Friday, December 31, 2010

List Pekerjaan Asisten Rumah Tangga

Untuk asisten rumah tangga (sekarang kebanyakan menyebutnya asisten ya, lebih enak juga terdengarnya :-) ), saya juga buatkan list pekerjaannya. Hanya, asisten ini bukan yang memasak, jadi silakan ditambahkan jika ada pekerjaan memasak.

Kalau ada waktu, akan saya buatkan list yang termasuk pekerjaan belanja dan memasak :-) Tinggal ditambahkan saja sih :-) Sebenarnya lebih baik lagi kalau ada jam-jam-nya. Karena banyak juga ART yang nggak ngeh bahwa dia itu harus bangun pagi :-)

Berikut list pekerjaannya, semoga bermanfaat :-)

Tiap hari :
1. Sapu - pel semua ruangan atas dan bawah (termasuk kolong-kolongnya)
2. Melap semua meja, rak-rak, lukisan di ruangan atas dan bawah
3. Menyiapkan baju anak-anak ke sekolah
4. Menyiapkan bekal anak-anak pagi hari
5. Mencuci baju anak-anak
6. Menyetrika baju anak-anak
7. Menemani anak-anak mandi
8. Membereskan kamar mandi setelah anak-anak mandi
9. Menemani anak-anak bermain / nonton TV
10. Membereskan kamar / ruangan tempat anak-anak bermain / nonton TV
11. Merapikan kamar dan tempat tidur
12. Mengganti keset kamar mandi jika basah
13. Menyapu dan mengepel lantai kamar mandi atas dan bawah
14. Memeriksa saluran air kamar mandi dan membersihkan jika kotor
15. Membersihkan cermin-cermin kamar mandi
16. Menyiapkan buah anak-anak
17. Menyiapkan makan anak-anak (pagi dan malam)
18. Menemani anak-anak makan
19. Menyiapkan minuman dan susu untuk di kamar
20. Menyiapkan kamar tidur
21. Membereskan kamar jika masih ada mainan anak-anak
22. Mengecek jika anak-anak ada PR
23. Menyiram tanaman di teras atas

Seminggu sekali :

Senin
Membersihkan kamar mandi atas
Membersihkan kamar mandi bawah
Mencuci lantai teras atas (tempat pohon-pohon)

Selasa
Mengelap kaca, kusen, krei
Mengelap pegangan tangga
Membersihkan ruangan bawah tangga
Mencuci jaring-jaring di jendela

Rabu
Membersihkan lantai di bawah sofa
Mem-vaccum cleaner sofa
Membersihkan bagian atas lemari di kamar-kamar
Membersihkan CD-CD di dekat TV, di lemari bawah TV di ruang tamu dan di kamar

Kamis
Membersihkan meja bolong-bolong, mengeluarkan isinya, membersihkan, dan merapikannya kembali
Membersihkan pajangan-pajangan di lemari atas dan bawah
Membersihkan buku-buku di lemari atas dan bawah

Jumat
Mengeluarkan semua isi lemari anak-anak, membersihkannya jika berdebu
Membersihkan lemarinya
Merapikan kembali
Lemari anak-anak : Lemari baju, lemari buku, lemari mainan, lemari telpon

Sabtu
Membersihkan kamar mbak termasuk isi lemari dan tempat tidur atas

Minggu
Memotong daun-daun tanaman yang berwarna kuning / coklat
Membersihkan pot-pot
Mencabut tanaman2 liar

Jika garasi kosong :
Membersihkan semua kotak-kotak di garasi
Merapikannya kembali

Thursday, December 30, 2010

Tugas Babysitter - Jadwal Kegiatan Anak & List Barang

Terakhir, daftar kegiatan harian anak dan daftar barang bawaan jika akan pergi.
Semoga bermanfaat :-)


Kegiatan harian Anak (jam tidak harus tepat)

06.30
Makan buah / jus

07.00
Mandi pagi

07.30
Makan pagi

08.30
Sekolah (di hari sekolah)

11.00
Makan buah / jus

12.00
Makan siang

13.00
Tidur siang

15.00
Makan jus buah

16.00
Mandi sore

17.00
Makan malam


Persiapan jika akan pergi

1. Makanan sesuai jam kepergiannya.
2. Kue / biskuit / cemilan lainnya.
4. Mainan
3. Minuman
5. Baju pergi (minimal 2 stel)
6. Popok (minimal 2 buah)
7. Handuk kecil / besar
8. Jika akan sampai malam, bawa baju tidur
9. Jika akan mandi, bawa perlengkapan mandi (sabun, sampo)
10. Jika akan menginap, perhitungkan kira-kira perlu berapa banyak barang-barangnya.
11. Tisu

Tugas Babysitter - Petunjuk Umum Pengasuhan

Selain tugas harian dan mingguan, saya berikan juga referensi petunjuk umum pengasuhan anak kepada babysitter. Berikut ya Mommies..
  1. Kerjakan semua tugas dengan baik. Boleh minta bantuan Mbak lain, tapi jangan menyuruh-nyuruh. Bantu pekerjaan Mbak lain sedapat mungkin.
  2. Jangan tinggalkan anak sendirian. Jika ada keperluan, titipkan ke Mbak yang lain.
  3. Jaga anak jangan sampai jatuh atau terbentur ke tempat yang keras/tajam.
  4. Latih untuk pipis / pup di toilet. Upayakan agar siang hari mulai tidak menggunakan popok.
  5. Jika anak menangis atau menolak ketika akan mandi / makan / apapun, jangan dipaksa.
  6. Bujuk sampai dia mau sendiri. Jika menangis, redakan dulu tangisnya. Buat suasana menjadi menyenangkan.
  7. Jaga barang-barang di rumah, jangan sampai rusak / pecah. Jaga anak jangan sampai merusak barang.
  8. Biarkan anak mencoba apa saja, kecuali berbahaya (listrik, api / panas, tajam). Kalau dia melakukan yang terlarang, arahkan untuk melakukan hal yang lain. Jangan dilarang.
  9. Upayakan agar anak makan di kursi makannya. Kalau bisa makan jangan sambil bermain.
  10. Jangan makan sambil berjalan-jalan di luar rumah. Jangan makan di teras.
  11. Ajak mengobrol apa saja, dengan suara yang cukup keras dan jelas. Ceritakan apa saja. Jika bingung, bacakan buku.
  12. Mengajak ngobrol jangan sampai berbohong. Ceritakan yang benar karena anak akan terus mengingatnya.
  13. Bicara seperti biasa, seperti dengan orang dewasa. Tidak perlu dicadelkan. Jangan terlalu keras / berlebihan.
  14. Tunjukkan mana yang benar. Jangan menyalahkan.
  15. Berikan pujian, dorongan. Jangan merendahkan / mengejek.
  16. Biarkan anak mencoba melakukan sesuatu sendiri. Kalau kelihatannya kesulitan, bantu dan beri semangat.
  17. Banyakkan membaca buku, gunakan permainan yang dimiliki, kurangi menonton TV.
  18. Ajari berdoa, sebelum makan, sebelum tidur, sesudah makan, bangun tidur. Buku doa ada di salah satu buku-buku.
  19. Ajari menyanyi lagu anak-anak. Jika akan dinyanyikan sebelum tidur, upayakan agar membaca Al-Fatihah.

Tugas Babysitter - Harian & Mingguan

Dear Mommies,

Barangkali bermanfaat, berikut daftar tugas harian dan mingguan babysitter yang aku berikan ke babysitter anakku untuk reminder dan check list dia setiap harinya.

Mungkin berguna juga buat Moms sekalian :-) Silakan.. :-)

Pekerjaan Harian

1. Menyiapkan jus buah / buah potong. Buah dikeluarkan dulu dari kulkas 1-2 jam sebelumnya pagi. Potong buah / buat jus buah menjelang akan dimakan, supaya tidak terlalu dingin, tapi masih segar.
2. Menyiapkan makanan Anak : nasi, lauk, sayur. Banyakkan sayurnya. Dan sayur kalau bisa habis. Menu menu bervariasi dari hari ke hari agar tidak bosan & cukup gizinya. Lihat buku menu.
3. Siapkan bekal sekolah (kalau Anak sekolah).
4. Merapikan & membersihkan kamar Anak dan isinya, merapikan mainan Anak setelah bermain, merapikan isi lemari.
5. Mencuci baju Anak (2x sehari kalau perlu), menyetrika baju Anak yang sudah kering, merapikan baju Anak di lemari.
6. Mencuci alas sepatu/sandal Anak (setelah bepergian, bagian bawah saja, jangan dibasahi semuanya).
7. Perhatikan stok / persediaan kebutuhan Anak (sabun, sampo, cotton buds, pakaian jika sudah kekecilan). Segera beritahu kepada Ibu/Bapak agar dapat disempatkan untuk membeli.
8. Bersihkan tempat sampah kamar anak-anak dua kali sehari.

Pekerjaan Mingguan (dilakukan pagi / siang / malam, waktu Anak tidur)

Senin
Mengganti sprei tempat tidur (kalau kotor, segera diganti meskipun belum seminggu)

Selasa
Membersihkan kursi makan Anak dan mencuci tas pergi Anak (kalau Sabtu Minggu pergi)

Rabu
Mengelap sepeda yang kecil (kuning)

Kamis
Mengelap sepeda yang besar (biru muda), mencuci roda sepedanya

Jumat
Mengelap mainan Anak yang ada di kamar anak-anak (bola, puzzle besar, lego, dll)
Memotong kuku Anak

Sabtu
Mengelap mainan Anak yang ada di kamar ibu bapak (mobil-mobilan, mainan di kontener)

Minggu
Mencuci tas sekolah Anak

Thursday, December 23, 2010

Ikhlas - Rukun & Tips

Lanjutan tulisan sebelumnya, dari pengajian dzuhur Ust. Muhsinin Fauzi tentang ikhlas. Semoga bermanfaat.

3 rukun ikhlas :

1. Satu tujuan : Allah

Sepanjang perbuatan, awal, sepanjang, akhir. Seringkali orang fokus di awal tetapi tergelincir di akhir.

Sebagai contoh, orang yang berniat berangkat haji. Di awal ia sangat berhati-hati menjaga hatinya agar ikhlas. Juga sepanjang perjalanan. Tetapi ketika ia kembali dari haji, mulai muncul kesombongan dan riya.

2. Sesuai dengan ilmu

Tindakan yang kita lakukan harus tetap standar sesuai rukun. Karena kita menginginkan ridha Allah, maka kita harus melakukan sesuai standar Allah.
Dalam pekerjaan, ada dua standar yang harus dipenuhi. Yaitu sesuai aturan sunnah, dan juga mengikuti standar yang disepakati kedua pihak. Jika kita ingin dipuji Allah, maka tunaikan kewajiban kepada orang lain dengan sebaik-baiknya. Kerja pun harus dilakukan dengan sesempurna mungkin.

2. Maksimal, dikerjakan dengan kesungguhan

Misalnya ketika kita memberikan sodaqoh, berilah sebanyak-banyaknya yang kita mampu. Bukankah kita mengharapkan pujian dari Allah? Bukankah kita juga berusaha maksimal ketika kita ingin dipuji oleh manusia?

Dalam hal pelaksanaan rukun ikhlas ini, jika rukun pertama tidak dilakukan, yaitu satu tujuan kepada Allah, maka ikhlas ini menjadi batal, dan kita jatuh kepada riya.

Sedangkan jika kita tidak melakukan rukun kedua dan ketiga, keikhlasan tidak menjadi batal, hanya menjadi tidak sempurna.

Cara terbaik / tips untuk ikhlas adalah memperbanyak perbuatan.

Pada prinsipnya, hati akan menganggap berat sesuatu hal yang jarang dilakukan. Misalnya ketika kita pertama kali umroh, atau kita pertama memberikan sodaqoh, akan terasa tinggi nilainya dalam hati kita.

Jika sesuatu sering kita lakukan, di hati akan terasa ringan, maka akan lebih mudah untuk mengikhlaskan.

Untuk ikhlas membutuhkan ma'rifatullah tinggi. Perlu keyakinan akan kebesaran Allah. Allahu Akbar. Allah Mahakuasa. Mengapa harus bererharap kepada yang tidak memiliki kuasa? Bahkan orang yang hebat pun tidaklah hebat. Yang berkuasa hanya Allah.

Hati hanya bergantung pada yang dianggap hebat. Maka sering-seringlah mengulang Allahu Akbar dalam hati.

Salah satu tips yang mudah dilakukan agar kita tidak mengharapkan pujian orang, adalah menganggap semua orang seperti kucing. Jika yang memberikan tepuk tangan, pujian, apresiasi, adalah kucing, apakah hati kita akan berbunga-bunga? Meskipun orang tidak persis dengan kucing, tetapi pada dasarnya sama, yaitu tidak memiliki kuasa.

Ketika kita riya, sebenarnya kita meletakkan diri dihinakan oleh yang kita harap tersebut.

Yang terpenting dalam ikhlas adalah doa. Karena ikhlas adalah karunia Allah.

Tanya Jawab :

T : Jika di masa lalu kita tidak ikhlas, apakah kita bisa meminta agar diubahkan menjadi ikhlas?

J : Tidak. Karena ikhlas harus dilakukan pada awal, sepanjang, dan akhir sebuah amal. Jika pada proses tersebut sudah ada ketidakikhlasan, maka demikianlah nilai amal tersebut.
Namun, pada dasarnya karunia akhirat adalah karena rahmat Allah, bukan karena perbuatan dan amal kita. Maka yang bisa kita lakukan adalah bertaubat dari riya tersebut. Apa lagi riya adalah dosa terbesar setelah syirik.

Setelah taubat, kembali ke 0, kita tata perbuatan setelah itu, kita tata hati kita agar dapat menjadi orang yang ikhlas.

T : Jika kita melihat orang yang menampakkan amalannya, apakah dapat kita anggap dia riya?

J : Ikhlas adalah amal hati. Apapun tindakannya, bisa saja riya, bisa saja ikhlas. Hanya Allah yang mengetahui. Bahkan malaikat pun tidak mengetahui. Malaikat hanya akan mencatat semua amal yang nanti akan dinilai dan dihisab oleh Allah SWT, di mana amal yang dilakukan tanpa keikhlasan, akan dihapuskan.

Untuk mengetahui motif ikhlas, kita dapat melihat dari ke mana “ujung” suatu amal kita lakukan.
Dalam kita melakukan sesuatu, selalu ada tujuan awal yang bisa saja berhenti di situ, atau masih ada tujuan yang lebih jauh lagi, sampai menuju ke mardhotillah.
Jika tujuannya masih menuju ke mardhotillah, menuju ridha Allah, maka amal tersebut benar dilakukan dengan keikhlasan.

Dalam dakwah, tujuan awal tentunya memang agar orang lain mengikuti. Namun tujuan selanjutnya, bisa berbeda. Jika berhenti sampai agar orang lain mengikuti dan mengingat kita sebagai pelopor, maka bisa jatuh kepada riya.
Tetapi jika tujuannya lebih jauh lagi, yaitu agar orang lain melakukan amal soleh, dan agama ini menjadi semakin maju, dan menuju ridha Allah, maka masuk dalam ikhlas.

Dalam kerja, tujuan awal adalah gaji. Jika berhenti sampai di gaji dan kedudukan, dapat jatuh kepada riya. Tapi jika diniatkan untuk menafkahi keluarga sebagai bagian dari pengabdian kepada Allah, dapat masuk dalam ikhlas.

Yang terpenting adalah terus mewaspadai bolak baliknya hati. Kita perlu terus meneliti kondisi batin setiap saat.

Doa yang sangat baik untuk dibaca untuk menetapkan hati : Tsabbit qalbi alad diinik

Beberapa buku yang dapat dibaca tentang ikhlas : Madarijus Salikin dan Quantum Ikhlas.

Ikhlas - Manfaat Ikhlas

Ikhlas

Hari Kamis datang lagi, saatnya pengajian mendalam tentang hati dari Ust. Muhsinin Fauzi. Kali ini tentang ikhlas. Sayang sekali lagi, saya tidak hadir dari awal. Mudah-mudahan dari apa yang saya tuliskan dapat bermanfaat.

Tulisan ini cukup panjang, maka saya bagi menjadi dua bagian.

Tiga manfaat dari ikhlas

1. Diterimanya amal

Ikhlas tidak ada kaitannya dgn balasan dan penerimaan dari orang lain. Penerimaan di dunia nggak mempengaruhi hatinya.

Keikhlasan dapat mendorong diterimanya amal, baik oleh Allah maupun di dunia. Salah satu contoh, Imam Nawawi, menuliskan banyak buku yang mendapatkan penerimaan yang sangat luas, antara lain Arbain yang padahal sudah pernah ada yang menuliskannya sebelumnya. Konon hal ini disebabkan karena tingginya keikhlasan beliau.

Jika kita melakukan perbuatan tanpa keikhlasan, bisa jadi kita tidak mendapatkan apapun di dunia, juga tidak mendapatkan apapun di akhirat. Alangkah meruginya.

Indikasi riya antara lain kita takut dilihat dilihat orang dalam melakukan sesuatu. Jika kita ikhlas, ada ataupun tidak ada orang tidak mempengaruhi perbuatan kita.

Dalam ikhlas, hati hanya fokus kepada Allah. Segala yang selain Allah tidak dianggap, tidak ”direken”. Karena itu, keikhlasan hanya dapat ditangkap oleh hati merasakan kebesaran Allah.

Mata fisik hanya dapat menangkap yang ”paling”. Sebagai contoh, jika disandingkan antara Bajaj dan Mercedes Benz, maka mata kita akan memilih salah satu yang paling, dan biasanya adalah yang paling hebat, yaitu dalam hal ini Mercedes Benz.

Demikian juga dengan hati. Hati hanya fokus pada yang ”paling”. Jika kita belum dapat membayangkan Allahu Akbar, di hati ada orang yang kita anggap hebat selain Allah, maka tindakan kita bisa jadi akan dimaksudkan kepada orang tersebut. Kita menjadi riya kepadanya.

Jika orang ikhlas : setan gak akan menyentuhnya. Ini harus terus dijaga dengan ma'rifatullah.

Sifat ikhlas dalam banyak hal bertentangan dengan kapitalisme, yang sering diwarnai dengan sikap pamrih. Di masa sekarang, rasanya tiada tindakan tanpa motif dunia. Orang yang baik tanpa kepentingan, menjadi terasa aneh.

Dalam kerja pun, definisi kerja ikhlas harus jelas. Apa motif kita dalam bekerja? Jika kita mengatakan bahwa kerja adalah ibadah, maka kita harus ikhlas. Sudahkah kita ikhlas?

Pada budaya kerja saat ini di mana orang diharapkan menonjolkan diri, menjual diri, menunjukkan kemampuan, agar terlihat oleh atasan, dapat terjebak dan memberikan ruang untuk riya. Bahkan untuk kerja yang dilakukan atas nama dakwah.

Untuk itu, memang diperlukan kesungguhan batin yang terus menerus.

Tindakan yang tidak diikhlaskan, tidak dihargai oleh Allah SWT, bahkan bisa membawa masuk neraka.

Sebagai contoh, membaca Qur'an adalah ibadah sunnah. Jika kita tidak melakukan maka kita tidak berdosa. Tetapi jika kita melakukan dengan riya, maka kita dapat menjadi berdosa.

Maka mereka yang sudah rajin beribadah, sudah masuk ke wilayah ibadah sunnah. Pastikan kita sudah masuk ke wilayah ikhlas. Agar ibadah yang kita lakukan tidak menjadi petaka.

Apakah lalu kita lebih baik berhenti melakukan ibadah sunnah?
Tentunya tidak! Hal ini bukan dimaksudkan agar kita berhenti melakukan ibadah sunnah, akan tapi untuk memaksimalkan ibadah kita.

2. Hidup Bahagia

Ikhlas adalah karunia dari Allah. Dan mereka yang ikhlas akan memperoleh ketentraman dan ketenangan dalam hidup. Hidup menjadi tentram karena terbebas dari pamrih dan riya.

Biaya riya sesungguhnya sangat mahal. Demi gengsi dan kesan dari orang lain, kita rela menghabiskan banyak uang untuk memilih tempat makan yang bergengsi, memilih baju yang mahal.

Orang yang ikhlas memiliki fleksibilitas hidup yang tinggi. Kondisi di bawah maupun di atas tetap dapat dijalani dengan tentram.

Masalah orang di jaman sekarang : ingin disebut xxx, takut disebut xxx. Hal ini menjadikan kehidupan tidak tentram.

