Thursday, July 14, 2011

Kenapa Kamu Lakukan?

Salah satu tanda baiknya akhlak Rasulullah SAW adalah beliau tidak pernah mempertanyakan kepada seseorang, “Kenapa kamu tidak lakukan hal ini?” atau “Kenapa kamu melakukan hal ini?”.

Mungkin terlihat simpel, tetapi memang pertanyaan itu sangat sering kita ucapkan, dan sesungguhnya bisa menjadi sangat menyinggung bagi yang kita ajak bicara.
Pada dasarnya, kebanyakan orang pasti bermaksud baik ketika melakukan sesuatu. Pertanyaan itu menjadi “tuduhan” bahwa apa yang dia telah lakukan itu ternyata sangat tidak tepat. Maksud baiknya “dianggap” buruk. Dan sering kali orang tersebut tidak bisa menjawab juga kenapa dia lakukan itu. Ya, sudah begitulah yang terjadi.

Untuk orang yang bermaksud buruk, tidak perlu dibahas. Dia tidak peduli jika kita bertanya atau pun tidak :-) Dan jawabannya pun tidak ada gunanya. Kecuali jika kita tertarik untuk menganalisis perilaku orang tersebut.

Sepertinya memang pertanyaan ini hanya diperlukan jika kita ingin menganalisis perilaku seseorang. Dan konteksnya pun bukan “menghakimi” tetapi “membantu, menjadi penasehat, teman bicara”.

Kembali ke kasus ketika kita yakin orang tersebut berniat baik. Yang perlu kita telaah lagi, ketika kita bertanya, apakah memang kita perlu jawabannnya? Jika ada jawabannya, lalu apa tindak lanjutnya? Apakah tindak lanjut itu dapat saja langsung dilakukan tanpa kita perlu tahu jawaban dari pertanyaan itu?

Sering kali, kita memang tidak perlu jawabannya. Kita hanya ingin orang tersebut mengakui kesalahannya. Tapi, alih-alih mengakui kesalahannya, yang terjadi justru sebaliknya, orang akan mencari justifikasi, sehingga yang terjadi adalah perdebatan.

Lalu, bagaimana sebaiknya?
Sebaiknya, hapus kedua kalimat pertanyaan itu dari daftar percakapan :-)
Setiap kali ada hal yang tidak sesuai dengan harapan kita. Stop. Jangan bertanya kenapa. Langsung berikan saja harapan tindak lanjutnya.

Hidup akan terasa lebih damai :-)

No comments: