Setelah saya ikutan koleksi, teman saya jadi kehilangan satu ”sumber” (maaf yaa.. hehe..) Sampai sekarang, koleksi perangko saya masih tersimpan dengan baik di rumah Ibu, kapan-kapan saya mau bawa ke rumah. Sedangkan koleksi kartu telepon sudah saya bawa ke rumah saya, dan sukes diacak-acak anak-anak saya.

Dua hobi ini saya rasakan sangat banyak manfaatnya.

Pertama, melatih kesabaran, ketelitian, dan ketelatenan. Mengumpulkan perangko ada tahap-tahapnya. Apa lagi jika perangko bekas dari manca negara. Harus terlebih dahulu mencari surat dari berbagai sumber, melepaskan dari amplop secara hati-hati dengan merendam dan mengeringkan, dan terakhir menyimpannya dengan baik agar tidak rusak. Kartu telepon juga harus dicari dengan sabar, digunakan dulu sampai habis, baru disimpan dengan baik.

Kedua, belajar banyak hal tentang berbagai negara. Dari gambar dalam satu kotak kecil itu, kita bisa sedikit mengetahui sejarah, kondisi geografis, kebudayaan, dan berbagai peristiwa di suatu negara. Lebih jauh lagi, menurut saya, tingkat kemajuan negara bisa dilihat dari perangkonya. Perangko yang keren, biasanya berasal dari negara yang keren, yang peduli dengan hal detil, yang artinya maju dalam berbagai aspek. Singapura, Australia, Jerman, Inggris, dan Jepang adalah beberapa negara yang terlihat serius dengan perancangan perangkonya.

Ketiga, berlatih menganalisis dan mengklasifikasi. Perangko dan kartu telepon biasanya terbit secara berseri. Dalam pengumpulannya, kita perlu melihat secara teliti, persamaan dan perbedaan antara beberapa perangko, dan mengelompokkan jika perangko atau kartu itu merupakan satu seri penerbitan. Selain itu, pengelompokan dapat juga dilakukan menurut tema, atau apa saja.

Terakhir, komitmen jangka panjang. Mengumpulkan perangko dan kartu telepon tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat. Perangko dan kartu telepon terbit hanya sedikit setiap tahunnya. Surat menyurat pun tidak bisa dilakukan terus menerus. Kartu telepon hanya dibeli jika dibutuhkan. Maka koleksi membutuhkan waktu yang cukup lama serta komitmen dalam jangka waktu yang panjang.

Keempat, menambah teman dari sesama kolektor perangko dan kartu telepon, untuk tukar-menukar koleksi dan informasi penerbitan baru dan pameran.

Seiring dengan berkembangnya teknologi telekomunikasi, surat sudah digantikan dengan SMS dan email. Kartu telepon untuk telepon umum sudah tidak diperlukan lagi karena hampir semua orang sudah punya telepon seluler. Kira-kira masih ada nggak ya anak-anak sekarang yang punya hobi filateli dan koleksi kartu telepon? Sepertinya jangankan untuk mengoleksi, ketemu dengan perangko dan kartu telepon saja sudah sangat jarang untuk anak-anak sekarang.

Anak-anak sekarang sepertinya hobinya lebih bersifat konsumtif. Main game di komputer, harus didukung dengan komputer, program game-nya, dan koneksi internetnya jika mau online. Main musik, harus beli alat musik dan kursus. Main robot dan mobil-mobilan, harus beli dulu dan harganya juga tidak bisa dibilang murah.

Ah, saya tiba-tiba rindu dengan masa lalu yang serba tidak konsumtif, mencoba mengoptimalkan apa yang ada agar jadi menyenangkan. Apa bisa lagi ya? Dan koleksi perangko dan kartu telepon saya, kira-kira akan saya wariskan ke siapa ya? :-)

Sunday, July 18, 2010

Anak-anak Belajar Membuat Robot, Seru!

Dimulai dari browsing di www.lego.com, anak saya menemukan informasi produk Lego Mindstorm, yaitu lego robotik.

Kerennya (atau pintarnya www.lego.com) di sana diberikan contoh beberapa jenis robot (yang sudah jadi tentunya) dan anak-anak bisa mencoba membuat program untuk robot itu. Seru!

Tinggal klik-klik ikon visual programming-nya (ada contohnya), program di-run, lalu ada visualisasi robot melakukan perintah sesuai program (video dari robot tersebut). Keren kan?

Dari situlah anak-anak saya akhirnya tertarik untuk belajar membuat robot.

Maka sayapun mulai browsing mencari sekolah atau kursus robot di Jakarta.

Cukup sulit juga. Sekitar dua tahun lalu saya ingat ada tempat belajar robot di Gramedia Matraman. Tapi saya cari di Mbah Google tidak ada.

Ketemu satu penyelenggara kursus, lokasinya jauh, di Kelapa Gading. Ada lagi yang lain, di Surabaya. Sampai akhirnya ketemu, di Senayan City.

Minggu lalu kami coba ke sana, seruuu!

Karena baru pertama kali datang, belum langsung ke Lego Mindstorm, tapi Lego Education dulu. Tapi sudah cukup keren :-) Awalnya lego dirakit dulu, termasuk motor-motor penggeraknya. Contoh perakitan diikuti dari program di komputer. Setelah rakitan selesai, USB pada rakitan dimasukkan ke komputer, mulai dengan visual programming. Programming-nya masih ada contohnya, tetapi sambil dijelaskan oleh pembimbing, apa arti dari masing-masing blok program itu. Program dijalankan, robot pun bergerak, kereeeen!

Ada robot penyepak bola, pemutar gasing, singa mengaum, buaya membuka mulut, dan desain-desain lainnya. Lucu-lucu, tapi robot gitu loh :-D

Maka, sejak minggu itu, tema kami setiap akhir minggu adalah kursus robot. Mudah-mudahan anak-anak saya tetap konsisten menjalani kursusnya, dan bisa menjadi pembuat robot hebat dari Indonesia :-)