Friday, July 29, 2011

Lailatul Qadr

Ceramah Jum’at lalu diisi oleh Ust. Santi Sinta, tentang Lailatul Qadr.

Apakah kita sudah menyadari pentingnya Lailatul Qadr?

Sepertinya masih banyak yang di 10 hari terakhir Ramadhan masih disibukkan dengan belanja pakaian lebaran di mal, sibuk memasak di dapur, demi menyambut Syawal. Padahal yang lebih penting untuk kita sambut adalah Ramadhan, dibandingkan dengan Syawal. Dan persiapan yang paling utama diperlukan adalah persiapan ruhiyah.

Sesuai dengan katanya, maka lailatul qadr terjadi di malam hari. Al Qadr bermakna bahwa yang memperoleh lailatul qadr akan abadi dalam kebaikan. Karena semua kebaikan yang dilakukan, dicatat Allah seolah-olah dilakukan selama 83 tahun 4 bulan (1000 bulan)

Terdapat beberapa makna dari Al Qadr.

Pertama, At ta'zim, yaitu agung, keagungan.
Pada malam itu Allah turun ke langit bumi, membawa pasukan Al Qur'an secara sempurna. Al Qur’an adalah perkataan Allah, yang merupakan bagian dari dzat Allah. Allah memutuskan memerintahkan seluruh malaikat turun bersama-Nya ke langit bumi. Semuanya.

Pernah digambarkan bahwa malaikat Jibril ketika mengepakkan sayap kiri menutupi seluruh ufuk barat, dan sayap kanan menutupi seluruh ufuk timur. Maka di malam itu sungguh bumi akan dipenuhi oleh malaikat.

Kedua, Asyrof, syarf, yaitu kemuliaan.
Lailatul qadr hanya diberikan Allah kepada makhluk-Nya yaitu manusia, yaitu pahala 1000 bulan. Umur sesorang biasanya lebih besar jumlahnya dari ibadahnya, karena sulit bagi seseorang untuk terus dalam kondisi beribadah. Dengan karunia lailatul qadr, maka kita seolah-olah melakukan kebaikan tanpa terputus selama 1000 bulan. Dan kemuliaan ini hanya ada di malam lailatul qadr.

Ketiga, At thadiyiq, yaitu sempit, terbatas.
Lailatul qadr tidak ada di zaman sebelum Rasulullah. Sesuai hukum Allah, sesuai sunatullah, malam adalah waktu istirahat, Sehingga perlu upaya agar di 10 malam terakhir kita dapat terbangun, mendekatkan diri pada Allah, bergadang untuk kebaikan.

Di malam itu seluruh malaikat turun, memenuhi bumi, sehingga sebenarnya bumi terasa sangat sempit. Namun manusia tidak bisa merasakannya. Padahal malam itu malaikat memenuhi bumi, akan memberikan ganjaran bagi manusia yang mau mencarinya. Malaikat akan berdoa untuk orang yang beribadah di malam itu. Dan, doa malaikat selalu diijabah.

Keempat, Al Manzilah, kedudukan yang tinggi, yaitu surga.
Di bulan Ramadhan, neraka ditutup dan surga dibuka. Kita sudah pernah mendengar ciri-ciri lailatul qadr. Dan biasanya orang bisa merasakannya, karena keberkahannya yang sangat luas.

Kelima, Al Barokah, malam keberkahan.

Keenam, Taqdir.
Malam itu merupakan malam penentuan amal baik seseorang yang akan ditetapkan untuk tahun depan, menunjukkan sejauh mana amal kita di tahun depan. Di malam itu kita sampaikan apa yang kita inginkan.

Dengan segala kemuliaan lailatul qadr tersebut, sebenarnya sungguh rugi jika kita sia-siakan untuk keperluan dunia menyambut Syawal.

Maka kita perlu merencanakan target kita untuk bulan Ramadhan. Di Mesir, di 10 hari terakhir, jamaah masjid membludak. Dan indahnya lailatul qadr, setiap orang bisa memperolehnya jika ia mencarinya. Jika suami yang memperoleh, maka imbasnya akan ke seluruh keluarga, begitu pula jika istri atau anak yang memperoleh. Dengan catatan, semua bekerja sama untuk kebaikan.

Segala urusan duniawi memang perlu disiasati untuk mempermudah, misalnya dengan makanan-makanan yang praktis.

Lailatul qadr, mengapa Allah letakkan di 10 hari terakhir? Padahal biasanya justru di awal Ramadhan lah kita masih bersemangat, dan di akhir itu kita sudah “menurun” semangatnya? Justru itulah ujian dari Allah. Di bulan Ramadhan, memang setan dibelenggu, tetapi nafsu, kita kendalikan sendiri.

Allah juga berikan jaminan terbebas dari neraka malam itu, dengan 1 hari di padang mahsyar sama dengan 50 ribu tahun umur manusia. Surga yang sudah cantik Allah minta untuk berhias menyambut hamba Allah yang beribadah pada-Nya.

Bagaimana dengan mudik? Jika memungkinkan, berikan pembelajaran pada orang tua. Agar tidak perlu pulang setiap tahun, atau pulang di hari di luar Ramadhan dan Syawal. Kita latih orang tua kita. Dan di masa depan nanti, kita juga harus rela jika keluarga tidak berkumpul di hari Idul Fitri.

Di malam lailatul qadr, apa yang dapat kita lakukan? Optimalkan dzikir, tilawah, dan doa. Jangan pikirkan keletihan. Semua orang bisa, termasuk mereka yang haid dan nifas, juga anak-anak. Ini adalah hak veto Allah. Mereka yang mencari, akan menemukan.

Semoga kita semua termasuk yang memperoleh keberkahan lailatul qadr di Ramadhan mendatang.. Aamiin..


