Monday, December 2, 2013

Persiapan Anak Masuk SD

Minggu lalu ada sharing dari psikolog di sekolah anak saya, tentang persiapan anak masuk SD.
Semoga bermanfaat :-)

Anak adalah anugerah terbaik bagi orang tua dan merupakan amanah yang akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT. Maka, tugas mendidik anak adalah kewajiban ortu, sekolah adalah mitra. Dan orang tua menjadi termotivasi untuk mencari berbagai cara mendidik anaknya.

Perbedaan pembelajaran di TK dan SD :


1. Isi kegiatan, 
TK belajar sambil bermain, SD belajar dengan lebih formal
2. Waktu, TK sampai jam 12-an, SD sampai jam 2-an
Untuk persiapan SD agar anak bisa kuat sampai siang hari, mulai dibiasakan agar tidak tidur siang setelah makan siang.
3. Target kurikulum, TK lebih fleksibel, SD harus tercapai dalam waktu tertentu.
4. Rasio guru siswa, TK 2 guru untuk 20 anak, SD 1 guru untuk 30 anak. 
Di beberapa SD masih 2-3 guru untuk 20 anak. Ada yang merupakan kombinasi dari guru laki-laki dan perempuan, serta guru keilmuan dan guru keislaman. Agar dalam setiap kegiatan, siswa dapat melihat peran Bapak dan Ibu, serta penjelasan dari sisi ilmiah dan Islam. 

Kematangan sekolah adalah kesiapan dari sisi fisik, kognitif, emosi, dan sosial.
Setiap anak berbeda-beda, dan secara umum anak perempuan dan laki-laki juga berbeda. Anak perempuan lebih tekun.
IQ hanya 20% mempengaruhi pencapaian seseorang.
Proses belajar akan efektif jika anak menikmati dan merasa senang. Jangan lakukan belajar dengan cara dipaksa.

Manusia memiliki 3 bagian otak :

1. Brainstem
di bagian belakang bawah, yang berperan seperti pintu.
Ketika takut, tertekan, akan menutup, informasi tidak dapat masuk ke otak. Ketika senang, bahagia, akan terbuka.
Bagaimana jika anak tidak mau belajar? Yang pertama adalah berikan pemahaman, kemudian lakukan pembiasaan.
Misalnya agar anak senang membaca, biasakan membaca buku bersama, ajak ke toko buku.
2. Limbik, untuk emosi dan perasaan serta long term memory
3. Neo cortex, untuk logika, analisis, dan sintesis.
Pornografi dan games merusak bagian neocortex. Bukan berarti games tidak boleh, tetapi sebaiknya dibatasi. Ajak anak-anak untuk melakukan kegiatan lain, ke toko buku, ke taman, dan bersilaturahim.

Ciri-ciri anak yang telah matang untuk masuk SD :


1. Perkembangan fisik matang, relatif sama dengan teman-teman sebayanya.
2. Perkembangan fisik selaras dengan perkembangan mental.
3. Dependensi pada orang tua sudah berkurang.
4. Bisa memilih tugas yang sesuai dengan minatnya.
5. Ketepatan prestasi kerja, bisa menyelesaikan tugas sesuai target waktu. Untuk mengetahui pencapaian anak, cek apakah sering ada PR, jika ya, artinya banyak tugas yang tidak terselesaikan sesuai target waktu.
6. Keteraturan dan konsistensi dalam berpikir dan perilaku.

Persiapan yang perlu dilakukan : 


1. Tawakal pada Allah


2. Persiapan orang tua
- Menjadi model yg baik, biasakan anak untuk BMM, Berpikir Memilih Memutuskan.
- Persiapan fisik dan mental
- Persiapan materi


3. Persiapan anak


A. Kematangan fisik
- psikomotor halus, keluwesan, kosistensi
- psikomotor kasar
- keseimbangan badan
Persiapan untuk masuk SD : latih anak memegang pensil dengan benar dengan menggunakan pensil segitiga

B. Kematangan kognitif
- bahasa
- konsep dasar
- konsentrasi
Persiapan masuk SD : Setelah membaca cerita atau menonton film, tanyakan kembali isi ceritanya (analisis sintesis).
Bermain ronce, congklak, menuangkan  air dari botol ke botol, memasukkan gundu satu pe satu ke botol.
- ketelitian
- daya ingat (main tebak-tebakan, diulang-ulang)
Belajar membaca, untuk anak laki-laki pancing dari kesukaan nya
- self help
Anak TK B biasanya sudah dilatih toilet training, agar di rumah dibiasakan untuk mandiri di toilet.
- perlindungan diri
- dapat bertanggung jawab atas barang
- dapat bersikap asertif. Jika tidak suka atau marah, sampaikan
1. Katakan kepada yang mengganggu : Aku kesel ngga suka - asertif
2. Bilang ke guru
3. Tindakan agresif
Antara ayah dan ibu jangan sampai ada perbedaan pola asuh.

C. Kematangan sosial

Hal yang dapat dilakukan  :
- Main dengan teman, dari main banyak belajar. Walaupun lingkungannya kurang baik, tidak apa-apa, jelaskan mana yang baik dan buruk, agar mereka memiliki "benteng" sendiri, karena kita tidak dapat terus menerus menjaga mereka dari lingkungan yang buruk. 
- Ikutkan ekskul les
- Ajak silaturahim - libatkan anak dalam silaturahim
- Ajak ke warung atau mengantar bingkisan ke tetangga, ajarkan empati perilaku sosial.

Ajarkan 4 kata penting dalam berinteraksi dengan orang lain :
- Terima kasih
- Permisi
- Maaf
- Tolong

Di beberapa TK biasanya dilakukan tes kematangan masuk SD, sekitar Desember. Anak-anak agar istirahat yang cukup dan sarapan terlebih dahulu.

Hasil dari tes kematangan : kurang matang, cukup matang, matang.
Akan diberikan rekomendasi perbaikan yang diperlukan selama 6 bulan menjelang masuk SD, agar pada saat masuk SD, anak akan lebih matang.

Inspirasi Hijab dan Islam dari Peggy Melati Sukma

Kemarin dalam rangka menyemarakkan bulan Muharram, di kantor ada talkshow Peggy Melati Sukma. Sekarang dia pake jilbab panjang gitu, jadi solat pun langsung aja, ngga pake mukena lagi :-) Dan dia itu sangat pintar plus super aktif di kegiatan sosial, punya yayasan sejak usia 19 tahun, masya Allah..

Nah dia sharing beberapa point yang rasanya 'dalem banget'..

Pertama, At Taubah 24, silakan dibaca yaa :-) Bahwa kalo kita mencintai sesuatu melebihi cinta kita pada Allah, tunggulah ketetapan Allah akan datang. Bahwa nantinya kita akan diuji karena Allah menginginkan kita berjalan di muka bumi ini tanpa dosa.

Dalam konteks Peggy, berbagai aktivitas dan kesuksesannya, membuat dia merasa mampu mengatasi semua sendiri. Sampai akhirnya dia dapat masalah besar, yang akhirnya dia menyerah, dan minta tolong sama Allah. Waktu minta tolong itu dia evaluasi lagi semua perilakunya, termasuk di situlah dia mulai berhijab.

Kedua, "innalillahi wa inna ilaihi rojiun" kita sering gunakan hanya dalam konteks ada yang meninggal. Padahal maknanya segala sesuatu dari Allah, dan akan kembali pada Allah. Termasuk kita. Kita berawal dari Allah dan ujungnya nanti akan kembali pada Allah. Pertanyaannya, gimana tengah2nya? Apakah semua yang kita lakukan itu buat Allah?

Ketiga, kematian itu sebetulnya masalah persepsi. Kita sebenarnya tidak pernah mati, kita abadi. Pertanyaannya, apa yang sudah kita persiapkan untuk keabadian itu?

Keempat, kita perlu sekali-sekali mengulang syahadat kita, dengan hati yang sungguh-sungguh mendalami maknanya. Lalu kita evaluasi diri kita, sudahkah kita laksanakan syahadat itu dengan sebenar2nya?

Kelima, surat Hud 15-16, silakan dibaca lagi yah :-) Bahwa jika kita menginginkan dunia dan kita berusaha, Allah akan berikan hasilnya di dunia berupa kesempurnaan. Tetapi nanti di akhirat hasilnya adalah neraka jahannam.

Demikian, semoga menginspirasi sebagaimana menginspirasi saya kemarin :-)

Adab Pengurusan Jenazah

Ceramah 25 Muharram 1435 ini disampaikan oleh Ustadzah Hamidah.

Orang sakit (yang sudah tidak sadar) memiliki hak :
1. Untuk dibersihkan dan disucikan
2. Dituntun melaksanakan shalat

Untuk mempermudah, buat jadwal mandi dan wudhu sesuai dengan jadwal shalat :

1. Subuh, mandikan, bersihkan, dan wudhukan, lalu tuntun untuk shalat subuh.
2. Sore hari, mandikan, bersihkan, dan wudhukan, tuntun untuk shalat dzuhur dijamak dengan asar. Lalu ketika datang waktu maghrib, jamak shalat maghrib dengan isya.

Walapun tidak sadar, sebenarnya orang sakit itu masih bisa mendengar. Pernah ada kasus seorang Ibu yang dirawat di ICU lalu kemudian sembuh kembali, menyatakan bahwa ia masih tetap bisa mendengar.

Ketika menjelang wafat, bacakan surat Yasin.

Ketika semakin mendekati sakaratul maut, talqinkan dengan bacaan Laailaha ilallah, dengan tuntunan sebagai berikut :
- maksimal 3 kali untuk setiap anggota keluarga
- jangan sambil menangis agar dapat memberikan ketenangan
- bukan dengan bacaan Allah, Allah
- tidak perlu ada pernyataan "semua sudah ikhlas"

Setelah wafat, dalam 1-2 jam menunggu proses dimandikan dan dikafani, ada beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai tanda bakti dan kasih sayang keluarga :

1. Langsung segera dibukakan bajunya, diganti dengan kain panjang, kain batik atau kain ihram, karena saat ini jenazah masih lemas dan mudah untuk dibuka bajunya.
Jika sudah terlalu lama, akan menjadi kaku, sehingga membuka baju harus digunting atau dirobek.

2. Segera bersihkan lubang-lubang, gunakan sarung tangan dengan lembut.

3. Posisikan tempat tidur menghadap kiblat. Bila memungkinkan, letakkan dengan sisi kanan jenazah pada arah kiblat. Jika sulit, hadapkan ke kiblat, sehingga jika jenazah didudukkan, akan menghadap ke kiblat.

4. Ambil minyak, minyaki bagian2 badan pada engsel2 / sendi2 tubuh agar nanti mudah digerakkan untuk dibersihkan saat dimandikan.

5. Jangan ditinggalkan sendirian, bacakan surat Yasin, disunnahkan rasulullah, selama jenazah belum dimandikan.

Hal ini menjadi tugas keluarga sebagai mahram dari jenazah.

Saat dimandikan dapat terus dibacakan surat Yasin. Sebaiknya keluarga dan pengunjung tidak ngobrol saat jenazah dimandikan.
Selama memandikan dan mengkafani tetap jaga aurat. Bagian atas tempat mandi harus ada atap.
Selama belum dikafani bacakan surat Yasin.

Setelah dikafani dan dihadapkan ke kiblat, prioritas utama adalah dishalatkan.
Siapkan sajadah di depan jenazah, arahkan pelayat untuk menshalatkan jika hanya akan berkunjung sebentar dan tidak dapat mengikuti shalat jenazah berjamaah di masjid.
Siapkan dan tunjukkan juga tempat berwudhu.
Prioritas kedua adalah dibacakan surat Yasin, agar Allah turunkan rahmah barokah.

Selanjutnya dikuburkan.
Perempuan boleh ikut, misalnya diperkirakan akan ada pelayat yang merupakan teman dari istri / anak perempuan jenazah.

Mengenai adzan dan qamat menjelang penguburan.
Ada yang berpendapat bahwa bid'ah, karena tidak dicontohkan Rasulullah.
Namun ada juga yang berpendapat boleh dilakukan. Karena Rasulllah pernah juga melakukan adzan bukan untuk panggilan shalat.

Sejarah adzan adalah Rasulullah memerlukan cara untuk mengumpulkan masyarakat untuk shalat berjamaah.
Jika menggunakan lonceng, sama dengan nasrani, menggunakan terompet, sama dengan umat lain.
Maka dari mimpi sahabat, digunakanlah adzan.

Bedanya dengan adzan untuk shalat, adzan untuk mengumpulkan ketika bukan shalat tanpa "hayya alash shalah, hayya alal falah".
Qamat tidak perlu dibacakan.

Khusus untuk yang mati syahid dalam peperangan, tidak perlu dibuka bajunya, boleh dikafani, tetapi bajunya tetap dipakai.

Prosesi jenazah adalah tanggung jawab keluarga.
Jika yang wafat seorang Ayah, maka tanggung jawab ada pada Istri,  Anak laki2 (cucu laki2 dst), Kakek (Buyut dst), Paman, Adik/Kakak laki2.
Jika yang wafat seorang Ibu, maka tanggung jawab ada pada Suami, Anak perempuan (cucu perempuan dst), Nenek (Buyut dst), Bibi, Adik/Kakak perempuan.

Lembaga pengurusan jenazah hanya membantu.

Yang dianggap syahid :
- Wanita melahirkan
- Bapak yg mencari nafkah
- Sakit perut
- Mati di bencana

Syarat 2 :
- niat mati syahid, minta mati syahid, walaupun mati di tempat tidur
- mati husnul khatimah mati berbuat baik

Dari semua yang dianggap syahid, yang tidak dimandikan dan tidak dibuka pakaiannya hanya yang mati syahid dalam peperangan.

Monday, November 18, 2013

Amalan Unggulan

Kita harus memiliki amalan unggulan.

Cara mencarinya adalah sebagai berikut :
1. Tuliskan 10 amalan yang kita lakukan.
2. Hilangkan 5, sisakan 5 yang terbaik.
3. Hilangkan 2, sisakan 3 yang terbaik.
4. Pilih 1 yang terbaik.

"Amalan biasa" bisa menjadi amalan unggulan. Misalnya shalat. Salah satu sahabat Rasulullah Sya'ban, tinggal 3 bukit jauhnya dari masjid nabawi. Namun setiap tiba waktu shalat, ia sudah ada di masjid nabawi dan selalu dapat melakukan shalat sunnah qabliyah.

Di Turki ada sebuah masjid yang didirikan oleh Khairuddin Affandi,
Masjid Shanke Yadem yang artinya
"Anggap saja sudah makan". Masjid yang sangat sederhana, namun dibangun secara mandiri dengan kesungguhan.

Bilal bin Rabah, telah terdengar suara terompahnya di surga oleh Rasulullah. Amalan Bilal adalah selalu menjaga wudhu dan shalat 2 rakaat setiap setelah berwudhu. Dan Bilal masih mendapatkan "passive income" ketika ada orang yang mengikuti teladannya ini. Bilal juga muadzin di masa Rasulullah, dan sekarang muadzin kadang dipanggil dengan sebutan "Bilal". Di akhirat nanti muadzin berleher panjang, mudah dikenali.

Abdullah Ibnu Abbas sangat pandai dalam memberikan kajian.

Abu Hurairah hanya bersama Rasulullah selama  4 thn namun paling banyak meriwayatkan hadits.

Khalid bin Walid panglima perang yang mencari kematian.

Dalam hadits disebutkan bahwa di akhirat nanti untuk masuk ke surga, ahli shalat dari pintu shalat, ahli jihad dari pintu jihad, ahli shadaqah dari pintu shadaqah, ahli puasa dari pintu ar rayyan.
Abu Bakar Ash Shiddiq dipanggil dari semua pintu itu.

Seperti apa amalan Abu Bakar?
Dalam hadits dikisahkan bahwa Rasulullah bertanya, siapa yang pagi ini puasa? Siapa yang mengiringi jenazah? Siapa yang memberi makan orang miskin? Siapa yang mengunjungi orang yang sakit? Siapa yang meringankan orang yang kesulitan? Abu Bakar menjawab "Saya ya Rasulullah" untuk seluruh pertanyaan itu. Dan Rasulullah berkata, tidaklah seluruh amalan tersebut bersatu dalam satu orang kecuali orang tersebut pasti akan masuk surga.

Bagaimana dengan kita?

1. Apa amalan unggulan kita?
2. Apa keteladanan kita?
3. Dari pintu mana kita akan ke surga?

Kenapa hal ini menjadi penting?

Agar ada keseriusan hidup. Bahwa hidup bukan main-main. Agar kita berlomba-lomba. Agar kita bisa memaksimalkan potensi. Pilih amalan yang sesuai dengan potensi dan kekuatan kita.

Agar  amalan menjadi unggulan :
Lakukan dengan ikhlas.
Untuk meningkatkan sisi kemanfaatan, ajak yang lain.
Lakukan dengan kualitas terbaik.

Friday, November 8, 2013

Kajian Muslimah : Perbedaan Watak dan Perbedaan Otak pada Laki-laki dan Perempuan

Takdir watak antara laki-laki dan perempuan berbeda, karena perbedaan otaknya.

Otak terdiri atas dua bagian, kanan dan kiri. Otak kanan berwarna, dinamis, santai, nyeni, dan kreatif. Otak kiri tekun, monoton, penuh analisa, detil, matematis.

Perempuan antara kanan dan kiri sama.

Anak laki-laki otak kanan lebih dominan, sampai usia 5 tahun. Otak anak laki-laki dibuat agar siap untuk bekerja dan mencari nafkah, yang dalam pelaksanaannya penuh dengan permainan. Otak kirinya belum berkembang, sehingga jika menyanyi musiknya benar, tetapi syairnya kacau. Umur 6 tahun mulai siap untuk matematika dan membaca, namun otak kanannya tetap lebih baik.

Belajar membaca untuk anak laki-laki sebaiknya tidak di kertas. Tetapi tempelkan nama benda di benda tersebut.

Ketika sudah SMP SMA, anak laki-laki akan sangat menguasai teknologi. Baru di usia 18, akan tercapai keseimbangan, ketika usia mahasiswa.

Anak laki-laki sekarang sering banyak mengalami masalah. Karena di rumah lebih sering berinteraksi dengan ibu. Guru di sekolah kebanyakan perempuan. Ketika bicara, kalah dengan perempuan yang sebaya.

Dalam fungsi otaknya, lokasi bicara antara laki-laki dan perempuan berbeda. Laki-laki memiliki 2 lokasi di otak kiri, sedangkan perempuan memiliki 10 lokasi di otak kiri, kanan, dan depan.

Maka perempuan dapat terus bicara sambil bekerja.

Dalam sehari, pria berkomunikasi 7000 kata. Pria pendiam 5000 kata, pria yang suka bicara 9000 kata.
Wanita 20.000 kata, wanita pendiam 16.000 kata. Jika dalam sehari kurang dari kebutuhan tersebut, maka biasanya tidur menjadi tidak nyenyak.

Perbedaan kebiasaan berkomunikasi ini sering menjadi sumber keretakan dalam rumah tangga. Ketika suami pulang dari kantor, lalu istri bercerita panjang lebar, suami menjawab dengan sangat pendek, sering terjadi kekecewaan yang berujung pada pertengkaran. Padahal perlu diyakini bahwa suami pulang dari pekerjaan pasti dalam keadaan bahagia dan mencintai keluarganya. Ketika ia tidak banyak bicara, itu karena 7000 “jatah” katanya sudah “dihabiskan” di kantor. Apa lagi untuk suami yang sering rapat dalam sehari.

Begitu juga dengan SMS. Seringkali istri menulis panjang lebar, dan hanya dibalas satu kata“OK” oleh suami. Tidak perlu menjadi sumber keretakan. Dan ketika anak laki-laki kita hanya sedikit berbicara ketika pulang sekolah di sore hari, itu juga karena "jatah" 7000 katanya sudah "habis" selama di sekolah. Berbeda dengan anak perempuan yang langsung bercerita aneka kisah ketika pulang sekolah. Jatah bicara perempuan banyak dalam sehari, dan harus dikeluarkan. Jatah bicara laki-laki sedikit, dan ketika itu terjadi, berbanggalah, karena artinya ia berlaku sesuai kodratnya. Janganlah menjadi sumber keributan, karena itulah fitrahnya.

Tips-nya jika ingin berbicara panjang dengan suami atau anak laki-laki, minimal sebulan sekali pergilah bersama sama suami atau anak laki-laki di siang hari, agar mendengar 7 ribu katanya.

Otak manusia terdiri atas banyak neuron yang semula tidak saling tersambung. Ketika kita mempelajari sesuatu, maka terjadilah 1 sambungan, dan seterusnya. Namun, berdasarkan penelitian, bahkan jika kita hidup hingga 100 tahun pun, bisa jadi tidak semua bagian tersambung. Maksimum hanya 70 persen yang tersambung, itu pun jika kita termasuk orang yang rajin.

Semakin tua semakin banyak neuron tersambung. Maka wawasan menjadi  lebih luas. Namun di sisi lain, "loading"-nya menjadi lebih lama.

Setiap belahan otak dibagi menjadi 4 bagian. 3 bagian sudah ada isinya sejak lahir, yaitu takdir qadar.

Bagian yang depan kosong, takdir qadha. Bagian inilah yang dirujuk oleh hadits yang mengatakan "seorang anak lahir seperti kertas yang kosong, orang tuanyalah yang menjadikan ia majusi.", atau disebut dengan otak intelektual.

Segala hal yang kita pelajari lalu kita kuasai, akan tersimpan dalam bagian otak depan ini.

Program watak disimpan pada bagian otak yang disebut dengan lobus parietalis. Di sinilah terdapat hasrat dan di dalamnya ada kekuatan dan kelemahan. Kekuatan atau kelemahan itu akan berjalan ke seluruh tubuh dan menjadi perilaku, bergantung kepada pilihan mana yang kita akses.

Sistem syaraf mirip kabel telepon. Ketika kita berpikir "saya sehat", maka kita akan benar-benar sehat. Begitu pula sebaliknya. Jangan terlalu lama mengeluh, maksimum  2.5 jam. Kalimat terhadap diri kita, jika 3 kali dikatakan, akan benar-benar terjadi. Maka ketika bercermin, katakan "saya sehat dengan berat badan ideal". Di sanalah terjadi proses niat dan doa. Watak manusia berada di otak, menyala sendiri, berjalan lewat sistem syaraf, dan terlihat.

Ada sebuah tes untuk mengetahui watak seseorang, yang sangat mudah, dengan akurasi sekitar 80%.

Pilihlah 1 dari 4 peran ini. Jika akan dibuat sebuah drama, peran apa yang akan Anda pilih di antara 4 peran berikut :
1.       Penonton
2.       Penulis skenario
3.       Sutradara
4.       Artis

Pilih dua pilihan, pilihan pertama, dan pilihan kedua.

Jika pilihan adalah Penonton, maka wataknya adalah damai, selalu mau damai, tidak menginginkan konflik, jarang marah, mudah setuju, banyak teman, senang membantu teman. Namun di sisi lain, ketika membutuhkan bantuan, malah tidak ada yang membantu J

Kalau diajak ke kantin, ikut dengan rombongan, mau makan apa saja tidak jadi masalah. Cepat bersyukur. Biasanya energinya habis karena mengendalikan marah. Sehingga menjadi cepat lelah dan mudah tertidur. Pandai mendamaikan orang yang bertengkar.


Biasanya sering menunda pekerjaan, ketika kepepet baru muncul kekuatannya. Anak yang damai tidak suka membantah. Bila diminta melakukan sesuatu yang tidak disukai dia akan tetap diam, tapi tidak dilakukan. Senang  mengamati.

Jika pilihan adalah Penulis skenario, maka wataknya adalah sempurna. Segala hal harus dilakukan dengan benar. Seorang pemikir, yang otaknya terus bekerja. Sangat rapi, semua serba teratur. Namun di sisi lain lambat dalam  pengambilan keputusan. Senang melakukan analisis detil keuangan. Anak Penulis skenario membuat karya, dan karyanya ditampilkan.

Jika pilihan adalah Sutradara, maka wataknya adalah mengatur, mengorganize, memimpin, dan mengkoordinir. Memiliki prinsip yang kuat, juga dalam memerintah dan marah. Segala sesuatu ingin diselesaikan dengan cepat. Tegas terhadap sesuatu, baik benar ataupun salah.

Jika pilihan adalah Artis, maka wataknya adalah gembira, kreatif, spontan, tidak menyukai detil. Senang mengobrol, membawa berita secara menyenangkan. Jika kita punya anak Artis, ketika dia bercerita, tertawalah agar dia gembira.

Anak Sutradara dan Artis maju dan tampil ke depan. 

Monday, July 29, 2013

Ceramah Ramadhan 1434 Hari Ke-6 - Persaudaraan Islam

Ceramah hari ini disampaikan oleh Ustadz Bachtiar Nasir, tentang persaudaraan Islam. Kajian kali ini cukup sulit dicatat, mudah-mudahan catatan saya cukup jelas dan cukup tepat.

Dalam setiap konflik, setiap orang pasti ikut serta, tinggal memilih akan masuk ke kubu yang mana.
Kondisi di Indonesia sangat dipengaruhi oleh kebijakan luar negeri karena posisi negara maju akan mendominasi.
Pendapat seseorang sangat dipengaruhi kondisi internal dia, bangsa mana, dan masuk kelompok mana.

Perang di Suriah adalah peperangan global.

Ketika Uni Soviet runtuh, maka yang akan menjadi sasaran berikutnya adalah Islam, siap atau tidak siap.
Kita akan diperangi hanya karena kita muslim. Seperti yang terjadi dengan Mursi di Mesir. Ini adalah perang melawan Islam. Karena itu kita harus menyatukan barisan.

Syam, orang menegakkan Islam dengan power. Syam adalah kedermawanan. Syam terdiri atas Jordania, Libanon, Suriah, dan Palestina.

Ini adalah persoalan akhir zaman, ada kepentingan luar biasa. Akan ada peperangan, kembali dengan pedang dan kuda.

Mursi dan Ikhwanul Muslimin, telah 80 tahun terbangun dengan system yang kuat. Ketika kudeta akan terjadi, 1 jam sebelumnya, TV padam.

Syiah di Indonesia berbeda dengan Syiah di Suriah. Banyak orang Indonesia terindikasi syiah, karena kekaguman pada Khomeini.

Ketika hancur Iraq, yang diuntungkan adalah Iran. Amerika yang sibuk berperang, tetapi Cina yang memenangkan banyak blok minyak, karena link-nya dengan Iran.

Dr. Yusuf Qardhawi memfatwakan jihad di Suriah, karena diserang oleh 8 ribu kaum syiah dari Iran, Iraq, Libanon. Tentara Basyar habis, tetapi ada Hizbullah dari Iran, Syiah dengan 3 bendera. Walaupun Barat dalam kondisi lumpuh dalam hal ekonomi, tetap ada pengaruh.

Setelah habis Yahudi, maka Islam vs. Nasrani.
Ketika pohon berkata, “Hai Abdullah, ini di belakangku ada orang Yahudi”, hanya ditujukan kepada mereka yang benar-benar berpegang teguh pada Allah. Apa yang harus kita lakukan? Ke mana kita harus berpihak? Berpihaklah pada Syam, ‘alaikum bisyam.

Nabi Adam diciptakan sangat tampan, separo ketampanan Nabi Adam diberikan kepada Nabi Yusuf. Maka teori Darwin sangat tidak berdasar.

5 fase dalam Islam :
Pertama fase kenabian.
Kedua, khulafaur rasyidin
Ketiga, kerajaan yg “menggigit”, abasyiah, utsmaniyah, sampai sekarang
Keempat, mulkan jabbariyan, lalu turun dajjal
Terjadi fitnah.
Orang-orang terbaik ada di Syam, orang-orang terburuk ada di Irak.
Akan terjadi penguasaan kedua di Konstantinopel, setelah 1453, bukan dengan senjata dan tentara, namun dengan tasbih dan tahlil.

Apa yang kita harus lakukan? Jika kita tidak peduli persoalan, kita Cuma simpatisan, kita tidak berdakwah, Islam tidak bisa maju. Untuk apa kekuatan, tetapi bukan untuk menegakkan Islam.

Palestina akan menjadi puncak pertarungan dunia. Bentuknya seperti bulan sabit, diawali dengan Iran, Iraq, dan Libanon. Suriah di puncak lengkungan, lalu berakhir di Palestina.

Umat Islam tidak dibatasi territorial. Ada forum Indonesia untuk Syam.
Musuh adalah zionis, misionaris, syiah. Segitiga ats taluts.

Umat Islam harus cepat masuk barisan. Berikan infak terbesar untuk Islam. Jangan berikan hanya yang tersisa untuk Islam, baik waktu, tenaga, ilmu, network, maupun asset.


Forum Indonesia untuk Syam, bisa dilihat di www.Bumisyam.com.

Friday, July 26, 2013

Ceramah Ramadhan 1434 Hari Ke-2 – Hikmah Sabar

Ceramah hari ini disampaikan oleh Mas Pepeng “Jari-Jari” dan istrinya,  Mbak Tami, tentang hikmah sabar.

Mas Pepeng menjelaskan, bahwa orang sukses bukan mereka yang mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, tetapi justru orang sukses adalah mereka yang tidak terpengaruh lingkungan.

Setiap pagi kita perlu bertanya, apa peran kita pagi ini?

Bagaimana pun sabarnya seseorang, pasti ada keterbatasan. Pasti ada saat ingin marah.

Dalam keluarga, suami adalah imam. Imam harus memberikan contoh yang baik dan benar.

Dalam menghadapi kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan, yang pertama adalah “Accept”, menerima. Terima dulu apa yang terjadi, apa yang Allah berikan. Kita bisa kuat, bisa juga tidak. Mintalah pertolongan kepada Allah. Insya Allah akan ada jalan.

Maka sabar adalah proses. Terima dulu, apa pun hadiah dari Allah, jadilah orang yang sabar.

Mas Pepeng dan Mbak Tami dikaruniai 4 anak laki-laki yang saat ini berusia 20-27 dengan badan yang besar. Hikmahnya terasa ketika Mas Pepeng sakit, mereka berperan membantu ayahnya bergerak.

Hal yang bisa dicontoh dari Mas Pepeng adalah selalu mau belajar, tetap bersemangat, tidak pernah keliatan loyo, galau, ataupun marah. Kalaupun marah, itu adalah marah untuk prinsip.

Menghadapi sakit yang tidak bisa sembuh, seringkali kita menganggap masa depan adalah beberapa tahun di depan kita. Padahal masa depan yang sebenarnya adalah akhirat. Dan kita harus yakin bahwa kesembuhan adalah janji dari Allah. Pasti akan terjadi happy ending. Dua pilihannya, sembuh dan bisa kembali berjalan, atau menghadap kepada Allah dalam keadaan penuh barokah.

Musibah itu adalah ketika kita tidak dekat dengan Allah. Sakit sesungguhnya bukan musibah. Karena justru ketika sakit, kita akan mendekat kepada Allah. Tidak perlu kita bertanya “Why me?” Karena Allah bisa dengan mudah menjawab “Why not?”

Dalam kesakitan, jika kita ingat kepada Allah, kita akan tenang. Rasa sakit menjadi tidak terasa. Karena Allah ada, lebih dekat dari urat leher kita. Selalu dekatlah kepada Allah.

Tentang banyaknya perceraian, Mas Pepeng menyampaikan bahwa banyak orang menjadi quitter, menyelesaikan masalah dengan lari dari masalah. Perselisihan tentu ada, harus dihadapi, biarkan Allah yang menyelesaikan. Sakinah mawaddah wa rahmah seperti 3 lingkaran yang beririsan di tengah, yaitu cinta.

Menikahi orang yang kita cintai, sangat mudah, di awal mudah “kesetrum”. Dengan berjalannya waktu, jika kita tidak pandai mengelola, “setrum” akan hilang. Kita perlu memperkecil perbedaan. Mawaddah adalah mencintai orang yang kita nikahi. Rahmah datang dari Allah.

Kita perlu mendukung dengan jelas atas perilaku apa pun dari pasangan. Begitu banyak mukjizat. Setiap detik. Kita harus menyepakati sikap pasangan, berikan value. Tetap tampil cerah seperti tidak ada masalah. Benturan selalu ada, serahkan kepada Allah.

Setiap orang pasti punya ilmu yang subhanallah.

Kita harus memberi nilai pada apapun yang kita hadapi. Setiap ada celah, buatlah menjadi spesial. Mbak Tami mempunyai prinsip, selalu ada celah, lihat sudut pandang lain, supaya tetap eksis dan tetap bersyukur.

Jangan pernah berpikir untuk berpisah. Pandang sebagai tugas baru dari Allah. Manusia sering menilai dengan tanggung. Jangan menggantungkan nilai pada manusia, bahkan kepada suami dan anak sekalipun. Biarlah Allah yang menilai. Setiap orang sibuk dengan urusannya masing-masing. Hanya Allah yang selalu memperhatikan hamba-Nya.

Jadilah pendengar yang baik.

Pria wanita harus saling belajar. Menjadi sahabat di masa tua, bisa bicara segala hal.

Kecerdasan linguistik sebenarnya diajarkan Islam. Ditandai dengan indahnya kisah Al Quran. Rasulullah adalah seorang yang ahli komunikasi.

Tingkatan komunikasi dari berbagai ilmu, tahap pertama adalah komunikasi sampai dari pihak pertama ke pihak kedua, tanpa noise. Dari ilmu antropologi, ditambahkan bahwa kedua pihak harus saling mengerti. Dari ilmu komunikasi, ditambahkan bahwa harus ada interaksi transaksi. Dari ilmu psikologi, harus menggetarkan hati .

Saat ini banyak pasangan yang genting. Lihatlah kelebihan, kekurangan pasti banyak.


Prinsip Mas Pepeng, pantang mati sebelum ajal. Betapa banyak saat ini manusia yang sepertinya hidup, padahal mereka adalah zombie, yang selalu berkeluh kesah. You get what you think. Tidak mungkin galah kalau dekat dengan Allah. Kalau tidak senang, apa harus marah? Mereka yang marah, itulah mereka yang mati sebelum ajal. 

Wednesday, July 24, 2013

Ceramah Ramadhan 1434 Hari ke-14 - Merawat Pernikahan, Bahagia di Dunia sebelum di Surga


Ceramah hari ini disampaikan oleh Ust. M. Fauzil Adhim, tentang Merawat Pernikahan, Bahagia di Dunia sebelum di Surga.  

Dalam surat Ar Ruum 21 disebutkan :
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.

Dari ayat tersebut beberapa point yang dapat disimpulkan :

Sakinah bukan hal yang muluk, “azwaja litaskunu”, (pasangan agar kalian). Maka sakinah adalah konsekuensi logis dari pernikahan. Sakinah tidak perlu menjadi cita-cita. Sakinah adalah konsekuensi, bukan tujuan. Seperti jika kita minum, maka haus akan hilang. Maka jika kita menikah, kita akan menjadi sakinah. Muslim atau bukan muslim bisa bahagia, perbedaannya pada keberkahannya.

Mawaddah adalah ketertarikan yang berawal pada kekaguman atau takjub kepada kelebihan yang dimiliki. Bisa berupa kecantikan, kekayaan, ataupun aspek non fisik.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa urutannya adalah sakinah, mawaddah, baru rahmah. Hal ini sebenarnya tidak ada dasarnya.

Rahmah bisa dirasakan sejah awal menikah, tidak perlu menunggu hingga usia 40 tahun.

Ketika ada seseorang yang berhati baik di usia senja, belum juga menikah, dan jika tidak menikah dikhawatirkan ada fitnah, lalu dinikahi dengan niat untuk menyelamatkan, maka itu didasari dengan sifat rahmah.

Menikah dengan kedua alasan tersebut dapat mencapai bahagia, baik sesaat maupun selamanya.

Kebahagiaan suami istri ketika meninggal, hari kiamat, hari hisab, yaitu ketika disambut malaikat, “Masuklah ke surga, kamu dan istri suami kamu untuk diberikan kegembiraaan.”

Saat ini ada anggapan bahwa sakinah merupakan suatu hal yang muluk, dan banyak hal-hal syubhat yang sebenarnya tidak diatur dalam agama, yang dibuat-buat, dan semakin mempersulit.

Dengan kondisi populasi wanita lebih banyak, lalu kedua-duanya rewel. Semakin banyak kategori dan persyaratan, maka semakin banyak yang tidak memenuhi.

Pertama adalah anggapan bahwa harus ada cinta. Kata siapa?
Banyak pernikahan yang diawali dengan tidak saling kenal, bahkan belum pernah melihat wajah. Seperti Idris ayah Imam Syafi’i, yang menikah dengan pemilik kebun yang belum pernah dikenalnya. Atau seperti Ibu Yoyoh Yusroh dengan Ustadz Budi. Ketika pernikahan diawali dengan niat baik, tujuan mulia, dan itikad yang lurus, maka Allah akan berikan barokah, mudah-mudahan hingga hari kiamat.

Ustadz Fauzil pernah memiliki tetangga, yang sangat kurang pergaulan, namun sangat berbakti pada ibunya, merawat ibunya. Sampai suatu ketika ibunya ingin menimang cucu dari anaknya tersebut. Sang anak yang tidak pernah punya teman perempuan, hanya bisa memohon pertolongan pada Allah agar memberikan istri baginya. Maka ia pun memanjatkan doa di setiap shalatnya. Hingga ia bermimpi yang benar, yang menunjukkan rute jalan ke rumah seorang perempuan. Beberapa kali mimpi yang sama itu dialaminya. Akhirnya berangkatlah ia sesuai petunjuk, dan ternyata di sana sang akhwat pun telah menunggu.

Kedua, masalah kesetaraan pendidikan, suku, urutan anak.

Ketiga, masalah kesiapan finansial.

Padahal yang terpenting bukan banyaknya uang di tangan, tetapi bagaimana yakin dengan rezeki dari Allah dan siap dengan qadha dan qadar.
Ada cerita yang menyatakan bahwa Rasulullah menikahi Khadijah dengan mahar yang besar. Padahal tidak ada hadits yang menyatakan hal tersebut. Hadits yang ada malah menyatakan bahwa sebaik-baik pernikahan adalah yang mudah, baik proses maupun mahar. Wanita yang besar berkahnya adalah wanita yang murah maharnya. Sebaik-baik mahar adalah yang mudah, mudah mencarinya dan murah nilainya.

Keempat kesesuaian penampilan, yang tampan dengan yang cantik. Padahal cantik pun  akan hilang jika sedang marah atau judes. Dan betapa banyak pernikahan antara yang tampan dan cantik, tapi berakhir dalam waktu singkat.

Maka, apa yang seharusnya diharapkan dalam pernikahan? Keberkahan.
Keberkahan adalah kebaikan yang banyak, kebaikan yang bertambah.
Rezeki yang tidak berkah adalah rezeki yang ketika sedikit meresahkan, ketika banyak menambah masalah.
Rezeki yang berkah adalah rezeki yang ketika sedikit menentramkan, ketika banyak menambah kesolehan dan kebaikan.
Rezeki berupa materi, anak, istri, dan suami.

Maka dalam menjalani pernikahan, yang perlu dipersiapkan adalah :

Ilmu, karena ilmu harus  mendahului perkataan dan perbuatan
Niat
Proses
Yang dijalani dalam pernikahan
Qoulan ma'rufan antara suami istri, yaitu yang membuat pasangan merasa diperhatikan dan didengar.
Qoulan syadida antara orang tua dan anak
Qoulan maisura antara penceramah dan pendengar, yaitu mudah dicerna.
Kepada orang yang keras kepala dengan perkataan yang menyentuh

Muasaro bil ma'ruf, yaitu kewajiban bagi suami untuk istri. Jika dilakukan agar istri senang, maka hanya itulah yang akan didapatkan. Jika dilakukan karena mengikuti sunnah, maka bersama sunnah ada barokah.

2 hal yg penting : Menjaga kondisi ruhiyah dan berhati-hati dengan harta.

Rezeki  yang haram pasti tidak barokah, rezeki yang halal belum tentu barokah.
Rezeki yang berkah akan menambah kebaikan rumah tangga, rezeki yang tidak barokah akan menambah kehausan pada dunia.
Tanya jawab :

Pertanyaan pertama, bagaimana agar anak menjadi berkah?

Menikah adalah untuk memenuhi sunnah. Tidak semua pernikahan Allah karuniakan anak. Maka jangan jadikan anak sebagai tujuan dan niat dalam menikah. Namun kita perlu tetap berusaha bersungguh-sungguh, mencari sebab agar dikaruniakan anak.

Selanjutnya, kita mengharapkan, mengupayakan, dan memohon agar anak-anak soleh dan barokah.
Perhatikan al quran dan hadits, menata niat, dan siapkan diri untuk menerima anak sebanyak2nya.


Pertanyaan kedua, saat ini banyak terjadi banyak poligami, sebetulnya apa niatnya?

Hanya Allah yang mengetahui niatnya. Yang pasti, keberkahan sangat bergantung pada niat.
Jika menikah lagi karena kecantikannya, kecantikan tidak abadi, dia cantik karena belum mencapai usia 60 tahun.
Untuk melakukan poligami, pelajari ilmunya, siapkan keluarga, siapkan suami, siapkan istri, siapkan pendukung.

Yang terpenting dalam berkeluarga adalah bagaimana kita senantiasa memikirkan kewajiban.

Masalah sering terjadi ketika kita terlalu peka terhadap hak, sehingga ketika tidak dipenuhi, kita merasa dilecehkan. Betapa banyak pernikahan berlangsung langgeng karena masing-masing pasangan dapat saling ridha, saling melapangkan dada. 

Tuesday, July 23, 2013

Ceramah Ramadan 1434 Hari 1 - Ramadhan bersama Rasulullah

Ceramah Ramadhan hari pertama disampaikan oleh Ustadz Salim A. Fillah, dengan topik Ramadhan bersama Rasulullah.

Ceramah diawali dengan penjelasan tentang kesehatan badan, ruh, dan jiwa. Kesehatan badan ada pada sedikitnya makan, kesehatan ruh ada pada sedikitnya maksiat dan dosa, serta kesehatan jiwa ada pada sedikitnya bicara.

Puasa dan ramadhan, adalah amal untuk mensedikitkan, baik makan, bicara, maupun maksiat dan dosa, yang berdampak positif pada kesehatan badan, jiwa, dan ruh, sehingga akan menjadikan produktivitas yang tinggi.

Sedikit makan bermanfaat bagi kondisi ruhiyah. Pada saat puasa kemesraan dengan Allah akan lebih maksimal.

Dalam sejarah pensyariatan puasa, awalnya yang diwajibkan adalah puasa ayyamul bidh, sama dengan puasa yang dikerjakan umat terdahulu. Ayyamul bidh ini lah yang dimaksud dengan ayyamum ma’dudat di Al Baqarah ayat 184. Karena di awal, syiar adalah menyerupai umat terdahulu, dengan harapan mereka akan mau masuk Islam. Selain puasa, kiblat pun menghadap ke Masjidil Aqsha, baju disamakan modelnya, bahkan sisiran rambut.

Berkaitan dengan kiblat, sedemikian cintanya Rasulullah pada ka’bah di Mekkah, ketika kiblat masih mengarah ke Masjidil Aqsha dan Rasulullah berada di Mekkah, Rasulullah sering shalat dari sebelah selatan ka’bah, agar ketika menghadap ke Masjidil Aqsha, juga menghadap ke ka’bah. Namun hal ini tidak dapat lagi dilakukan ketika Rasulullah ketika sudah di Madinah, karena ka’bah ada di selatan, sedangkan Masjidil Aqsha di utara (mohon maaf kalau utara-selatannya kebalik2 J)

Namun kemudian Allah perintahkan untuk menegakkan syiar yang berbeda, Allah perintahkan untuk menyelisihi umat terdahulu. Kiblat pun dipindahkan ke Mekkah dan diwajibkan untuk berpuasa Ramadhan.

Syariat puasa sebelumnya, puasa dimulai sejak bangun dan diakhiri ketika waktu isya. Maka ada kalanya terjadi puasa yang tersambung sampai tiga hari. Yaitu ketika seseorang puasa di hari pertama, dan tertidur setelah maghrib, lalu terbangun setelah isya. Terbangunnya itu dianggap sebagai awal puasa hari kedua. Jika hal ini terjadi lagi di hari kedua, maka puasa tersambung lagi sampai hari ketiga.

Maka ketika di ayat 185 puasa diwajibkan pada bulan Ramadhan selama 30 hari, para sahabat “galau” membayangkan kemungkinan tersambung sampai 30 hari.

Mereka pun bertanya, “Di mana Allah? Apakah Allah jauh atau dekat? Ketika aku bicara dengan Allah, apakah aku harus berbisik atau berteriak? Mengapa membuat syariat yang sedemikian berat?”

Maka di ayat 186 dijelaskan bahwa Allah dekat. Bahkan secara bahasa, ayat diawali dengan “Dan apabila hamba-Ku bertanya..” maka seharusnya lanjutannya adalah “faqul, katakanlah (wahai Muhammad)..” namun dalam ayat ini langsung dikatakan “fa inni qarib, maka katakan bahwa aku dekat”, menandakan Allah benar-benar dekat, bahkan Rasulullah sebagai perantara pun ditiadakan dalam ayat ini.

Kemesraan dengan Allah ditentukan oleh makanan. Begitu pentingnya makanan dan dampaknya terhadap dikabulkannya doa kita, dapat dilihat pada dua kisah berikut.

Ada kisah tentang Saad bin Abi Waqash, ketika Rasulullah berkata, “Semoga ada yang menjaga.” Saad pun mengajukan diri sebagai penjaga. Dan selain menjaga malam, beliau memberikan tambahan untuk Rasulullah, yaitu menyediakan bejana untuk Rasulullah berwudhu untuk qiyamul lail.

Ketika malam tiba dan Rasulullah akan melakukan qiyamul lail, Saad pun memberikan bejana yang sudah disiapkannya. Rasulullah sangat gembira dan menepuk pundak Saad, dan berkata, “Mintalah sesuatu, akan aku doakan kepada Allah.”

Kita paling mentok akan minta surga. Saad punya permintaan yang luar biasa. Beliau menjawab, “Doakanlah agar semua doaku mustajab.” Rasulullah pun tersenyum dan menjawab, “Bantulah dengan memperbaiki makananmu.”

Ada seorang lelaki musafir yang sedang berpuasa, dan dalam kondisi terdzalimi, dan ia menengadahkan tangan dan berkata “ya rabb, ya rabb.” Keempat kondisi tersebut adalah kondisi mustajabah, yang membuat doa menjadi mustajab. Khusus untuk kondisi keempat, Allah malu jika tidak memberikan apa yang diminta seorang hamba yang menengadahkan tangan dan berkata “ya rabb, ya rabb.”

Namun doa orang tersebut tidak diterima. Bagaimana doanya bisa diterima, sedangkan makanan dan pakaiannya haram.

Makanan haram mencegah kita dari kemesraan dgn Allah. Makanan tersebut tumbuh dalam tubuh, mudah bergetar dengan frekuensi maksiat.

Maka selama bulan Ramadhan tugas kita adalah menyedikitkan makan. Karena ketika yang halal pun kita tidak suka, maka seharusnya, apa lagi yang haram dan yang syubhat.
Ketika puasa kita sedemikian takuuuut untuk batal. Apakah setakut itu kita dengan barang yang haram dan syubhat?

Kita pun harus berhati-hati soal rezeki. Rezeki sudah tertulis, sudah dijamin, bahkan tertulis 2 kali. Tidak akan tertukar, tidak akan salah. Rezeki bukan soal kita memiliki apa, tetapi soal bagaimana cara kita menerimanya, dan bagaimana cara kita menggunakannya.

Walaupun kita adalah pegawai kantor yang menerima gaji dengan jumlah yang tertentu, sering kali kita menjadi tidak lagi bertawakkal kepada Allah. Kita sering keliru dan mentawakkalkan rezeki kepada angka-angka gaji itu. Padahal rezeki akan datang dari arah yang tidak terduga-duga. Dan kita tidak perlu mengorbankan ibadah untuk mengejar rezeki.

Para sahabat sangat bersemangat menjalankan ibadah.

Seorang sahabat pernah berkata, “Yang aku khawatirkan adalah siang yang panas tanpa kesejukan puasa dan malam dingin tanpa kehangatan tahajjud.”

Sahabat tidak mengejar lailatul qadar karena iming-iming berlipatgandanya pahala. Namun lebih karena memang bersemangat menjalankan ibadah.

Imam Ghazali pernah menjelaskan tentang shalat khusyu. Menurut Imam Ghazali, tanda shalat khusyu adalah jika tercegah keji munkar sampai shalat berikutnya.

Seseorang akan mati dengan yang biasa dilakukan selama hidupnya. Amal yang dicintai Allah walaupun sedikit adalah yang sering dan terbiasa dilakukan. Dengan terbiasa, mudah untuk melatih ikhlas, dan kita akan immun terhadap komentar dan pujian. Dan di akhir hidup kita, kita akan mati ketika mengamalkan kebiasaan tersebut.

Berkaitan dengan profesi menulis, Ustadz menjelaskan motivasi menulis, yaitu kita harus bisa menjawab dahulu 3 pertanyaan berikut, yaitu
Mengapa menulis?
Mengapa harus ditulis?
Mengapa saya yang harus menulis?


Jika kita pernah makan yang haram maka ada 3 hal yang dapat dilakukan yaitu taubat nasuha, melakukan amal baik untuk menjadi kompensasi, dan melakukan puasa. Puasa dapat membakar hal yang haram, sehingga tubuh kita bersih dari yang haram.

Thursday, March 14, 2013

Sejarah Hidup Imam Syafi’i

Beliau dilahirkan di Gaza pada tahun 150 H dan wafat di Mesir pada tahun 204 H. Beliau hidup selama 54 tahun namun karyanya tetap bergaung sampai sekarang. Betapa banyak manusia yang memiliki usia yang lebih panjang namun ketika wafat hanya dikenang dalam dua baris di batu nisan.

Tentang Imam Syafi’i, Rasulullah telah menyampaikan bisyarah (berita tentang masa depan) yang menyatakan bahwa akan datang ulama dari kaum Quraisy yang dakwahnya mencapai negeri yang jauh.

Imam Syafi’i bernama Muhammad bin Idris Asy Syafi’i. Asy Syafi’i adalah nama kabilah.
Beliau dilahirkan pada tahun yang sama dengan wafatnya Imam Abu Hanifah.
Ayahnya, Idris, nasabnya bertemu dengan Rasulullah pada Abdul Manaf, ayah dari Abdul Muthalib. Maka Imam Syafi’i masih merupakan kerabat Rasulullah.

Berbeda dengan Imam Abu Hanifah yang sangat berkecukupan, Imam Syafi’i sangat miskin. Ayahnya wafat ketika beliau berusia 2 tahun, dan untuk tetap menjaga kemurnian sebagai suku Quraisy, Ibu beliau membawanya kembali pulang ke Makkah. Sebagai kerabat Rasulullah (dzawil qurba), keluarga beliau berhak atas 1/5 harta ghanimah, namun ternyata jumlahnya sangat terbatas.

Walaupun dalam keterbatasan, di Mekkah Imam Syafi’i mulai menuntut ilmu. Berbeda dengan kondisi di Kuffah yang ada bea siswa dari Abu Hanifah bagi murid yang tidak mampu, di Mekkah tidak ada bea siswa. Ibu Imam Syafi’i yang seorang hafizhah Al Qur’an mengajarkan langsung hafalan Al Qur’an kepada Imam Syafi’i. Namun untuk ilmu lain, Imam Syafi’i dititipkan ke guru. Karena tidak cukup biaya, maka pada awalnya Imam Syafi’i terkesan tidak diperhatikan oleh gurunya.

Namun Imam Syafi’i dapat membuat kesulitan tersebut menjadi peluang. Ketika guru belum datang, atau sesudah guru pulang, atau bahkan di waktu belajar, Imam Syafi’i membantu mengajar teman-temannya. Gurunya yang merasa puas dengan bantuan Imam Syafi’i yang semula tidak memperhatikan Imam Syafi’i, berubah menjadi mengistimewakan beliau.

Ketika usia Imam Syafi’i belum mencapai 10 tahun, beliau sudah hafal Al Qur’an. Suara beliau sangat merdu ketika melantunkan Al Qur’an, sehingga saat itu tersebar pendapat bahwa jika ingin menangis mendengarkan bacaan Al Qur’an, dengarkanlah Muhammad bin Idris.

Setelah beliau mempelajari Al Qur’an secara mendalam, beliau mempelajari hadits. Berbeda dengan Al Qur’an yang mudah dihafal, hadits jumlahnya sangat banyak, maka diperlukan catatan untuk mempelajarinya. Di masa itu, harga kertas sangat mahal, sehingga Imam Syafi’i mencatat menggunakan tulang hewan, atau kertas-kertas sisa dari kantor-kantor, atau kertas  apa pun yang masih memiliki ruang untuk ditulis. Dan karena keterbatasan itu, beliau memperkuat dengan hafalan.

Beliau memang memiliki kelebihan mudah menghafal. Suatu waktu, beliau yang tidak memahami bahasa Persia, melihat dua orang Persia berselisih. Ketika perselisihan tersebut dibawa ke pengadilan, beliau dipanggil menjadi saksi, dan dapat mengulang seluruh dialog kedua orang Persia tersebut walaupun beliau tidak memahami dan hanya mendengarnya sekali.

Suatu ketika datanglah seorang ulama dari Mesir, Imam Al Lais. Di masa itu jika seorang ulama datang ke Mekkah atau Madinah, maka kedatangannya akan dimanfaatkan untuk belajar oleh masyarakat. Begitu  pula sebaliknya, masyarakat muslim yang berhaji juga menyempatkan untuk belajar kepada ulama di Mekkah dan Madinah.

Dalam pelajarannya, Imam Al Lais menekankan pentingnya mempelajari bahasa Arab dari sumbernya yang masih murni, yaitu suku Hudzair. Hal ini karena Al Qur’an dan Hadits disampaikan oleh Rasulullah dalam bahasa Arab yang murni, maka untuk dapat memahaminya dengan benar, dibutuhkan pemahaman atas bahasa Arab murni.

Maka beliau pun berangkat ke suku Hudzair dan tinggal bersama mereka selama 10 tahun. Beberapa orang sempat mempertanyakan, mengapa beliau memilih untuk pergi tinggal bersama suku Hudzair padahal sudah memiliki banyak ilmu dan sudah bisa mengajar. Beliau menjawab bahwa beliau belajar bahasa Arab untuk berkhidmah kepada Al Qur’an dan Hadits.

Ketika kembali dari suku Hudzair, beliau menjadi referensi dalam hal bahasa Arab. Beliau pun melanjutkan belajar lagi, walaupun sudah diperintahkan oleh Imam Muslim untuk mengajar. Beliau berkeinginan untuk belajar kepada Imam Malik.

Thursday, February 21, 2013

Kantorku Surgaku



Siang ini di kantor saya ada kajian bulanan, yang disampaikan oleh Ustadz Nanang Mubarok, dengan tema Kantorku Surgaku.

Sebelum kajian dimulai, ada sambutan dari Pak Dirut dengan beberapa point yang juga bermanfaat. Yaitu bahwa setiap karyawan dalam pekerjaan memiliki posisi yang merupakan amanah. Bila apa yang kita rencanakan berhasil, pada dasarnya itu karena rencana kita bersesuaian dengan rencana Allah. Awali seluruh kegiatan kita dengan "bismillah", agar semoga semua menjadi bernilai ibadah.

Tema Kantorku Surgaku sangat penting, karena sebagian besar waktu kita dihabiskan di kantor. Jika kita tidak merasa kantor sebagai tempat bernaung, maka sangatlah disayangkan.

Kajian Ustadz Nanang dimulai dengan pertanyaan.

Siapa yang mau masuk surga?
Semua jamaah pun mengacungkan tangan.

Pertanyaan kedua, siapa yang mau masuk surga duluan?
Jamaah mulai ragu untuk mengacungkan tangan :-)
Karena masuk surga duluan, artinya meninggal duluan :-)

Kemudian dikisahkan tentang dialog Nabi Ibrahim dengan malaikat Izrail ketika malaikat Izrail akan mencabut nyawa beliau.

Nabi Ibrahim menitipkan pesan kepada malaikat Izrail untuk diteruskan kepada Allah : Adakah kekasih tega mencabut nyawa kekasihnya?

Malaikat Izrail menyampaikan pesan tersebut kepada Allah, dan Allah menyampaikan pesan untuk Nabi Ibrahim : Adakah kekasih yang tidak rindu untuk segera berjumpa dengan kekasihnya?

Mendengar pesan tersebut, Nabi Ibrahim pun berkata kepada malaikat Izrail : Segera cabut nyawaku.

Ustadz pun mengulang pertanyaan kedua tadi, dan kali ini jamaah lebih yakin untuk mengacungkan tangan :-)

Dalam bekerja ada amanah terhadap orang lain, bekerja bukan hanya untuk diri sendiri. Berbeda dengan shalat, yang hanya untuk diri kita sendiri. Sehingga, kemungkinan kita melakukan dosa ketika kita bekerja, sangatlah besar.

Orang yang beriman seharusnya sangat produktif. Maka seharusnya bangsa kita yang mayoritas muslim adalah bangsa yang sangat produktif. Yang merasa bangga bukan karena ekspor tetapi karena produksinya bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Ada 5 alasan mengapa kantor menjadi surga kita :

1. Adanya waktu yang terabaikan

Sebagaimana dalam hadits dikatakan bahwa ada 2 nikmat yang membuat manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.

Dalam hidup kita sebagai pekerja, hampir 60% waktu digunakan untuk bekerja.

Dalam hadits dikatakan umur muslim rata-rata antara 60-70 tahun, dan sedikit yang mencapai 80 tahun. Dan umur muslim pada ummnya tak jauh dari usia Rasulullah.

Dalam perkiraan hitungan usia tersebut, jika dalam sehari kita 1 jam beribadah pada Allah dan 12 jam beraktivitas penunjang pekerjaan, maka diperoleh hitungan bahwa total dalam seluruh hidup hanya 2 tahun yang digunakan untuk shalat. Apa bisa diandalkan untuk ke surga? Sepertinya sulit.

Sedangkan total waktu kerja dapait mencapai 25 tahun. Sungguh akan sangat bernilai jika kita dapat mengoptimalkan waktu kerja sebagai jalan ke surga.

2. Surga adalah obsesi

Sebagaimana dalam surat Asy Syuara QS 42: 20.

Serta dalam hadits dikatakan bahwa kesuksesan sejati adalah ketika seseorang masuk ke surga dan dijauhkan dari neraka.

Ustadz memberikan pilihan, mana yang kita pilih, seimbang dunia akhirat atau fokus pada akhirat?

Sebagian menjawab seimbang dunia akhirat, sebagian menjawab fokus pada akhirat.

Pertanyaan dilanjutkan. Apakah sama antara akhirat dan dunia?
Karena jika seimbang, maka harus sama agar tidak berat sebelah.
Padahal, akhirat dan dunia tidaklah sama. Akhirat abadi, dunia hanya sebentar. Maka sebenarnya tidak bisa seimbang. Ketika seimbang, maka sesungguhnya kita sedang melalaikan akhirat.

Dan ketika kita melalaikan akhirat untuk suatu alasan dunia, Allah berikan musibah, yaitu alasan berikutnya.

Sebagai contoh, ketika tiba waktunya makan siang di jam istirahat kerja, maka ada yang memilih makan siang dahulu baru shalat dzuhur, dengan alasan lebih baik makan memikirkan shalat daripada shalat memikirkan makan. Dan ketika selesai makan, maka ia tidak langsung shalat, dengan alasan perut masih terasa penuh. Maka ia mencari lokasi yang tenang dan adem dan bisa jadi tertidur. Kemudian Dirut mencarinya, ia pun segera menghadap Dirut dan kembali menunda shalatnya. Ketika Dirut memberikan tugas yang urgen, ia pun kembali menunda shalatnya untuk mengerjakan tugas tersebut. Sampai tiba waktu asar.

3. Banyak ayat dan hadits yang menyatakan bahwa Allah memuliakan pekerja.

Kerja dapat menjadi sarana kita bertemu Allah sebagaimana dalam surat Al Kahfi ayat 110.

4. Surga dekat dengan pekerja.
Dengan kerja kita dapat berjumpa dengan surga. Dengan bekerja, kita sejajar dengan nabi, karena semua nabi bekerja. Kita melakukan lanjutan risalah nabawiyah.

Kerja dapat kita pandang sebagai rahmah, amanah, ibadah, dakwah, jihad, dan investasi.

5. Kantor adalah sajadah panjang.
Rezeki ada di muka bumi. Kita harus bekerja agar mendapatkan apa yang diinginkan. Dalam kerja ada hamparan pahala, ampunan, berkah

Pernah ada seorang sahabat Rasulullah, Saad bin Muad Al Anshory yang meminta izin kepada Rasulullah untuk tidak ikut perang, karena keluarganya sedang kelaparan. Beberapa lama kemudian rombongan Rasulullah berjumpa dengan Saad di tengah gurun sedang mencari kayu bakar sampai tangannya melepuh dan berdarah. Ketika Rasulullah bertanya, mengapa tangannya sampai demikian, Saad menjelaskan bahwa ia mencari kayu bakar untuk menafkahi keluarganya. Rasulullah pun memeluk Saad dan mencium tangannya dan mengatakan bahwa tangan tersebut haram untuk masuk neraka.

Ketika kita bekerja karena Allah, lelah seluruh badan dan pikiran kita karena pekerjaan, maka surga balasannya dan kelelahan dapat menjadi penghapus dosa. Dan di dalam surga ada ada derajat yg tidak dapat disentuh kecuali oleh mereka yang lelah karena bekerja.