Orang ikhlas hidup tentram, hidup sesuai dengan kemampuannya

3. Ikhlas kepada Allah mendorong kebaikan

Salah satu sebab berhentinya orang melakukan kebaikan adalah ketika apa yang menjadi pamrihnya tidak ia peroleh. Ia berharap pada pujian, tanggapan, apresiasi orang, yang ketika tidak didapatkan, mengakibatkan kekecewaan, yang akhirnya membuatnya berhenti berbuat baik.

Jika tujuan kita hanya kepada Allah, kita akan terus berbuat baik, dan terus berbuat baik, karena kita tidak memerlukan tanggapan dari orang lain.

Tuesday, December 14, 2010

Teratur vs Santai

Mari kita bayangkan dua orang ini. Si A dan si B.

Si A adalah orang yang memang sulit untuk berkomitmen. Serba santai. Sulit untuk berdisiplin. Sulit untuk melakukan segala sesuatu yang sudah disepakati. Aktivitas dilakukan tanpa rencana, sesuai kehendak, dan sering kali ditambah dengan sifat pelupa.

Sedangkan si B adalah orang yang disiplin dan teratur, semua kegiatan terencana, dengan daya ingat yang kuat.

Jika mereka bertemu dalam suatu urusan, maka kemungkinan besar akan terjadi konflik :-)

Seperti yang saya alami sekarang :-)
Saya beri ilustrasinya ya, dengan kasus dan orang yang berbeda tentunya :-)

Misalnya si A, yang meminjam barang kepunyaan si B, toples misalnya. Si B meminjamkan satu toples yang terbaik, dengan catatan agar dikembalikan keesokan harinya, karena toples itu akan digunakan oleh Ibunya untuk acara arisan.

Di hari yang dijanjikan, ternyata si A tidak datang mengembalikan, si B menghubungi pun tidak ada jawaban.

Si B sangat kesal dengan kondisi ini, karena rencananya berantakan.

Bagi saya sendiri, rasanya seperti mau meledak :-) Tapiiii, percuma meledak, yang hancur malah kita sendiri :-) Hidup terlalu penting untuk dikacaukan hanya oleh masalah sekecil itu :-)

Kembali ke si B, show must go on. Untuk Ibunya, akhirnya dia berikan toples lain. Yang harus dicamkan adalah, bahwa memang tidak selalu segalanya berjalan dengan sempurna :-)

Lalu bagaimana sebaiknya di kemudian hari?
Yang juga harus dicatat adalah, kita bisa mencoba untuk mengubah diri sendiri. Tapi sangat sulit bagi kita untuk mengubah orang lain.

Jika kita pada posisi sebagai si B yang tertib menghadapi si A yang santai, sepertinya lebih baik mencoba untuk mengerti, tentunya (mudah-mudahan) ada alasan yang tepat sehingga dia tidak bisa memegang komitmennya. Kalaupun tidak ada alasan yang tepat, karena memang sudah ”dari sononya” sifat si A, maka justru kitalah yang harus menyesuaikan diri dengan sifatnya.

Kembali ke contoh kasus toples tadi, kita diberikan saja toples lain, yang memang tidak direncanakan untuk digunakan segera. Sepertinya ini yang paling aman :-) Tapi akhirnya tidak ada pembelajaran bagi si A.
Alternatif yang lebih baik adalah, kita memberikan jadwal yang lebih ketat. Jika kita memerlukan toples itu di hari Jumat, minta ke A agar mengembalikan di hari Rabu, agar masih ada kesempatan jika dia terlambat mengembalikan. Ada baiknya kita jelaskan, mengapa kita perlukan pada hari Rabu, agar A bisa memahami kondisinya.

Jika kita adalah si A yang kurang terorganisir, ada baiknya kita mulai memperbaiki diri. Dalam banyak hal, komitmen kita sangat diharapkan oleh orang lain. Dan komitmen ini menjadi ukuran orang lain dalam mempercayai kita. Ini berlaku dalam hubungan sehari-hari, apa lagi dalam pekerjaan. Cobalah untuk memahami kepentingan orang lain, dan penuhi jadwal yang diminta orang lain, walaupun bagi kita terasa remeh. Misalnya pada kasus toples tadi, mungkin bagi si A tidak menjadi masalah jika toples itu dikembalikan hari Rabu atau hari Jumat, tapi ternyata bagi si B, ada perbedaan signifikan pada kedua pilihan hari tersebut.

Demikian sharing hari ini, semoga bermanfaat :-)

Thursday, December 9, 2010

Makna Hijrah - Buruk Tinggalkan, Baik Mulailah!

Di tahun baru 1432 H ini, saya ingin share sebuah prinsip perubahan diri, yang saya peroleh dari salah satu guru hidup saya, yaitu Ayah saya :-)

Perubahan dapat dibagi menjadi dua klasifikasi. Yang pertama adalah meninggalkan kebiasaan buruk. Dan yang kedua adalah memulai kebiasaan baik.

Sesuai dengan sifat manusia, terdapat perbedaan dalam melakukan kedua perubahan tersebut. Sifat manusia yang berperan di sini adalah sifat sebagaimana digambarkan pada peribahasa ”sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit” dan ”alah bisa karena biasa”.

Maka dalam kebiasaan, manusia cenderung untuk terus meningkat. Sesuatu yang pernah dimulai, biasanya lambat laun akan menjadi sering dilakukan, menjadi lebih lama dilakukan, dan akhirnya terbiasa.

Maka, ada perbedaan strategi untuk menghilangkan kebiasaan buruk dan memulai kebiasaan baik.

Untuk memulai kebiasaan baik, kita dapat melakukannya secara bertahap. Dari hal yang paling sederhana, dari skala yang kecil, dari periode yang jarang. Lambat laun, kita akan terbiasa, dan kita akan dapat melakukan peningkatan. Menuju ke kebaikan yang lebih luas, dalam skala dan jumlah yang lebih signifikan, dan semakin sering dilakukan.

Misalnya, kita ingin membiasakan bersedekah. Kita bisa mulai dengan 1 bulan sekali, setiap kali menerima gaji, dengan besaran misalnya Rp. 5.000.
Jika sudah terbiasa, pada tahap berikutnya, bisa kita tingkatkan, menjadi 1 minggu sekali, misalnya setiap hari Jum’at ke kencleng di masjid kantor, dengan besaran 10.000.
Selanjutnya, bisa ditingkatkan lagi, dan terus ditingkatkan lagi.

Sedangkan untuk meninggalkan kebiasaan buruk, harus dilakukan secara total, drastis, tidak bisa dilakukan secara bertahap. Karena selama kita masih melakukan suatu kebiasaan buruk, walaupun dalam skala yang kecil dan jarang kita lakukan, kecenderungannya adalah kita akan terus melakukan kebiasaan tersebut, malah meningkat, dan bukan menghilangkannya.

Misalnya, kita punya kebiasaan menonton tayangan gosip. Kita tidak bisa berusaha menghilangkan kebiasaan itu dengan cara bertahap. Misalnya kita coba turunkan jadwal menonton, dari setiap hari menjadi dua hari sekali. Kecenderungannya, kita malah akan meningkatkan lama menonton di setiap dua hari sekali itu. Dan lama-lama kita malah kembali ke menonton setiap hari. Yang benar adalah kita benar-benar hentikan sama sekali menonton tayangan gosip. Titik. :-)

Memang yang perlu diingat adalah, bahwa saat memulai adalah biasanya memang saat yang paling berat.

Mungkin bisa dianalogikan dengan ketika kita menderita sariawan. Ketika sariawan sedang cukup parah, maka saat sariawan paling menyakitkan adalah ketika kita bangun tidur. Karena sariawan cenderung tidak tersentuh dan mulut kita tidak banyak bergerak.

Sentuhan pertama pada sariawan, biasanya sangat menyakitkan dan mengejutkan. Namun sentuhan kedua dan berikutnya, biasanya menjadi lebih terasa ringan, dan akhirnya kita bisa makan dan minum dengan sedikit saja terasa sakit.

Ini berlaku di saat kita memulai kebiasaan baik, maupun meninggalkan kebiasaan buruk.

Tapi jika kita memang merasa hal itu adalah yang terbaik untuk kita, dan kita memang berkomitmen, maka harus segera dimulai. Sekarang.

Demikian sharing kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua yang sedang berniat untuk memulai kebiasaan baik dan meninggalkan kebiasaan buruk :-)

Thursday, December 2, 2010

Untuk Anakku, Melangkah Menjadi Manusia Mandiri

3 tahun yang lalu
Allah titipkan kau di rahim Mama

Ke mana pun Mama pergi, kau Mama bawa
Apa pun yang Mama makan dan minum, jadi santapanmu juga
Senang dan sedih Mama, jadi senang dan sedihmu juga
Semoga 9 bulan nan indah itu
Adalah awal yang baik untukmu, Nak

9 bulan berlalu
Kau yang mungil Allah hadirkan di dunia
Hadiah ulang tahun terindah buat Mama
Teman dan mainan baru untuk Ayah dan dua kakakmu

Selangkah lagi kau menuju mandiri, Nak

Raga kita sudah terpisah
Namun nyamanmu dalam dekap Mama
Dan tautan raga masih tetap terjalin
Makanan Mama masih jadi satu-satunya sumber makananmu
ASI menjadi penghubung kita, Nak

6 bulan berlalu
Hanya ASI lah makananmu
Walaupun sempat tersentuh susu sapi
Mari kita anggap sebagai prestasi bersama ya, Nak?
Kita berhasil lalui masa ASI Eksklusif * :-)

Selangkah lagi kau menuju mandiri Nak

ASI Mama masih menjadi sumber makananmu
Tapi tidak lagi satu-satunya
Ayah dan Mama masih menggendongmu untuk melihat dunia
Tapi kau sudah mulai bergerak sendiri

Waktu terus berjalan

2 tahun sudah umurmu
Sudah waktunya kau untuk disapih, Nak
Tapi kau masih suka ASI Mama
Mama coba bujuk agar kau mencontoh kakak
Tidak lagi minum ASI, tapi minum air putih dan susu sapi

Tapi kau belum mau, dan Mama pun tak mau memaksa
Kita pun teruskan kebersamaan ya, Nak
"Tusyu Mama" begitu selalu kau minta sebelum tidurmu

Sampai tiba hari itu
Di usiamu yang 2 tahun (sekitar) 3 bulan

Allah bantu kita, Nak
Saat kau batuk pilek, saat lidahmu terasa pahit
Saat "tusyu mama" pun jadi terasa pahit
Kau pun tak mau lagi ASI Mama
Ritual tidur pun berganti, menjadi cukup ditepuk-tepuk
Perpisahan yang begitu mudah

Selangkah lagi kau menuju mandiri, Nak

Berakhir sudah tautan raga kita
Kau sudah bisa bergerak sendiri
Dan kau sudah punya makanan dan minumanmu sendiri

Ada sedikit sedih di hati Mama, karena perpisahan ini
Tapi ini adalah langkahmu, Nak
Langkahmu menjadi manusia mandiri

Mama harus kuat
Karena kau juga harus jadi manusia yang kuat

Kelak kau akan terus melangkah, Nak

Sekarang kau sudah mulai ke luar rumah
Walau hanya seminggu 2 kali selama 3 jam
Kelak akan berubah menjadi 5 hari selama 6 jam
Tapi kau masih pulang ke rumah setiap malam
Kau masih makan apa yang Mama makan juga

Kau akan terus melangkah, Nak

Kelak kau akan ada mulai pergi menginap, walau mungkin hanya semalam
Yang nantinya akan berubah menjadi bermalam-malam
Kau akan putuskan sendiri apa yang akan kau makan
Tapi kau masih perlu Ayah dan Mama untuk membantumu dengan uangnya

Kau akan terus melangkah, Nak

Kelak kau akan tidak lagi tinggal bersama Mama
Kau akan punya kehidupanmu sendiri, penghasilan sendiri
Tempat tinggalmu sendiri, dan makanan minumanmu sendiri

Kau akan terus melangkah, Nak
Melangkah menjadi manusia mandiri

Semoga apa yang Ayah dan Mama berikan
Allah ridhai sebagai sesuatu yang bermakna, untuk kehidupanmu kelak, Nak

Teruslah melangkah, Nak
Doa Mama dan Ayah selalu bersamamu
Semoga Allah senantiasa menunjukkan jalan terbaik untukmu

* untuk my dear boy ketiga
Juga untuk kedua boys kakaknya
Puisi seadanya Mama :-) *