Ceramah Jum’at lalu diisi oleh Ust. Santi Sinta, tentang Lailatul Qadr.

Apakah kita sudah menyadari pentingnya Lailatul Qadr?

Sepertinya masih banyak yang di 10 hari terakhir Ramadhan masih disibukkan dengan belanja pakaian lebaran di mal, sibuk memasak di dapur, demi menyambut Syawal. Padahal yang lebih penting untuk kita sambut adalah Ramadhan, dibandingkan dengan Syawal. Dan persiapan yang paling utama diperlukan adalah persiapan ruhiyah.

Sesuai dengan katanya, maka lailatul qadr terjadi di malam hari. Al Qadr bermakna bahwa yang memperoleh lailatul qadr akan abadi dalam kebaikan. Karena semua kebaikan yang dilakukan, dicatat Allah seolah-olah dilakukan selama 83 tahun 4 bulan (1000 bulan)

Terdapat beberapa makna dari Al Qadr.

Pertama, At ta'zim, yaitu agung, keagungan.
Pada malam itu Allah turun ke langit bumi, membawa pasukan Al Qur'an secara sempurna. Al Qur’an adalah perkataan Allah, yang merupakan bagian dari dzat Allah. Allah memutuskan memerintahkan seluruh malaikat turun bersama-Nya ke langit bumi. Semuanya.

Pernah digambarkan bahwa malaikat Jibril ketika mengepakkan sayap kiri menutupi seluruh ufuk barat, dan sayap kanan menutupi seluruh ufuk timur. Maka di malam itu sungguh bumi akan dipenuhi oleh malaikat.

Kedua, Asyrof, syarf, yaitu kemuliaan.
Lailatul qadr hanya diberikan Allah kepada makhluk-Nya yaitu manusia, yaitu pahala 1000 bulan. Umur sesorang biasanya lebih besar jumlahnya dari ibadahnya, karena sulit bagi seseorang untuk terus dalam kondisi beribadah. Dengan karunia lailatul qadr, maka kita seolah-olah melakukan kebaikan tanpa terputus selama 1000 bulan. Dan kemuliaan ini hanya ada di malam lailatul qadr.

Ketiga, At thadiyiq, yaitu sempit, terbatas.
Lailatul qadr tidak ada di zaman sebelum Rasulullah. Sesuai hukum Allah, sesuai sunatullah, malam adalah waktu istirahat, Sehingga perlu upaya agar di 10 malam terakhir kita dapat terbangun, mendekatkan diri pada Allah, bergadang untuk kebaikan.

Di malam itu seluruh malaikat turun, memenuhi bumi, sehingga sebenarnya bumi terasa sangat sempit. Namun manusia tidak bisa merasakannya. Padahal malam itu malaikat memenuhi bumi, akan memberikan ganjaran bagi manusia yang mau mencarinya. Malaikat akan berdoa untuk orang yang beribadah di malam itu. Dan, doa malaikat selalu diijabah.

Keempat, Al Manzilah, kedudukan yang tinggi, yaitu surga.
Di bulan Ramadhan, neraka ditutup dan surga dibuka. Kita sudah pernah mendengar ciri-ciri lailatul qadr. Dan biasanya orang bisa merasakannya, karena keberkahannya yang sangat luas.

Kelima, Al Barokah, malam keberkahan.

Keenam, Taqdir.
Malam itu merupakan malam penentuan amal baik seseorang yang akan ditetapkan untuk tahun depan, menunjukkan sejauh mana amal kita di tahun depan. Di malam itu kita sampaikan apa yang kita inginkan.

Dengan segala kemuliaan lailatul qadr tersebut, sebenarnya sungguh rugi jika kita sia-siakan untuk keperluan dunia menyambut Syawal.

Maka kita perlu merencanakan target kita untuk bulan Ramadhan. Di Mesir, di 10 hari terakhir, jamaah masjid membludak. Dan indahnya lailatul qadr, setiap orang bisa memperolehnya jika ia mencarinya. Jika suami yang memperoleh, maka imbasnya akan ke seluruh keluarga, begitu pula jika istri atau anak yang memperoleh. Dengan catatan, semua bekerja sama untuk kebaikan.

Segala urusan duniawi memang perlu disiasati untuk mempermudah, misalnya dengan makanan-makanan yang praktis.

Lailatul qadr, mengapa Allah letakkan di 10 hari terakhir? Padahal biasanya justru di awal Ramadhan lah kita masih bersemangat, dan di akhir itu kita sudah “menurun” semangatnya? Justru itulah ujian dari Allah. Di bulan Ramadhan, memang setan dibelenggu, tetapi nafsu, kita kendalikan sendiri.

Allah juga berikan jaminan terbebas dari neraka malam itu, dengan 1 hari di padang mahsyar sama dengan 50 ribu tahun umur manusia. Surga yang sudah cantik Allah minta untuk berhias menyambut hamba Allah yang beribadah pada-Nya.

Bagaimana dengan mudik? Jika memungkinkan, berikan pembelajaran pada orang tua. Agar tidak perlu pulang setiap tahun, atau pulang di hari di luar Ramadhan dan Syawal. Kita latih orang tua kita. Dan di masa depan nanti, kita juga harus rela jika keluarga tidak berkumpul di hari Idul Fitri.

Di malam lailatul qadr, apa yang dapat kita lakukan? Optimalkan dzikir, tilawah, dan doa. Jangan pikirkan keletihan. Semua orang bisa, termasuk mereka yang haid dan nifas, juga anak-anak. Ini adalah hak veto Allah. Mereka yang mencari, akan menemukan.

Semoga kita semua termasuk yang memperoleh keberkahan lailatul qadr di Ramadhan mendatang.. Aamiin..

No comments: