Tuesday, May 10, 2011

Bank Favorit Saya : BSM

Sekarang saya akan cerita tentang bank paling favorit saya yaitu Bank Syariah Mandiri, atau BSM :-)
O ya, sebelumnya, saya bukan karyawan BSM ya, saya hanya pecinta dan simpatisannya :-)

BSM adalah bank yang sangat saya tunggu-tunggu kedatangannya, yaitu karena syariahnya. Sebenarnya bank syariah pertama di Indonesia adalah Bank Muamalat. Tapi saya waktu itu berprinsip tidak mau membuka rekening di bank yang belum berpengalaman, hehehe. Jadi saya menunggu sampai ada bank konvensional yang membuat unit syariah. Dan ternyata yang pertama adalah Bank Mandiri dengan BSM-nya.

BSM pertama dibuka di akhir tahun 1999, di Jakarta. Ketika itu saya sedang di Surabaya, jadi saya tidak bisa membuka rekeningnya. Sampai ketika saya cuti melahirkan tahun 2001 di Bandung, ternyata di Dago sudah ada BSM. Langsung saya “bela-belain” buka rekening baru di sana :-)

Di awal kemunculannya, layanan BSM masih sangat terbatas. Jadi niat saya hanya untuk menabung di bank yang syariah, untuk fasilitas perbankan (ATM, phone banking, internet banking) saya masih mempercayakan ke bank lain, waktu itu Niaga, Mandiri, dan BCA.

Ketika saya selesai cuti melahirkan dan kembali bekerja di Jakarta, saya membuka rekening BSM di Thamrin Jakarta. Kalau tidak salah ingat, pembukaan rekeningnya dilakukan di stand di kantor. Ini juga saya bela-belain, karena saya harus pergi cukup jauh dari Merdeka Barat ke Thamrin untuk sekedar mengeprint buku tabungan. Tapi saya tetap tabah, karena saya “keukeuh” mau menabung di bank syariah.

Alhamdulillah di tahun 2003 atau 2004, BSM membuka kantor kas di kantor saya! Benar-benar kejutan yang menyenangkan :-) Langsung saya semakin hobi ke BSM. Buka aneka rekening, print sana print sini :-)

Tapi sampai saat itu layanan BSM masih sangat terbatas. Hanya yang saya senang, karena nasabahnya masih sedikit, antri tidak terlalu panjang. Teller dan CS Officer-nya juga ramah. Dan BSM mau menerima penukaran uang receh :-)

Nah, mulai tahun 2006-an, baru mulai terasa berbagai perkembangan kecanggihan BSM. Pertama dengan SMS Banking. Dengan SMS Banking ini kita bisa dengan mudah transfer antar BSM (milik kita sendiri) ataupun milik orang lain, yang sudah terdaftar. BSM salah satu yang pertama yang punya layanan ini.

Berikutnya yang fenomenal, adalah internet banking-nya. Internet banking BSM adalah pertama yang bisa transfer online antar bank. Wuahhh, ini suatu fitur yang sangat powerfulllllll.. BSM menggunakan jaringan ATM Bersama dan Prima untuk internet banking-nya. Sampai 2011, (rasanya) belum ada internet banking lain yang bisa :-) Internet banking lain bisa transfer antar bank, tapi metodenya kliring, jadi baru sampai 2-3 hari berikutnya. Dan kalau kliring, ketika kita input nomor rekening, nama penerima tidak muncul. Hal ini membuat kita sering agak ragu apakah kita telah menuliskan nomor yang benar.

Tapi di BSM internet banking, hal ini terjawab tuntas :-) Persis seperti kalau kita transfer antar bank melalui ATM. Kita bisa input nomor rekening ke bank mana saja, nama penerima langsung muncul, dan dana langsung terkirim saat itu juga :-) Untuk menjaga proses transaksi, BSM menerbitkan (hardcopy) list sandi, yang disebut dengan TAN,  yang harus diinput setiap kita melakukan transaksi. Kalau dibandingkan dengan bank lain, mirip-mirip BCA dan Mandiri yang menggunakan token (keyBCA), dan Bank Niaga yang menggunakan PIN yang dikirimkan melalui SMS.

Di tahun 2011, baru Bank Niaga menyusul mempunyai fitur yang sama. Oya, pembahasan saya di antara Bank Niaga, BCA, dan Mandiri ya, karena saya tidak punya pengalaman dengan bank yang lain :-)

Berikutnya yang juga fenomenal, adalah GPRS Banking. Pada internet banking kita harus ada di depan komputer yang terhubung dengan internet, plus memiliki persediaan kode sandi. Pada GPRS banking, kita cukup menggunakan HP serta kode yang dimasukkan hanya PIN ATM. Dan pada GPRS banking ini pun kita bisa transfer online antar bank. Benar-benar mantaaaap. Rasanya sampai saat ini belum ada bank lain yang punya fitur ini.

Sekarang saya benar-benar “cinta mati” dengan BSM, karena selain syariah, BSM pun terdepan dalam teknologi.

Ada satu yang saya masih tunggu dari BSM yaitu print buku tabungan dalam bentuk rekap. Karena sudah ada berbagai kemudahan transaksi melalui internet dan GPRS, maka saya jarang transaksi di bank. Namun ketika menge-print buku, semua transaksi di-print. Padahal bank lain sudah bisa menge-print rekap saja. Walhasil, setiap kali saya ke bank untuk menge-print, setiap kali itu juga saya ganti buku :-)  Menyedihkan bagi saya yang sedang menggalakkan go green.

Dan satu lagi yang cukup merepotkan adalah hardcopy list sandi, yang harus kita minta lagi ke bank jika stoknya habis. Jumlah TAN ini ada 100 angka, yang di-print di kertas tertutup (sama seperti kertas tertutup yang biasanya berisi nomor PIN). Kalau sehari kita melakukan 3 transaksi saja, maka setiap bulan kita akan kehabisan TAN, dan harus meminta kembali TAN baru. Yang menyulitkan, selama proses permintaan TAN, akses ke internet banking dimatikan, jadi bahkan untuk cek saldo pun jadi tidak bisa. Tapi, sebenarnya proses permintaan TAN bisa segera, jika dilakukan di cabang tempat kita membuka rekening :-) Karena saya memintanya di cabang yang berbeda, jadi agak lama :-)

Hanya saja, kalau boleh saran, menurut saya cara yang digunakan Bank Niaga dengan mPIN sangat memudahkan. Orang tidak perlu punya alat tambahan, cukup dengan HP yang memang selalu dibawa ke mana pun. 

Demikian kisah saya tentang BSM, hehe.. panjang juga yaa.. Semoga bermanfaat :-)

30 comments:

yand ackudeue said...

saya ingin share dg anda. sy nasabah bni syariah dn tertarik dg bsm. dulu sy daftar net banking hanya pakai hp dn hingga kini bertransaksipun pake hp jadi ga perlu pake lptop. banyak orang ga percaya tapi buktiny sy bisa. utk bsm sy tertarik krn fiturnya sedikit lebih lengkap tp saya ingin tahu berapa biaya tiap transksi yg ada di net bankingnya? sy ingin punya rek bnis&bsm. email sy di: wqudw83@gmail.com ...bnyk fitur hp yg bisa dimanfaatkn tanpa laptop..trmksh.

bunda khadijah said...

@yand ackuedeue,

Terima kasih sudah mampir di blog saya, dan terima kasih juga atas komentarnya.

Saya kirimkan juga tanggapan ini ke email Bapak ya..

Untuk net banking BSM, transfer online antar bank biayanya Rp 5.000 Pak. Kalau BNI berapa Pak/Bu?

CIMB Niaga Syariah juga bisa transfer online antar bank di net banking-nya. Kalau Niaga, nanti saya cek lagi ya Pak/Bu :-)

Untuk BSM, ada satu lagi yang keren, yaitu GPRS Banking. Jadi di HP nggak perlu repot2 buka browser dulu. Sudah ada aplikasi, yang koneksinya menggunakan GPRS.

Demikian dari saya, semoga bermanfaat :-)

Salam,
Bunda Khadijah

masgon said...

numpang komen...
klo cara transaksi bsm net bangking gmn ya?maklum blm paham yg gituan, lagian di web nya bsm jg g ada petunjuknya...

bunda khadijah said...

@masgon,

Caranya mudah kok.. Hehe nggak menjelaskan yaa..

Sebelum pemakaian, Bapak/Ibu daftar dulu ke BSM ya.. Nanti dapat username, password, PIN transaksi, dan TAN.

Username dan password untuk masuk ke aplikasinya. TAN dan PIN transaksi harus diinput setiap transaksi. PIN transaksi hanya satu, digunakan untuk jangka panjang. TAN adalah daftar angka random (sekitar 200 angka) yang diinput, setiap TAN hanya dapat digunakan sekali.

Cara transaksi gampang kok Pak..

Kalau sudah masuk ke web net banking-nya, ada menunya untuk cek saldo, transfer dan pembayaran.

Tinggal klak klik saja :-)

Kalau mau transfer, ada 3 pilihan, antar BSM, antar bank online (lewat jaringan ATM Bersama / Prima), antar bank kliring, RTGS, juga via pos.

Nanti Bapak masukkan nomor rekening tujuan dan jumlahnya, juga pesan jika diperlukan.

Sebelum transaksi dijalankan, Bapak diminta untuk memasukkan TAN dan PIN Transaksi.

Selesai deh :-)

Demikian Pak, semoga membantu yaa..

Salam,

masgon said...

Wah detail banget deh bu, makasih, akhirnya sdh bisa menggunakannya...
Lumayan realtime prosesnya, seperti bsm gprs...
Cm tan nya aja yg rada ga' simpel, mesti bawa2 kertas...hehe...bs seh klo pengen praktis, simpen bbrp tan di hp...
Semoga semakin diperbaiki deh...

bunda khadijah said...

@masgon,

Hehehe, sama-sama Pak.. Alhamdulillah kalau bisa membantu :-)

Selamat ber-BSM Net Banking ya Pak..
Ya betul Pak, bisa realtime transfer antar bank.. Enak digunakan kalo kita lagi pake komputer, tinggal klak klik..

BSM GPRS dipake kalo kita lagi pake HP ajah..

BSM Net Banking bisa juga dipake di HP, dengan browser di HP.. Back up kalo BSM GPRS lagi error :-)

Setuju Pak.. TAN-nya itu yang rada ribet memang.. Cuma, kalo disalin ke HP, ntar bahaya ga ya Pak, kalo2 HP-nya diambil orang.. Di sana ada data TAN-nya.. Tapi dia mesti tau juga password dan password transaksi ya..

Kalo saya bandingkan sama bank lain, ada yang pake token/key, yang bentuknya mirip2 kalkulator kecil (BCA dan Mandiri), masalahnya karena bentuknya agak besar, ga bisa dibawa2 di dompet.

Ada yang menurut saya lebih bagus, yaitu dari Bank Niaga. Dia kirimkan kodenya ke SMS setiap kali kita request dari Net Banking-nya. Agak bahaya juga sih kalo ada yang ambil HP kita dan tau password Net Banking Niaga kita hehehe..

Wah jadi panjang lagi nih.. Gpp deh mudah2an bermanfaat :-)

Salam,

Anonymous said...

maaf ya bun numpang nanya nih..kalo transfer antar bank pake net bankingnya bsm ada kolom no referensi nasabah..itu diisi apa yah..makasih bun

bunda khadijah said...

Dear anonymous,

Maaf baru reply, mudah2an masih belum terlambat :-)

No referensi nasabah boleh diisi dengan angka apa saja. Untuk nanti disampaikan ke penerima transfer, atau dikonfirmasikan ke bank, kalau2 ada masalah dengan transfernya.

Dikosongkan juga ngga apa-apa..

Demikian yaa.. semoga membantu :-)

Anonymous said...

kalo lupa pin login bsmnet harus mengurus ke cabang tempat buka tabungan juga ya bu??? punya saya pin nya lupa?? 6 digit ato 8 digit saya lupa.

bunda khadijah said...

Dear anonymous,

Kalau PIN lupa, betul harus diurus ke bank tempat buka rekening..

Supaya ngga mudah lupa lagi, nanti kalau dapet PIN baru, diganti saja dengan yang mudah diingat..

PIN BSMNet 4 angka..

Semoga segera ketemu solusinya ya..

Salam,
Bunda Khadijah

key said...

username (CIF=nomor nasabah) buat login Internet Syariah mandiri itu yg mana sih ?

Mau mengaktifkan BSM Net bingung CIF itu yg mana...sy cuma dikasih Print Out Panduan BSM Net, TAN, Password, sama Otorisasi.

Telp Call Center BSM 4 Kali diwaktu beda, jm 11pg, 4 sore, 8Mlm, sampe 3pg g ada yg jawab satupun...pdhl Call Center katanya 24jam

mhn penjelasanny : filesonic1988@gmail.com

Anonymous said...

username (CIF=nomor nasabah) buat login Internet Syariah mandiri itu yg mana sih ?

Mau mengaktifkan BSM Net bingung CIF itu yg mana...sy cuma dikasih Print Out Panduan BSM Net, TAN, Password, sama Otorisasi.

Telp Call Center BSM 4 Kali diwaktu beda, jm 11pg, 4 sore, 8Mlm, sampe 3pg g ada yg jawab satupun...pdhl Call Center katanya 24jam

mhn penjelasanny : filesonic1988@gmail.com

bunda khadijah said...

@Anonymous/key,

Saya sudah reply juga japri.
Saya coba jelaskan di sini juga ya..
Nomer CIF biasanya ada di depan lembar karbonasi TAN/Password/Otorisasi.

Ada 8 angka.

Untuk Customer Service, sepanjang pengalaman saya, biasanya cepat kok. Atau bisa juga di-search nomor telepon cabangnya langsung.

Semoga ketemu solusinya.

Wassalamu'alaikum wrwb.,
Bunda Khadijah

Anonymous said...

Assalamu'alaikum..
Apakah ada yang pernah mengalami "user id dan password error" saat loggin ke bsm net banking?
Padahal password dan user ID nya sudah benar yakin.
Sudah dicoba berkali kali, tapi masih error juga.belum bisa masuk. kira2 kenapa ya? sharing dong yang pernah pengalaman.
Terima kasih.
Wassalam,
AlFiRiza

bunda khadijah said...

@Mas/Mbak Anonymous,

Terima kasih sudah mampir :-)

Mengenai error user ID dan password, biasanya saya mengalami setelah permintaan TAN baru. Hal ini karena ketika kita request TAN baru, sementara account kita tidak diaktifkan, dan baru akan diaktifkan lagi setelah kita ambil TAN-nya, dan account diaktifkan kembali oleh bank.

Apa Mas/Mbak baru request TAN?
Oya, apa sebelumnya sudah pernah login dan sukses?

Sementara demikian, semoga membantu :-)

Salam,
Bunda Khadijah

Anonymous said...

mau tanya, Bunda..
setelah mengganti PIN pertama yg didapat dr CS ada 6 angka/huruf, apakah PIN yg baru hanya bisa kombinasi 4 angka/huruf?

terima kasih.

bunda khadijah said...

@Anonymous,
Terima kasih sudah mampir yah :-)

Yang dimaksud PIN ATM atau PIN Internet Banking ya?
Kalau PIN ATM memang diberikan dari bank 6 angka.. kalau PIN Internet Banking sih seingat saya diberikan dari bank 4 angka..

Sehingga ketika diubah pun disesuaikan, asalnya 6 angka, jadi 6 angka yang baru.
Yang asalnya 4 angka diubah jadi 4 angka yang baru..

Demikian, mohon maaf kalau tidak terlalu membantu :-)

Salam,
Bunda Khadijah

Anonymous said...

Kalo transfer antar bsm dg net banking dan sms banking apkh ada biaya admnstrasi?

bunda khadijah said...

@anonymous,

Terima kasih sudah mampir.. :-)

Untuk SMS Banking, di BSM sudah tidak diaktifkan lagi.

Yang ada adalah GPRS Banking.

Baik untuk GPRS Banking maupun Net Banking, untuk transfer antar bank dikenakan biaya Rp 5.000..

Demikian infonya, semoga membantu :-)

Anonymous said...

Assalamu'alaikum..

Mo tnya bu, untuk user id itu yg mana yah cz kmrn saya bikin cm dikasih password, otorisasi sm TAN ja..

Makasih
Wassalam...

Anonymous said...

Mudah2an token akan dikeluarkan secepatnya. . .terus terang ribet masalah tan ini.

bunda khadijah said...

@anonymous tgl 4 mar :
Wa'alaikumsalam wr wb.,
Mohon maaf baru sempat reply. User ID itu nomor user kita, biasanya ter-print di sisi luar amplop TAN, Otorisasi, dan PIN.
Ada 8 angka.

@anonymous tgl 15 mar :
Yaps, setuju, sebaiknya dibuatkan token.
Ada juga solusi yang cukup praktis yang digunakan CIMB Niaga, yaitu PIN transaksi dikirimkan via SMS sesuai permintaan. Jadi ngga perlu ke mana-mana bawa token, HP kan selalu dibawa..

Terima kasih atas kunjungannya yaa, semoga bermanfaat :-)

Jae Arif said...

Dah setahun aktifkan akun netbanking BSM. Sempat lupa password, sekarang sudah aktifasi ulang.

Rada bingung, ada yg transfer ke rekening saya memang saldo nambah, terus klik detail transaksi, set tanggal dst. Hasilnya: blank!

Duh emang seperti itu aplikasinya, atau saya-nya yg salah?
Yang saya bayangkan, BSMNet mirip buku tabungan (rincian transaksi keluar-masuk, dari siapa atau kesiapa transaksi. Masalahnya BSM hanya me-record yg via BSMNet aja detailnya. Transaksi diluar itu tidak (ato mungkin belum) ada.

Rada kecewa jg sich. Masa kalah ama bank BC*

bunda khadijah said...

@Jae Arif,

Selamat ya, akhirnya diaktifkan juga BSM-Net-nya setelah setahun :-)

Iya memang masih agak terbatas untuk info mutasi rekening, ngga ketauan dari mana.. Detil ketauan ke mana kalau transaksi di net-banking..

Yang bisa digunakan sebagai petunjuk adalah pesan (kolom pesan yang ada kalau kita transfer manual / BSM GPRS, tapi ngga ada di ATM)..

Dalam hal ini memang lebih keren net banking BC* ;-) Mudah2an ke depan ada perbaikan :-)

Terima kasih sudah mampir dan memberikan komentar yaa..

Salam,
Bunda Khadijah

Nofri said...

permisi numpang tanya....
saya udah daftar net bankingnya trus udah dapet ID, Pass, & TAN-nya tapi ko masih ga bisa login

Anonymous said...

John.

permisi saya mau bertanya, kok saya tidak bisa login ya? padahal User ID dan Pass yang saya masukan sudah benar.

Sebelum nya saya sempat reset Cookies dan History ID di Browser saya, ketika semua beres saya dapet masalah, ID dan Pass yang saya masukan selalu salah / tidak dapat login. padahal saya sudah yakin sekali ID dan Pass nya tidak salah.

mohon sarannya terimakasih..

Ahmad Amri Amiruddin said...

oiyah mau nanya.
Pin otorisasi saya kok cuman 1?
kode TAN ada banyak.
ana kira otorisasi yg banyak dan qt harus minta kembali ke BSM kalo habis. apa nggak kebalik?
gitu mas.

bunda khadijah said...

Dear all, mohon maaf saya baru sempat lagi untuk blogging dan menjawab pertanyaan..



@Nofri,
Biasanya proses aktivasi memang tidak seketika.. Kadang2 bisa 1-2 hari.. Apa sudah dicoba lagi?

@Anonymous,
Notifikasinya apa ya? Atau mungkin sama kasusnya dengan @Nofri, masih dalam proses aktivasi.. Coba lagi yah..

@Ahmad Amri,
Betul Mas, memang TAN yang banyak, PIN Otorisasi cuma 1.
TAN itu kalo dianalogikan dengan BCA, Mandiri, Niaga, mirip dengan kode yang dimasukkan setiap transaksi.
Sedangkan untuk PIN Otorisasi, ini tambahan pengaman yang ngga ada di bank lain. Setiap transaksi harus memasukan PIN Otorisasi ini, dan angkanya sama terus di semua transaksi.

Demikian Mas, semoga cukup jelas ya.


Untuk semua, terima kasih sudah berkunjung dan terima kasih sudah bertanya, semoga bermanfaat :-)

Aisyah Nurkumala said...

bun,,kerja di indosat ya?hehe kok ciri-cirinya seperti kerja disana

Esti said...

Menurut saya satu kekurangan BSM, sampai sekarang untuk setoran ke tabungan sendiri aja mesti mengisi formulir yg sangat banyak isiannya dan harus lengkap. Kalo ga lengkap (kaya alamat) harus tetap diisi, perbandingan dengan BNI yg sudah tidak butuh isi formulir lagi kalo mau setor, mandiri kalo di bawah 10 juta hanya perlu isi nama, norek & jumlah yg ingin disetor, BCA tidak banyak isian formulirnya. Pernah di salah satu cabang BSM di kelapa gading Teler nya lama melayani satu customer, menyampaikan salam itu bagus tapi sampai ngajak ngobrol customer sedangkan sudah banyak antrian, sangat menyebalkan. Tetapi selain yg disebutkan diatas layanan BSM tidak pernah ada masalah.