Friday, July 15, 2011

Persiapan Ramadhan untuk Keluarga

Berikut catatan saya dari ceramah Jumat untuk persiapan Ramadhan. Mohon maaf jika detil isinya tidak terlalu detil tentang persiapan Ramadhan keluarga. Semoga tetap dapat diperoleh manfaatnya.

Seorang ulama pernah menyampaikan, bahwa bulan Rajab adalah waktunya menanam, bulan Sya’ban menyiram, dan bulan Ramadhan memanen hasilnya. Dan ulama lain juga berkata, sambutlah Ramadhan seperti orang sakit yang merindukan kesembuhan, tanah tandus yang merindukan hujan, dan seorang kekasih yang merindukan kekasihnya.

Untuk acara pernikahan yang berlangsung selama beberapa jam saja, kita telah melakukan persiapan dari jauh-jauh hari, sejak enam bulan, bahkan setahun sebelumnya. Maka untuk bulan Ramadhan, yang berlangsung selama 30 hari, sebenarnya juga diperlukan persiapan yang serius.

Para sahabat menyiapkan Ramadhan sejak 6 bulan sebelumnya, dan 6 bulan setelah Ramadhan adalah waktu untuk melestarikan hasil Ramadhan.

Ada tiga titik penting dalam Ramadhan, yaitu persiapan, pelaksanaan, serta optimalisasi hasil.

Persiapan Ramadhan terdiri atas 4 hal.

Pertama, Al I’daad al Imaani war ruuhi, persiapan keimanan :

1. Meyakini bahwa puasa adalah ibadah yang diwajibkan oleh Allah SWT. Menyikapi ibadah wajib, maka seharusnya lebih kita cintai dari pada ibadah sunnah.
Ayat tentang puasa, Al Baqarah 183 menyebutkan “kutiba.. kama kutiba..”, yang artinya “diwajibkan.. sebagaimana diwajibkan..”. Hikmah dari penyebutan sebagaimana diwajibkan, adalah agar kita merasa lebih ringan dalam menjalankannya.

2. Meyakini bahwa di balik kewajiban tersebut ada tujuan besar, yaitu menjadi orang yang bertakwa.
Ayat tersebut menyebutkan “wahai orang beriman.. agar kamu bertakwa”, maka dapat disimpulkan bahwa tidak semua orang beriman dapat mencapai ketakwaan. Salah satu caranya adalah dengan berpuasa. Arti takwa adalah melaksanakan semua perintah dan menjauhi semua larangan. Ingat, semua yaa, bukan sebagian 

3. Meyakini hikmah puasa
Binatang pun berpuasa jika ingin meningkatkan kualitasnya, misalnya ikan ketika setelah makan makanan yang kotor, dipindah ke kolam bersih dan dipuasakan, pinguin jantan mengerami telur selama 6 bulan melakukan perjalanan sambil berpuasa, ikan salmon berpuasa ketika kembali ke hulu melawan arus, ulat berpuasa ketika menjadi kepompong sebelum menjadi kupu-kupu.

Maka kita sebaiknya menjadi lebih baik setelah berpuasa.

Pengkondisian jiwa dan hati juga sangat diperlukan untuk keluarga, termasuk khadimat :
1. Buat spanduk dengan melibatkan semua anak-anak
2. Berikan masing-masing Al Qur’an untuk dibaca selama Ramadhan
3. Berikan buku tentang Ramadhan
4. Persiapkan hadiah Ramadhan sejak sekarang, janjikan kepada anak-anak sesuai kemampuannya. Misalnya anak TK target 3-5 hari puasa, SD 10 hari, dst.

Kedua, Al I’daad al ilmi wat takhofi, persiapan ilmu dan wawasan seputar Ramadhan

1. Persiapan ilmu tentang ilmu filosofi puasa, termasuk di dalamnya tujuan dan hikmah puasa
2. Persiapan ilmu tentang fiqih puasa, misalnya apa saja yang membatalkan puasa, termasuk berhati-hati dengan yang mengurangi / menghapus pahala puasa (misalnya membicarakan orang lain, yang sering kali tidak terasa kita lakukan ketika berpuasa)
3. Persiapan ilmu tentang hikmah / keutamaan puasa :
a. Bulan keberkahan
b. Bulan maghfirah, pengampunan
c. Bulan dilipatgandakan pahala, 1 kebaikan sama dengan 1 ibadah fardhu, dan 1 ibadah fardhu sama dengan 70 ibadah fardhu

Ketiga, Al I’daad al jasadi, persiapan fisik

Kita perlu berlatih berpuasa. Rasulullah pun memperbanyak puasa sejak bulan Sya’ban.

Keempat, Al I’daad al maali, persiapan harta

Terutama untuk memperbanyak sedekah, dan menyiapkan seluruh kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri. Keperluan Idul Fitri sebaiknya disiapkan sejak sekarang, sejak sebelum Ramadhan. Agar kita dapat lebih fokus beribadah di bulan Ramadhan. Sangat sayang jika detik-detik Ramadhan dihabiskan dengan hal-hal yang tidak bernilai ibadah, seperti berbelanja, mengecat rumah, memasak kue dan makanan lain, memilih-milih model baju lebaran, dll.

Sebuah kisah nyata, ada seorang pekerja yang mempersiapkan seluruh pekerjaannya di 11 bulan sebelum Ramadhan, sehingga di bulan Ramadhan ia libur dari pekerjaan, dan berfokus untuk beribadah. Seorang ustadz juga pernah bercerita, bahwa ada seorang tukang cendol yang libur berjualan sepanjang Ramadhan, dengan tujuan yang sama.

Ibadah terpenting dalam bulan puasa adalah puasa. Barangsiapa meninggalkan puasa tanpa ada rukhshah, maka tidak dapat digantikan walaupun dengan 1 tahun puasa.

Jangan sampai meninggalkan seluruh ibadah wajib, dan perbanyak ibadah sunnah.
Setelah Ramadhan berakhir, biasanya kita masih terbangun di waktu sahur. Itu sebenarnya adalah petunjuk dari Allah, agar kita meneruskan ibadah-ibadah Ramadhan sepanjang tahun.

2 comments:

Bagus Kusuma said...

Nice article...tapi masih kurang mendetail ke arah persiapan ramadhan untuk keluarga ya?

bunda khadijah said...

Pak Bagus,

Terima kasih sudah mampir, dan terima kasih juga atas komentarnya.

Setelah saya baca lagi, betul juga yang Bapak katakan :-)

Sayangnya, ini artikel bukan tulisan saya sendiri melainkan catatan saya dari pengajian. Saya coba gali lagi ingatan saya ya Pak..

Mohon maaf kalau nantinya tidak berhasil, mungkin di tulisan tersebut akan saya jelaskan tentang perbedaan antara tulisan dan judul tersebut.

Terima kasih banyak ya Pak. Ditunggu komentar berikutnya..

Salam,
Meutia