Thursday, July 14, 2011

Istiqamah

Pengajian dzhuhur hari ini disampaikan oleh Ust. Muhsinin Fauzi, semoga bermanfaat.

Pembahasan tentang istiqamah mungkin sudah sangat sering kita dengar. Jika kita sebulan melakukan kebaikan, atau setahun, maka cukup mudah. Tetapi terus melakukannya sepanjang hayat, memiliki tantangan tersendiri.

Firman Allah SWT dalam QS Fushilat 30-32 :
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami adalah Allah.”
Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Jangan kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat. Di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh pula di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan bagimu dari Yang Maha Pengampun dan lagi Maha penyayang.”
Maka mereka yang istiqamah mendapatkan tempat yang luar biasa mulia.

Pertama, mendapatkan kebahagiaan sempurna, karena di dunia tidak ada rasa takut akan masa depan, dan rasa sedih akan masa lalu.

Kedua, di akhirat diberikan kabar baik dengan surga yang dijanjikan.
Bagi orang yang beriman, akhirat adalah segalanya. Al Qur'an hampir keseluruhan isinya adalah tentang akhirat. Pembahasan tentang dunia hanya sangat sedikit, antara lain agar kita jangan lupa urusan dengan dunia, serta agar kita mengejar karunia Allah dan mengingat Allah.

Ketika Utsman bin Affan terancam terbunuh, ia tetap tenang. Abu Hurairah menawarkan perlindungan, namun Ustman bin Affan menyampaikan bahwa yang dicari adalah beliau, sehingga andaikatapun dilindungi, mereka akan terus mencari. Selain itu beliau pun telah bermimpi bertemu dengan Rasulullah. Dan akhirnya malam itu beliau terbunuh.

Ketiga, dilindungi Allah pada kehidupan di dunia dan akhirat.
Orang boleh berbuat apa saja, kalau sudah ada penjagaan Allah, maka semua tidak ada gunanya.
Senantiasa dijaga Allah dan ditolong Allah, sehingga tidak membutuhkan tidak membutuhkan seiapa pun.

Sebagaimana pada hadits Rasulullah, barangsiapa dicintai Allah, Allah akan menjadi matanya, pendengarannya, dan ketika ia meminta, dan memohon perlindungan, akan Allah berikan. Karena cara terbaik untuk mendapatkan sesuatu adalah dengan minta. Dalam Perang Badar, faktor yang terpenting adalah doa Rasul di Kamis sore, bukan strategi, taktik, dan lain-lain. Setelah doa itu datanglah pertolongan Allah, dan musuh pun mati oleh malaikat. Doa yang dikabulkan Allah adalah doa dari hamba yang dekat kepada-Nya, yang istiqamah di jalan Allah.

Penjagaan di dunia : dijaga dari kemungkinan buruk dan dari maksiat.
Ada sebuah kisah nyata. Ada seorang yang sangat baik sejak kecilnya, di masa mudanya berparas tampan dan dalam pergaulan semasa sekolah beberapa kali dalam dirinya terbersit keinginan seperti teman-temannya yang lain, bersepeda motor dengan teman perempuan. Namun setiap kali niat ini terbersit, maka seperti ada bisikan/sentuhan di telinganya, sehingga akhirnya dia tidak pernah berhasil melakukan hal tersebut. Ini adalah bentuk penjagaan Allah dari maksiat.
Rasulullah pernah mau menyentuh patung ketika belum menjadi Nabi, dan dicegah oleh malaikat Jibril. Ketika beliau akan masuk ke tempat yang ada maksiatnya, sebelum sampai beliau tertidur.

Dijaga dari kemungkinan buruk, seperti kemiskinan, keterancaman, dan berbagai masalah lainnya.
Kalaupun ada, maka merupakan ujian untuk menaikkan tingkat. Pada ujian itu akan disertakan kekuatan untuk menghadapinya. Sehingga dari luar tampak seperti keburukan, tetapi orang itu sendiri tidak merasakannya sebagai keburukan.

Di akhirat dijaga dari murka dan neraka Allah SWT.

Keempat, mendapatkan apa yang diinginkan yaitu surga.

Dunia bukan tempat untuk mengobral keinginan. Dunia ini memang seperti sebuah permainan. Allah berikan kepada manusia keinginan, akan wanita, harta, kekuasaan, dsb. Namun, Allah berikan batas-batas, pagar-pagar, agar manusia tidak menginginkan dunia (zuhud). Justru itulah permainannya. Maka kita boleh mewujudkan keinginan, tetapi senantiasa ada batasnya. Zuhud adalah cinta pada Allah sehingga hati tidak tertarik pada dunia.

Waktu untuk melepas keinginan adalah di akhirat nanti. Karena di dunia, tidak semua keinginan dapat diwujudkan. Sampai kapan pun, keinginan selalu lebih besar dari kemampuan kita untuk mendapatkannya. Selain itu, ada keinginan yang dapat jatuh menuju maksiat. Maka kita harus membiasakan diri untuk menghentikan keinginan

Di surga nanti, manusia bisa minta apa saja, dan akan langsung diberikan. Dikisahkan akan ada orang di surga yang meminta anak, maka langsung diberikan, hamil, dan lahir. Lalu ia meminta kebun, langsung diberikan, dan langsung panen. Ketika Rasulullah menyampaikan hal ini, seorang Badui berkomentar bahwa orang itu pastilah orang Anshor, karena merekalah yang berkebun, sedangkan orang Badui beternak. Surga memang sesuai dengan keiginan masing-masing orang nantinya.

Istiqamah termasuk dalam kewajiban (walaupun tidak tercakup dalam fiqih).
Dalam sifat istiqamah terdapat sebuah fadhilah besar, yang lebih baik dari 1000 karomah. Karomah tertinggi surga, karomah terendah adalah dijaga Allah.

Istiqamah secara bahasa artinya lurus. Konsisten di jalan kebaikan dan kebenaran, meskipun ada lolongan srigala, godaan yang dahsyat.

Istiqamah dapat terbagi dua, yaitu istiqamah dalam sikap serta istiqamah dalam perbuatan.
Istiqamah dalam sikap, sekali bersikap, seterusnya konsisten, walaupun tetap fleksibel dalam konteks yang dibenarkan.
Istiqamah dalam perbuatan, yaitu selalu dalam perbuatan baik. Karena sebaik-baik amal adalah yang langgeng meskipun sedikit. Dalam menapaki jalan kebaikan, yang terpenting adalah pada kelanggengannya, bukan pada banyaknya amalan.

Contoh Rasulullah yang istiqamah dalam sikap adalah ketika datang kaum Quraisy dan Abu Thalic, yang berkata bahwa kaum Quraisy semakin keberatan dengan dakwah, dan agar Rasulullah berhenti sejenak dengan dakwah, dan diberikan penawaran jika Rasulullah ingin menjadi raja, harta, ataupun wanita. Namun Rasulullah tetap pada jalan dakwah.

Akan datang masa ketika hanya ada dua pilihan, yaitu menjadi orang lemah atau orang jahat. Maka pilihlah untuk menjadi orang lemah.

Contoh Rasulullah istiqamah dalam perbuatan adalah ketika Rasulullah pernah terlewat untuk melakukan shalat qabliyah Asar, dan beliau lakukan setelah Asar, maka seterusnya beliau melakukan
ba'diyah Asar. Maka prinsipnya, sekali berbuat, teruskan sampai akhir hayat. Maka amal soleh hanya akan terus meningkat, tidak mungkin turun.

Tips agar dapat istiqamah :

Pertama, kuatkan tujuan dan niat. Apa yang kita cari dalam hidup ini. Sikap istiqamah tergantung kepada motivasi dan tujuan.

Kedua, lakukan perbuatan dalam kondisi sedang, sisakan kekuatan untuk esok hari. Amal soleh jangan pernah turun. Kalau sebenarnya kita mampu untuk 8, 4 saja dulu, baru nanti pelan-pelan meningkat.

Ketiga, buat variasi dan peningkatan, agar tidak timbul kejenuhan dalam beribadah.

No comments: