Monday, April 18, 2011

Bersyukur Menjadi Karyawan

Pagi tadi baru baca tweets dari seorang pengusaha sekaligus motivator, yang "menyentil" kehidupan karyawan.

Saya agak terusik. Bukan karena saya seorang karyawan. Kalaupun saya bukan karyawan, menurut saya tidak perlu kita "merendahkan" (maaf kalau pilihan katanya terlalu keras, saya sedang coba cari kata yang lebih halus) orang yang berbeda dengan kita.

Mungkin penulis, yang merasa bahwa menjadi pengusaha adalah pilihan yang terbaik, bermaksud memotivasi mereka yang masih menjadi karyawan untuk segera berhijrah.

Dalam berbagai aspek, memang menjadi pengusaha lebih baik daripada menjadi karyawan. Bukan karena lebih kaya lho, karena tidak selalu demikian, dan seharusnya memang bukan hanya itu tujuannya.

Pengusaha tidak bergantung pada pihak lain secara langsung, dia menjadi bos bagi dirinya sendiri. Pengusaha mendayagunakan potensinya dan menjualnya. Pengusaha membuka lapangan kerja. Pengusaha lebih bebas mengatur waktunya sendiri.

Dan Rasulullah beserta para sahabatnya pun adalah pengusaha, pedagang, dan Rasulullah pun bersabda, 9 dari 10 pintu surga adalah bagi pedagang.

Ya, memang sangat positif. Namun tidak dapat dipungkiri, ada sebagian orang yang tidak memiliki atau belum memiliki kemampuan untuk menjadi pengusaha. Dan ada tempat-tempat yang memang membutuhkan karyawan.

Memberikan cercaan kepada mereka, bisa jadi malah membuat mereka minder, tidak mensyukuri situasi, sehingga malah makin kontra produktif.

Selalu ada cara yang baik untuk menyampaikan hal yang baik.

Ada sebuah prinsip yang sering kita dengar, yang merupakan prinsip barat yaitu "the end justifies the means", kalau maksudnya baik, cara apapun dianggap baik. Tetapi Islam tidak. Prinsip dalam Islam yang berorientasi proses sangat menekankan pada cara. Prinsip Islam adalah "tujuan tidak dapat menghalalkan cara".

Mari memotivasi dengan cara yang baik :-)

Dan sementara bagi yang saat ini masih menjadi karyawan, tetaplah bersyukur, sambil berusaha terus berproses untuk berhijrah menjadi pengusaha dan pedagang :-)

No comments: